• Tidak ada hasil yang ditemukan

4 HASIL PENELITIAN

4.2 Profil Klorofil-a dari Citra Satelit Aqua MODIS

4.2.2 Musim peralihan barat-timur tahun 2007

Pada musim peralihan barat-timur rata-rata klorofil-a sekitar 0,41 mg/m3, pada citra tanggal 22 - 29 Maret 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,20–0,80 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,80 mg/m3 yang terdapat di pesisir Kota Banda Aceh dan Lhoknga, Selat Banggala sampai ke utara Sabang yang merupakan klorofil tertinggi, klorofil-a terendah berada di sebelah barat Pulo Aceh dengan kisaran klorofil-a 0,35 mg/m3. Secara geografis di Selat Benggala terdapat nilai klorofil-a yang cukup tinggi, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 14A).

Pada citra tanggal 7-14 April 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,18–0,80 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,25–0,30 mg/m3 dijumpai pada daerah Pulo Aceh dan Selat Malaka. Klorofil-a tertinggi terdapat di daerah Laot Aceh dan Sabang dengan kisaran klorofil-a 0,80 mg/m3 , klorofil-a terendah berada di sebelah barat perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam

37

dengan kisaran klorofil-a 0,25–0,30 mg/m3. Secara geografis semakin ke barat klorofil-a semakin rendah dan semakin ke timur klorofil-a relatif sama, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 14B).

Gambar 14 Citra konsentrasi klorofil-a musim peralihan Barat-Timur Tahun 2007. Pada citra tanggal 17 - 24 Mei 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,13–0,75 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,20 mg/m3 dijumpai pada daerah Selat Malaka. Klorofil-a tertinggi terdapat di sekitar Pulo Nasi dengan kisaran klorofil-a 0,65–0,75 mg/m3, klorofil-a terendah berada di sebelah barat daya dan timur laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam dengan kisaran klorofil-a 0,20 mg/m3. Secara geografis pada citra tanggal 17-24 Mei ini

A Pulo Nasi S U M A T E R A B Pulo Nasi S U M A T E R A C Pulo Nasi S U M A T E R A

terlihat klorofil-a relatif sama, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 14C).

Dari ketiga citra tersebut terlihat bahwa klorofil-a bervariasi menurut waktu dan lokasi seperti pada citra tanggal 22-29 Maret 2007 dijumpai klorofil-a tertinggi 0,80 mg/m3 di daerah Selat Benggala dan barat daya Pulo Aceh, sebelah timur laut terlihat sedang dan klorofil-a terendah terlihat di sebelah barat Pulo Aceh. Pada citra tanggal 7-14 April 2007 klorofil-a tertinggi 0,80 mg/m3 hanya terdapat sebagian kecil di daerah Laot Aceh dan Sabang, sedangkan pada citra tanggal 17-24 Mei 2007 terlihat klorofil-a tertinggi berada di antara Pulo Nasi sedangkan didaerah lain relatif lebih sama hampir di seluruh perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam.

4.2.3 Musim timur tahun 2007

Pada musim timur rata-rata klorofil-a sekitar 0,36 mg/m3 , Pada citra tanggal 2-9 Juni 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,12–0,46 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,20 mg/m3 dijumpai pada daerah Selat Malaka. Klorofil-a tertinggi terdapat di barat laut Pulo Aceh dengan kisaran klorofil-a 0,40 mg/m3, klorofil-a terendah berada di sebelah barat daya perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam dengan kisaran klorofil-a 0,15 mg/m3. Secara geografis pada citra tanggal 2-9 Juni 2007 ini terlihat klorofil-a relatif sama, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 15A).

Pada citra tanggal 4-11 Juli 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,13–0,80 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,15 mg/m3 dijumpai pada daerah timur laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. Klorofil-a tertinggi terdapat di sebelah barat Pulo Aceh dengan kisaran klorofil-a 0,80 mg/m3, klorofil-a terendah berada di sebelah timur laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam dengan kisaran klorofil-a 0,15 mg/m3. Secara geografis semakin ke barat klorofil-a semakin rendah dan semakin ke timur klorofil-a relatif sama, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 15B).

Pada citra tanggal 28 Juli – 4 Agustus 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,10–0,80 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,10 mg/m3 dijumpai pada daerah Selat Malaka. Klorofil-a tertinggi terdapat di sekitar pesisir Kota Banda Aceh sampai ke Lhoknga dengan kisaran klorofil-a 0,80 mg/m3, sedangkan klorofil-a terendah berada di sebelah barat laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam dengan kisaran klorofil-a 0,10 mg/m3. Secara geografis semakin ke pesisir klorofil-a semakin tinggi dan semakin ke timur dan

39

barat klorofil-a relatif sama, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 15C).

Gambar 15 Citra konsentrasi klorofil-a musim Timur Tahun 2007.

Dari ketiga citra tersebut terlihat bahwa klorofil-a bervariasi menurut waktu dan lokasi seperti pada citra tanggal 2-9 Juni 2007 dijumpai klorofil-a tertinggi 0,75 mg/m3 di sekitar Pulo Nasi, sebelah barat laut terlihat sedang dan klorofil-a terendah terlihat di sebelah timur laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. Pada citra tanggal 4-11Juli 2007 klorofil-a tertinggi 0,80 mg/m3 terdapat di sebelah barat Pulo Aceh dan di bagian timur laut terlihat relatif sama, sedangkan pada citra tanggal 28 Juli – 4 Agustus 2007 terlihat klorofil-a tertinggi

A Pulo Nasi S U M A T E R A B Pulo Nasi S U M A T E R A C Pulo Nasi S U M A T E R A

berada di daerah pesisir, sedangkan di daerah lain terlihat relatif sama di seluruh perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam.

4.2.4 Musim peralihan timur – barat Tahun 2007

Pada musim timur-barat rata-rata klorofil-a sekitar 0,26 mg/m3, Pada citra tanggal 22-29 September 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,11– 0,80 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,20 mg/m3 dijumpai hampir merata pada perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. Klorofil-a tertinggi terdapat diantara Pulo Nasi, Lhoknga dan pesisir Kota Banda Aceh kisaran klorofil-a 0,80 mg/m3, klorofil-a terendah berada di sebelah timur laut dan barat daya perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam dengan kisaran klorofil-a 0,15 mg/m3. Secara geografis semakin ke timur laut dan barat daya perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam klorofil-a semakin rendah dan semakin ke pesisir dan teluk klorofil-a semakin tinggi, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 16A).

Pada citra tanggal 17-24 Nopember 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,14–0,80 mg/m3, klorofil-a dominan berkisar antara 0,30 mg/m3 terdapat disekitar Sabang dan Pulo Aceh. Klorofil-a tertinggi terdapat diantara Pulo Aceh dan Pulo Nasi dengan kisaran klorofil-a 0,80 mg/m3, sedangkan klorofil-a terendah berada di sebelah timur laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam dengan kisaran klorofil-a 0,15 mg/m3. Secara geografis semakin ke teluk klorofil-a semakin tinggi dan semakin ke timur laut klorofil-a relatif sama, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 16B).

Dari kedua citra tersebut terlihat bahwa klorofil-a bervariasi menurut waktu dan lokasi seperti pada citra tanggal 22-29 September 2007 dijumpai klorofil-a tertinggi 0,80 mg/m3 di sekitar Pulo Nasi, Lhoknga dan pesisir Kota Banda Aceh, sebelah barat laut terlihat sedang dan klorofil-a terendah terlihat di sebelah timur laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. Pada citra tanggal 17-24 Nopember 2007 klorofil-a tertinggi 0,80 mg/m3 terdapat diantara Pulo Aceh dan Pulo Nasi dan di bagian timur laut terlihat relatif sama. Pada musim timur- barat hanya bisa diwakili oleh dua citra yaitu citra bulan September 2007 dan citra bulan Nopember 2007 sedangkan citra bulan Oktober 2007 tidak bisa mewakili perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam karena terdapat banyak awan.

Rata-rata klorofil-a pada musim barat tahun 2006 adalah 0,29 mg/m3 dan 0,37 mg/m3 untuk tahun 2007, musim peralihan barat-timur 0,25 mg/m3 dan 0,41

41

mg/m3, musim timur 0,27 mg/m3 dan 0,36 mg/m3, dan musim peralihan timur- barat tahun 2006 dan 2007 masing-masing sebesar 0,32 mg/m3 dan 0,26 mg/m3 (Tabel 4).

Gambar 16 Citra konsentrasi klorofil-a musim peralihan Timur-Barat Tahun 2007.

Tabel 4 Sebaran rata-rata konsentrasi klorofil-a bulanan di perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam Tahun 2006-2007

Periode Musim Bulan Kisaran Klorofil-a (mg/m

3

) Rata-rata Klorofil-a (mg/m3)

Tahun 2006 Tahun 2007 Tahun 2006 Tahun 2007

Musim Barat Desember

Januari Februari - 0,16-1,30 0,15-1,55 0,12-4,00 0,10-1,56 0,09-1,62 - 0,32 0,26 0,37 0,36 0,39

Rata-rata Klorofil-a Musim Barat 0,29 0,37

Peralihan B-T Maret April Mei 0,10-1,21 0,13-1,22 0,11-0,97 0,18-3,08 0,11-1,79 0,09-0,83 0,27 0,23 0,24 0,63 0,38 0,23

Rata-rata Klorofil-a Musim Peralihan B-T 0,25 0,41

Musim Timur Juni

Juli Agustus 0,12-1,57 0,12-0,75 0,11-0,90 0,12-0,91 0,10-1,23 0,10-1,20 0,24 0,27 0,30 0,32 0,41 0,36

Rata-rata Klorofil-a Musim Timur 0,27 0,36

Peralihan T-B September Oktober Nopember 0,17-1,60 0,15-0,71 0,19-0,96 0,11-1,13 0,15-0,63 0,13-1,23 0,24 0,31 0,41 0,20 0,33 0,26

Rata-rata Klorofil-a Musim Peralihan T-B 0,32 0,26

Sumber : Hasil olahan citra satelit Aqua MODIS, tahun 2006-2007

A Pulo Nasi S U M A T E R A B Pulo Nasi S U M A T E R A

0,26 0,27 0,28 0,29 0,30 0,31 0,32 0,33 0,34

i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv

Jan Feb Mar April Mei Juni Juli Agts Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar April Mei Juni Juli Agts Sep Okt Nop

Musim Barat Peralihan B-T Musim Timur Peralihan T-B Musim Barat Peralihan B-T Musim Timur Peralihan T-B

2006 Periode Musim 2007 K lor ofi l- a (mg/ m 3)

Klorofil-a Cakalang Klorofil-a Tongkol

26,00 27,00 28,00 29,00 30,00 31,00

i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv

Jan Feb Mar April Mei Juni Juli Agts Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar April Mei Juni Juli Agts Sep Okt Nop

Musim Barat Peralihan B-T Musim Timur Peralihan T-B Musim Barat Peralihan B-T Musim Timur Peralihan T-B

2006 Periode Musim 2007 SP L ( oC) SPL Cakalang SPL Tongkol

Gambar 17 Rata-rata SPL mingguan Tahun 2006-2007.

43

4.3 Hasil Tangkapan Ikan Cakalang dan Tongkol

Dokumen terkait