• Tidak ada hasil yang ditemukan

MUSYAWARAH LUAR NEGERI

BAB VI MAJELIS SYARI’AH

MUSYAWARAH LUAR NEGERI

(1) Musyawarah Luar Negeri diadakan 5 (lima) tahun sekali. (2) Musyawarah Luar Negeri diselenggarakan untuk

memusyawarahkan dan mengambil keputusan tentang : a. Laporan dan pertanggungjawaban Pengurus Luar Negeri.

b. Program perjuangan PARMUSI di tingkat Luar Negeri, untuk masa waktu 5 (lima) tahun, sesuai dengan keputusan-keputusan Muktamar.

c. Penyempurnaan tata Organisasi/konsolidasi di tingkat Luar Negeri.

32 dan masyarakat di Luar Negeri yang bersangkutan.

e. Memilih dan menetapkan Pengurus Luar Negeri, Pemimpin Majelis Penasehat Luar Negeri dan Pemimpin Dewan Pakar Luar Negeri.

(3) Peserta Musyawarah Luar Negeri terdiri atas :

a. Anggota Pengurus Luar Negeri, Majelis Penasehat Luar Negeri, Dewan Pakar Luar Negeri, dan Organisasi Otonom.

b. Utusan Pengurus Pusat.

(4) Musyawarah Luar Negeri diselenggarakan oleh dan atas undangan serta dipimpin oleh Pengurus Luar Negeri.

(5) Acara dan Tata Tertib Musyawarah Luar Negeri ditetapkan oleh Musyawarah Luar Negeri .

Pasal 35

Musyawarah Kerja Luar Negeri

(1) Musyawarah Kerja Luar Negeri merupakan kekuasaan tertinggi dalam PARMUSI di bawah Musyawarah Luar Negeri .

(2) Musyawarah Kerja Luar Negeri diadakan untuk :

a. Memusyawarahkan dan mengambil keputusan mengenai permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan Keputusan Muktamar dan Keputusan Musyawarah Luar Negeri.

b. Dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan Musyawarah Luar Negeri yang akan datang.

c. Memusyawarahkan dan memutuskan permasalahan PARMUSI dan perjuangan yang sangat mendesak.

(3) Peserta Musyawarah Kerja Luar Negeri terdiri atas :

a. Anggota Pengurus Luar Negeri, Majelis Penasehat Luar Negeri, Dewan Pakar Luar Negeri, dan Organisasi Otonom.

b. Utusan Pengurus Pusat.

(4) Musyawarah Kerja Luar Negeri diselenggarakan oleh dan atas undangan serta dipimpin oleh Pengurus Luar Negeri.

33 oleh Pengurus Luar Negeri.

Pasal 29 Pasal 36

MUSYAWARAH WILAYAH MUSYAWARAH WILAYAH

(1) Musyawarah Wilayah disingkat MUSYWIL diadakan 5 (lima) tahun sekali.

Tetap (2) MUSYWIL diselenggarakan untuk memusyawarahkan dan

mengambil keputusan tentang :

Tetap a. Laporan dan pertanggungjawaban Pengurus Wilayah. Tetap b. Program perjuangan PARMUSI di tingkat wilayah, untuk masa

waktu 5 (lima) tahun, sesuai dengan keputusan-keputusan Muktamar.

Tetap

c. Penyempurnaan tata PARMUSI / konsolidasi di tingkat wilayah. Tetap d. Permasalahan yang berkaitan dengan kepentingan umat Islam,

dan masyarakat di wilayah yang bersangkutan.

Tetap e. Memilih dan menetapkan Pengurus Wilayah, Pemimpin Majelis

Penasehat Wilayah dan Pemimpin Majelis Pakar Wilayah.

e.Memilih dan menetapkan Pengurus Wilayah, Pemimpin Majelis Penasehat Wilayah dan Pimpinan Dewan Pakar Wilayah.

(3) Peserta MUSYWIL terdiri atas : (3) Peserta MUSYWIL terdiri atas : a. Anggota Pengurus Wilayah, Majelis Penasehat Wilayah, Majelis

Pakar Wilayah, dan Organisasi Otonom.

a. Anggota Pengurus Harian Wilayah, Majelis Penasehat Wilayah dan Dewan Pakar Wilayah, Pengurus Biro/Lembaga/Organisasi Otonom.

b. Utusan Pengurus Pusat. b. Utusan Pengurus Harian Pusat.

c. Utusan Pengurus Daerah. c. Utusan Pengurus Harian Daerah.

(4) MUSYWIL diselenggarakan oleh dan atas undangan serta dipimpin oleh Pengurus Wilayah.

(4) MUSYWIL diselenggarakan oleh dan atas undangan serta dipimpin oleh Pengurus Harian Wilayah.

(5) Acara dan Tata Tertib MUSYWIL ditetapkan oleh MUSYWIL. (5) Acara dan Tata Tertib MUSYWIL ditetapkan oleh MUSYWIL.

Pasal 30 Pasal 37

Keabsahan Keabsahan

(1) MUSYWIL dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih dari seperdua jumlah Daerah dan lebih dari seperdua jumlah Cabang yang telah disahkan.

(1) MUSYWIL dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih dari seperdua jumlah Daerah yang telah disahkan.

34 lebih dari seperdua jumlah peserta yang hadir.

(3) Keputusan MUSYWIL dinyatakan sah apabila disetujui oleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir.

Tetap

Pasal 31 Pasal 38

Hak suara Hak suara

Pengurus Wilayah, Utusan Pengurus Daerah, dan Utusan Pengurus Pusat secara kolektif masing-masing mempunyai 1 (satu) hak suara.

Pengurus Harian Wilayah dan Utusan Pengurus Harian Daerah secara kolektif masing-masing mempunyai 1 (satu) hak suara.

Pasal 32 Pasal 39

MUSYWIL LUAR BIASA MUSYWIL LUAR BIASA

MUSYWIL Luar Biasa dapat diselenggarakan apabila dinyatakan perlu oleh Pengurus Wilayah dan / atau atas usul lebih dari seperdua jumlah Daerah dan lebih dari seperdua jumlah Cabang.

MUSYWIL Luar Biasa dapat diselenggarakan apabila dinyatakan perlu oleh Pengurus Harian Wilayah dan / atau atas usul lebih dari seperdua jumlah Daerah;

Pasal 33 Pasal 40

Musyawarah Kerja Wilayah Musyawarah Kerja Wilayah (1) Musyawarah Kerja Wilayah disingkat MUKERWIL merupakan

kekuasaan tertinggi dalam PARMUSI di bawah MUSYWIL.

Tetap

(2) MUKERWIL diadakan untuk : Tetap

a. Memusyawarahkan dan mengambil keputusan mengenai permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan Keputusan Muktamar dan Keputusan MUSYWIL.

Tetap

b. Dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan MUSYWIL yang akan datang.

Tetap c. Memusyawarahkan dan memutuskan permasalahan PARMUSI

dan perjuangan yang sangat mendesak.

Tetap

(3) Peserta MUKERWIL terdiri atas : (3)_Peserta MUKERWIL terdiri atas : a. Anggota Pengurus Wilayah, Majelis Penasehat Wilayah, Majelis

Pakar Wilayah, dan Organisasi Otonom.

a_Anggota Pengurus Harian Wilayah, Majelis Penasehat Wilayah, Majelis Pakar Wilayah, Pimpinan Biro/Lembaga/Organisasi Otonom.

b. Utusan Pengurus Pusat. b_Utusan Pengurus Pusat.

c. Utusan Pengurus Daerah. c_Utusan Pengurus Daerah.

35

oleh Pengurus Wilayah. oleh Pengurus Harian Wilayah.

(5) Acara dan Tata Tertib MUKERWIL ditetapkan oleh MUKERWIL. (5)_Acara dan Tata Tertib MUKERWIL ditetapkan oleh Pengurus Harian Wilayah.

Pasal 34 Pasal 41

Keabsahan Keabsahan

(1) MUKERWIL dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih seperdua jumlah Daerah yang telah disahkan.

Tetap (2) Sidang-sidang MUKERWIL dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih

seperdua jumlah peserta yang hadir.

Tetap (3) Keputusan MUKERWIL dinyatakan sah apabila disetujui oleh lebih

dari seperdua jumlah suara yang hadir.

Tetap

Pasal 35 dihapus

Hak suara Dihapus

Pengurus Wilayah, Utusan Pengurus Daerah, dan Utusan Pengurus Pusat secara kolektif masing-masing mempunyai 1 (satu) hak suara.

Dihapus

Pasal 36 Pasal 42

MUSYAWARAH DAERAH MUSYAWARAH DAERAH

(1) Musyawarah Daerah disingkat MUSYDA diadakan 5 (lima) tahun sekali.

Tetap (2) MUSYDA diselenggarakan untuk memusyawarahkan dan

mengambil keputusan tentang :

Tetap

a. Laporan dan pertanggungjawaban Pengurus Daerah. a_Laporan dan pertanggungjawaban Pengurus Harian Daerah. b. Program perjuangan PARMUSI di tingkat Daerah, untuk masa

waktu 5 (lima) tahun, sesuai dengan keputusan-keputusan Muktamar, Keputusan MUSYWIL.

Tetap

c. Penyempurnaan tata PARMUSI / konsolidasi di tingkat daerah. Tetap d. Permasalahan yang berkaitan dengan kepentingan umat Islam,

an masyarakat di daerah yang bersangkutan.

Tetap

36 Penasehat Daerah dan Pemimpin Majelis Pakar Daerah. Penasehat Daerah dan Pimpinan Dewan Pakar Daerah.

(3) Peserta MUSYDA terdiri atas : Tetap

a. Anggota Pengurus Daerah, Majelis Penasehat Daerah, Majelis Pakar Daerah, dan Organisasi Otonom.

a. Anggota Pengurus Harian Daerah, Majelis Penasehat Daerah, Dewan Pakar Daerah, dan Organisasi Otonom Daerah.

b. Utusan Pengurus Wilayah. Tetap

c. Utusan Pengurus Cabang. Tetap

(4) MUSYDA diselenggarakan oleh dan atas undangan serta dipimpin oleh Pengurus Daerah.

Tetap (5) Acara dan tata tertib MUSYDA ditetapkan oleh MUSYDA. Tetap

Pasal 37 Pasal 43

Keabsahan Keabsahan

(1) MUSYDA dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih dari seperdua jumlah Cabang yang telah disahkan.

Tetap (2) Sidang-sidang MUSYDA dinyatakan sah apabila disetujui oleh

lebih dari seperdua jumlah peserta yang hadir.

Tetap (3) Keputusan MUSYDA apabila disetujui oleh lebih dari seperdua

jumlah suara yang hadir.

Tetap

Pasal 38 Pasal 44

Hak suara Hak suara

Pengurus Daerah, Utusan Pengurus Wilayah, dan Utusan Pengurus Cabang secara kolektif masing-masing mempunyai hak 1 (satu) suara.

Utusan Pengurus Cabang secara kolektif masing-masing mempunyai hak 1 (satu) suara.

Pasal 39 Pasal 45

MUSYDA Luar Biasa MUSYDA Luar Biasa

MUSYDA Luar Biasa dapat diselenggarakan apabila dinyatakan perlu oleh Pengurus Daerah dan / atau atas usul lebih seperdua jumlah Cabang.

MUSYDA Luar Biasa dapat diselenggarakan apabila dinyatakan perlu oleh Pengurus Harian Daerah dan / atau atas usul lebih seperdua jumlah Cabang.

37 Musyawarah Kerja Daerah Musyawarah Kerja Daerah

(1) Musyawarah Kerja Daerah disingkat MUKERDA merupakan kekuasaan tertinggi dalam PARMUSI di bawah MUSYDA.

Tetap (2 Musyawarah Kerja Daerah diselenggarakan untuk

memusyawarahkan dan mengambil keputusan tentang :

Tetap a. Memusyawarahkan dan mengambil keputusan mengenai

permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan Keputusan-keputusan MUSYWIL dan MUSYDA.

Tetap

b. Dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan MUSYDA yang akan datang.

Tetap c. Memusyawarahkan dan memutuskan permasalahan PARMUSI

dan perjuangan yang sangat mendesak.

Tetap

(3) Peserta MUKERDA terdiri atas : (3) Peserta MUKERDA terdiri atas : a. Anggota Pengurus Daerah, Majelis Penasehat Daerah, Majelis

Pakar Daerah, dan Organisasi Otonom.

a. Anggota Pengurus Harian Daerah, Majelis Penasehat Daerah, Majelis Pakar Daerah, Pimpinan Unit/Lembaga/Organisasi Otonom.

b. Utusan Pengurus Wilayah. b. Utusan Pengurus Harian Wilayah.

c. Utusan Pengurus Cabang. c. Utusan Pengurus Harian Cabang.

(4) MUKERDA diselenggarakan oleh dan atas undangan serta dipimpin oleh Pengurus Daerah.

(4) MUKERDA diselenggarakan oleh dan atas undangan serta dipimpin oleh Pengurus Daerah.

(5) Acara dan tata tertib MUKERDA ditetapkan oleh MUKERDA. (5) Acara dan tata tertib MUKERDA ditetapkan oleh MUKERDA.

Pasal 41 Pasal 47

Keabsahan Keabsahan

(1) MUKERDA dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih seperdua jumlah Cabang yang telah disahkan.

Tetap (2) Sidang-sidang MUKERDA dinyatakan sah apabila dihadiri oleh

lebih seperdua jumlah peserta yang hadir.

Tetap (3) Keputusan MUKERDA dinyatakan sah apabila disetujui oleh lebih

dari seperdua jumlah suara yang hadir.

38

Pasal 42 Dihapus

Hak Suara Dihapus

Pengurus Daerah, Utusan Pengurus Wilayah, dan Utusan Pengurus Cabang secara kolektif masing-masing mempunyai hak 1 (satu) suara.

Dihapus

Pasal 43 Pasal 48

MUSYAWARAH CABANG MUSYAWARAH CABANG

(1) Musyawarah Cabang disingkat MUSYCAB diadakan 5 (lima) tahun sekali.

Tetap (2) MUSYCAB diselenggarakan untuk memusyawarahkan dan

mengambil keputusan tentang :

Tetap a. Laporan dan pertanggungjawaban Pengurus Cabang. Tetap b. Program perjuangan PARMUSI di tingkat Daerah, untuk masa

waktu 5 (lima) tahun, sesuai dengan keputusan-keputusan Muktamar, Keputusan MUSYWIL dan MUSYDA.

Tetap

c. Penyempurnaan tata PARMUSI / konsolidasi di tingkat Cabang. Tetap d. Permasalahan yang berkaitan dengan kepentingan umat Islam,

an masyarakat di cabang yang bersangkutan.

Tetap e. Memilih dan menetapkan Pengurus Cabang, Pemimpin Majelis

Penasehat Cabang dan Pemimpin Majelis Pakar Cabang.

e.Memilih dan menetapkan Pengurus Harian Cabang dan Majelis Penasehat Cabang.

(3) Peserta MUSYCAB terdiri atas : (3) Peserta MUSYCAB terdiri atas : a. Anggota Pengurus Cabang, Majelis Penasehat Cabang, Majelis

Pakar Cabang, dan Organisasi Otonom.

a. Anggota Pengurus Harian Cabang dan Majelis Penasehat Cabang.

b. Utusan Pengurus Daerah. b. Utusan Pengurus Harian Daerah.

c. Utusan Pengurus Ranting. c. Utusan Pengurus Ranting.

(4) MUSYCAB diselenggarakan oleh dan atas undangan serta dipimpin oleh Pengurus Cabang.

Tetap (5) Acara dan tata tertib MUSYCAB ditetapkan oleh MUSYCAB. Tetap

Pasal 44 Pasal 49

Keabsahan Keabsahan

39 jumlah Ranting yang telah disahkan.

(2) Sidang-sidang MUSYCAB dinyatakan sah apabila disetujui oleh lebih dari seperdua jumlah peserta yang hadir.

Tetap (3) Keputusan MUSYCAB apabila disetujui oleh lebih dari seperdua

jumlah suara yang hadir.

Tetap

Pasal 45 Pasal 50

Hak suara Hak suara

Pengurus Cabang, Utusan Pengurus Daerah, dan Utusan Pengurus Ranting secara kolektif masing-masing mempunyai hak 1 (satu) suara.

Pengurus Harian Cabang dan Utusan Pengurus Ranting secara kolektif masing-masing mempunyai hak 1 (satu) suara.

Pasal 46 Dihapus

MUSYCAB Luar Biasa Dihapus

MUSYCAB Luar Biasa dapat diselenggarakan apabila dinyatakan perlu oleh Pengurus Cabang dan / atau atas usul lebih seperdua jumlah Ranting.

Dihapus

Pasal 47 Pasal 51

Musyawarah Kerja Cabang Musyawarah Kerja Cabang (1) Musyawarah Kerja Cabang disingkat MUKERCAB merupakan

kekuasaan tertinggi dalam PARMUSI di bawah MUSYCAB.

Tetap (2) Musyawarah Kerja Daerah diselenggarakan untuk

memusyawarahkan dan mengambil keputusan tentang :

Tetap a. Memusyawarahkan dan mengambil keputusan mengenai

permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan Keputusan-keputusan Muktamar, MUSYWIL, MUSYDA, dan MUSYCAB.

Tetap

b. Dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan MUSYCAB yang akan datang.

Tetap c. Memusyawarahkan dan memutuskan permasalahan PARMUSI

dan perjuangan yang sangat mendesak.

Tetap

(3) Peserta MUKERCAB terdiri atas : (3) Peserta MUKERCAB terdiri atas : a. Anggota Pengurus Cabang, Majelis Penasehat Cabang, Majelis

Pakar Cabang, dan Organisasi Otonom.

a. Anggota Pengurus Harian Cabang dan Majelis Penasehat Cabang

40

c. Utusan Pengurus Ranting. c. Utusan Pengurus Ranting.

(4) MUKERCAB diselenggarakan oleh dan atas undangan serta dipimpin oleh Pengurus Cabang.

(4) MUKERCAB diselenggarakan oleh dan atas undangan serta dipimpin oleh Pengurus Harian Cabang.

(5) Acara dan tata tertib MUKERCAB ditetapkan oleh MUKERCAB. (5) Acara dan tata tertib MUKERCAB ditetapkan oleh Pengurus Harian Cabang

Pasal 48 Pasal 52

Keabsahan Keabsahan

(1) MUKERCAB dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih dari seperdua jumlah Ranting yang telah disahkan.

Tetap (2) Sidang-sidang MUKERCAB dinyatakan sah apabila disetujui oleh

lebih dari seperdua jumlah peserta yang hadir.

Tetap (3) Keputusan MUKERCAB apabila disetujui oleh lebih dari seperdua

jumlah suara yang hadir.

Tetap

Pasal 49 dihapus

Hak suara Dihapus

Pengurus Cabang, Utusan Pengurus Daerah, dan Utusan Pengurus Ranting secara kolektif masing-masing mempunyai hak 1 (satu) suara.

Dihapus

Pasal 50 Pasal 53

MUSYAWARAH RANTING MUSYAWARAH RANTING

(1) Musyawarah Ranting disingkat MUSYRAN diadakan 5 (lima) tahun sekali.

Tetap (2) MUSYRAN diselenggarakan untuk memusyawarahkan dan

mengambil keputusan tentang :

Tetap a. Laporan dan pertanggungjawaban Pengurus Ranting. Tetap b. Rencana kerja, pelaksanaan keputusan PARMUSI yang berkaitan

dengan Ranting yang bersangkutan.

Tetap c. Permasalahan yang berkaitan dengan kepentingan umat Islam,

an masyarakat di Ranting yang bersangkutan.

Tetap d. Usul-usul Ranting untuk bahan Musyawarah Pengurus Cabang Tetap

41 e. Memilih dan menetapkan Pengurus Ranting. Tetap

(3) Peserta MUSYRAN terdiri atas : Tetap

a. Anggota Pengurus Ranting, anggota Ranting yang bersangkutan. Tetap

b. Utusan Pengurus Cabang. Tetap

(4) MUSYRAN diselenggarakan oleh dan atas undangan serta dipimpin oleh Pengurus Ranting.

Tetap (5) Acara dan tata tertib MUSYRAN ditetapkan oleh MUSYRAN. Tetap

Pasal 51 Pasal 54

Keabsahan Keabsahan

(1) MUSYRAN dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih dari seperdua jumlah anggota Ranting yang telah disahkan dengan Kartu Tanda Anggota.

Tetap

(2) Sidang-sidang MUSYRAN dinyatakan sah apabila disetujui oleh lebih dari seperdua jumlah peserta yang hadir.

Tetap (3) Keputusan MUSYRAN apabila disetujui oleh lebih dari seperdua

jumlah suara yang hadir.

Tetap

Pasal 52 Pasal 55

Hak suara Hak suara

Tiap-tiap anggota, termasuk anggota Pengurus Ranting dan Utusan Pengurus Cabang masing-masing mempunyai hak 1 (satu) suara dalam Musyawarah Ranting.

Tetap

Pasal 53 Pasal 56

Rapat-rapat Rapat-rapat

Rapat-rapat dapat diadakan oleh masing-masing tingkat Pengurus setiap waktu apabila dipandang perlu, yang terdiri atas :

Tetap 1. Rapat Pleno Pengurus, yaitu rapat yang diadakan oleh Pengurus,

sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali dan dihadiri oleh seluruh anggota Pengurus, Departemen / Biro / Bagian / Seksi dan Lembaga menurut tingkatannya.

Tetap

sekurang-42 kurangnya 3 (tiga) bulan sekali oleh Pengurus, yang dihadiri oleh anggota

Pengurus yang terdiri dari unsur Ketua, unsur Sekretaris, Bendahara dan anggota pleno, sesuai dengan tingkatannya

kurangnya 1 (satu) bulan sekali oleh Pengurus, yang dihadiri oleh anggota Pengurus Harian yang terdiri dari unsur Ketua, unsur Sekretaris, dan Bendahara sesuai dengan tingkatannya

3. Rapat Koordinasi Pengurus, yaitu rapat yang diadakan oleh Pengurus sewaktu-waktu bila dipandang perlu, yang dihadiri oleh seluruh anggota / sebagian anggota pengurus

Tetap

4. Rapat Departemen / Biro / Bagian / Seksi, yaitu rapat yang diadakan oleh Departemen / Biro / Bagian / Seksi sekurang-kurangnya sekali dalam 6 (enam) bulan.

Tetap

5. Rapat Majelis Penasehat, yaitu rapat yang diadakan oleh Pengurus Majelis Penasehat, yang dihadiri oleh seluruh anggota Majelis Penasehat, sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali.

5. Rapat Majelis, yaitu rapat yang diadakan oleh Pimpinan Majelis Penasehat atau Pimpinan Majelis Syariah atau Pimpinan Majelis Pakar, yang dihadiri oleh seluruh anggota Majelis yang bersangkutan, sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali.

6. Rapat Majelis Pakar, yaitu rapat yang diadakan oleh Pengurus Majelis Pakar, yang dihadiri oleh seluruh anggota Majelis Pakar, sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali.

dihapus

7. Rapat Pengurus Ranting, yaitu rapat yang diadakan oleh Pengurus Ranting sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali, yang dihadiri oleh seluruh anggota Pengurus Ranting.

Tetap

BAB IX BAB X

KESEKRETARIATAN KESEKRETARIATAN

Pasal 54 Pasal 57

(1) Untuk menyelenggarakan administrasi PARMUSI, di semua tingkatan dibentuk sekretariat PARMUSI.

Tetap (2) Sekretariat PARMUSI meliputi pelayanan tugas Pengurus PARMUSI,

Majelis Penasehat, dan Majelis Pakar.

(2)_Sekretariat PARMUSI meliputi pelayanan tugas Pengurus PARMUSI, Majelis Penasehat, dan Majelis Pakar.

(3) Struktur dan tatakerja sekretariat ditetapkan oleh Pengurus yang bersangkutan.

Tetap

43

KEUANGAN KEUANGAN

Pasal 55 Pasal 58

(1) Besarnya uang pangkal dan iuran anggota ditetapkan oleh Pengurus Pusat.

Tetap (2) Alokasi penggunaan uang pangkal dan uang iuran, ditetapkan sebagai

berikut :

(2) Alokasi penggunaan uang iuran diatur dalam pedoman administrasi kebendaharaan.

a. Uang Pangkal : a. Hapus

1) 15 % untuk Pengurus Pusat. Hapus

2) 25 % untuk Pengurus Wilayah. Hapus

3) 25 % untuk Pengurus Daerah. Hapus

4) 15 % untuk Pengurus Cabang Hapus

5) 20 % untuk Pengurus Ranting Hapus

b. Uang Iuran : b. Hapus

1) 40 % untuk Pengurus Ranting. Hapus

2) 20 % untuk Pengurus Cabang. Hapus

3) 20 % untuk Pengurus Daerah. Hapus

4) 15 % untuk Pengurus Wilayah. Hapus

5) 5 % untuk Pengurus Pusat. Hapus

BAB XI BAB XII

KETENTUAN – PENUTUP KETENTUAN – PENUTUP

Pasal 56 Pasal 59

Hal-hal yang merupakan ketentuan pelaksanaan yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini selanjutnya ditetapkan oleh Pengurus Pusat.

Tetap

Pasal 57 Pasal 60

44

Pasal 58 Pasal 61

Anggaran Rumah Tangga ini untuk pertama kalinya ditetapkan dan disahkan dalam musyawarah para pendiri PARMUSI dan diperbaiki, disempurnakan dan disahkan pada Muktamar ke-1 Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) di Jakarta pada tanggal 16 Jumadil Akhir 1423 H bertepatan dengan tanggal 25 Agustus 2002 M, selanjutnya disempurnakan pada Muktamar ke-II PARMUSI pada tanggal 23 Februari 2008 M bertepatan dengan 15 Shafar 1429 H.

Anggaran Rumah Tangga ini untuk pertama kalinya ditetapkan dan disahkan dalam musyawarah para pendiri PARMUSI dan diperbaiki, disempurnakan dan disahkan pada Muktamar ke-1 Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) di Jakarta pada tanggal 16 Jumadil Akhir 1423 H bertepatan dengan tanggal 25 Agustus 2002 M, selanjutnya disempurnakan pada Muktamar ke-II PARMUSI pada tanggal 23 Februari 2008 M bertepatan dengan 15 Shafar 1429 H, selanjutnya disempurnakan pada Muktamar ke-III PARMUSI pada tanggal 21 Jumadil Awal 1436 H bertepatan dengan tanggal 12 Maret 2015 di Batam;

Billaahit Taufiq wal Hidaayah.

Batam, 21 Jumadil Awwal 1436 H/12 Maret 2015 M PIMPINAN SIDANG KOMISI A MUKTAMAR III PARMUSI

Ketua Sekretaris

(Hj. Lena Maryana Mukti) (H. Taufikurrokhman)

Dokumen terkait