• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PEMBAHASAN DAN PENELITIAN

4. Nama dan Identitas Informan

Berdasarkan hasil peneliti yang dibuat penulis maka nama-nama serta identitas jabatan seluruh informan akan dipaparkan dalam bentuk tabel sebagai berikut:

Tabel V.4 Nama dan identitas Responden

No. Nama Umur Jenis

Kelamin

Pendidikan Terakhir

Jabatan

1. Abdul Jamal 50 Tahun Laki-laki S2 Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru

2. Lili Suryani 45 Tahun Perempuan S2 Sekretris Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru

3. Bahrizal 40 Tahun Laki-laki S1 Kepala Bidang Pembinaan

Pelatihan

4. Edi Darmawi 42 Tahun Laki-laki S1 Sekretaris Apindo

5. Rudi Hariandi

28 Tahun Laki-laki S1 Buruh di salah satu prusahaan di Kota Pekanbaru 6. Sasmilo Roni 35 Tahun Perempuan SMA Masyarakat

sebagai pengusaha

B. Peran Dinas Tenaga Kerja Dalam Penanganan Pemutusan Hubungan Kerja Di Kota Pekanbaru Studi Pemutusan Kerja Dampak Covid-19.

Peran merupakan aspek dinamis kedudukan ketika seseorang menduduki jabatan sebagai kepala di sebuah kelompok atau organisasi dan melaksanakan hak serta kewajibannya yang sesuai dengan kedudukan jabatannya. Pemutusan Hubungan Kerja yang biasa di sebut PHK adalah selaku tindakan serta peran dari perusahaan atau organisasi yang mempekerjakan karyawan untuk bekerja, Pemutusan Hubungan Kerja memiliki peran penting dalam suatu kinerja karyawan sebab ketika ada masalah yang terjadi pada karyawan baik itu melakukan kesalahan saat bekerja ataupun karena ada musibah yang menimpa maka perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja pada karyawan tersebut.

Dalam bagian ini penulis akan menjelaskan beberapa hasil analisis jawaban responden dari setiap penilaian yang penulis berikan kepada responden terhadap pertimbangan apasaja yang disajikan agar data-data yang dihasilkan dapat di pahami dengan baik.

1. Dimensi Norma

Norma sering diartikan sebagai aturan dan sopan santun dalam kalangan masyarakat. Menurut Soerjono Soekanto Norma adalah sebuah perangkat dimana hal itu dibuat agar hubungan didalam suatu masyarakat dapat berjalan seperti yang diharapkan. Segala norma yang dibuat akan mengalami proses dalam suatu masyarakat sehingga norma-norma tersebut diakui, dihargai, dikenal dan ditaati oleh warga mayarakat dalam kehidupannya sehari-hari. Namun dalam suatu kelompok atau organisasi pemerintahan Norma sangat perlu diterapkan terutama

pada sektor birokrasi untuk membuat suatu pelayanan terhadap masyarakat yang ingin melakukan pengurusan surat menyurat atau berkas lainnya, bukan kepada masyarakat norma diterapkan namun dilingkungan sekitar kita juga perlu menjaga etika serta sopan satun terhadap orang yang lebih tua atau kepada atasan di tempat kita bekerja.

1.2 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003

Seperti diketahui peraturan perundang-undangan yang membahas masalah ketenagakerjaan adalah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Ketenagakerjaan berasal dari kata tenaga kerj yang artinya adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan jasa baik untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri maupun untuk masyarakat. Demi meningkatkan tarif hidup maka perlu dilakukan pembangunan diberbagai aspek tidak terkecuali dengan pembangunan ketenagakerjaan yang dilakukan atas asas keterpaduan melalui koordinasi fungsional lintas sektor pusat dan daerah maka perlu ditingkatkan masalah ketenagakerjaan diberbagai bidang untuk mensejahtrakan tenaga kerja yang ada di indonesia terutama tenaga kerja di Kota Pekanbaru.

Berdasarkan hasil Wawancara Penulis dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru Bapak Abdul Jamal beliau mengatakan:

“Yang jelas untuk Kota kami (ASN) Aparatur Sipil Negara kami ada yaitu dengan program Work From Home (WFH) artinya posisi pekerja Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru dibatasi hanya 30% yang berada di kantor. Kemudian imbas juga kepada Perusahaan serta Perbankan juga melakukan Work From Home hampir semua lini usaha baik swasta maupun pemerintah membatasi jumlah pegawai untuk bekerja, kemudian dengan adanya kasus para pekerja aturan tersebut juga berlaku dibatasi hanya beberapa pekerja saja yang ingin menyelesaikan kasus tersebut dengan dibantu lawyer dan mediator dalam Pembinaan Hubungan Industrial. Bukan hanya dari Dinas Tenaga Kerja Kota

Pekanbaru saja yang mengeluarkan aturan tersebut bahkan dari Perusahaan sendiri dan Kementrian Ketenagakerjaan Republik Idonesia juga mengeluarkan aturan pada masa pandemi Covid-19” (Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru 2 Maret 2021 Pukul 09.15)

Berdasarkan hasil Wawancara Penulis dengan ibu Lili Suryani Selaku Sekretaris di Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru beliau mengatakan:

“Yang jelas untuk Kota kami (ASN) Aparatur Sipil Negara kami ada yaitu dengan program Work From Home (WFH) artinya posisi pekerja Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru dibatasi hanya 30% yang berada di kantor. Kemudian imbas juga kepada Perusahaan serta Perbankan juga melakukan Work From Home hampir semua lini usaha baik swasta maupun pemerintah membatasi jumlah pegawai untuk bekerja, kemudian dengan adanya kasus para pekerja aturan tersebut juga berlaku dibatasi hanya beberapa pekerja saja yang ingin menyelesaikan kasus tersebut dengan dibantu lawyer dan mediator dalam Pembinaan Hubungan Industrial. Bukan hanya dari Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru saja yang mengeluarkan aturan tersebut bahkan dari Perusahaan sendiri dan Kementrian Ketenagakerjaan Republik Idonesia juga mengeluarkan aturan pada masa pandemi Covid-19” (Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru 2 Maret 2021 Pukul 09.15)

Selanjutnya Penulis melakukan Wawancara dengan Bapak Bahrizal selaku Kepala Bidang Pembinaan Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru beliau mengatakan :

“Selama pandemi covid-19 melanda Negara Indonesia khusunya di Kota Pekanbaru Provinsi Riau Banyak aturan yang dikeluarkan Pemerintah serta pihak terkait yang pertama aturan dari Walikota kemudia Dinas Tenaga Kerja Provinsi lalu kami dari Dinas Tenga Kota Pekanbaru juga mengeluarkan atauran bagi para pekerja yaitu yang paling utama para Pegawai dianjurkan bekerja dari rumah serta para karyawan perusahaan serta pegawai hotel juga ada yang dipekerjakan dari rumah untuk memutus mata rantai virus corona, kemudia aturan yang lain memakai masker serta mencuci tangan apabila ada pekerja atau pegawai yang berada di kantor untuk mengerjakan pekerjaan yang harus dilakukan di kantor” (Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, 2 Maret 2021 Pukul 09.15)

Selanjutnya penulis melakukan Wawancara kepada pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia Provinsi Riau Bapak Muhammad Herwan Beliau mengatakan :

“Apindo tidak memiliki kewenangan menerbitkan peraturan-peraturan terkait dengan pandemi covid-19. Apindo hanya berupaya memberikan informasi-informasi terkini kepada perusahaan terkait dengan perkembangan pandemi covid-19 dan alternatif strategi untuk bertahan pada kondisi pandemi covid-19” ( Sekretariat Apindo 1 April 2021 Pukul 09.55)

Selanjutnya Penulis melakukan Wawancara kepada karyawan buruh di salah satu Perusahaan Cat Maritex di Kota Pekanbaru Beliau mengatakan :

“Pada Peraturan-Peraturan yang di kelurakan Pemerintah maupun Dinas Tenaga Kerja mengenai pengurangan tenaga kerja saya tidak sepenuhnya mengerti dengan aturan tersebut, yang saya tau hanya disaat pandemi corona sekarang banyak perusahaan yang melakukan pengurangan karyawannya dengan cara PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja hal ini dilkukan karena perusahaan tidak dapat memberikan gaji atau upah kepada kami dengan anjloknya perekonomian, bahkan teman saya ada yang terkena PHK karena posisi pekerjaan pada bagian dia terlalu banyak orang jadi perusahaan melakukan PHK jadi setahu saya aturan pengurangan para pekerja ini akibat corona”

(Pabrik Cat Maritex Kubang, 20 Maret 2021 Pukul 14.10)

Selanjutnya Penulis melakukan Wawancara dengan Bapak Sasmilo Roni salah seorang Masyarakat yang beralamatkan di jalan Pahlawan Kerja Marpoyan Kota Pekanbaru dengan pertanyaan mengenai Apasaja Peraturan yang Bapak ketahui terkait Pemutusan Hubungan Kerja pada saat pandemi Covid-19.? Beliau mengatakan :

“Virus corona memang meresahkan semua masyarakat di seluruh dunia termasuk di Kota Pekanbaru yang memiliki kasus terdampak corona cukup tinggi di pulau sumatra hal ini berdampak pada sektor perekonomian serta para pekerja yang ada di Kota Pekanbaru. Aturan yang saya tahu mengenai Pemutusan Hubungan Kerja adalah aturan dari Pemerintah kepada setiap Perusahaan yang dilakukan kepada karyawan serta pegawainya masing-masing peraturan tersebut

bisa jadi mungkin mereka yang terinfeksi virus tersebut atau bisa jadi perusahaan yang dikerjakan mengalami bangkrut maka terjadi PHK Pemutusan Hubungan Kerja kalau aturan yang pastinya saya kurang tahu” (Lingkungan Masyarakat Jalan Pahlawan Kerja 27 Maret 2021 Pukul 16.48)

Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan penulis kepada Key Informan dan Informan mengenai aturan yang berlaku pada tenaga kerja belum sepenuhnya berjalan dengan baik masih ada terdapat perusahaan yang tidak menerapkan aturan tentang tenaga kerjaatau karyawannya pada masa covid-19 mereka masih pekerjakan karyawan untuk meningkatkan produktifitas barang, bahkan karyawan atau buruh juga tidak tahu peraturan yang mengenai tentang tenaga kerja pada masa pandemi covid-19 sampai dari sebagian mereka ada yang terdampak PHK Pemutusan Hubungan Kerja akibat virus corona tersebut.