• Tidak ada hasil yang ditemukan

NAMA RUAS DAN PANJANG JALAN BERDASARKAN KEWENANGAN

No Ruas Jalan Panjang

(Km) Kab/Kota Kewenangan

Pemerintah Kondisi

1 Jantho – Lamno 48,34 Aceh Besar

dan Aceh Jaya Provinsi Belum tembus 13,8 Km

2 Simpang Krueng Geukuh –

Batas Bener Meriah 52,60 Aceh Utara Provinsi Telah tembus seluruhnya, 15 Km belum teraspal 3 Peureulak – Lokop – Batas

Gayo Lues 107,30 Aceh Timur   Telah tembus

seluruhnya dan telah teraspal ± 90 Km

4 Simpang Tiga Redelong –

Pondok Baru – Samar Kilang 57,08 Bener Meriah,

Aceh Tengah Provinsi Telah teraspal ± 21 Km

5 Samar Kilang – Peunaron Aceh Tengah,

Aceh Timur Provinsi Dilakukan perubahan Design karena melewati rencana genangan Waduk Jambo Aye 6 Batas Aceh Utara – Bandara

Rembele 29,73   Provinsi Telah tembus dan

hampir selesai teraspal seluruhnya 7 Jeuram – Lhokseumot –

Beutong Ateuh dan Genting Gerbang – Ceulala – Beutong Ateuh

111,00 Nagan Raya dan Aceh

Tengah

Nasional Telah tembus dan teraspal seluruhnya

| BAB TIGACAPAIAN PEMBANGUNAN ACEH |

No Ruas Jalan Panjang

(Km) Kab/Kota Kewenangan

Pemerintah Kondisi 9 Batas Aceh Timur – Pining -

Blangkejeren 61,42 Gayo Lues Provinsi Telah tembus

seluruhnya Belum teraspal ± 8,5 10 Simpang Lawe Deski – Muara

Situlan – Gelombang 80,28 Aceh Tenggara Provinsi Belum teraspal ± 4 Km, belum tembus

± 20 Km 11 Blang Kejeren – Trangon –

Batas Aceh Barat Daya 90,15 Gayo Lues Provinsi Telah tembus seluruhnya, telah teraspal ± 15,67 Km 12 Batas Gayo Lues – Babah Roet 27,57 Aceh Barat

Daya Provinsi Telah tembus seluruhnya, telah teraspal ± 15,67 Km 13 Ie Mirah – Lama Muda Aceh

Barat Daya 36,00 Aceh Barat

daya Kabupaten Telah tembus seluruhnya, telah teraspal 300 M 14 Trumon – Bulohseuma –

Kua-la Baru – Singkil. 96,35 Aceh Selatan,

Singkil Provinsi Telah tembus sampai ke Kuala Baru, telah teraspal

± 4 Km 15 Lingkar Pulau Simeulu ± 321 Simeulue Nasional,

Provinsi, Kabu-paten

Sudah teraspal

± 195,57,belum teraspal ± 122,930 Km, Belum tembus 2,5 Km

Sumber: Dinas Bina Marga Aceh, 2016

| BAB TIGACAPAIAN PEMBANGUNAN ACEH |

| KINERJA EMPAT TAHUNPEMERINTAH ACEH | 2013-2016 131

| BAB TIGACAPAIAN PEMBANGUNAN ACEH |

Adapun uraian secara lebih lengkap mengenai kondisi capaian pembangunan pada masing-masing ruas jalan tersebut, yaitu :

1. Jalan Jantho – Lamno (Aceh Besar-Aceh Jaya), sebagian telah telah dikerjakan, namun terdapat masih terdapat 13,8 kilometer yang belum ditembus. Pada 2016 telah dianggarkan dana sebesar Rp 10 (sepuluh) Milyar untuk pembukaan jalan dan pengerasan melalui karya Bakti TNI yang dikerjakan oleh Kodam Iskandar Muda. Pengerjaannya dilakukan dari 2 (dua) sisi, yaitu dari arah Kota Jantho dan arah Kota Lamno . Kondisi lapangan yang terdiri atas pergunungan yang berbatu yang disertai kelerengan yang curam menyebabkan kemajuan pelaksanaan pekerjaan menjadi lambat. Berdasarkan kondisi tersebut, maka pada akhir tahun 2016 jalan tersebut dapat tembus seluruhnya sehingga diharapkan pada tahun 2017dapat diselesaikan seluruhnya.

2. Jalan Simpang Krueng Geukuh – Batas Bener Meriah dengan Aceh Utara sepanjang 52,60 Kilometer menghubungkan kabupaten aceh Utara dengan Kabupaten Bener Meriah, jalan ini merupakan jalan bekas milik PT.Kertas Kraft Aceh (KKA). Sisa badan jalan yang belum teraspal namun sudah dilakukan perkerasan sekitar 15 kilometer, diharapkan pada akhir tahun 2016 akan tuntas teraspal seluruhnya.

3. Jalan Batas Aceh Utara – Bandara Rembele sepanjang 29,73 Km merupakan kelanjutan dari ruas jalan Jalan Simpang Krueng Geukuh – Batas Bener Meriah yang sudah tembus

seluruhnya dan sebagian besar telah diaspal, diperkirakan pada tahun 2016 akan selesai teraspal seluruhnya.

4. Jalan Peureulak-Lokop-batas Gayo Lues (Kabupaten Aceh Timur) sepanjang 107,30 Kilometer, merupakan jalan yang menghubungkan wilayah timur ke Tengah Aceh. Jalan ini telah tembus dan menjadi alternatif masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian.

Kondisi yang telah teraspal adalah sepanjang ± 90 Km, sedangkan sisanya masih berupa jalan tanah. Pada Tahun 2016, Pemerintah Aceh pada akan menyelesaikan secara keseluruhan pembangunan jembatan pada ruas ini.

5. Melalui SK Gubernur Aceh Nomor 620/1243/2015 tanggal 29 Oktober 2015, nama ruas jalan Simpang Tritit – Pondok Baru – Samarkilang – Peunaron telah dirubah menjadi ruas jalan Simpang Tiga Redelong – Pondok Baru – Samar Kilang sepanjang 57,08 Kilometer.

Jalan ini untuk membuka keterisoliran masyarakat Samar Kilang. Jalan yang sudah ter aspal sepanjang ± 21 Kilometer, dan sebahagian lagi masih berupa tanah dan kerikil. Sementara itu untuk jalan dari Samar Kilang – Peunaron harus dilakukan perubahan desain terlebih dahulu, karena desain awal ruas jalan ini ternyata akan melewati daerah genangan waduk pembangunan waduk Jambo Aye yang juga akan dibangun.

6. Jalan Jeuram – Lhokseumot – Beutong Ateuh (Batas Aceh Tengah) dan Jalan Genting Gerbang – Ceulala – Beutong Ateuh (Batas Nagan Raya) sepanjang 111 Km. Kedua ruas jalan tersebut telah

| BAB TIGACAPAIAN PEMBANGUNAN ACEH |

tembus dan terspal seluruhnya. Pada tahun 2015, jalan tersebut telah berubah status dari jalan Provinsi menjadi ruas Jalan Nasional dimana pengelolaannya akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

7. Jalan Batas Aceh Timur – Pining - Balangkejeren sepanjang 61,42 Km.

merupakan jalan yang terdapat di Kabupaten Gayo Lues, jalan ini merupakan lanjutan dari ruas jalan Peureulak – Lokop – Batas Gayo Lues.

Jalan yang dapat memberikan begitu besar manfaat bagi Kabupaten Gayo Lues ini telah tembus namun ada ± 8,5 Km yang belum teraspal masih dalam kondisi tanah dan Kerikil.

8. Jalan Simpang Lawe Deski – Muara Situlan – Gelombang Aceh Tenggara sepanjang 80,28 Km, merupakan ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tenggara dengan Kota Subulussalam. Ruas jalan ini belum dapat ditembus sepanjang ± 20 Km yang disebabkan melewati kawasan Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) sehingga memerlukan review Desain terlebih dahulu sebelum dilanjutkan pembangunannya.. Kondisi ruas jalan tersebut, saat ini telah teraspal sepanjang ± 14 Km.

9. Jalan Blang Kejeren – Trangon – Batas Aceh Barat Daya sepanjang 90,15 KM merupakan ruas jalan yang menghubungkan daratan tinggi Gayo dengan wilayah Timur Aceh. Jalan Ini telah tembus seluruhnya sejak masih bernama Ladia Galaska. Panjang jalan yang belum teraspal ± 10KM dan ±40 Km telah rusak ringan dan berat. Oleh Karenanya, sejak tahun 2012 sampai

dengan 2016 Pemerintah Aceh terus mengalokasikan dana ke ruas jalan ini t untuk memudahkan arus pergerakan masyarakat serta barang.

10. Jalan Batas Gayo Lues – Babah Rot sepanjang 27,57 Km merupakan lanjutan jalan Blang Kejeren – Trangon ke Aceh Barat Daya yang menghubungkan wilayah timur ke bagian Tengah Aceh. Jalan ini telah lama tembus, sejak masih bernama Ladia Galaska, di mana dari panjang 27,57 Km telah teraspal ± 15,67 Km, sedangkan sisanya masih berupa tanah dan kerikil.

11. Jalan Ie Mirah – Lama Muda Aceh Barat Daya sepanjang 36 Km yang menghubungkan Desa Ie Mirah ke Pelabuhan Susoh di Kabupaten Aceh Barat Daya. Ruas jalan ini telah diubah statusnya dari kewenagan Provinsi menjadi kewenangan Kabupaten pada Tahun 2015, sehingga pelaksanaan pembangunannya tidak di lakukan lagi oleh Pemerintah Aceh dan menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya pada tahun 2016. Ruas jalan Ini telah tembus dan terbentuk badan jalan sepanjang 36 Km dengan lebar 20 M. Adapun itu panjang jalan yang telah teraspal baru mencapai 300 meter.

12. Jalan Trumon – Buloh Seuma – Kuala Baru – Singkil sepanjang 96,35 Km.

Sesuai dengan SK Gubernur Aceh Tahun 2015, ruas ialan ini terbagi dalam 2 (dua) segmen, yaitu Trumon – Batas Singkil sepanjang 51,42 Km dan Batas Aceh Selatan – Kuala Baru – Singkil sepanjang 44,93 Km. Namun masyarakat lebih terbiasa menyebutnya dengan nama

| BAB TIGACAPAIAN PEMBANGUNAN ACEH |

| KINERJA EMPAT TAHUNPEMERINTAH ACEH | 2013-2016 133

ruas jalan Trumon – Kuala Baru –Singkil.

Pemerintah Aceh pada tahun 2016 telah berhasil menembuskan jalan tersebut sampai ke Kuala Baru serta membangun 3 (tiga) unit jembatan yang fungsional.

Pekerjaan pada ruas jalan ini umumnya dilakukan dengan cara penimbunan yang menggunakan geotekstil karena sebagian besar ruas jalan ---ini berlokasi di daerah rawa. Sepanjang 65 Km yang sudah dilakukan penimbunan dari Trumon sampai Kuala Baru, sedangkan yang sudah berhasil diaspal baru mencapai ± 4 Km.

13. Jalan lingkar Simeulue bertujuan untuk membebaskan masyarakat pulau tersebut dari keterisoliran.

Secara keseluruhan panjang total jalan lingkar ini adalah ± 321 Km, sudah termasuk ruas jalan Nasional, Provinsi maupun Kabupaten. Adapun ruas yang menjadi kewenangan Pemerintah Aceh, adalah ruas Nasreuhe – Lewak -

Sibigo sepanjang 129,42 Km dan ruas Sinabang – Sibigo sepanjang 92,64 Km. Dari keseluruhan panjang jalan tersebut yang sudah selesai diaspal baru mencapai ± 195,57 Km. Sedangkan yang belum teraspal dengan kondisi masih berupa tanah dan kerikil sepanjang ± 122,930 Km. Di samping itu sepanjang masih terdapat 2,5 Km lagi yang belum selesai ditembus.

Diharapkan pada akhir Tahun 2016, jalan yang belum ditembus tersebut sudah dapat diselesaikan. Mengingat masih panjangnya jalan yang harus diselesaikan, maka pengaspalan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan Keuangan yang tersedia baik melalui APBN, APBA maupun APBK.

Rencana pembangunan jalan Bebas hambatan Banda Aceh-batas Provinsi

Sumatera Utara merupakan salah satu program prioritas yang telah dicanangkan sejak masa

| BAB TIGACAPAIAN PEMBANGUNAN ACEH |

kepemimpinan Gubernur Irwandi Yusuf (2008-2012). Sebagai langkah awal pada masa itu telah dipersiapkan Survey Investigation Desaign (SID) guna menentukan trase jalan yang akan dipilih sebagai calon lahan. Oleh karena pembangunan jalan ini memerlukan berbagai pertimbangan dan persiapan yang matang termasuk sumebr pendanaan yang mencukupi sehingga tidak dapat dilakukan secara cepat.

Selanjutnya pada masa Pemerintahan dr.Zaini Abdullah-Muzakir Manaf, rencana pembangunan jalan bebas ambatan tersebut tersebut digulirkan dan dimatangkan kembali.

Hal ini dilakukan mengingat bahwa rencana tersebut termasuk dari bagian rencana pembangunan jalan Trans Sumatera sepanjang 2.700 kilometer dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung berkonsep High Grade Highway (HGH) dari Pemerintah Pusat yang dicanangkan pada masa kepemimpinan Presiden/Wakil Presiden, Joko Widodo-Yusuf Kalla.

3.4.4 RENCANA PEMBANGUNAN JALAN BEBAS HAMBATAN

Tiga lintasan, yaitu Lintas Utama, Lintas Penghubung, dan Non Lintas Sumatera.

Adapun Jalur Lintas Utama terdiri atas 17 (tujuh belas) ruas dengan pembagian sebagai berikut :

1. Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 150 kilometer

2. Terbanggi Besar-Pematang Panggang sepanjang 100 kilometer

3. Pematang Panggang-Kayuagung sepanjang 85 kilometer

4. Kayuagung-Palembang-Betung sepanjang 111,7 kilometer

5. Jambi-Betung sepanjang 191 kilometer 6. Jambi-Rengat sepanjang 190 kilometer 7. Rengat-Pekanbaru sepanjang 175 kilometer 8. Pekanbaru-Dumai sepanjang 135 kilometer 9. Dumai-Rantau Prapat sepanjang 175

kilometer

10. Rantau Prapat-Kisaran sepanjang 100 kilometer

11. Kisaran-Tebing Tinggi sepanjang 60 kilometer

12. Tebing Tinggi-Medan sepanjang 61,7 kilometer

13. Medan-Binjai sepanjang 15,8 kilometer 14. Binjai-Langsa sepanjang 110 kilometer 15. Langsa-Lhokseumawe sepanjang 135

kilometer

16. Lhokseumawe-Sigli sepanjang 135 kilometer 17. Sigli-Banda Aceh sepanjang 75 kilometer

Jalur Lintas Penghubung terbagi atas 7 (tujuh) pembangunan yaitu:

1. Indralaya-Palembang sepanjang 22 kilometer

2. Indralaya-Muara Enim sepanjang 110

| BAB TIGACAPAIAN PEMBANGUNAN ACEH |

| KINERJA EMPAT TAHUNPEMERINTAH ACEH | 2013-2016 135

Banda Aceh

Medan

460 km

Medan - Banda Aceh

172 km

Medan - Sibolga

242 km

Pekanbaru - Padang

303 km

Palembang - Bengkulu

548 km

Pekanbaru - Medan

610 km

Palembang - Pekanbaru

358 km

Bakauheni - Palembang Tebing Tinggi

Sibolga Dumai

Pekanbaru

Bengkulu Padang Binjai

Jambi

Palembang

Jati Agung Bandar Lampung

Bakauheni Indrajaya

Dokumen terkait