• Tidak ada hasil yang ditemukan

SMA/SMK/MA 67%

2. Nama tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja

Nama tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja di Desa Kailolo meliputi jahe, kunyit, daun sirih, daun salam, serai, asam jawa, lada dan gula merah/aren. Tanaman-tanaman ini merupakan bahan dapur yang mudah diperoleh, dapat memberikan manfaat pada tubuh dan harga yang terjangkau.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa 93,3% responden yang paham tentang nama tanaman-tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja. Nilai ini diperoleh dari rata-rata persentase responden yang paham terhadap pernyataan-pernyataan tentang nama tanaman-tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja. Untuk mengetahui pemahaman responden tentang nama tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja digunakan enam pernyataan yaitu “Selama ini saya mengetahui bahwa jahe dan kunyit digunakan dalam ramuan bumbu ruja” dengan hasil 98% responden yang paham terkait pernyataan tersebut, pernyataan “Selama ini saya mengetahui bahwa daun sirih dan daun salam digunakan dalam ramuan bumbu ruja” dengan hasil 86% responden yang paham terkait pernyataan tersebut, pernyataan “Selama ini saya mengetahui serai juga digunakan dalam ramuan bumbu ruja” dengan hasil 94% responden yang paham terkait pernyataan tersebut, pernyataan “Selama ini saya mengetahui asam jawa digunakan dalam ramuan bumbu ruja” dengan hasil 97% responden yang paham terkait pernyataan tersebut, pernyataan “Selama ini saya mengetahui lada juga digunakan dalam ramuan bumbu ruja” dengan hasil 85% responden yang paham terkait pernyataan tersebut, dan pernyataan “Selama ini saya mengetahui bahwa gula merah/aren juga ditambahkan dalam ramuan bumbu ruja” dengan hasil 100% responden yang paham terkait pernyataan tersebut. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel IV.

Tabel III. Nama tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja No. Pernyataan Skor Pemahaman Responden Kecenderungan Jawaban Responden SS + S TS + STS

1. Selama ini saya mengetahui bahwa jahe dan kunyit digunakan dalam ramuan bumbu ruja

98% 2% SETUJU 2. Selama ini saya mengetahui

bahwa daun sirih dan daun salam digunakan dalam ramuan bumbu ruja

86% 14% SETUJU

3. Selama ini saya mengetahui serai juga digunakan dalam ramuan bumbu ruja

94% 6% SETUJU 4. Selama ini saya mengetahui asam

jawa digunakan dalam ramuan bumbu ruja

97% 3% SETUJU 5. Selama ini saya mengetahui lada

juga digunakan dalam ramuan bumbu ruja

85% 15% SETUJU 6. Selama ini saya mengetahui

bahwa gula merah/aren juga ditambahkan dalam ramuan bumbu ruja

100% 0% SETUJU

a. Jahe dan kunyit sebagai tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja Pada kuesioner tercantum pernyataan “Selama ini saya mengetahui bahwa jahe dan kunyit digunakan dalam ramuan bumbu ruja”. Hasil yang diperoleh adalah 56% (56 responden) menyatakan sangat setuju, 42% (42 responden) menyatakan setuju, 2% (2 responden) menyatakan tidak setuju, dan 0% (0 responden) menyatakan sangat tidak setuju. Dari hasil penelitian diketahui bahwa responden cenderung terhadap pernyataan tersebut, dengan persentase sebesar 98%.

Menurut Ristoja (2015) tanaman obat yang paling sering digunakan dalam ramuan adalah kunyit (Curcuma domestica Val.) sebanyak 462 ramuan dan jahe (Zingiber officinale Rosc.) sebanyak 242 ramuan. Tanaman dari famili Zingiberaceae ini banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masak, bahan rempah, obat dan sebagainya

yang memiliki ciri khas mengandung minyak menguap dan berbau aromatik (Washikah, 2016). Selain itu tanaman dari famili ini banyak digunakan dalam ramuan karena mudah didapatkan dan memiliki senyawa aktif yang berefek farmakologis terhadap kesehatan (Putri dan Raden, 2019).

b. Daun sirih dan daun salam sebagai tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja

Pada kuesioner tercantum pernyataan “Selama ini saya mengetahui bahwa daun sirih dan daun salam digunakan dalam ramuan bumbu ruja”. Hasil yang diperoleh adalah 46% (46 responden) menyatakan sangat setuju, 40% (40 responden) menyatakan setuju, 13% (13 responden) menyatakan tidak setuju, dan 1% (1 responden) menyatakan sangat tidak setuju. Dari hasil penelitian diketahui bahwa responden cenderung setuju terhadap pernyataan tersebut, dengan persentase sebesar 86%.

Menurut Ristoja (2015) sirih (Piper betle L.) paling sering digunakan dalam ramuan sebanyak 300 ramuan. Bagian daun dari tanaman sirih paling sering digunakan untuk pengobatan karena mempunyai senyawa aktif yang memiliki efek farmakologi (Silalahi, 2019). Beberapa ramuan juga ada yang menggunakan daun salam (Syzygium polyanthum). Tanaman ini selain dikenal sebagai bumbu masakan dengan aroma khas juga berperan dalam aktivitas farmakologi dalam mengatasi penyakit (Rizki dan Hariandja, 2015). Flavonoid yang merupakan senyawa aktif dari daun salam berperan sebagai analgesik yang mekanisme kerjanya menghambat kerja enzim siklooksigenase (Khotimah dan Muhtadi, 2016).

c. Serai sebagai tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja

Pada kuesioner tercantum pernyataan “Selama ini saya mengetahui bahwa serai juga digunakan dalam ramuan bumbu ruja”. Hasil yang diperoleh adalah 42% (42 responden) menyatakan sangat setuju, 52% (52 responden) menyatakan setuju, 5% (5 responden) menyatakan tidak setuju, dan 1% (1 responden) menyatakan sangat tidak setuju. Dari hasil penelitian diketahui bahwa responden cenderung setuju terhadap pernyataan tersebut, dengan persentase sebesar 94%.

Tanaman serai (Cymbopogon ciatus) memiliki aroma khas yang mempunyai manfaat yang cukup beragam sebagai obat karena serai memiliki kandungan metabolit dan efek farmakologi (Oliviani dan Sari, 2020).

d. Asam jawa sebagai tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja

Pada kuesioner tercantum pernyataan “Selama ini saya mengetahui bahwa asam jawa digunakan dalam ramuan bumbu ruja”. Hasil yang diperoleh adalah 54% (54 responden) menyatakan sangat setuju, 43% (43 responden) menyatakan setuju, 3% (3 responden) menyatakan tidak setuju, dan 0% (0 responden) menyatakan sangat tidak setuju. Dari hasil penelitian diketahui bahwa responden cenderung setuju terhadap pernyataan tersebut, dengan persentase sebesar 97%.

Secara tradisional, asam jawa (Tamarindus indica) digunakan bersama dengan kunyit untuk menghilangkan nyeri pada wanita haid. Antosianin merupakan kandungan aktif dari asam jawa yang berperan sebagai antiinflamasi, antipiretika, dan penenang (Kusteja et al., 2019). Asam jawa digunakan bersama dengan kunyit untuk menjaga stabilitas kurkumin. Stabilitas kurkumin sangat dipengaruhi oleh pH lingkungan. Dalam lingkungan berair kurkumin mudah terdegradasi dalam kondisi basa (Da'i et al., 2010). Selain itu rasanya yang asam juga dapat menambah rasa segar dalam minuman.

e. Lada sebagai tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja

Pada kuesioner tercantum pernyataan “Selama ini saya mengetahui bahwa lada juga digunakan dalam ramuan bumbu ruja”. Hasil yang diperoleh adalah 44% (44 responden) menyatakan sangat setuju, 41% (41 responden) menyatakan setuju, 15% (15 responden) menyatakan tidak setuju, dan 0% (0 responden) menyatakan sangat tidak setuju. Dari hasil penelitian diketahui bahwa responden cenderung setuju terhadap pernyataan tersebut, dengan persentase sebesar 85%.

Lada (Piper nigrum) merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional karena memiliki senyawa aktif yang memiliki aktivitas farmakologi (Hartati dan Pagarra, 2018). Piperin merupakan senyawa aktif dari lada yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antiinflamasi dan analgesik (Zuhrotun,

2018). Selain itu penambahan lada pada ramuan dapat memberikan nilai tambah pada minuman tersebut (Nabilah et al., 2021).

f. Gula merah/aren sebagai bahan yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja Pada kuesioner tercantum pernyataan “Selama ini saya mengetahui bahwa gula merah/aren juga ditambahkan dalam ramuan bumbu ruja”. Hasil yang diperoleh adalah 61% (61 responden) menyatakan sangat setuju, 39% (39 responden) menyatakan setuju, 0% (0 responden) menyatakan tidak setuju, dan 0% (0 responden) menyatakan sangat tidak setuju. Dari hasil penelitian diketahui bahwa responden cenderung setuju terhadap pernyataan tersebut, dengan persentase sebesar 100%.

Gula merah/aren merupakan pemanis alami yang cukup aman bagi tubuh, selain itu kandungan di dalamnya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Gula merah/aren mengandung selenium yang cukup tinggi, sehingga dapat bermanfaat untuk melemaskan urat saraf. Selenium pada gula merah/aren mampu membantu menghilangkan kram dan nyeri saat menstruasi (Heryani, 2016).

Berdasarkan jawaban yang diberikan oleh responden, sebagian besar responden mengetahui bahwa nama bahan tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja terdiri dari jahe, kunyit, daun sirih, daun salam, serai, asam jawa, lada, dan gula merah/aren. Hal ini sesuai dengan penelitian Nurkila dan Rosida (2013) tentang bahan tanaman herbal kuah rujak di wilayah Kota Ternate yang terdiri dari serei, jahe, lengkuas, kunyit, asam, gula aren, ketumbar, dan merica yang diolah menjadi herbal dengan sebutan Kuah Rujak yang dapat digunakan pada ibu nifas. Dapat disimpulkan bahwa ramuan bumbu ruja dan herbal kuah rujak memiliki bahan tanaman yang sama namun penyebutan nama tanaman yang digunakan pada tiap daerah berbeda-beda. 3. Kandungan tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja

Tanaman memiliki beberapa bahan aktif yang dapat menghasilkan respons sehingga dapat digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit. Dalam penelitian ini ingin mengetahui pemahaman responden terkait adanya kandungan senyawa aktif yang berkhasiat sebagai obat.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa 98% responden yang paham tentang adanya kandungan senyawa aktif dari tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja. Nilai ini diperoleh dari hasil persentase responden yang paham terhadap pernyataan tentang adanya kandungan senyawa aktif dari tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja. Untuk mengetahui pemahaman responden tentang adanya kandungan senyawa aktif dari tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja digunakan satu pernyataan yaitu “Saya mengetahui bahwa tanaman yang digunakan untuk ramuan bumbu ruja mengandung zat aktif yang berkhasiat untuk pengobatan” dengan hasil 98% responden yang paham terkait pernyataan tersebut. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel V.

Tabel IV. Kandungan tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja

No. Pernyataan Skor Pemahaman Responden Kecenderungan Jawaban Responden SS + S TS + STS

1. Saya mengetahui bahwa tanaman yang digunakan untuk ramuan bumbu ruja mengandung zat aktif yang berkhasiat untuk pengobatan

98% 2% SETUJU

a. Khasiat zat aktif tanaman dalam ramuan bumbu ruja

Pada kuesioner tercantum pernyataan “Saya mengetahui bahwa tanaman yang digunakan untuk ramuan bumbu ruja mengandung zat aktif yang berkhasiat untuk pengobatan”. Hasil yang diperoleh adalah 62% (62 responden) menyatakan sangat setuju, 36% (36 responden) menyatakan setuju, 2% (2 responden) menyatakan tidak setuju, dan 0% (0 responden) menyatakan sangat tidak setuju. Dari hasil penelitian diketahui bahwa responden cenderung setuju terhadap pernyataan tersebut, dengan persentase sebesar 98%.

Berdasarkan jawaban yang diberikan oleh responden artinya responden mengetahui bahwa tanaman yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja mengandung senyawa aktif sehingga dapat menghasilkan efek analgesik. Misalnya dari tanaman

yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja yaitu jahe dan serai mengandung minyak atsiri jenis fenol seperti 1,8- cineol, eugenol, zingerone, gingerdiols, kunyit mengandung kurkumin, daun sirih mengandung eugenol, daun salam mengandung flavonoid, lada mengandung piperin, dan asam jawa mengandung antosianin. Zat aktif yang terkandung dapat berperan sebagai analgesik. Tanaman obat adalah tanaman yang berkhasiat sebagai obat, misalnya dapat menghilangkan rasa sakit, meningkatkan daya tahan tubuh dan membunuh bibit penyakit (Darsini, 2013). Untuk lebih jelas terkait kandungan zat aktif setiap tanaman obat yang digunakan dalam ramuan bumbu ruja dapat dilihat pada Tabel I.

Dokumen terkait