Mahkamah Agung Republik Indonesia
KEDUA PRIMAIR
2. NELSON JATI HAMONANGAN SIHITE, SE ;
• Bahwa dasar ahli untuk memberikan keterangan berdasarkan Surat Tugas Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau No. ST- 983/PW04/5/2010 tanggal 30 November 2010 sebagai tindak lanjut dari Surat Kepala Kejaksaan Negeri Daik Lingga No. B-528 / N.10.14.4 / Fd.1 / 08 / 2010 tanggal 30 November 2010 perihal Bantuan Keterangan Ahli ;
• Bahwa sebagai dasar pelaksanaan perhitungan kerugian negara terhadap perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Proyek Pencetakan Sawah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 147
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 148 dari 222 PUT. No. 09/Pid.Sus/2012/TIPIKOR.PN. TPI
Tahap I Di Desa Kuala Raya Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga Pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lingga Tahun Anggaran 2009 adalah Surat Tugas Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau No. ST-663/PW04/5/2010 tanggal 16 September 2010 sebagai tindak lanjut dari surat Kepala Kejaksanaan Negeri Daik Lingga No. B-363/N.10.14/Fd.1/08/2010 tanggal 30 Agustus 2010 perihal : permintaan bantuan penghitungan kerugian keuangan negara pada Proyek Pencetakan Sawah Tahap I yang berlokasi di Desa Kuala Raya Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga pada Dinas Pertanian dan Perkebunan kabupaten Lingga tahun anggaran 2009. Perhitungan kerugian keuangan negara tersebut saksi laksanakan bersama-sama dengan Syahman F. Tobing sebagai Ketua Tim, Albi Gultom sebagai Anggota Tim dan Pengendali Mutu Bapak Syaiful Rakhmat Hasibuan (Kepala Bidang Investigasi Perwakilan BPKP Provinsi Riau ;
• Bahwa sesuai dengan UU No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Keuangan Negara adalah seluruh kekayaan negara dalam bentuk apapun, yang dipisahkan atau yang tidak dipisahkan termasuk di dalamnya segala bagian kekayaan negara dan segala hak dan kewajiban yang timbul karena :
- Berada dalam penguasaan, pengurusan, dan pertanggungjawaban pejabat lembaga Negara, baik di tingkat pusat maupun di daerah - Berada dalam penguasaan, pengurusan, dan pertanggungjawaban
Badan Usaha Milik Negara / Badan Usaha Milik Daerah, Yayasan, badan hukum, an perusahaan yang menyertakan modal negara, ataupun perusahaan yang menyertakan modal pihak ketiga berdasarkan perjanjian dengan Negara.
• Bahwa berdasarkan UU RI No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara, yang dimaksud keuangan negara adalah semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, termasuk kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal, moneter dan pengelolaan perusahaan negara atau badan lain dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan negara, serta segala sesuatu hak berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. Dalam pasal 2 UU nomor 17 tahun 2003 tersebut, ditulis bahwa yang dimaksud dengan Keuangan Negara meliputi :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 148
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 149 dari 222 PUT. No. 09/Pid.Sus/2012/TIPIKOR.PN. TPI
- hak negara untuk memungut pajak, mengeluarkan dan mengedarkan uang dan melakukan pinjaman ;
- kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang yang meliputi kewajiban menyelenggarakan layanan umum pemerintahan negara dan membayar tagihan pihak ketiga ;
- penerimaan negara ; - pengeluaran negara ; - penerimaan daerah ; - pengeluaran daerah ;
- kekayaan negara/daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang, serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/ perusasahaan daerah ; - kekayaan pihak lain yang dikuasasi oleh pemerintah dalam rangka
penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/ atau kepentingan umum ;
- kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah ;
• Bahwa berdasarkan Buku Acuan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara yang disusun oleh Deputi Bidang Investigasi BPKP (2006) dengan mengacu kepada pendapat FX. Soehartono, SH (Kasubdit Tindak Pidana Korupsi - Direktorat Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung), dijelaskan bahwa kerugian keuangan negara adalah berkurangnya kekayaan negara atau bertambahnya kewajiban negara tanpa diimbangi oleh suatu prestasi, yang disebabkan perbuatan melawan hukum (pendapat ini disampaikan dalam Semiloka “Aspek Hukum Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi dan Perdata” di BPKP Pusat Tanggal 22 Mei 2003) ;
• Bahwa dana untuk Proyek Pencetakan Sawah Tahap I tersebut termasuk dalam lingkup keuangan Negara karena bersumber dari APBD Kabupaten lingga sebagaimana tercantum dalam DPA No.0032/DPA/II/2009 tanggal 3 Februari 2009 ;
• Bahwa terhadap kegiatan Pencetakan Sawah Tahap I di Desa Kuala Raya Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga Pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lingga Tahun Anggaran 2009 terjadi Kerugian
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 149
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 150 dari 222 PUT. No. 09/Pid.Sus/2012/TIPIKOR.PN. TPI
Negara, dimana uang Negara yang dibayarkan lebih besar dari pada realisasi fisik pekerjaan dilapangan ;
• Bahwa berdasarkan Laporan Hasil Audit No. SR-482 /PW04/5/2010 tanggal 12 Oktober 2010, Perihal : Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Perhitungan Kerugian Keuangan Negara atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Proyek Pencetakan Sawah Tahap I di Desa Kuala Raya Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lingga Tahun Anggaran 2009 diuraikan adanya penyimpangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.744.961.499,00 (tujuh ratus empat puluh empat juta sembilan ratus enam puluh satu ribu empat ratus sembilan puluh sembilan rupiah), dengan uraian sebagai berikut : Pembayaran kepada Rekanan Berdasarkan SP2D Rp1.187.720.909,- ;
• Bahwa Pembayaran seharusnya berdasarkan Fisik Rp.442.759.410,- Kerugian Keuangan Negara Rp. 744.961.499
Dengan rincian sebagai berikut :
No
Uraian Jumlah
I Nilai Fisik Pekerjaan menurut Kontrak Nomor: 04/SPPP/DPP-TAN/IX/2009 Tanggal 17 September 2009
1.224.455.000
Ditambah PPN 10% 122.445.500
Nilai Kontrak 1.346.900.500
Dibulatkan 1.346.900.000
II Pembayaran:
Nilai Kontak 1.346.900.000
Dikurangi Potongan ke Kas Negara:
- PPN 10% 122.445.455
- PPh Pasal 22 36.733.636
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 150
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 151 dari 222 PUT. No. 09/Pid.Sus/2012/TIPIKOR.PN. TPI
Jumlah Potongan 159.179.091
Pembayaran bersih kepada rekanan
berdasarkan SP2D 1.187.720.909
III Nilai Fisik Pekerjaan Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksanaan Ahli Fakutas Teknik Universitas Islam Riau adalah sebesar 37,278% dari Nilai Kontrak sebesar Rp.
1.224.455.000= Rp. 456.452.334,90 dibulatkan Rp.456.453.000,-
456.453.000
- Dikurangi PPh Pasal 22 atas nilai fisik pekerjaan
13.693.590
Nilai Fisik Pekerjaan yang seharusnya dibayar
442.759.410
IV Kerugian Negara (II-III) 744.961.499
• Bahwa sesuai bukti-bukti keuangan, kerugian tersebut terjadi dalam tahun 2009 ;
• Bahwa kerugian keuangan seperti ahli sebutkan terjadi sebagai berikut : Sesuai Laporan Proggres Bulan ke IV Pekerjaan Pencetakan Sawah tahap I dari Konsultan Pengawas CV. Acksono Reka Cipta Konsultan tanggal 15 Desember 2009 yang ditandatangani oleh Ir. Ronny Suryandito, sampai dengan kontrak berakhir (15 Desember 2009) pekerjaan fisik baru mencapai sebesar 50,04%, sementara itu tahun anggaran akan berakhir ;
• Bahwa untuk menghindari adanya dana yang tidak terealisir dari kas daerah Pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan dan Penyedia Barang/ Jasa mengadakan rapat pada tanggal 23 Desember 2009 yang menghasilkan kesepakatan tertanggal 15 Desember 2009 (tanggal mundur) antara Pengguna Anggaran Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lingga (DR.Zulfriady Noor, Msi) dengan Direktur PT. Orbit Perkasa (Mulyani) ;
• Bahwa kesepakatan tersebut disaksikan oleh Pengawas Lapangan (Ronny, SP), PPTK ( Ahmad Azhari, SP) dan PPK (Sularso) ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 151
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 152 dari 222 PUT. No. 09/Pid.Sus/2012/TIPIKOR.PN. TPI
• Bahwa Penyedia barang/ jasa bersedia dilakukan pemblokiran rekening perusahaannya ;
• Bahwa pembayaran 50% dari realisasi keuangan kepada penyedia barang/
jasa dilakukan setelah pekerjaan fisik mencapai 100 % ;
• Bahwa Penyedia barang/ jasa bersedia, wajib, dan bertanggungjawab untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan ;
• Bahwa Penyedia barang/ jasa akan menambah alat berat dan tenaga kerja untuk mempercepat penyelesaian ;
• Bahwa waktu penyelesaian berakhir sampai dengan tanggal 15 Februari 2010 ;
• Bahwa berdasarkan kesepakatan tertanggal 15 Desember 2009 tersebut maka dilaksanakan proses pencairan termin 100% dari Kas Daerah, sebagai berikut PPTK (Ahmad Azhari) mempersiapkan dokumen-dokumen untuk pembayaran termin 100%, berupa:
- Kontrak No. 04/SPPP/DPP-TAN/IX/2009 tanggal 17 September 2009 ;
- Berita Acara Kemajuan Pekerjaan No. 520/BAKP/DPP-TAN/2009/008 tanggal 15 Desember 2009 yang ditandatangani Ahmad Azhari (PPTK) dan Mulyani (Direktur PT Orbit Perkasa) serta diketahui/
disetujui oleh Sularso (PPK), yang menyatakan telah mengadakan penelitian atas kean laporan kemajuan (progres) telah mencapai 100% ;
- Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan No. 520 / BAPP / DPP-TAN / 2009 / 005 tanggal 15 Desember 2009 yang ditandatangani oleh Ahmad Azhari (PPTK) dan Mulyani (Direktur PT Orbit Perkasa) ; - Berita Acara Penyerahan Pekerjaan No. 520 / BASP / DPP-TAN /
2009 / 005 tanggal 15 Desember 2009 yang ditandatangani Mulyani (Direktur PT Orbit Perkasa) dan Zulfriady Noor (Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan) selaku Pengguna Anggaran ;
- Bahwa Jaminan Pemeliharaan No. 0565/B/BG/2009 tanggal 27 Oktober 2009 yang diterbitkan Bank Riau ;
- Berita Acara Pembayaran 100% Nomor 12/BAP-KEG.TAN/DPP-TAN/XII/2009 tanggal 15 Desember 2009 ;
• Bahwa Bendahara pengeluaran meneliti kelengkapan dokumen-dokumen yang diajukan PPTK (Ahmad Azhari). Berdasarkan hasil penelitian tersebut,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 152
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 153 dari 222 PUT. No. 09/Pid.Sus/2012/TIPIKOR.PN. TPI
bendahara pengeluaran menyiapkan SPP No. 096/SPP/LS/2.01.01/XII/2009 tanggal 15 Desember 2009 yang diajukan kepada Pengguna Anggaran ;
• Bahwa berdasarkan SPP tersebut, Pengguna Anggaran mengajukan SPM No. 096/SPM/2.01.01/XII/09 tanggal 16 Desember 2009 kepada BUD ;
• Bahwa selanjutnya, BUD menerbitkan SP2D No.4582/SP2D/LS/XII/2009 tanggal 23 Desember 2009 termin 100% sebesar Rp.1.077.520.000,- kepada Mulyani (Direktur PT Orbit Perkasa) ;
• Bahwa Nilai SP2D No. 4582/SP2D/LS/XII/2009 tanggal 23 Desember 2009 sebesar Rp1.077.520.000,- dipotong PPN sebesar Rp.97.956.364,- dan PPh pasal 22 sebesar Rp.29.386.909,- atau sebesar Rp.950.176.727,- ditransfer oleh BUD ke rekening PT Orbit Perkasa Nomor 103-08-10440 pada Bank Riau Cabang Tanjungpinang. Selanjutnya dari rekening PT.Orbit Perkasa ditransfer kepada Sdr. Afrizal ;
• Bahwa menindaklanjuti kesepakatan tanggal 15 Desember 2009 di atas, maka pada tanggal 4 Januari 2010, sebesar 50% dari Nilai kontrak setelah dikurangi PPN dan PPh yaitu :
{(Rp.1.346.900.000-(Rp122.445.455+Rp36.733.636)=Rp1.187.720.909} atau 50% x Rp1.187.720.909=Rp593.860.454,50 dibulatkan Rp.593.890.000 ditransfer ke rekening tabungan baru atas nama Syaf Tiazir (Komisaris PT Orbit Perkasa) Nomor 103-21-12724 pada Bank Riau Cabang Tanjungpinang ;
• Bahwa Rekening tersebut dibuka khusus untuk menampung dana yang disisihkan dari pembayaran termin 100% kegiatan pencetakan sawah tahap I ;
• Bahwa kemudian buku rekening Syaf Tiazir (Komisaris PT Orbit Perkasa) tersebut diserahkan oleh Muhammad Afrizal (Pihak yang melaksanakan pekerjaan di lapangan) kepada Ahmad Azhari (PPTK) pada awal Januari 2010 ;
• Bahwa Sesuai kesepakatan, seharusnya pembayaran 100% dilakukan apabila pekerjaan telah mencapai 100%, namun beberapa hari kemudian telah terjadi penarikan dana, sebagai berikut :
- Tanggal 21 Januari 2010 sebesar Rp123.000.000,- - Tanggal 22 Januari 2010 sebesar Rp145.000.000,-
- Penarikan dana di atas dilakukan oleh Syafti Azir (Komisaris PT Orbit Perkasa) bersama dengan Muhammad Afrizal (pihak yang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 153
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 154 dari 222 PUT. No. 09/Pid.Sus/2012/TIPIKOR.PN. TPI
melaksanakan pekerjaan di lapangan) dengan meminta buku rekening tersebut dari Ahmad Azhari (PPTK). Saat penarikan uang tersebut Syafti Azir dan Muhammad Afrizal mengurus kartu ATM atas rekening tersebut. Setelah itu, buku rekening dikembalikan kepada Ahmad Azhari (PPTK) ;
- Selanjutnya, Syafti Azir (Komisaris PT Orbit Perkasa) melakukan beberapa kali penarikan uang melalui ATM sehingga saldo per 24 September 2009 menjadi Rp.32.838 ;
• Bahwa menghitung pengeluaran yang membebani APBD Kabupaten Lingga Tahun 2009 berdasarkan SP2D yang diterbitkan oleh BUD ;
• Bahwa menghitung potongan-potongan terkait pengeluaran tersebut yaitu PPN, PPh ;
• Bahwa Pasal 22 Menetapkan nilai pekerjaan yang dilaksanakan penyedia barang/ jasa (rekanan) berdasarkan hasil perhitungan tenaga ahli ;
• Bahwa prosedur menghitung kerugian keuangan seperti saksi sebutkan di atas adalah dengan metode sebagai berikut :
1. Melakukan pembicaraan pendahuluan dan ekspose bersama dengan pihak Kejaksaan Negeri Daik Lingga ;
2. Mengidentifikasi penyimpangan yang terjadi, dengan cara sebagai berikut :
- Penelaahan terhadap ikhtisar Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan data pendukungnya yang telah dilaksanakan oleh Pihak Penyidik Kejaksaan Negeri Daik Lingga terhadap pihak-pihak terkait ;
- Penelaahan terhadap ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan keuangan negara/daerah, tindak pidana korupsi, prosedur pengadaan barang dan jasa, dan prosedur yang berkaitan dengan pencairan dana ;
- Mengidentifikasi jenis, waktu dan lokasi terjadinya penyimpangan berdasarkan hasil penelaahan di atas ;
3. Bahwa mengidentifikasi transaksi, dengan cara sebagai berikut : - Penelaahan lebih lanjut data dan informasi yang telah dihimpun
oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Daik Lingga ;
- Melakukan identifikasi jenis transaksi dan jenis kerugian yang berkaitan dengan jenis penyimpangan yang terjadi ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 154
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 155 dari 222 PUT. No. 09/Pid.Sus/2012/TIPIKOR.PN. TPI
4. Mengidentifikasi, mengumpulkan, meneliti dan menganalisis bukti-bukti dengan cara sebagai berikut :
- Pengumpulan data dan informasi tambahan yang diperlukan lebih lanjut dari pihak yang terkait sesuai dengan ruang lingkup penugasan melalui Penyidik Kejaksaan Negeri Daik Lingga.
- Melakukan penelitian serta analisis lebih lanjut terhadap bukti-bukti transaksi yang berhubungan dengan terjadinya kerugian keuangan Negara ;
- Prosedur audit lainnya yang diperlukan sesuai dengan kondisi di lapangan ;
5. Menghitung jumlah kerugian keuangan negara ;
6. Berdasarkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan, diidentifikasikan, diteliti, dan dianalisis kemudian dihitung jumlah kerugian keuangan negara yang terjadi ;
7. Melakukan ekpose internal di Perwakilan BPKP Riau dan ekspose eksternal bersama dengan pihak Kejaksaan Negeri Daik Lingga ;
• Bahwa pengelolaan kegiatan tersebut seharusnya dilakukan dengan berpedoman kepada Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 12 (2) yang menyatakan bahwa: ”Belanja atas beban anggaran belanja negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran” ;
• Bahwa pasal 132 peraturan menteri dalam negeri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, mengatur antara lain sebagai berikut : Setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah ;
• Bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kean material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud ;
• Bahwa Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan (kontrak) No. 04 / SPPP / DPP-TAN / IX / 2009 Tanggal 17 September 2009 pasal 5 huruf b mengatur bahwa : jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai 100%
ditetapkan 90 hari kelender terhitung mulai Tanggal 17 September 2009 s.d 15 Desember 2009 ;
• Bahwa Laporan Hasil Penghitungan Kerugian Negara dengan Surat Pengantar Nomor : SR-482/PW04/5/2010 tanggal 12 Oktober 2010 perihal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 155
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 156 dari 222 PUT. No. 09/Pid.Sus/2012/TIPIKOR.PN. TPI
Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Perhitungan Kerugian Keuangan Negara atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Proyek pencetakan Sawah tahap I di Desa Kuala Raya Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lingga Tahun Anggaran 2009 yang merupakan laporan yang dikeluarkan Oleh Perwakilan BPKP Provinsi Riau, perihal : Hasil Penghitungan Kerugian Negara dengan Surat Pengantar Nomor: SR-482/PW04/5/2010 TANGGAL 12 Oktober 2010 perihal Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Perhitungan Kerugian Keuangan Negara atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Proyek pencetakan Sawah tahap I di Desa Kuala Raya Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lingga Tahun Anggaran 2009 dan dalam laporan tersebut dinyatakan terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp. 744.961.499,- ;
Menimbang, bahwa atas keterangan ahli yang telah didengar tersebut, terdakwa menyatakan tidak keberatan ;
Menimbang, bahwa selanjutnya telah pula didengar keterangan Terdakwa Mulyani di depan persidangan yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
• Bahwa PT. Orbit Perkasa berkantor di Kabupaten Ranai Provinsi Kepri dengan domisili hukumnya juga di sana dan bergerak di Bidang Kontraktor,
• Bahwa PT. Orbit Perkasa berkantor di Kabupaten Ranai Provinsi Kepri dengan domisili hukumnya juga di sana dan bergerak di Bidang Kontraktor,