• Tidak ada hasil yang ditemukan

II- 13 Hak dan kewajiban kontraktor adalah:

2.5. Penjadwalan Waktu

2.5.1 Network Planning

Network planning (NP) merupakan sebuah alat manajemen yang memungkinkan dapat lebih luas dan lengkapnya perencanaan, pelaksanaan berfungsi sebagai alat pengawasan serta pengendalian suatu proyek.Cara ini penting sekali untuk digunakan oleh mereka yang

II-17

bertanggung jawab pada bidang engineering, production, marking, administration, dan research, terutama yang tidak merupakan rangkaian kegiatan yang rutin.

Pada prinsipnya suatu proyek merupakan salah satu atau kumpulan dari proyek-proyek yang dikategorikan sebagai berikut:

1. Proyek-proyek yang kompleks dengan banyak aktifitas-aktifitas yang saling bergantungan.

2. Proyek-proyek yang besar menggunakan banyak personalia, tenaga kerja, material, peralatan, waktu dan uang.

3. Proyek-proyek yang membutuhkan koordinasi antara beberapa pejabat dan departement-departement.

4. Proyek-proyek yang harus diselesaikan dalam waktu yang tepat dengan biaya yang terbatas.

Dalam penyusunan network planning suatu proyek, hal pertama yang harus dilakukan adalah menginventarisasikan kegiatan-kegiatan yang terdapat dalam suatu proyek serta logika ketergantungannya satu sama lain. Dengan mengetahui kedua hal tersebut dan dengan menggunakan symbol-simbol dari kegiatan dan kejadian/peristiwa (event), maka rencana mendetail yang merupakan sebuah network (jaringan dari kegiatan dan kejadian) sudah daoat digambarkan. Dalam taraf ini, faktor waktu dan resources belum dipertimbangkan, yang ditinjau baru kegiatan-kegiatan, kejadian-kejadian dan hubungannya satu sama lain. Bentuk logika ketergantungan dalam jaringan merupakan dasar dari penyusunan NP.

II-18

Sesudah itu, maka tahap kedua adalah peninjauan unsur waktu dengan membuat perkiraan berdasarkan pengalaman, teori dan perhitungan mengenai jangka waktu penyelesaian tiap-tiap kegiatan (actifity), kemudian dihitung kapan waktu terjadinya tiap-tiap kegiatan (event) dari permulaan sampai berakhirnya proyek tersebut sesuai network yang telah digambarkan.

Dalam penijauan dan analisa mengenai unsure waktu dapat dilihat bahwa terdapat sebuah/lebih lintasan tertentu dari kegiatan-kegiatan pada network tadi yang menentukan jangka waktu penyelasaian seluruh proyek, lintasan ini disebut lintasan kritis. Disamping lintasan kritis terdapat lintasan lain yaitu sloat yang mempunyai jangka waktu yang lebih pendek yang memungkinkan waktu untuk bisa terlambat. Sloat memberikan sejumlah kelonggaran waktu dan elastisitas pada sebuah network.

1) Manfaat penggunaan teknik NP dalam suatu pekerjaan konstruksi adalah:

a. Perencanaan, penjadwalan dan pengendalian dapat dilakukan dengan mudah. Hal ini disebabkan karena pada NP sudah terdapat detail keterangan kegiatan pelaksanaan dari proyek, sehingga apabila terdapat penyimpangan dari pelaksanaan, misalnya keterlambatan dapat cepat diatasi.

b. Memungkinkan perencanaan pekerjaan konstruksi secara terperinci. Proyek tersebut dapat berjalan sesuai dengan waktu

II-19

yang direncanakan, sehingga tidak terjadi pemborosan waktu dan materi.

c. Merupakan alat dokumentasi data dalam hubungannya dengan komputerisasi NP yang dapat memberikan informasi lamanya suatu kegiatan pekerjaan dan memungkinkan untuk menunda suatu pekerjaan.

d. Membantu memperkirakan kesukaran yang mungkin timbul pada waktu pelaksanaan yang akan datang.

e. Mengungkapkan kegiatan-kegiatan kritis yang mengendalikan keseluruhan proyek dan memperlihatkan akibat-akibat yang timbul oleh perubahan teknik maupun urutan pelaksanaan berbagai kegiatan terhadap jadwal proyek.

2) Kelemahan NP dalam pelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi adalah:

a. Dalam menggunakan teknik NP keterlambatan pekerjaan fisik tidak dapat ditunjukan, dalam hal berapa lama (satuan waktu) keterlambatan telah dicapai.

b. Dalam penggunaan teknik NP tidak dapat ditunjukan kapan pembayaran termyn dapat dilakukan.

Bentuk dari sebuah NP merupakan sebuah pernyataan secara grafis dari kegiatan-kegiatan yang diperlukan dalam mencapai suatu tujuan akhir. Untuk membentuk gambar dari rencana NP perlu digunakan rotasi/simbol sebagai berikut:

II-20

a. Anak panah (→) menyatakan sebuah kegiatan yang didefinisikan sebagai hal yang memerlukan durasi (waktu) dalam pemakaian sejumlah recourses.

b. Lingkaran (Ο) menyatakan sebuah kejadian yang didefinisikan sebagai ujung/pertemuan dari satu/lebih kegiatan-kegiatan.

c. Anak panah terputus (---›) menyatakan kegiatan semu atau dummy yang berguba untuk membatasi mulainya kegiatan-kegiatan dan tidak memerlukan waktu.

4. Syarat-syarat NP adalah:

a. Harus dimulai dari suatu kejadiaan dan harus diakhiri pada suatu kejadian juga.

b. Anak panah digambarkan secara garis lurus.

c. Sudut arah anak panah sebesar mungkin.

d. Arah anak panah condong ke kanan.

e. Diusahakan tidak ada perpotongan antara anak panah.

f. Antara dua kejadian hanya ada satu anak panah.

g. Penggunaan dummy sedikit mungkin.

5. Metode jalur kritis (CPM = the critical path method) yaitu system ini dikembangkan dari USA tahun 1990, CPM ini merupakan salah satu bagian dari teknik NP.

Langkah-langkah dalam CPM:

a) Mempersiapkan daftar kegiatan proyek tersebut b) Menghitung waktu/durasi untuk setiap pekerjaan

II-21

c) Menentukan kegiatan mana atau kegiatan apa saja setelah itu d) Menentukan kegiatan mana atau kegaitan apa saja yang

sebelumnya dapat dikerjakan atau pekerjaan yang mendahuluinya

e) Gambarkan sebuah network kegiatan dan kejadian

f) Berilah nomor pada event dengan urutan angka yang lebih kecil diekor panah dan yang besar dikepala panah

g) Menentukan CPM.

EE A A : Kegiatan NE

LE D D : Durasi kegiatan

Keterangan :

1) EET: untuk menganalisa unsur waktu, untuk menentukan dari tiap-tiap waktu pelaksanaan masing-masing kegiatan. Saat kejadian palinga awal merupakan waktu yang terpanjang yang melalui suatu lintasan dari lingkaran kejadian. Caranya:

a) Perhitungan kedepan (dari kiri ke kanan)

b) Yang diperhatikan kegiatan-kegiatan masuk lingkaran kejadian

c) Yang diambil adalah harga terbesar.

II-22

2) LET: Setelah mengetahui akhir dan selesainya proyek konstruksi dan kita tidak ingin pekerjaan tersebut terlambat maka saat paling awal dan kegiatan paling akhir selesainya. Kegiatan-kegiatan terakhir yaitu EET dari lingkaran kejadian akhir sama dengan kejadian paling lambat (LET). Jadi pada lingkaran kejadian paling akhir dapat langsung diisikan pada ruang sebelah kanan bawah.

Caranya:

d) Perhitungan kebelakang (dari kanan ke kiri)

e) Yang diperhatikan kegiatan-kegiatan yang meninggalkan lingkaran

f) Harga yang diambil adalah harga satuan terkecil.

3) NE : (Number Of Event) adalah nomor peristiwa 2.5.2. Bar Chart

Bar chart adalah sekumpulan daftar kegiatan yang disusun dalam kolom arah vertikal dan kolom arah horizontal menunjukan skala waktu.

Saat mulai dan akhir sebuah kegiatan dapat terlihat dengan jelas, sedangkan durasi kegiatan digambarkan oleh panjangnya diagram batang. Bar chart digunakan secara luas dalam proyek konstruksi karena sederhana, mudah dalam pembentukan dan mudah dimengerti oleh pemakainya.

Untuk menyusun Bar Chart diperlukan informasi-informasi berupa aktifitas-aktifitas yang ingin dikerjakan dan bobot prosentase pekerjaan.Informasi mengenai aktifitas-aktifitas pekerjaan didapat dari

II-23

gambar bestek, sedangkan yang dimaksud dengan bobot prosentase pekerjaan adalah prosentase harga satuan kegiatan terhadap harga total proyek.bobot prosentase pekerjaan diplotkan pada Bar Chart maka akan tergambar kurva yang disebut kurva S yang berfungsi sebagai prosentase kegiatan terhadap waktu pelaksanaan.

Pada waktu penjadwalan konstruksi dengan teknik Bar Chart, kurva S merupakan acuan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dan dapat digunakan untuk memonitoring apakah terjadi keterlambatan atau lebih cepat dari rencana semula. Apabila kurva hasil pelaksanaan berada diatas kurva rencana berarti perencanaan berlangsung lebih cepat dari pada rencana, sebaliknya apabila kurva hasil pelaksanaan berada dibawah kurva rencana berarti terjadi keterlambatan pelaksanaan.

Langkah-langkah penyusunan Bar Chart dan kurva S dalam pelaksanaan suatu proyek adalah:

a. Analisa kegiatan yang akan dilaksanakan dari gambar bestek dan susun berdasarkan prioritas waktu pelaksanaan.

b. Rencanakan berapa lama waktu pelaksanaannya (tiap kegiatan) dan tentukan kapan dimulai dan selesainya suatu pekerjaan.

c. Bagi bobot prosentase terhadap waktu yang direncanakan ( % ) per minggu atau per hari ). Hitung total bobot prosentase per minggu/per hari dari seluruh kegiatan.

Manfaat teknik Bar Chart dan kurva S dalam pelaksanaan suatu proyek adalah:

II-24

1) Dalam penggunaan teknik Bar Chart dan kurva S dapat dengan cepat diketahui kemajuan/keterlambatan pelaksaan suatu proyek.

2) Dalam pelaksanaan Bar Chart dan kurva S dapat langsung terlihat kapan pembayaran termyn dilaksanakan.

Kelemahan teknik Bar Chart dan kurva S dalam pengendalian suatu proyek adalah:

1) Perencanaan biaya didasarkan atas aspek waktu, sehingga jika terjadi kesalahan penaksiran waktu maka harus dilakukan penjadwalan ulang.

2) Bila proyek yang dihadapi cukup besar dan terdapat berbagai kegiatan yang saling bergantungan maka akan sulit untuk ditunjukan dalam Bar Chart.

3) Kegiatan yang kritis tidak dapat ditunjukan secara langsung.

4) Teknik Bar Chart tidak memungkinkan dilakukannya pengalokasian sumber daya secara optimal.

Dokumen terkait