BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Gambaran Umum Perusahaan
3. Nilai dan Budaya Perusahaan
Dalam rangka mencapai visi dan misi perusahaan, Asuransi Jasindo memiliki budaya perusahaan yang harus dilaksanakan oleh seluruh jajaran Asuransi Jasindo dari Direksi sampai dengan pegawai yang paling bawah, yakni budaya “3A”, kepanjangan dari Asah, Asih dan Asuh.
a. Asah, memuat pesan profesionalisme yang mengharuskan setiap sumber daya manusia Asuransi Jasindo senantiasa mengasah keahlian dan kecerdasannya lewat proses belajar secara terus menerus, sehingga pada gilirannya akan menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas.
b. Asih, mewajibkan setiap sumber daya manusia di Asuransi Jasindo saling menghormati dan menghargai agar terdapat keharmonisan dan kenyamanan dalam lingkungan kerja.
c. Asuh, mengandung makna kepedulian akan perlunya memelihara solidaritas dan kesatuan tim kerja yang harmonis, solid, dan mendasarkan pada kepentingan perusahaan bukan kepentingan individu.
Dalam perkembangannya, sejalan dengan upaya manajemen dan seluruh jajaran pegawai serta untuk mengarahkan segala daya guna meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pelanggan, maka kekuatan “3A” telah dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk kata kunci “CARE” yang merupakan kepanjangan dari Cepat, Akurat, Ramah dan Efisien yang secara sadar menyatakan bahwa:
Cepat, berarti bahwa kecepatan pelayanan akan memberikan kepastian dan
ketenangan bagi tertanggung maupun calon tertanggung.
Akurat, menyatakan bahwa keakurasian akan menjamin kepuasan tertanggung
dalam memperoleh kepastian dalam berasuransi dengan Asuransi Jasindo.
Ramah, berarti keramahan merupakan wujud dari budaya kerja yang
bertujuan memberikan kenyaman dan pengayoman dalam kemitraan.
Efisien, menjamin nilai produk yang ditawarkan serta layanan yang diberikan setara dengan kualitas yang diharapkan.
4. Jenis-Jenis Produk Asuransi
PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) melakukan usaha perasuransian yang memberikan perlindungan pada konsumen dengan menawarkan jenis produk asuransi sebagai berikut :
1. Asuransi Pengangkutan (Marine Cargo) termasuk pengangkutan ekspor, import dan antar pulau barang seperti general cargo, containers, bulk commodities, mesin, pupuk, semen, beras, BBM, CPO dll.
2. Asuransi Kebakaran (Fire) meliputi asuransi kebakaran dan perluasan jaminannya (gempa bumi, badai, banjir, topan, dan lain-lain) terhadap industri hingga rumah tinggal, rumah susun, perkantoran, show room mobil, took, gudang, dll dan juga asuransi gangguan usaha akibat kebakaran.
3. Asuransi Pesawat dan Ruang Angkasa, menjamin rangka pesawat, tanggung
jawab hukum terhadap pihak ketiga, personil accident crew, loss of licence, dan airport owner liability dan satelit.
4. Asuransi Engineering, meliputi Contractors All Risk (CAR), Erection All
Risk, Contractor’s Plan and Machinery Project (CPM), Heavy Equipment, Machinery Break Down (MB), Civil Engineering related risk, Loss of Profit (LOP) Following MB & CAR, Deteriotion of Stock, Electrical Equipment Insurance (EEI), CPM Non Project, Civil Engineering Completed Risks (CECR), Boiler and Pressure Vessel (BPV).
5. Asuransi Oil and Gas meliputi oil and gas onshore exploration, oil and gas
offshore exploration, oil and gas onshore production, oil and gas offshore production, oil and gas onshore contruction, oil and gas offshore construction, dll.
6. Asuransi Rangka Kapal (Marine Hull), menjamin rangka kapal berikut mesin dan peralatannya seperti : kapal tanker, barang, penumpang, container roro, curah, tongkang, tunda, pendarat, keruk dll, juga pembangunan kapal.
7. Asuransi Kecelakaan Diri, meliputi kecelakaan diri anak sekolah, pengunjung
wisata, deposan bank, asuransi keluarga, tamu hotel, mubalig, haji, dll.
8. Asuransi Aneka, termasuk Public Liability, Comprehensive General
Liability, Produc Liability, dan Liabilty lainnya, CIT, CIS, CICB, Contractual Liability,Stevedore Liability, Fidelity Guarantee, Profesional Indemnity, Legal Liability, Export Credit, Consequence Loss, Install Erection, Livestock, Golf, Freight Forwarder Liability, Umbrella, Moveble All Risk, Asuransi TV, Personal Perfect, Flight Insurance, Workmens Compensation Act, Extrasure Insurance, Employer Liability, Deposan, Asuransi Keluarga, Asuransi Kaca, Kebongkaran, Jasa Titipan, Wisatawan, dll.
9. Asuransi Keuangan, meliputi jaminan penawaran, jaminan pelaksanaan,
jaminan uang muka, jaminan pemeliharaan, custom bond, kontrak bank garansi, jaminan L/C impor, asuransi kredit, dll.
Perhitungan premi dan periode penutupan untuk asuransi Kebakaran, Rangka Kapal, Marine Hull pada umumnya dilakukan per tahun (annual basis) sedangkan untuk asuransi Marine Cargo, dan aneka berdasarkan periode jangka pendek (short period) kurang dari 1 tahun, dan untuk asuransi Engineering berdasarkan jangka waktu kontrak pekerjaan engineering tersebut termasuk pemeliharaan.
5. Organisasi
Sumber Daya Manusia PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) adalah unsur kunci yang strategis yang mendukung keberhasilan usaha berjumlah 972 orang berada di Kantor Pusat dan seluruh Kantor Cabang. Fungsi yang dilaksanakan adalah sebagai Underwriter, Surveyor, In-house Adjuster dan para ahli Pemasaran, Keuangan, Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi dan Hukum yang secara bersama berintegrasi dalam satu sinergi yang kokoh melaksanakan berbagai fungsi perusahaan.
Adapun struktur organisasi PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) yang menggambarkan fungsi, hubungan kerja, wewenang dan tanggung jawab setiap bagian dalam perusahaan adalah sebagai berikut :
Gambar 1
Struktur Organisasi PT Asuransi Jasa Indonesia
B. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif.
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai komponen-komponen dalam perhitungan rasio Risk Based Capital atau rasio pencapaian solvabilitas serta konsep perhitungan rasio Risk Based Capital.
C. Metode Pengumpulan Data
Dalam penyusunan skripsi ini, untuk mendapatkan data, penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu :
1. Penelitian Kepustakaan (Library Research), yaitu mengumpulkan data sekunder melalui beberapa literatur yang berhubungan dengan judul skripsi yang didapatkan dari makalah, skripsi-skripsi yang berhubungan dengan Analisis Rasio Kesehatan Risk Based Capital atau Rasio Pencapaian Solvabilitas pada Perusahaan Asuransi.
2. Penelitian Lapangan (Field Research), yaitu mengumpulkan data primer yang didapatkan secara langsung dari objek penelitian melalui peninjauan langsung ke perusahaan untuk mendapatkan data yang diperlukan dan melakukan wawancara yakni penulis mengadakan tanya jawab dengan pihak yang berkompeten dan terkait terhadap topik masalah yang diangkat tersebut.
D. Metode Analisis Data
Dalam skripsi ini, analisis data yang digunakan penulis adalah metode analisis deskriptif kualitatif, yaitu metode analisis data yang dilakukan dengan cara menginterpretasikan data yang sudah diperoleh untuk dapat dijelaskan secara sistematis, akurat dan faktual serta membandingkan data tersebut dengan ketentuan dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 424/KMK.06/2003 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi dan Peraturan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Dan Lembaga Keuangan Nomor PER-02/BL/2008 tentang Pedoman Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas Minimum bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, sehingga dapat dihasilkan suatu kesimpulan tentang kesehatan keuangan Divisi Asuransi Kerugian Syariah PT Asuransi Jasa Indonesia.
BAB IV
ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Kesehatan Keuangan berdasarkan Rasio Risk Based Capital 1. Menghitung Tingkat Solvabilitas (Solvency Level)
Tabel 4.1
Divisi Asuransi Kerugian Syariah PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Solvency Level
Triwulan II Tahun 2008
Description Rp
(dalam jutaan)
USD (full amount)
SGD (full amount)
Total (Rp) Solvency Level
Admitted Assets 16,976.60 31,913.00 0.00 17,271.00
Liabilities (except subordinate loan)
11,559.74 20,949.00 1,127.00 11,753.00
Solvency Level 5,518.00
1 USD = Rp. 9,225.00 1 SGD = Rp. 6,779.37
Rumus : Solvency Level = admitted assets – liabilities
Untuk menghitung tingkat solvabilitas diperlukan pencarian kekayaan yang diperkenankan (admitted assets) dan kewajiban selain pinjaman subordinasi dari Divisi Asuransi Kerugian Syariah PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).
Perhitungan kekayaan yang diperkenankan triwulan II tahun 2008 dapat dilihat pada Tabel 4.2 dan Tabel 4.3 terlampir.
Total admitted assets = (admitted assets(USD) x Rp. 9,225.00/Rp.1,000,000.00) (dalam jutaan rupiah) + admitted assets (Rp)
= ( 31,913.00 x ( 9,225.00 / Rp. 1,000,000.00 )) + Rp. 16,976.60
= Rp. 294.40 + Rp. 16,976.60
= Rp. 17,271.00
Perhitungan Liabilities triwulan II tahun 2008 dapat dilihat pada Tabel 4.4 terlampir.
Total Liabilities = ( Liabilities (USD) x ( 9,225.00 / Rp. 1,000,000.00 )) + (dalam jutaan rupiah) ( Liabilities (SGD) x ( 6,779.37 / Rp.1,000,000.00 )) +
Liabilities (Rp)
= ( 20,949.28 x ( 9,225.00 / Rp. 1,000,000.00 )) + ( 1,127.00 x ( 6,779.37 / Rp.1,000,000.00 )) + Rp. 11,559.74
= Rp. 193.26 + Rp. 7.64 + Rp. 11,552.10
= Rp. 11,753.00
Sehingga apabila dimasukkan ke dalam rumus, maka didapatkan ; Solvency Level = Admitted Assets – Liabilities
(dalam jutaan Rupiah) = Rp. 17,271.00 – Rp. 11,753.00
= Rp. 5,518.00
Jadi solvency level (tingkat solvabilitas) Divisi Asuransi Kerugian Syariah PT Jasa Asuransi Indonesia sebesar Rp. 5,518,000,000.00
2. Menghitung Batas Tingkat Solvabilitas Minimum (Limit of Required Solvency Level)
Batas Tingkat Solvabilitas Minimum (disingkat BTSM) terdiri dari 4 komponen yaitu :
1. Kegagalan pengelolaan kekayaan / Assets Default Risk (Schedule A)
Penghitungan dapat dilihat pada Tabel 4.2 dan Tabel 4.3 terlampir (lihat Total Deviasi). Sehingga didapatkan :
Asset Default = [Asset Default (USD) x ( 9,225.00 / Rp. 1,000,000.00)] + Asset Default (Rp)
= [2,553.03 x ( 9,225.00 / Rp 1,000,000.00)] + Rp. 342.29
= Rp. 23.55 + Rp. 342.29
= Rp. 365.84.
2. Ketidakseimbangan antara nilai kekayaan dan kewajiban dalam setiap jenis mata uang (Schedule B)
Perhitungan dapat dilihat pada Tabel 4.4 terlampir, ketentuan perhitungan berdasarkan Tabel 2.2. Pada kekayaan dalam mata uang Singapura setelah dikonversikan ke dalam rupiah sebesar Rp. 0 tetapi kewajiban dalam mata uang Singapura setelah dikonversikan ke dalam jutaan rupiah sebesar Rp.
7.64, Sehingga didapatkan deviasi sebesar :
= 50% x Rp. 7.64 = 3.82
3. Perbedaan antara beban klaim yang terjadi dan beban klaim yang diperkirakan (Schedule C)
Perhitungan dapat dilihat pada Tabel 4.5 sebagai berikut :
DIVISI ASURANSI KERUGIAN SYARIAH RASIO KESEHATAN KEUANGAN BATAS TINGKAT SOLVABILITAS
SCHEDULE C - BEBAN KLAIM YANG TERJADI DAN BEBAN KLAIM YANG DIPERKIRAKAN
(dalam jutaan rupiah)
Premi Neto Faktor Jumlah Deviasi
Semua Cabang Asuransi Kecuali Kecelakaan Diri dan Kesehatan
- Kolom (4) diisi berdasarkan perbandingan antara kolom (5) dan kolom (6) Sub Proyeksi Klaim pada rincian X-2.
Pilih mana yang lebih besar diantara keduanya
Dana yang dibutuhkan untuk komponen klaim masa depan didapatkan dari rumus sebagai berikut : A = P fp + PK fk
Adapun perhitungan komponen klaim masa depan yaitu pendapatan premi neto (P) dan proyeksi klaim (PK) adalah sebagai berikut :
1. Pendapatan Premi Neto
Pendapatan premi neto diperoleh dari rumus :
P = (PPL+PPTL–C) – (PR–C) – (CAPYBMPakhir – CAPYBMPawal)
Komponen Klaim Masa Lalu
Semua Cabang Asuransi Kecuali Kecelakaan Diri dan Kesehatan
- Kolom (1) diisi berdasarkan
rincian X-2 kolom (5)
- Kolom (4) diisi berdasarkan
rincian X-2 kolom (6)
Total Deviasi Antara Beban Klaim Yang Terjadi dan Beban Klaim Yang Diperkirakan
3,050.51
P = pendapatan premi neto
PPL = premi penutupan langsung
PPTL = premi penutupan tidak langsung
PR = premi reasuransi
C = komisi
CAPYBMP awal = cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan awal tahun
CAPYBMP akhir = cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan akhir tahun
Pada perhitungan CAPYBMPakhir-CAPYBMPawal ditentukan dengan menentukan naik atau turun cadangan, kalau naik maka akan mengurangi pendapatan premi neto dan sebaliknya. Untuk menentukan naik atau turun cadangan diperoleh dengan cara pembentukan cadangan dikurangi realisasi cadangan (pembentukan cadangan periode januari s/d juni 2007) sebagaimana terlihat pada tabel 4.6 terlampir.
Dari pendapatan premi neto hasil perhitungan tersebut disetahunkan terlebih dahulu baru dimasukkan kedalam rumus perhitungan dana yang dibutuhkan untuk komponen klaim masa depan, yaitu dengan cara : pendapatan premi neto triwulan II dikurangi pendapatan premi neto triwulan II tahun 2007 ditambah pendapatan premi neto tahunan per desember 2007, dengan perincian sebagaimana terlihat pada tabel 4.7 sebagai berikut :
Tabel 4.7 PERHITUNGAN PENDAPATAN PREMI NETTO Pendapatan Premi Netto Triwulan II Tahun 2008 Triwulan II Tahun 2007 Tahunan Desember 2007 KETERANG AN
Ped. Premi Netto Disetahunk an (10- 18+26)PPL PPT L
Komi si Bruto
Komi si RA
Pre mi RA
Pre mi Nett o
Turun (Naik) Cad.Pre mi
Juml (8+9 ) PPL PPT L
Komi si Bruto
Komi si RA
Pre mi RA
Pre mi Nett o
Turun (Naik) Cad.Pre mi
Juml (16+1 7)PPL PPT L
Komi si Bruto
Komi si RA
Pre mi RA
Premi Netto 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Harta Benda (Property)2,032 1,743 3 424 (7) 61 1,25 4 (316) 938 578 0 116 0 0 462 113 575 2,189 0 392 0 0 1,797 Kendaraan Bermotor (Own Damage, Third Party Liability, dan Personal Accident)
6,840 5,686 12 1,184 0 0 4,51 4 (688) 3,82 6 3,83 9 0 1,044 0 0 2,79 5 (119) 2,676 8,172 0 2,059 0 0 6,113 Pengangkuta n (Marine Cargo) 619 660 0 110 0 30 520 (115) 405 285 0 52 0 0 233 (15)218 519 0 94 0 0 425 Rangka kapal (Marine Hull) 1,108 1,458 0 118 0 0 1,34 0 (85)1,25 5 1,27 8 0 150 0 0 1,12 8 414 1,542 501 0 63 0 0 438 Rangka pesawat (Aviation Hull)
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Satelit 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Energi Onshore (Oil and Gas) (6) 0 0 0 0 0 0 (6) (6) (18)0 (2) 0 0 (16)65 49 (17)0 (2) 0 0 (15) Energi Offshore (Oil and Gas) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Rekayasa (Engineering)628 637 0 82 (1) 5 549 (125) 424 264 0 28 0 0 236 69 305 467 0 51 0 0 416 Tanggung- gugat (Liability)0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kredit (Credit) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Suretyship 49 18 0 2 0 0 16 6 22 37 0 6 0 0 31 (12)19 78 0 12 0 0 66 Aneka2,853 912 0 154 10 70 698 (113) 585 525 0 108 0 0 417 69 486 4,554 0 852 0 0 3,702 TOTAL 14,123 11,11 4 15 2,074 2 166 8,89 1 (1,442) 7,44 9 6,78 8 0 1,502 0 0 5,28 6 584 5,870 16,46 3 0 3,521 0 0 12,94 2
2. Proyeksi Klaim
Proyeksi Klaim diperoleh dari rumus sebagai berikut : PK = Premi Neto Periode Berjalan x Klaim Rasio
Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel 4.8 sebagai berikut :
Tabel 4.8
DIVISI ASURANSI KERUGIAN SYARIAH Proyeksi Klaim
(dalam jutaan rupiah) Semua cabang asuransi kecuali Asuransi Kecelakaan Diri dan Kesehatan
Klaim Rasio Pendapatan Proyeksi
Beban Klaim
No. Cabang Asuransi 3 Periode
Premi Neto
***) Merupakan Pendapatan Premi Neto dan Beban Klaim Neto akumulasi 4 triwulan terakhir
Sedangkan Klaim Rasio diperoleh dari rumus sebagai berikut : K1 + K2 + K3
CR = , dengan ketentuan CR ≥ 60%
P1 + P2 + P3
Hasil perhitungannya bisa dilihat pada Tabel 4.9 sebagai berikut :
Tabel 4.9
DIVISI ASURANSI KERUGIAN SYARIAH RASIO KLAIM
Semua cabang asuransi kecuali Asuransi Kecelakaan Diri dan Kesehatan (dalam jutaan rupiah)
Pendapatan Premi Neto Beban Klaim Neto Rasio Klaim
No. Cabang
Untuk Laporan Triwulanan, Pendapatan Premi Neto dan Beban Klaim Neto yang digunakan untuk menentukan besarnya Rasio Klaim 3 periode Terakhir adalah Pendapatan Premi Neto dan Beban Klaim Neto tiga tahun sebelum periode laporan. Sebagai contoh, untuk laporan triwulan I Tahun 2004, maka Pendapatan Premi Neto dan Beban Klaim Neto yang digunakan adalah Pendapatan Premi Neto dan Beban Kloam Neto tahun 2003, tahun 2002, dan tahun 2001.
Hal ini berlaku pula untuk Laporan Triwulan II dan III pada tahun 2004, sehingga besarnya rasio klaim untuk triwulan tersebut adalah sama besarnya. Sedangkan untuk laporan triwulan IV dan laporan tahunan tahun 2004, Rasio Klaim tersebut meliputi pula periode berjalan.
Sehingga untuk laporan triwulan IV dan laporan tahunan tahun 2004, data yang digunakan adalah data tahun 2004, tahun 2003, dan tahun 2002.
Sedangkan perhitungan dana yang dibutuhkan untuk komponen masa lalu diperoleh dari rumus sebagai berikut :
B = (CKDPP x f CKDMP) + (IBNR x f IBNR)
Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel 4.5 Schedule C.
4. Ketidakcukupan pihak reasuradur untuk memenuhi kewajiban membayar klaim/Reinsurance Risk (Schedule D)
Jumlah dana yang dibutuhkan untuk menanggulangi resiko reasuransi ditentukan dengan cara mengalikan cadangan teknis beban penanggung ulang (reasuransi) dengan faktor resiko sebagaimana terlihat pada tabel 2.5 Faktor Resiko Reasuransi.
Perhitungan dapat dilihat pada Tabel 4.10 sebagai berikut :
Tabel 4.10
2. Reasuradur Luar Negeri dengan rating BBB
atau lebih tinggi
1. ………
2. ………
3. ………
3. Reasuradur Luar Negeri dengan rating
kurang dari BBB
1. ………
2. ………
3. ………
4. Reasuradur Luar Negeri yang tidak
mempunyai rating
1. ………
2. ………
3. ………
Total 77.06
Catatan :
Faktor diisi dengan cara sebagai berikut:
1. Reasuradur Dalam Negeri
- Bila terdapat deposit, maka faktor sama dengan 4% x (1 - kolom 4) - Bila tidak terdapat deposit, maka faktor sama dengan 4%
2. Reasuradur Luar Negeri dengan rating BBB atau lebih tinggi - Bila terdapat deposit, maka faktor sama dengan 4% x (1 - kolom 4) - Bila tidak terdapat deposit, maka faktor sama dengan 4%
3. Reasuradur Luar Negeri dengan rating kurang dari BBB - Bila terdapat deposit, maka faktor sama dengan 8% x (1 - kolom 4) - Bila tidak terdapat deposit, maka faktor sama dengan 8%
4. Reasuradur Luar Negeri yang tidak mempunyai rating
- Bila terdapat deposit, maka faktor sama dengan 24% x (1 - kolom 4) - Bila tidak terdapat deposit, maka faktor sama dengan 24%
Sehingga didapatkan bahwa total deviasi risiko reasuradur dalam jutaan rupiah sebesar Rp. 77.06.
Dari perhitungan empat komponen tersebut, diperoleh batas tingkat solvabilitas minimum sebesar 3,497.23 (Rp. 365.84 + Rp. 3.82 + Rp. 3,050.51 + Rp. 77,06)
3. Menghitung Rasio Kesehatan RBC (Risk Based Capital)
Dari perhitungan tingkat solvabilitas dan batas tingkat solvabilitas minimum didapatkan :
Tabel 4.11
Divisi Asuransi Kerugian Syariah PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero)
Solvency Margin Ratio Triwulan II
(dalam jutaan rupiah)
Keterangan Besarnya
A Tingkat Solvabilitas
Admitted Assets 17,271.00
Liabilities (except subordinate loan) 11,753.00
Solvency Level 5,518.00
B Batas Tingkat Solvabilitas Minimum
Kegagalan pengelolaan kekayaan (Schedule A) 365.84 Ketidakseimbangan antara kekayaan dan
kewajiban dalam setiap jenis mata uang (Schedule B)
7.64 x 50% = 3.82
Perbedaan antara beban klaim yang terjadi dan beban klaim yang diperkirakan (Schedule C)
3,050.51
Ketidakcukupan pihak reasuradur untuk memenuhi kewajiban membayar klaim (Schedule D)
77.06
Total Batas Tingkat Solvabilitas Minimum 3,497.23 C Kelebihan (Kekurangan) Batas Tingkat
Solvabilitas
2,020.77
D Rasio Pencapaian Solvabilitas (dalam %) *) 157.78%
*) Jumlah Tingkat Solvabilitas dibagi dengan Jumlah BTSM
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa tingkat solvabilitas (Solvency Level) PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) sebesar Rp. 5,518,000,000 berarti Divisi Asuransi Syariah PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) memiliki sejumlah dana yang timbul dari pengelolaan kekayaan dan kewajiban yang bisa digunakan untuk menutup kewajiban jangka panjang sebesar 5,518,000,000. Sedangkan batas tingkat solvabilitas minimum Divisi Asuransi Syariah PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) yaitu suatu jumlah minimum tingkat solvabilitas yang ditetapkan sebesar jumlah dana yang dibutuhkan untuk menutup resiko kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari deviasi dalam pengelolaan kekayaan dan kewajiban adalah sebesar Rp. 3,497,230,000 Sehingga terdapat kelebihan tingkat solvabilitas sebesar Rp. 2,020,770,000. Dari tingkat solvabilitas dan batas tingkat solvabilitas minimum diperoleh rasio pencapaian solvabilitas sebesar 157.78%, sehingga kondisi keuangan Divisi Asuransi Kerugian Syariah PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dapat dikatakan sehat karena memenuhi ketentuan kesehatan keuangan perusahaan asuransi yaitu Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 424/KMK.06/2003 tentang kesehatan keuangan perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi pasal 2 ayat 1 yang berbunyi ”Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi setiap saat wajib memenuhi tingkat solvabilitas paling sedikit 120% dari resiko kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari deviasi dalam pengelolaan kekayaan dan kewajiban”.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian, perhitungan dan analisis tentang Tingkat Solvabilitas, Batas Tingkat Solvabilitas Minimum dan Rasio Kesehatan Risk Based Capital atau rasio pencapaian solvabilitas, dapat penulis tarik kesimpulan bahwa Divisi Asuransi Kerugian Syariah PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dalam kondisi yang sehat sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 424/KMK.06/2003 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi dan Peraturan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor PER-02/BL/2008 tentang Pedoman Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas Minimum Bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, karena Rasio Risk Based Capital-nya sebesar 157.78% sedangkan Menteri Keuangan Republik Indonesia hanya menetapkan paling sedikit 120%.
B. Saran
Berdasarkan uraian, analisis dan kesimpulan tersebut penulis dapat memberikan saran yang mungkin berguna bagi perusahaan untuk melangkah lebih maju dari sebelumnya dan bagi pembaca khususnya nasabah dan calon nasabah asuransi. Saran-saran tersebut adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan harus tetap mempertahankan kinerja baiknya yaitu dengan tetap mempertahankan Rasio Risk Based Capital diatas 120%.
2. Masyarakat yang akan membeli produk asuransi, hendaknya juga melihat Rasio Kesehatan Risk Based Capital dari perusahaan yang bersangkutan yaitu apakah termasuk dalam kategori sehat atau tidak agar dana yang disetorkan nasabah aman, disamping melihat juga manfaat dari produk yang akan dibeli.
Bandung.
A. Hasymi Ali. 2002. Pengantar Asuransi, Bumi Aksara, Jakarta.
Anshori, Abdul Ghofur. 2008. Asuransi Syariah di Indonesia, UII Press, Yogyakarta.
Djoko Prakoso dan I Ketut Murtika. 2004. Hukum Asuransi Indonesia, Rineka Cipta, Jakarta.
Herman Darmawi. 2006. Manajemen Asuransi, Bumi Aksara, Jakarta.
Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 424/KMK.06/2003 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.
Peraturan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor PER-02/BL/2008 tentang Pedoman Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas Minimum Bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.
PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Cabang Asuransi Kerugian Syariah, Laporan RBC Triwulan II Tahun 2008.
S. Munawir. 2004. Analisa Laporan Keuangan, Liberty, Yogyakarta.
Sensi W, Ludovicus. 2006. Memahami Akuntansi Asuransi Kerugian Konsep Dasar dan Aplikasinya pada Laporan Keuangan Asuransi Kerugian di Indonesia, PT Prima Mitra Edukarya, Jakarta.
Undang-undang Republik Indonesia No.2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian.
Diperkenankan
(1) (2) (3) (4)
Investasi
Deposito Berjangka & Sertifikat Deposito
Kategori Khusus (sampai dengan 100 juta per bank) 775.00 0.00% 0.00
CAR ≥ 8% 11,672.00 2.00% 233.44
Kurang Dari B, atau yang setara, atau yang tidak berperingkat 0.00 16.00% 0.00
Saham
Termasuk LQ 45 di Bursa Efek Jakarta, atau yang setara 0.00 10.00% 0.00
Lainnya 0.00 15.00% 0.00
Kurang Dari B, atau yang setara, atau yang tidak berperingkat 0.00 16.00% 0.00
Surat Berharga Yang Diterbitkan atau Dijamin oleh Pemerintah atau Bank Indonesia
0.00 0.00% 0.00
Unit Penyertaan Reksadana
Sepenuhnya berupa surat utang Pemerintah 0.00 0.00% 0.00
Sepenuhnya berupa surat utang swasta dan atau surat
berharga pasar uang (SBPU) 0.00 2.00% 0.00
Sepenuhnya berupa surat berharga ekuitas 0.00 10.00% 0.00
Campuran *)
Penyertaan Langsung 0.00 16.00% 0.00
Bangunan dengan Hak Strata, atau Tanah dengan Bangunan:
Hasil Investasi 4% atau lebih 0.00 7.00% 0.00
Hasil Investasi kurang dari 4% 0.00 15.00% 0.00
Pembiayaan Murabahah 0.00 5.00% 0.00
Pembiayaan Mudharabah 0.00 16.00% 0.00
Bukan Investasi
Kas dan Bank 2,210.00 0.00% 0.00
Tagihan Premi Penutupan Langsung 1,296.60 8.00% 103.73
Tagihan Reasuransi:
Perusahaan Dalam Negeri 0.00 4.00% 0.00
Perusahaan Luar Negeri:
- Peringkat sekurang-kurangnya BBB 0.00 4.00% 0.00
- Peringkat kurang dari BBB 0.00 8.00% 0.00
- Tidak mempunyai peringkat 0.00 24.00% 0.00
Tagihan Hasil Investasi 0.00 2.00% 0.00
Bangunan dengan Hak Strata, atau Tanah dengan Bangunan 0.00 4.00% 0.00
Perangkat Keras Komputer 0.00 8.00% 0.00
Sub Total I 16,976.60 342.29
Investasi Yang Direstrukturisasi 0.00 25.00% 0.00
Investasi Yang Diragukan 0.00 12.50% 0.00
Sub Total II 0.00 0.00
Investasi Pada Satu Pihak (perusahaan) Investasi Pada Satu Pihak (Group Afiliasi)
Total (I + II) 16,976.60 342.29
Catatan :
*) Untuk reksadana campuran, faktor diisi dengan rata-rata tertimbang berdasarkan komposisi underlying assets sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan No. Kep-3607/LK/2004
Tanggal 19 Agustus 2004 dan rincian E-1. Bila perusahaan tidak mengisi faktor, akan dikenakan faktor maksimum (10%).
(1) (2) (3) (4)
Investasi
Deposito Berjangka & Sertifikat Deposito
Kategori Khusus (sampai dengan 100 juta per bank) 0.00 0.00% 0.00
CAR ≥ 8% 0.00 2.00% 0.00
Kurang Dari B, atau yang setara, atau yang tidak berperingkat 0.00 16.00% 0.00
Saham
Termasuk LQ 45 di Bursa Efek Jakarta, atau yang setara 0.00 10.00% 0.00
Lainnya 0.00 15.00% 0.00
Kurang Dari B, atau yang setara, atau yang tidak berperingkat 0.00 16.00% 0.00
Surat Berharga Yang Diterbitkan atau Dijamin oleh Pemerintah atau Bank Indonesia
0.00
0.00% 0.00
Unit Penyertaan Reksadana
Sepenuhnya berupa surat utang Pemerintah 0.00 0.00% 0.00
Sepenuhnya berupa surat utang swasta dan atau surat
berharga pasar uang (SBPU) 0.00 2.00% 0.00
Sepenuhnya berupa surat berharga ekuitas 0.00 10.00% 0.00
Campuran *)
Penyertaan Langsung 0.00 16.00% 0.00
Bangunan dengan Hak Strata, atau Tanah dengan Bangunan:
Hasil Investasi 4% atau lebih 0.00 7.00% 0.00
Hasil Investasi kurang dari 4% 0.00 15.00% 0.00
Pembiayaan Murabahah 0.00 5.00% 0.00
Pembiayaan Mudharabah 0.00 16.00% 0.00
Bukan Investasi
Kas dan Bank 0.00 0.00% 0.00
Tagihan Premi Penutupan Langsung 31,912.89 8.00% 2,553.03
Tagihan Reasuransi:
Perusahaan Dalam Negeri 0.00 4.00% 0.00
Perusahaan Luar Negeri:
- Peringkat sekurang-kurangnya BBB 0.00 4.00% 0.00
- Peringkat kurang dari BBB 0.00 8.00% 0.00
- Tidak mempunyai peringkat 0.00 24.00% 0.00
Tagihan Hasil Investasi 0.00 2.00% 0.00
Bangunan dengan Hak Strata, atau Tanah dengan Bangunan 0.00 4.00% 0.00
Perangkat Keras Komputer 0.00 8.00% 0.00
Sub Total I 31,912.89 2,553.03
Investasi Yang Direstrukturisasi 0.00 25.00% 0.00
Investasi Yang Diragukan 0.00 12.50% 0.00
Sub Total II 0.00 0.00
Investasi Pada Satu Pihak (perusahaan) Investasi Pada Satu Pihak (Group Afiliasi)
Total (I + II) 31,912.89 2,553.03
Catatan :
*) Untuk reksadana campuran, faktor diisi dengan rata-rata tertimbang berdasarkan komposisi underlying assets sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan No. Kep-3607/LK/2004
Tanggal 19 Agustus 2004 dan rincian E-1. Bila perusahaan tidak mengisi faktor, akan dikenakan faktor maksimum (10%).
DIVISI ASURANSI KERUGIAN SYARIAH RASIO KESEHATAN KEUANGAN BATAS TINGKAT SOLVABILITAS SCHEDULE B - KEKAYAAN DAN KEWAJIBAN DALAM SETIAP JENIS MATA UANG No.KeteranganUSDSGDJ PYGBPDKKSARHKDEURIDR (1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)(9)(10)(11) USSingapuraJepangInggrisDenmarkArab SaudiHong KongEuroIndonesia IKekayaan Yang Diperkenankan 1 Deposito Berjangka & Sertifikat Deposito- - - - - - - - 13,470.00 2 Saham, Obligasi dan Medium Term Notes- - - - - - - - - 3 Investasi Yang Diperkenankan Lainnya- - - - - - - - 4 Kas/bank- - - - - - - - 2,210.00 5 Tagihan Premi Penutupan Langsung31,912.89 - - - - - - - 1,296.60 6 Tagihan Reasuransi- - - - - - - - - 7 Tagihan Hasil Investasi- - - - - - - - - 8 Aktiva Diperkenankan Lainnya- - - - - - - - - 9Jumlah kekayaan yang diperkenankan31,912.89 - - - - - - - 16,976.60 (1 s/d 8) IIKewajiban 10 Utang Klaim- - - - - - - - 652.00 11 Cadangan Klaim- - - - - - - - 1,861.00 12 Cadangan Atas Premi Yang Belum Merupakan Pendapatan8,628.63 1,127.00 - - - - - - 6,531.76 13 Utang Reasuransi- - - - - - - - 212.00 14 Utang komisi12,320.65 - - - - - - - 1,569.34 15 Kewajiban lain- - - - - - - 726.00 16Jumlah kewajiban dalam (10 s/d 15)20,949.281,127.00 - - - - - - 11,552.10 17Kurs9,225.006,779.3786.7218,396.510.000.000.0014,563.051.00 18Jumlah Kekayaan Yang Diperkenankan Dalam rupiah (9 x 17)294.40 - - - - - - - 16,976.60 19Jumlah Kewajiban Dalam Rupiah (16 x 17)193.26 7.64 - - - - - - 11,552.10 20Selisih Lebih Kewajiban atas Kekayaan Yang Diperkenankan (19 - 18) **)- 7.64 - - - - - - - 21Faktor 22Jumlah Deviasi dalam Kekayaan dan Kewajiban Dalam Setiap Jenis Mata Uang (total 20 x 21) *)Kolom ini bisa ditambah sesuai dengan jenis mata uang asing yang ada. **)Selisih ini diisi apabila Kewajiban untuk Setiap Jenis Mata Uang lebih besar dari pada Kekayaan Yang Diperkenankannya.
Tabel 4.4
TURUN (NAIK) (3-4)
1 2 3 4 5
1 Harta Benda (Property) 184,855,046.70 501,484,007.24 (316,628,960.54)
2 Kendaraan Bermotor (Own Damage, Third Party Liability, dan Personal Accident)
1,117,824,072.57 1,805,756,842.30 (687,932,769.73)
3 Pengangkutan (Marine Cargo) 93,298,588.74 208,074,904.45 (114,776,315.71)
4 Rangka kapal (Marine Hull) 451,169,237.46 535,957,604.27 (84,788,366.81)
5 Rangka pesawat (Aviation Hull) 0.00 0.00 0.00
6 Satelit 0.00 0.00 0.00
7 Energi Onshore (Oil and Gas) (6,300,000.00) 0.00 (6,300,000.00)
8 Energi Offshore (Oil and Gas) 0.00 0.00 0.00
9 Rekayasa (Engineering) 94,469,017.99 219,645,142.04 (125,176,124.05)
10 Tanggung-gugat (Liability) 0.00 0.00 0.00
11 Kredit (Credit) 0.00 0.00 0.00
12 Suretyship 12,522,951.91 6,365,580.06 6,157,371.85
13 Aneka 166,469,175.09 279,191,791.89 (112,722,616.80)
PEMBENTUKAN REALISASI
NO KETERANGAN
NOMOR 424/KMK.06/2003
a. bahwa dalam rangke menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi dalam industri
a. bahwa dalam rangke menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi dalam industri