Tabel 62
Standar Perhitungan Partisipasi Bruto Rasio Partisipasi
Bruto (%)
Nilai Bobot (%) Skor
< 25 25 7 1,75
25 ≤ x < 50 50 7 3,50
50 ≤ x < 75 75 7 5,25
Untuk mengetahui hasil dari partisipasi bruto maka dilakukan perhitungan dengan menjumlahkan hasil dari biaya administrasi dengan piutang anggota yang ada pada neraca partisipasi bruto dapat dilihat pada tabel 63 dengan perhitungan dari tahun 2015 s.d.2017 sebagai berikut:
Tabel 63
Perhitungan Partisipasi Bruto
Koperasi Karyawan “Bina Usaha” PT PLN (Persero) WKSKT
Tahun Biaya Administrasi Piutang Anggota Partisipasi Bruto 2015 Rp 348.148.348 Rp 3.279.379.642 Rp 3.627.527.990 2016 Rp 301.794.616 Rp 3.040.783.910 Rp 3.342.578.526 2017 Rp 369.245.521 Rp 2.467.7695.302 Rp 2.836.040.823 Sumber : Data diolah oleh penulis
Perhitungan Rasio Partisipasi Bruto dapat dilihat pada tabel 64 dengan perhitungan dari tahun 2015 s.d.2017 sebagai berikut:
Tabel 64
Perhitungan Rasio Partisipasi Bruto
Koperasi Karyawan “Bina Usaha” PT PLN (Persero) WKSKT Tahun Partisipasi Bruo Partisipasi Bruto +
Pendapatan
Rasio (%) 2015 Rp 872.919.417 Rp 9.092.688.196 29,3% 2016 Rp 861.842.723 Rp 8.402.533.364 29,2% 2017 Rp 946.206.243 Rp 7.759.593.737 27,7% Sumber : Data diolah oleh penulis
Berdasarkan pada tabel 64 di atas dapat diketahui hasil skor untuk rasio pastisipasi bruto dihitung dalam tabel 65 sebagai berikut :
Tabel 65
Hasil Skor Rasio Partisipasi Bruto
Koperasi Karyawan “Bina Usaha” PT PLN (Persero) WKSKT Tahun Rasio Modal Nilai Bobot Skor
2015 29,3% 50 7 3,50
2016 29,2% 50 7 3,50
2017 27,7% 50 7 3,50
Sumber : Data diolah oleh penulis
b. Rasio Promosi Ekonomi Anggota
Pengukuran rasio promosi ekonomi anggota dihitung dengan membandingkan promosi ekonomi anggota terhadap simpanan pokok ditambah simpanan wajib, yang ditetapkan sebagai berikut :
1) Untuk rasio lebih kecil dari 5% diberi nilai 0 dan untuk rasio antara 5 hingga 7,5 diberi nilai 50. Selanjutnya untuk setiap kenaikan rasio 2,5%, nilai ditambah dengan 25 sampai dengan nilai maksimum 100; dan
2) Nilai dikalikan dengan bobot 3% diperoleh skor penilaian. Tabel 66
Standar Perhitungan Rasio Promosi Ekonomi Anggota. Rasio PEA (%) Nilai Bobot (%) Skor
< 5 25 3 0,75
5 ≤ x < 7,5 50 3 1,50
7,5 ≤ x < 10 75 3 2,25
Perhitungan promosi ekonomi anggota dapat dilihat pada tabel 67 dengan perhitungan dari tahun 2015 s.d.2017 sebagai berikut :
Tabel 67
Perhitungan Promosi Ekonomi Anggota
Koperasi Karyawan “Bina Usaha” PT PLN (Persero) WKSKT
Tahun MEPPP SHU Bagian
Anggota
Total P.E.A
2015 Rp 8.728.425.773 Rp 231.025.945 Rp 8.959.451.718 2016 Rp 8.100.738.748 Rp 252.964.311 Rp 8.353.703.059 2017 Rp 7.390.348.216 Rp 31.135.086 Rp 7.421.483.302 Sumber : data diolah oleh penulis
Perhitungan rasio promosi ekonomi anggota (PEA) dapat dilihat pada tabel 68 dengan perhitungan dari tahun 2015 s.d.2017 sebagai berikut:
Tabel 68
Perhitungan Rasio Promosi Ekonomi Anggota (PEA) Koperasi Karyawan “Bina Usaha” PT PLN (Persero) WKSKT
Tahun P.E.A Simpanan Pokok +
Simpanan Wajib
Rasio (%) 2015 Rp 8.959.451.718 Rp 824.880.000 9,2% 2016 Rp 8.353.703.059 Rp 909.533.600 10,8% 2017 Rp 7.421.483.302 Rp 988.592.200 13,3% Sumber : Data diolah oleh penulis
Berdasarkan pada tabel 68 di atas dapat diketahui hasil skor untuk rasio promosi ekonomi anggota (PEA) dihitung dalam tabel 69 sebagai berikut :
Tabel 69
Hasil Skor Rasio Promosi Ekonomi Anggota (PEA) Koperasi Karyawan “Bina Usaha” PT PLN (Persero) WKSKT Tahun Rasio Modal Nilai Bobot Skor
2015 9,2% 100 3 3,00
2016 10,8% 100 3 3,00
2017 13,3% 100 3 3,00
Sumber : Data diolah oleh penulis
Penetapan predikat tingkat kesehatan koperasi karyawan “Bina Usaha” PT PLN (Persero) WKSKT tahun 2015 s.d. 2017 berdasarkan hasil perhitungan kuatitatif terhadap 7 (tujuh) aspek yang dikalikan dengan bobot penilaian masing-masing komponen sesuai ketentuan maka diperoleh skor perhitungan. Besarnya jumlah skor perhitungan tersebut dijumlahkan sehingga diperoleh hasil akhir penilaian yang dikualifikasikan.
Berikut adalah tabel skor penetapan predikat tingkat kesehatan koperasi karyawan “Bina Usaha” PT PLN (Persero) WKSKT:
Tabel 70
Rekapitulasi Skor dari 7 Aspek Penilaian dan Predikat Tingkat Kesehatan Koperasi Karyawan “Bina Usaha” PT PLN (Persero) WKSKT Tahun 2015-2017
No Aspek Yang dinilai Komponen Tahun
2015 2016 2017
1 Permodalan 1a 3,00 3,00 6,00
1b 6,00 6,00 6,00
1c 2,25 2,25 2,25
Jumlah skor 11,25 11,25 14,25
2 Kualitas Aktiva Produktif 2a 10,00 7,50 7,50
2c 5,00 5,00 5,00 2d 5,00 5,00 5,00 Jumlah skor 25,00 22,50 22,50 3 Manajemen 3a 2,25 2,25 2,25 3b 3,00 3,00 3,00 3c 2,40 2,40 2,40 3d 1,20 1,20 1,20 3e 3,00 3,00 3,00 Jumlah Skor 11,85 11,85 11,85 4 Efisiensi 4a 4,00 4,00 4,00 4b 3,00 3,00 3,00 4c 2,00 2,00 1,50 Jumlah Skor 9,00 9,00 8,50 5 Likuiditas 5a 2,50 10,00 5,00 5b 5,00 3,75 1,25 Jumlah Skor 7,50 13,75 6,25
6 Kemandirian dan Pertumbuhan 6a 2,25 3,00 2,25
6b 3,00 3,00 0,75 6c 4,00 4,00 4,00 Jumlah skor 9,25 10,00 7,00 7 Jatidiri Koperasi 7a 3,50 3,50 3,50 7b 3,00 3,00 3,00 Jumlah skor 6,50 6,50 6,50
Jumlah skor 7 Aspek 80,35 84,85 76,85
Predikat Kesehatan Cukup
Sehat
Sehat Cukup
Sehat
Rata – rata 80,68
Predikat kesehatan 2015-2017 Cukup Sehat
Sumber : Data diolah oleh Penulis
Karena semua aspek dalam peraturan deputi ini dikerjakan dalam koperasi karyawan “Bina Usaha” PT PLN (Persero) WKSKT, berikut adalah keterangan yang ada pada tabel 69 :
Aspek Permodalan
1a: Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aset
1b: Rasio Modal Sendiri terhadap pinjaman yang diberikan yang berisiko 1c: Rasio Kecukupan Modal Sendiri
Aspek Kualitas Aktiva Produktif
2a: Rasio Volume Pinjaman pada Anggota terhadap Volume Pinjaman diberikan 2b: Rasio Risiko Pinjaman Bermasalah terhadap Pinjaman yang Diberikan 2c: Rasio Cadangan Risiko terhadap Pinjaman Bermasalah
2d: Rasio Pinjaman yang Berisiko terhadap Pinjaman yang Diberikan Aspek Manajemen
3a: Manajemen Umum
3b: Manajemen Kelembagaan 3c: Manajemen Permodalan 3d: Manajemen Aktiva 3e: Manajemen Likuiditas Aspek Efisiensi
4a: Rasio Beban Operasi Anggota terhadap Partisipasi Bruto 4b: Rasio Beban Usaha terhadap SHU Kotor
Aspek Likuiditas 5a: Rasio Kas
5b: Rasio Pinjaman yang Diberikan terhadap Dana yang Diterima Aspek Kemandirian dan Pertumbuhan
6a: Rasio Rentabilitas Aset
6b: Rasio Rentabilitas Modal Sendiri
6c: Rasio Kemandirian Operasional Pelayanan Aspek Jatidiri Koperasi
7a: Rasio Partisipasi Bruto
7b: Rasio Promosi Ekonomi Anggota (PEA)
Dari tabel Rekapitulasi Skor dari 7 Aspek Penilaian dan Predikat Tingkat Kesehatan Koperasi Karyawan “Bina Usaha” PT PLN (Persero) WKSKT Tahun 2015-2017 terlihat adanya fluktuasi rasio di setiap tahunnya. Dari tahun 2015 yang memiliki jumlah nilai sebesar 80,35% yang menunjukkan predikat koperasi tersebut cukup sehat, lalu terlihat perkembangan pesat pada tahun 2016 yang mana terlihat pada hasil rekapitulasi bahwa ditahun ini hampir seluruh komponen mengalami kenaikan angka yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu yaitu pada sejumlah 84,85%. Oleh karena itu, pada tahun 2016 Koperasi Karyawan “Bina Usaha” PT PLN (Persero) WKSKT mendapat predikat Sehat. Namun pada tahun 2017 Koperasi ini mengalami penurunan yang cukup drastis dengan
adanya penuruanan nilai dari berbagai aspek yang ada dalam perhitungan ini, sehingga koperasi ini mendapat nilai sebesar 76,85% dengan mendapatkan predikat Cukup sehat.
Jika dilihat total dari keseluruhan, pada tahun 2015 s.d. 2017 kegiatan yang dilakukan anggota terhadap koperasi ini cukup baik. Oleh karena itu, dalam 3 (tiga) tahun terakhir Koperasi Karyawan “Bina Usaha” PT PLN (Persero) WKSKT mendapatkan rata-rata penilaian sebesar 80,68% dengan mendapatkan predikat rata-rata ialah CUKUP SEHAT.
Pada tahun terakhir, yaitu tahun 2017 koperasi ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Oleh karena itu jika Koperasi Karyawan “Bina Usaha” PT PLN (Persero) WKSKT ingin meningkatkan hasil skor dalam seluruh aspek, sebaiknya koperasi ini lebih meningkatkan pertumbuhan modal sendiri dan mengadakan peningkatan pada bidang manajemen dengan cara meningkatkan pendapatan di luar usahanya seperti membuka usaha ataupun memaksimalkan pendapatan yang ada di dalam usaha seperti memperluas usaha yang ada di dalam koperasi itu sendiri, lalu melakukan peningkatan kemanajemenan contohnya seperti, berkas-berkas yang ada pada koperasi ini disimpan dalam bentuk dokumen digital atau dokumen kertas yang diarsipkan dalam satu agar berkas tersebut tidak hilang dan tidak buram.