• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

IKU 21. NILAI KINERJA ANGGARAN DJPB

1 Kesesuaian Perencanaan dengan Pelaksanaan

99,80

a. Revisi DIPA 100 0 0

b. Hal III DIPA 66,45 0 0

c. Pagu minus 99,80 5 4,99

2 Kepatuhan terhadap regulasi

95,98

a. Data Kontrak 95 15 14,25

b. Pengelolaan UP dan TUP 92 8 7,36

c. LPJ Bendahara 96,91 5 4,85

d. Dispensasi SPM 100 5 5

3 Efektivitas pelaksanaan kegiatan

87,27

a. Penyerapan anggaran 57,95 15 8,69

b. Penyelesaian tagihan 98,14 12 11,78

c. Konfirmasi capaian Output 93,79 10 9,38

d. Retur SP2D 99,20 5 4,96

4 Efisiensi pelaksanaan kegiatan

89,72

a. Renkas 100 5 5

b. kesalahan SPM 85 5 4,25

Nilai Total 84,23

Konversi Bobot 90,00

Nilai Akhir 89,45

Sumber: Ompsan, melalui Nota Dinas Biro Keuangan KKP RI, tanggal 23 Juli 2020

Berdasarkan Tabel diatas aspek kesesuaian perencanaan dengan pelaksanaan dan aspek efisiensi pelaksanaan kegiatan sudah baik. Namun, terdapat 2 (dua) aspek yaitu kepatuhan terhadap regulasi dan efektivitas pelaksanaan kegiatan masih perlu ditingkatkan. Kondisi tersebut mengakibatkan nilai indikator pelaksanaan anggaran Ditjen. PSDKP tahun 2020 secara keseluruhan tidak tercapai sesuai target yang ditetapkan. Alokasi anggaran Tahun 2020 untuk mendukung tercapainya IKU-15 sebesar Rp.24.209.397.700, sampai dengan triwulan II telah terealisasi sebesar 10.520.666.026 atau 43,46%.

IKU 21. NILAI KINERJA ANGGARAN DJPB

Sasaran Strategis-6 Tata kelola pemerintahan yang baik lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya IKU- 21 Nilai Kinerja Anggaran DJPB

2019 2020 % Capaian %

Pertumbuhan 2019-2020

Rancangan Renstra DJPB 2020-2024

Realisasi Target Realisasi TW II Tahun

Laporan Kinerja Triwulan 3 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya 71

Indikator Nilai Kinerja Anggaran di tetapkan pada tahun 2020 sebagai tindak lanjut Perpres Nomor 42 Tahun 2020 tentang Pemberian dan/atau pengenaan sanksi kepada Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Pengukuran Nilai Kinerja Anggaran didasarkan pada pengukuran aspek implementasi, aspek manfaat dan aspek konteks dengan melakukan penginputan capaian kinerja anggaran pada aplikasi SMART DJA Kementerian Keuangan setiap bulannya, dilakukan monev per triwulan dan penilaian di akhir tahun. Penginputan aplikasi SMART DJA Kementerian Keuagan dibagi 3 kewenangan yaitu 1) Level Kementerian; 2) Level Unit Eselon I dan 3) Level Satker. Pada tahun 2020 NKA ditargetkan 85, 00 dengan periode pelaporan dihitung secara tahunan

3.3 KINERJA KEUANGAN

Alokasi dana APBN Tahun 2020 pada Ditjen Perikanan Budidaya adalah sebesar Rp 739.572.614.000,-. Dana yang dialokasikan tersebut dirasionalisasi pada awal triwulan II tahun 2020 menjadi sebesar Rp 721.055.687.000,- berdasarkan Perpres Nomor 54/2020 mengenai Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan Belanja Negara TA. 2020 Pasal 1 Ayat 1 yaitu bahwa “Untuk melaksanakan kebijakan dan langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan atau menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan dilakukan perubahan terhadap postur dan rincian APBN Tahun Anggaran 2020”. Terkait hal tersebut maka setiap unit kerja di KKP diarahkan untuk mengalihkan kegiatan yang kemungkinan tidak dapat terlaksana ke kegiatan lain yang memungkinkan untuk dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19, diutamakan kegiatan yang bisa berdampak pada Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Selanjutnya, terdapat kebijakan baru dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berupa Anggaran Belanja Tambahan (ABT), di mana pada 10 September 2020 Ditjen Perikanan Budidaya mendapatkan alokasi ABT sebesar Rp 297.150.000.000,-, sehingga pagu yang semula sebesar Rp 721.055.687.000,- bertambah menjadi sebesar Rp 1.018.205.687.000,-. Adapun anggaran itu dialokasikan untuk mendukung kegiatan pada Direktorat Kawasan dan Kesehatan Ikan sebesar Rp 50.500.000.000,-; Direktorat Produksi dan Usaha Perikanan Budidaya sebesar Rp 225.500.000.000,-; dan Direktorat Pakan dan Obat Ikan sebesar Rp 21.150.000.000,-.

Berdasarkan data dari Online Monitoring Sistem Perbendaharan dan Anggaran Negara (OM-SPAN) sampai dengan triwulan III tahun 2020 (berdasarkan data update OM-SPAN 7

Laporan Kinerja Triwulan 3 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya 72 Oktober 2020), realisasi anggaran Ditjen Perikanan Budidaya telah tercapai sebesar Rp 365.649.818.377,- (35,91%), menurun sebesar 13,48% dibandingkan tahun 2019 pada triwulan yang sama, yaitu sebesar 54,18%. Perbandingan pagu dan realisasi anggaran Ditjen Perikanan Budidaya triwulan III tahun 2020 dan 2019 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 18. Pagu dan Realisasi Anggaran Ditjen Perikanan Budidaya Triwulan III Tahun 2020 dan 2019

TAHUN ANGGARAN PAGU (Rp) REALISASI (Rp) (%)

2020* 1.018.205.687.000 365.649.818.377 35,91

2019 657.650.602.000 356.306.390.472 54,18

Ket *: Data Triwulan III Tahun 2020 berdasarkan update OM-SPAN 7 Oktober 2020

Pembagian alokasi pagu anggaran Ditjen Perikanan Budidaya triwulan III tahun 2020 menurut jenis belanja yaitu : (i) Belanja Pegawai sebesar Rp 202.274.395.000,-; (ii) Belanja Barang sebesar Rp 757.696.657.000,-; dan (iii) Belanja Modal sebesar Rp 58.234.635.000,-.

Tabel 19. Pagu dan Realisasi Anggaran Ditjen Perikanan Budidaya per Jenis Belanja Triwulan III Tahun 2020 dan 2019

JENIS BELANJA

TW III TAHUN 2020* TW III TAHUN 2019

PAGU (Rp) REALISASI (Rp) % PAGU (Rp) REALISASI (Rp) %

Pegawai 202.274.395.000 139.403.761.139 68,92 199.213.147.000 152.119.402.224 76,36 Barang 757.696.657.000 213.627.234.429 28,19 415.282.362.000 190.153.883.105 45,79 Modal 58.234.635.000 12.618.822.809 21,67 43,155,093,000 14.033.105.143 32,52 Total 1.018.205.687.000 365.649.818.377 35,91 657.650.602.000 356.306.390.472 54,18 Ket *: Data Triwulan III Tahun 2020 berdasarkan update OM-SPAN 7 Oktober 2020

Persentase anggaran belanja Ditjen Perikanan Budidaya sampai dengan triwulan III tahun 2020 berdasarkan tabel di atas belum proporsional karena masih didominasi oleh Belanja Pegawai, sedangkan untuk Belanja Modal dan Belanja Barang masih rendah disebabkan tertundanya pelaksanaan sejumlah kegiatan yang harusnya sudah dapat direalisasikan sebagai akibat dari adanya perubahan kebijakan terkait pandemi Covid-19 yang masih melanda.

Tabel 20. Pagu dan Realisasi Anggaran Ditjen Perikanan Budidaya per Jenis Kewenangan Triwulan III Tahun 2020

NO JENIS KEWENANGAN PAGU (Rp) REALISASI* (Rp) (%)

1 PUSAT 492.190.696.000 91.360.327.808 18,56 2 UPT 500.755.991.000 260.472.266.496 52,02 3 DEKON PROVINSI 25.259.000.000 13.817.224.073 54,70

Total 1.018.205.687.000 365.649.818.377 35,91 Ket *: Data Triwulan II Tahun 2020 berdasarkan update OM-SPAN 7 Oktober 2020

Laporan Kinerja Triwulan 3 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya 73 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa realisasi anggaran terbesar yaitu pada satker Dekon Provinsi sebesar 54,70%, sedangkan yang terendah yaitu pada satker Pusat sebesar 18,56% sebagaimana berikut :

1. Satker Pusat

Realisasi anggaran pada satker Pusat sebesar 18,56%, dengan capaian terbesar terdapat pada Setditjen Perikanan Budidaya (66,50%) dan terendah pada Direktorat Produksi dan Usaha Perikanan Budidaya (0,74%).

2. Satker UPT

Realisasi anggaran pada satker UPT sebesar 52,02%, dengan capaian terbesar terdapat pada Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan Karangasem (74,61%) dan terendah pada Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee (37,04%).

3. Satker Dekonsentrasi Provinsi

Realisasi anggaran pada satker Dekonsentrasi Provinsi sebesar 54,70%, dengan capaian terbesar terdapat pada Provinsi Maluku Utara (94,71%) dan terendah pada Provinsi Jawa Tengah (28,12%).

Laporan Kinerja Triwulan 3 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya 74

BAB IV. PENUTUP

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya merupakan salah satu unit eselon eselon I dilingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memiliki tugas dan fungsi untuk melakukan perumusan kebijakan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan bidang perikanan budidaya. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Ditjen Perikanan Budidaya berlandaskan kepada tujuan, sasaran dan program kerja yang telah diterapkan dalam Renstra KKP, Renstra DJPB dan kontrak kinerja antara Menteri Kelautan dan Perikanan dengan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya.

Laporan Kinerja (LKj) Ditjen Perikanan Budidaya Triwulan II Tahun 2020 menyajikan capaian Indikator Kinerja selama Triwulan I tahun 2020. Terhadap capaian Indikator Kinerja tersebut dilakukan analisis dan evaluasi serta pembandingan terhadap capaian IKU tahun sebelumnya pada Triwulan I sebagai bahan analisis dan evaluasi lebih lanjut untuk menilai keberhasilan.

Berdasarkan target Triwulanan pada rencana aksi Ditjen Perikanan Budidaya tahun 2020, dari total 21 (dua puluh satu) Indikator Kinerja pendukung sasaran strategis, sebanyak enam Indikator Kinerja telah memenuhi target yang telah ditetapkan pada Triwulan II, dan terdapat lima Indikator Kinerja yang belum tercapai, serta sebelas Indikator Kinerja dengan capaian 0% karena penghitungan capaian kinerja dihitung tahunan.

Kendala yang dihadapi dalam pencapaian kinerja Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun 2020 ini antara lain adanya revisi DIPA, kondisi musim tanam dan pandemic Covid-19 yang membuat beberapa indikator kinerja tidak dapat tercapai.

Dalam rangka peningkatan kinerja Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, informasi capaian dan permasalahan yang dituangkan dalam Laporan Kinerja akan menjadi bahan perbaikan di triwulan berikutnya. Untuk itu, rencana aksi yang akan dilakukan antara lain adalah:

1. Memperkuat kerjasama dengan instansi lain, khususnya pada kerjsama pelaksanaan kegiatan yang akan berpengaruh langsung pada capaian Indikator Kinerja Ditjen Perikanan Budidaya pada Tahun 2020;

2. Melakukan monitoring dan evaluasi pada pada: (1) setiap minggu pertama bulan berjalan d i Tahun 2020 (Januari – Desember 2020); (2) setiap triwulan Tahun 2020; (3) setiap Semester Tahun 2020; dan (4) pada akhir Tahun 2020;

3. Melakukan rapat Pengendalian rutin pada minggu pertama setelah triwulan Tahun 2020 berakhir dan di minggu keempat pada akhir tahun 2020.

Laporan Kinerja Triwulan 3 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya 75