• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.1. Hasil Penelitian

5.2.1. Nilai Manfaat Ekonomi Non Kayu (getah)

Nilai pinus non kayu pada umumnya adalah nilai getah yang diperoleh pengelola cara memperoleh nilai getah dengan cara membuat plot 10m x 10m.

Kemudian jumlah yang diperoleh dari plot kalikan dengan luas area. Adapun hasilnya antara lain :

29 1. Napi Dg. Nompo mengelola hutan pinus seluas 2 Ha dengan jumlah pohon 1600. Menghasilkan getah 8.496 Kg, dijual dengan harga Rp.2000 setiap kilonya. Harga total untuk satu kali sadap yaitu Rp.354.000. Jika dihitung perbulan maka akan menghasilkan getah 708 Kg dan mendapatkan harga sebesar Rp. 1.416.000 Maka penghasilan yang diperoleh pengelola dalam satu tahun untuk adalah Rp16.992.000 hasil ini diperoleh dari penyadapan yang dilakukan 4 kali dalam sebulan.

2. Dg. limpo mengelola hutan pinus seluas 3 Ha dengan jumlah pohon 4800.

menghasil getah 16.032 Kg, dijual degan harga Rp 2000 perkilonya, maka pendapatan setiap panennya Rp 668.000, Pendapatan tiap tahunnya adalah Rp. 32.064.000 serupa dengan yang dilakukan pada penyadapan diatas yaitu dilakukan 4 kali panen tiap bulannya.

3. Dg. Rola mengelola hutan pinus seluas 2,5 Ha dengan jumlah pohon 4000.

Menghasilkan getah seluruhnya 21.456 Kg dijual dengan harga Rp 2.000/Kg, maka pendapatan setiap panennya Rp. 559.000 jadi setiap pohon menghasilkan getah 0,111,8 g pendapatan tiap pohon mendapatkan Rp.

2.23 Maka penghasilan yang diperoleh pengelola dalam satu tahun adalah Rp. 42.912.000

4) Sukardi dg Roppa mengelola hutan pinus seluas 2,5 Ha dengan jumlah pohon 7150. Menghasilkan getah seluruhnya 38.064 kg, dijual dengan harga Rp .2.000/Kg, maka pendapatan setiap panennya Rp1.586.000 setiap pohon menghasilkan getah 0,111,0 g jadi pendapatan tiap pohon Rp. 2.22.

30 Maka penghasilan yang diperoleh pengelola dalam satu tahun adalah Rp.

76.128.000

5) Dg. Gassing mengelola hutan pinus seluas 6,5 Ha dengan jumlah pohon 2750. Menghasilkan getah seluruhnya 14.640 Kg, , dijual dengan harga Rp 2000 setiap kilonya, maka pendapatan setiap panennya Rp. 610.000, setiap pohon menghasilkan getah 0,111,0 g jadi pendapatan tiap pohon Rp 2.22.

Maka penghasilan yang diperoleh pengelola dalam satu tahun adalah Rp.

29.280.000

6) Dg. Sau mengelola hutan pinus seluas 2,5 Ha dengan jumlah pohon 2250.

Menghasilkan getah seluruhnya12.000 kg, , dijual dengan harga Rp 2000 setiap kilonya, maka pendapatan setiap panennya Rp.500.800 setiap pohon menghasilkan getah 111,3 g. Jadi pendapatan tiap pohon Rp.2.22.Maka penghasilan yang diperoleh pengelola dalam satu tahun adalah Rp.24.000.000

7) Dg. Tajah mengelola hutan pinus seluas 2,25 Ha dengan jumlah pohon 2475. Menghasilkan getah seluruhnya 13.248 kg dijual dengan harga Rp 2000 setiap kilonya, maka pendapatan setiap panennya Rp. 552.000 setiap pohon menghasilkan getah 0,111,5 g jadi pendapatan tiap pohon Rp.2.23.

Maka penghasilan yang diperoleh pengelola dalam satu tahun adalahRp.

26.496.000

8) Dg. Ngapeh mengelola hutan pinus seluas 2,5 Ha dengan jumlah pohon 2250. Menghasilkan getah seluruhnya8.544 Kg, dijual dengan harga Rp 2.000/Kg, maka pendapatan setiap panennya Rp. 501.700 setiap pohon

31 menghasilkan getah 0,111,5 g jadi pendapatan tiap pohon Rp. 2.23 Maka penghasilan yang diperoleh pengelola dalam satu tahun adalah Rp.

17.088.000

9) Dg. Najang Dalle mengelola hutan pinus seluas 2,1 Ha dengan jumlah pohon 2520. Menghasilkan getah seluruhnya 13.392 kg dijual dengan harga Rp 2000/Kg, maka pendapatan setiap panennya Rp. 113.200 setiap pohon menghasilkan getah 0,111,1 g, jadi pendapatan tiap pohon Rp 2.22,. Maka penghasilan yang diperoleh pengelola dalam satu tahun adalah Rp.

26.784.000

10) Dg. Tajah mengelola hutan pinus seluas 1,5 Ha dengan jumlah pohon 1200.

Menghasilkan getah seluruhnya 6.384 Kg dijual dengan harga Rp 2000 perkilonya. Pendapatan setiap panennya Rp. 233.600 setiap pohon menghasilkan getah 0,111,2 g jadi pendapatan tiap pohon Rp. 2.22 Maka penghasilan yang diperoleh pengelola dalam satu tahun adalah Rp.

12.768.000

Nilai non kayu pohon pinus adalah hasil penyadapan yang diperoleh warga tiap kali panen. Setiap satu kali panen pengelola/penyadap memperoleh hasil rata-rata Rp. 634.400,. Rata-rata-rata sebulan pengelola melakukan penyadapan sebanyak empat kali maka penghasilan rata-rata tiap bulan adalah Rp. 2.537.600. Nilai tersebut kembali kepada banyaknya pohon aktif yang bisa diambil getahnya adapun kondisi tertentu bisa jadi lebih rendah atau lebih tinggi dari pada prediksi tersebut.

32 5.2.2. Nilai Manfaat Ekonomi Tegakan Pinus

Nilai kayu diperoleh dari perhitung volume kayu dikalikan dengan harga kayu. Dalam hal ini untuk memperoleh volume kayu maka terlebih dahulu haru diketahui diameter kayu, luas bidang dasar kayu dan tinggi bebas cabang, dan tinggi total kayu. Sebab Volume kayu adalah jumlah dari volume total dengan volume bebas cabang. Terdapat 10 plot pohon pinus yang menjadi objek dalam penelitian ini.

Plot pertama jumlah pohon yang ada di dalamnya sebanyak 1600 pohon.

Rata-rata volume kayunya adalah 2,508 m³ dengan diameter 0,4335 m dan luas bidang dasar yaitu 0,340 m3 dan tinggi bebas cabang yaitu 9,22 m maka diperoleh nilai kayu untuk satu tahun sebesar Rp. 100.320,.

Plot kedua jumlah pohon yang ada di plot ini sebanyak 3000 pohon. Rata-rata volume kayunya adalah 2,863 m³ dengan diameter 0,4153 m dan luas bidang dasar yaitu 0,326 m3 dan tinggi bebas cabang yaitu 10,98 m maka diperoleh nilai kayu untuk satu tahun sebesar Rp. 113.120

Plot tiga jumlah pohon yang ada di dalamnya sebanyak 4000 pohon. Rata-rata volume kayunya adalah 2,511 m³ dengan diameter 0,4119 m dan luas bidang dasar yaitu 0,323 m3 dan tinggi bebas cabang yaitu 9,72 m maka diperoleh nilai kayu untuk satu tahun sebesar Rp. 251.100

Plot empat jumlah pohon yang ada di dalamnya sebanyak 7150 pohon.

Rata-rata volume kayunya adalah 2,567 m³ dengan diameter 0,3727 m dan luas bidang dasar yaitu 0,292 m3 dan tinggi bebas cabang yaitu 10.99 m maka diperoleh nilai kayu untuk satu tahun sebesar Rp. 4.588.845,.

33 Plot lima jumlah pohon yang ada di dalamnya sebanyak 2750 pohon.

Rata-rata volume kayunya adalah 2,340 m³ dengan diameter 0,3058 m dan luas bidang dasar yaitu 0,240 m3 dan tinggi bebas cabang yaitu 12,19 m maka diperoleh nilai kayu untuk satu tahun sebesar Rp. 160.875,.

Plot enam jumlah pohon yang ada di dalamnya sebanyak 2250 pohon.

Rata-rata volume kayunya adalah 3,110 m³ dengan diameter 0,4121 m dan luas bidang dasar yaitu 0,360 m3 dan tinggi bebas cabang yaitu 10,80 m maka diperoleh nilai kayu untuk satu tahun sebesar Rp. 147.937,.

Plot tujuh jumlah pohon yang ada di dalamnya sebanyak 2475 pohon.

Rata-rata volume kayunya adalah 2,233 m³ dengan diameter 0,3805 m dan luas bidang dasar yaitu 0,332 m3 dan tinggi bebas cabang yaitu 8,41 m maka diperoleh nilai kayu untuk satu tahun sebesar Rp. 138.166,.

Plot delapan jumlah pohon yang ada di dalamnya sebanyak 1600 pohon.

Rata-rata volume kayunya adalah 2,828 m³ dengan diameter 0,398 m dan luas bidang dasar yaitu 0,348 m3 dan tinggi bebas cabang yaitu 9,22 m maka diperoleh nilai kayu untuk satu tahun sebesar Rp. 113.120,.

Plot sembilan jumlah pohon yang ada di dalamnya sebanyak 2520 pohon.

Rata-rata volume kayunya adalah 2,376 m³ dengan diameter 0,4221 m dan luas bidang dasar yaitu 0,369 m3 dan tinggi bebas cabang yaitu 8,05 m maka diperoleh nilai kayu untuk satu tahun sebesar Rp. 149.688,.

Plot sepuluh jumlah pohon yang ada di dalamnya sebanyak 1200 pohon.

Rata-rata volume kayunya adalah 2,214 m³ dengan diameter 0,3658 m dan luas

34 bidang dasar yaitu 0,320 m3 dan tinggi bebas cabang yaitu 8,68 m, maka diperoleh nilai kayu untuk satu tahun sebesar Rp. 66,420,.

Nilai kayu keseluruhan selama kurung waktu 30 tahun adalah Rp.

48.265.600,. Jadi pendapatan pertahunnya adalah Rp. 13.693.510,. Untuk perolehan hasil analisis data terperinci dapat dilihat dilampiran 1-5.

35 VI. PENUTUP

6.1. Kesimpulan

Nilai manfaat yang diperoleh dari tegakan pinus bagi masyarakat di Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa adalah sebagai berikut :

1. Nilai Manfaat Ekonomi Tegakan Pinus:

Nilai manfaat ekonomi tegakan pinus di Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa adalah sebesar Rp. 13.693.510/Tahun.

2. NilaiManfaat Ekonomi Getah Pinus:

Nilai manfaat ekonomigetah pohon pinusdi Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa adalah sebesar Rp. 304.508.000/Tahun.

6.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti mengajukan beberapa saran yaitu sebagai berikut :

1. Untuk masyarakat di Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa untuk lebih memperhatikan lebih baik lagi hutan pinus. Jika hutan pinus terjaga dan terawat dengan baik maka semakin besar peluang untuk melakukan penyadapan yang unggul dan berkualitas.

2. Instansi pemerintahan diharapakan lebih memperhatikan kondisi, keadaan hutan pinus dan masyarakat yang mengelola getah pinus karena nilai jual yang merka lakukan tergolong sangat murah dan hutan pinus bagian dari devisa negara. Jika masyarakat bisa memanen atau melakukan penyadapan sesering mungkin tiap bulannya maka devisa negara akan bertambah.

36

Dokumen terkait