• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil perhitungan nilai manfaat kayu bakar hutan mangrove yaitu dengan menghitung nilai pendapatan masyarakat dari pengambilan kayu bakar. Semua penerimaan dari hasi produksi kayu bakar dikurangi dengan pengeluaran pada saat melakukan pengambilan kayu bakar di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar dapat dilihat pada Tabel 9 .

41 Tabel 9. Pendapatan Kayu Bakar di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang

Kabupaten Takalar.

Total 19.680.000 800.000 18.880.000

Rata-Rata

Responden 2.811.429 114.285 2.697.143

Sumber : Data primer setelah diolah 2022

Berdasarkan Tabel 9 diketahui bahwa nilai manfaat ekonomi langsung hutan magrove berupa kayu bakar sebesar Rp. 18.880.000,-/tahun dengan rata-rata Rp. 2.697.143,-/tahun, penerimaan kayu bakar sebesar Rp. 19.680.000,-/tahun dengan rata-rata Rp2.811.429,-/tahun, biaya pengambian kayu sebesar Rp.800.000,-/tahun dengan rata-rata Rp. 114.285,-/tahun. Penerimaan produksi kayu bakar yang paling tinggi adalah responden A6 dengan pendapatan nilai manfaat lansung hutan manrove sebesar Rp.4.705.000,-/tahun. Hal ini disebebkan karena frekuensi pengambilan kayu oleh responden A6 lebih banyak dibandingkan dengan responden lainya yaitu 4 kg dengan intentitas 5 kali seminggu yang menghasilkan 960 kg pertahun. Sedangkan yang memiliki pendapatan nilai manfaat ekonomi dari produksi kayu bakar yang paling rendah adalah responden A7 sebesar Rp. 1.290.000,-/tahun hal ini disebabkan karena frekuensi pengambian kayu oleh responden A7 lebih rendah di bandingkan

42 responden lain yaitu sebanyak 2 kali dalam seminggu dengan total 1 tahun sebanyak 96 kg/Tahun. Besar kecilnya pendapatan nilai manfaat ekonomi hutan mangrove dari produksi kayu bakar tergantug pada jumlah produksi kayu bakar dan biaya produksi kayu bakar dan rincian hasil produksi kayu bakar responden dapat di lihat pada lampiran 5.

Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Mursalam, (2021) di hutan mangrove di Kelurahan Takalar Lama Kecamatan

Mappakasunggu Kabupaten Takalar menunjukkan nilai ekonomi manfaat lansung hutan mangrove sebagai penghasil kayu bakar sebesar Rp.20.937.000,-/tahun, nilai ini lebih besar dari nilai manfaat lansung hutan mangrove di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupatrn Takalar yang mempunyai produksi kayu sebesar Rp. 18.880.000,-/tahun.

2. Kepiting

Hasil perhitungan nilai manfaat kepiting hutan mangrove yaitu dengan menghitung nilai pendapatan masyarakat dari pengambilan kepiting. Semua penerimaan dari hasi produksi kepiting di kuragi dengan pengeluaran pada saat melakukan pengambilan kepiting di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar dapat dilihat pada tabel 10.

43 Tabel 10. Pendapatan Kepiting di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang

Kabupaten Takalar.

Sumber : Data primer setelah diolah 2022

Berdasarkan Tabel 10 diketahui bahwa nilai manfaaat ekonomi langsung hutan mangrove berupa kepiting Rp. 142.085.000,-/tahun dengan rata-rata Rp. 14.208.500,-/tahun, penerimaan kepiting sebanyak Rp. 144.000.000,-/tahun dengan rata-rata Rp. 14.400.000,-/tahun biaya penangkapan kepiting sebesar Rp.1.915.000,-/tahun dengan rata-rata Rp. 191.500,-/tahun, penerimaan produksi kepiting paling tinggi adalah responden B2 dengan pendapatan nilai manfaat lansung sebesar Rp.22.895.000,-/tahun dengan frekuensi penangkapan kepiting 4 kali dalam sepekan dengan jumlah 1 tahun sebanyak 576 kg/tahun. Sedangkan Responden dengan nilai manfaat yang paling kecil adalah responden B5 dengan nilai manfaat Rp.3.685.000,-/tahun dengan frekuensi pengambilan kepiting 2 kali dalam sepekan dengan pengambian selama 1 tahun sebanyak 96 kg/tahun.

Besar kecilnya pendapatan nilai manfaat ekonomi hutan mangrove dari penangkapan kepiting tergantug pada jumlah produksi kepiting dan biaya

No Nama

Total 144.000.000 1.915.000 142.085.000

Rata-Rata Responden 14.400.000 191.500 14.208.500

44 produksi kepiting dan rincian hasil produksi kepiting responden dapat di lihat pada lampiran 10.

Penelitian nilai manfaat lansung produksi kepiting juga telah dilakukan oleh Ariftia, (2014) di hutan magrove Desa Manggara, Kecamatan Labuhan Mangarai, Kabupaten Lampung Timur, menunjukkan bahwa nilai produksi manfaat lansung kepiting sebesar Rp.261.000.000,-/tahun, nilai ini lebih kecil dari produksi ikan di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar yaitu sebesar Rp. 142.085.000,-/tahun.

3. Ikan

Hasil perhitungan nilai manfaat ikan hutan mangrove yaitu dengan menghitung nilai pendapatan masyarakat dari pengambilan ikan. Semua penerimaan dari hasi produksi ikan di kuragi dengan pengeluaran pada saat melakukan pengambilan ikan di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar dapat di lihat pada Tabel 11.

45 Tabel 11. Pendapatan Ikan di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang

Kabupaten Takalar.

Total Keseluruhan 223.440.000 8.780.000 214.660.000 Rata-Rata

Responden 17.187.692 675.384 16.512.308

Sumber : primer setelah diolah 2022

Berdasarkan Tabel 11 di atas di ketahui bahwa nilai manfaat ekonomi manfaat lansung hutan mangrove berupa ikan sebesar Rp. 214.660.000,-/tahun

dengan rata-rata Rp. 16.512.308,-/tahun, penerimaan sebesar Rp. 223.440.000,-/tahun dengan rata-rata Rp. 17.187.692,-/tahun, biaya

penangkapan ikan sebesar Rp.8.780.000,-/tahun dengan rata-rata Rp. 675.384,-/tahun. Penerimaan produksi ikan paing tinggi adalah responden C12 dengan nilai manfaat lansung sebesar Rp. 31.250.000,-/tahun hal ini disebabkan karna frekuensi penagkapan ikan responden C12 lebih banyak dibandingkan responden lainya yaitu sebanyak 6 kali sepekan dengan jumlah selama 1 tahun sebanyak 912kg/tahun. Sedangkan responden yang memiliki nilai manfaat lansung dari produksi ikan yang paling rendah adalah responden C3 dengan nilai manfaat

46 lansung Rp. 8.050.000,-/tahun hal ini disebabkan karena frekuensi penagkapan ikan oleh C3 lebih rendah dibandingkan dengan yang lain yaitu sebanyak 4 kali sepekan dengan pendapatan selama 1 tahun sebanyak 240 kg/tahun. Besar kecilnya pendapatan nilai manfaat ekonomi hutan mangrove dari penangkapan kepiting tergantug pada jumlah produksi kepiting dan biaya produksi kepiting dan rincian hasil produksi kepiting responden dapat di lihat pada lampiran 11.

Penelitian nilai manfaat lansung produksi ikan juga telah dilakukan oleh Sukma, (2017) di hutan magrove Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menunjukkan bahwa nilai produksi manfaat lansung ikan sebesar Rp.6.300.000,-/tahun hal ini membuktikan bahwa hutan mangrove mempunyai dampak yang besar terhadap produksi ikan di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar.

D. Total Nilai Manfaat Langsung Hutan Mangrove

Nilai total manfaat hutan mangrove diperoeh dengan menjumlahkan semua nilai yang terkandung. Total nilai manfaat ekonomi hutan manrove diperoleh dari nilai manfaat ekonomi produksi kayu bakar, nilai manfaat ekonomi produksi kepiting, nilai manfaat ekonomi produksi ikan. Hasil penjumlahan dari ketiga manfaat tersebut diperoleh nilai ekonomi manfaat lansung hutan mangrove, secara lengkap nilai manfaat lansung hutan mangrove dapat di lihat pada Tabel 12.

Tabel 12. Total Nilai Manfaaat Langsung Hutan Mangrove di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar.

47 No Nilai Manfaaat Ekonomi Nilai Total

(Rp/Tahun)

Sumber : Data primer setelah diolah 2022

Berdasarkan Tabel 12 di ketahui bahwa total nilai manfaat langsung hutan mangrove sebesa Rp. 142.085.000,-/tahun, nilai yang manfaat yang paling besar di dapat dari penangkapan ikan sebesar Rp. 214.660.000,-/tahun dengan presentase 57,15% sedangkan kepiting sebesar Rp. 142.085.000,-/tahun dengan presentase 37,83%, dan yang paling kecil adalah manfaat langsung dari kayu bakar sebanyak Rp.18.880.000,-/tahun dengan rata-rata 5,02% dari total keseluruhan nilai manfaat langsung hutan mangrove di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar.

Gambar 3. Nilai Manfaat Langsung Hutan Mangrove

Besar kecilnya niai yang didapatkan dari masing-masing manfaat ekonomi hutan mangrove tergantung pada pengeloaan dan pemanfaatan hasil hutan mangrove oleh responden (masyarakat). Baik ari jumah hasil produksi, biaya

5%

38%

57%

Nilai Manfaat Langsung Hutan Mangrove

Kau Bakar Kepitimg Ikan

48 pengeluaran selama produksi, maupun harga jual produknya. Nilai manfaat ekonomi untuk kayu bakar sangat kecil dikarenakan manfaat kayu bakar di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar pada umumnya masyarakat menggunakan kompor gas sebagai penganti kayu, hanya waktu tertentu saja masyarakat menggunakan kayu bakar misal pada acara besar seperti pernikahan dan acara besar lainya. Berdasarkan Tabel 12 dapat di lihat nilai manfaat ekonomi dengan persentase tertinggi yaitu nilai manfaaat ikan sebesar Rp. 214.660.000,-/tahun dengan presentase 57,15%, berdasarkan data responden dapat di katakan bahwa nilai manfaat ikan tertinggi karena pada umumnya mata pencaharian masyarakat di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar adalah nelayan.

49 VI. PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa :

1. Nilai Manfaat langsung hutan mangrove di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar yaitu manfaat langsung kayu bakar, kepiting dan ikan.

2. Nilai total Harga jual manfaat langsung di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar sebanyak Rp. 375.625.000,-/tahun atau yang terdiri dari: Kayu bakar Rp. 18.880.000,-/tahun (5%),

Kepiting sebanyak Rp. 142.085.000,-/tahun (38%), dan Ikan sebanyak Rp. 214.660.000,-/tahun (57%),.

B. Saran

Memperhatikan nilai manfaat langsung hutan magrove yang ada Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar ternyata mempunyai nilai manfaat bagi masyarakat yang berada di sekitar hutan mangrove oleh karenanya kelestarian hutan magrove harus tetap di jaga guna ketersediaan sumber daya hutan magrove tetap terjamin.

50 DAFTAR PUSTAKA

Anonim d. 2010. Zonasi Hutan Mangrove. http://muhamaze.wordpress.com/

category/sains/ page/2/.

Ariftia, R. I., Qurniati, R., dan Hernawati, S. (2014). Nilai Ekonomi Total Hutan Mangrove Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Sylva Lestari, 2 (3), 19-28.

Bahruni. 1999. Diktat Penilaian Sumberdaya Hutan dan Lingkungan. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Bishop, J.T. 1999. Valuing Forests : A Review of Methods and Applications in Developing Countries. International Institute for Environment and Development. London.

Cecep Kusmana. 2009. Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan IPB, Bogor Eko Pujiono. 2014. Struktur Dan Komposisi Jenis Hutan Mangrove Di Golo

Sepang – Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat. Peneliti pada Balai Penelitian Kehutanan Kupang.

Harahap. N. 2011.Valuasi Ekonomi Ekosistem Hutan Mangrove Dalam Perencanaan Wilayah Pesisir Berk Penel Hayati Edisi Khusus: 7A(59-67) Ihsan. 2015. Pemanfaatan Sumberdaya Rajungan (Portunus pelagicus) Secara

Berkelanjutan di Perairan Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan. Institut Pertanian Bogor, 207 p.

Imran, Ali dan Efendi, Ismail.2016. Inventarisasi Mangrove di Pesisir Pantai Cemare Lombok Barat. JUVE; vol. I

Kusmana, Cecep. (2009). Sistem Mangrove Secara Terpadu Bandung Worshop Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Jawa Barat di Hotel Katulistiwa Jatinangor,18 Agustus 2009.

Kustanti. Asihing. 2011. Manajemen Hutan Mangrove.IPB Press: Kampus IPB Taman Kencana Bogor.

Muarif, 2016. Hutan Mangrove Fungsi Dan Manfaatnya. Yogyakarta.Kanisius.

Muarif, M., & M, S. (2021). Karakteristik Ekologi Mangrove Di Kawasan Silvoakuakultur . Jurnal Mina Sains

Mursalam, 2021. Nilai Manfaat Langsung Hutan Mangrove Di Kelurahan Takalar

51 Lama Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar. Fakultas Pertanian, Universitas Muhammdiyah Makassar. Makassar.

Nurfatrani, 2006. Konsep Ekonomi Total Dan Metode Penilaian Sumber Daya Hutan Ekonomi Sosial Ekonomi Dan Kegiatan Dan Kebijakan Kehutanan.

Pratiwi R. 2009. Komposisi Keberadaan Krustasea di Mangrove Delta Mahakam Kalimantan Timur. Pusat Penelitian Oseanografi. LIPI. Jakarta.

Setiyowati, Dkk. 2016. Ekosistem Mangrove (Keanekaragaman, Fitoremidiasi, Stok Karbon, Peran Dan Pengelolaan)

Sofian, A., Harahab, N Dan Marsoedi. 2012. Kondisi Dan Manfaat Langsung Ekosistem Mangrove Desa Penunggul Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. El-Hayah. Vol. 2, No. 2 Maret 2012 (56-63).

Sribianti I. 2008. Valuasi Ekonomi Lahan Mangrove Pada Berbagai Sistem Pengelolaan Di Sulawesi Selatan. Disertasi Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Makassar

Subiandono. 2011. Penyerapan Polutan Logam Berat (Hg,. Pb dan Cu) Oleh Jenis-Jenis Mangrove. Jurnal Penelitian Hutan dn.

Sukma, Febi dkk. (2017). Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Fakultas Kedokteran Dan Kesehatan Universitas Muhammadiah Jakarta.

Suzana, Benu Olfie L., et al. Ekonomi Sumberdaya Hutan Mangrove Di Desa Palaes Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara." Agri- Sosioekonomi 7.2 (2011): 29-38

Tjandra, E dan Ronaldo Y. 2011. Mengenal Hutan Mangrove. Jakarta : Cita insane madani (cim)

Wijaya, 2011. Pengelolaan Zona Pemanfaatan Ekosistem Mangrove Melalui Optimasi Pemanfaatan Sumberdaya Kepiting Bakau (Scylla serata) di Ta-man Nasional Kutai Provinsi Kali-Ta-mantan Timur. [Disertasi]. IPB. Bogor.

274 hlm.

52 Lampiran 1. Kuisioner Penelitian

Kuisioner Penelitian

Nilai Manfaat Langsung Hutan Mangrove di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar

B. KUISEONER PENANGKAP IKAN No Nama Responden Produksi

53 4. Pekerjaan :

5. Tingkat Pendidikan : 6. Jumlah Tanggungan :

B. KUISEONER PENANGKAP KEPITING No Nama Responden Produksi

(Kg)

Intentitas

(kali/minggu) Harga (Rp) 1

No Nama Peralatan Masa pakai Jumlah Harga satuan Total 1

Total Biaya A. IDENTITAS RESPONDEN

1. Nama : 2. Jenis Kelamin : 3. Umur : 4. Pekerjaan : 5. Tingkat Pendidikan : 6. Jumlah Tanggungan :

54 B. KUISEONER PENCARI KAYU BAKAR

No Nama Responden Produksi (Kg)

Intentitas

(kali/minggu) Harga (Rp)

1

No Nama Peralatan Masa pakai Jumlah Harga satuan Total

1

Total Biaya

55 Lampiran 2. Data Responden Tabulasi Hasil Peneitian

No Kode

56 Lampiran 3. Identitas Responden yang Ada di Kawasan Hutan Mangrove

No Kode Nama

Responden Umur Tingkat Pendidikan

57 Lampiran 4. Data Penerimaan Kayu Bakar

No Nama Sumber: Data primer setelah diolah, 2022.

58 Lampiran 5. Biaya Kayu Bakar

No Nama Peralatan Masa

Sumber: Data primer setelah diolah, 2022.

59 Lampiran 6. Tabel Pendapatan Kayu Bakar

No Nama Responden Penerimaan (Rp/Tahun)

Pengeluaran (Rp/Tahun)

Pendapatan (Rp/Tahun)

1 Sangkala 2.160.000 80.000 2.080.000

2 Dg Raba 2.400.000 85.000 2.315.000

3 Dg Siriwa 4.320.000 125.000 4.195.000

4 Dg liwang 2.400.000 140.000 2.260.000

5 Ruswandi 2.160.000 125.000 2.035.000

6 Samsul 4.800.000 95.000 4.705.000

7. Muh Yamin 1.440.000 150.000 1.290.000

Total 19.680.000 800.000 18.880.000

Rata-Rata Responden 2.811.429 114.285 2.697.143

60 Lampiran 7. Data Penerimaan Kepiting

No Nama

Total Penerimaaan 144.000.000

Rata- Rata Responden 14.400.000

61 Lampiran 8. Biaya Penangkapan Kepiting

No Nama Peralatan Masa

62

Lampiran 9. Tabel Pendapatan Kepiting

No Nama 6 Jamaluddin 23.040.000

215.000 22.825.000 Sumber: Data primer setelah diolah, 2022.

63 Lampira 10. Data Penerimaaan Ikan

No Nama

Sumber: Data primer setelah diolah, 2022.

Sumber: Data primer setelah diolah, 2022.

64 Lampiran 11. Biaya Penangkapan Ikan

No Nama Peralatan Masa

65

66 Rokok 1 Hari 1 Bungkus 15.000 15.000

Total 1.285.000

12 Dg Dulla

Jaring 2 Bulan 6 Buah 300.000 1.600.000 Gabus 4 Bulan 3 Buah 20.000 60.000 Bensin 1 Hari 1 Liter 10.000 10.000

Total 1.670.000

13 Kahar

Jaring 4 Bulan 3 Buah 300.000 900.000 Gabus 4 Bulan 3 Buah 20.000 60.000 Bensin 1 Hari 1 Liter 10.000 10.000

Total 970.000

Total Keseluruhan 10.849.000

Rata-Rata Responden 834.538

Sumber: Data primer setelah diolah, 2022.

67 Lampiran 12. Data Penangkapan Ikan

No Nama Penerimaaan Pengeluaran Pendapatan

1 Muh Yamin 16.800.000 685.000 16.115.000

2 Abu bakar 21.840.000 370.000 21.470.000

3 Jamaluddin 8.400.000 350.000 8.050.000

4 Saruali 8.400.000 705.000 7.695.000

5 Dg Tojeng 15.120.000 700.000 14.420.000

6 Abdul rahman 16.800.000 1.000.000 15.800.000

7 Arifin 16.800.000 650.000 16.150.000

8 Umar 21.840.000 650.000 21.190.000

9 Abdul gani 23.520.000 695.000 22.825.000

10 Dg Lala 16.800.000 670.000 16.130.000

11 Sado 11.760.000 665.000 11.095.000

12 Dg Dulla 31.920.000 670.000 31.250.000

13 Kahar 13.440.000 970.000 12.470.000

Total Keseluruhan 223.440.000 8.780.000 214.660.000 Rata-Rata Responden 17.187.692 675.384 16.512.308

68 Lampiran 13 : Dokumentasi

Gambar 4. Proses Pengambilan Kayu Bakar

69 Gambar 5. Proses Pemasangan Rakkang

70 Gambar 6. Proses Penangkapan Ikan

71 Gambar 7. Kantor Desa Cikoang

72 Lampiran turniting

73

74

75

76

77

RIWAYAT HIDUP

RANA RIK SYAHRIR Lahir di Desa Bategulung Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan Pada Tanggal 30 Desember 1998. Anak ke-2 dari 9 bersaudara, yang merupakan anak dari pasangan Syahrir dan Ramla.

Penulis mulai memasuki pendidikan SD Negeri Karebasse pada tahun 2005 dan tamat 2011. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 4 Bontonompo dan tamat tahun 2014, kemudian melanjutkan ke jenjang pendidikan sekolah menengah atas pada tahun 2013 di SMA Negeri 1 Bontonompo dan tamat tahun 2017. Kemudian lanjut Universitas dan diterima di Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar Program Strata Satu (S1) pada tahun 2017.

Penulis juga pernah melakukan kegiatan Magang di Sulawesi Community Foundation Kelurahan Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada tahun 2020 selama 40 hari dan Penulis juga pernah Mengikuti kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba selama kurang lebih 2 bulan tergolong singkat disebabkan Covid 19 .

78 Tugas terakhir dalam pendidikan perguruan tinggi diselesaikan dengan menulis skripsi yang berjudul “Nilai Manfaat Langsung Hutan Mangrove di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar”.

Dokumen terkait