C. Tari Zapin Sebagai Sarana Dakwah Islamiah 1. Seni Tari dan Islam
4. Nilai-Nilai Dakwah Islamiah Pada Tari Zapin
Zapin adalah seni tari yang dipersiapkan oleh orang-orang Yaman sebagai sarana dakwah islamiah di Malaysia. Hal itulah yang membuat seni tari zapin ketika telah berakulturasi menjadi tari zapin Melayu tetap digunakan sebagai sarana dalam menyebarkan kebaikan. Nilai-nilai tersebut menjadi nilai dakwah dalam tari zapin Melayu untuk mengajak siapapun kepada kebaikan, baik yang melihat maupun yang turut serta masuk ke dalam tariannya.
Nilai-nilai dakwah haruslah mencakup di dalamnya aspek-aspek seperti ketuhanan atau tauhid. Hal tersebut disebabkan karena aktivitas manusia selalu berkaitan dengan konsep ketuhanan. Disamping itu, nilai-nilai dakwah harus mencakup aspek-aspek moralitas juga, sebagaimana yang diungkapkan Basit (2006:206-270) bahwa nilai dakwah islamiah meliputi nilai kesyukuran, nilai kesabaran, dan nilai kerja keras.
Dari ketiga nilai itu, dua di antaranya seperti nilai kesabaran dan nilai kerja keras terdapat pada seni tari zapin Melayu dan nilai kesyukuran terdapat pada kedua seni tari tersebut yaitu zapin Melayu dan Yaman.
a. Nilai Dakwah Islamiah pada Tari Zapin Yaman
Pada seni tari zapin Yaman terdapat nilai kesyukuran, sebab dalam lirik syair atau lagu dan gerakan hentak kaki tari zapin Yaman mengajak kepada commit to user
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
73
rasa mahabbah atau rasa cinta pada sang pencipta yaitu Allah SWT dan utusannya Nabi Muhammad SAW. Nilai rasa syukur ini diambil dari nilai dakwah menurut Basit (2006:260), yaitu rasa terima kasih kepada Tuhan.
Oleh sebab itu, menumbuhkan rasa mahabbah atau cinta merupakan bagian nilai dakwah islamiah, tanpa rasa cinta kepada sang pencipta, seseorang itu tidak akan dapat mensyukuri segala pemberiannya.
Hal ini sebagaimana yang dikatakan Syaroni (2010:24) bahwa apabila seseorang itu kosong dari rasa cinta sama saja seperti jiwa yang tidak ada ruhnya. Nilai cinta kepada Tuhan sama seperti nilai dakwah islamiah yaitu nilai kesyukuran yang diselipkan oleh orang Yaman dalam mendakwahkan Islam menggunakan tari zapin di Malaysia.
Nilai tersebut terletak pada gerak rentak kaki seni tari zapin Yaman. Hal itu diambil dari kisah yang memiliki suatu filosofi sebagai rasa syukur atau ucapan terima kasih pada seseorang. Filosofi tersebut diambil dari kisahnya Ja’far saat diutus ke Madinah oleh Nabi Muhammad untuk menemani putri dari Hamzah. Pada saat itu, ketika Ja’far diperbolehkan ikut, ia langsung senang dan gembira dengan menghentakan kakinya. Hal tersebut dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atau terima kasih yang diekspresikan melalui gerakan (Tomi, 2020: 29).
b. Nilai Dakwah Islamiah pada Tari Zapin Melayu (Hasil Akulturasi Antara Tari Zapin Yaman dan Tari Melayu)
Di antara nilai-nilai dakwah islamiah yang telah diungkapkan Basit, ada tiga yang terdapat dalam seni tari zapin Melayu, yaitu:
commit to user
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
74
1) Nilai Kesyukuran
Nilai kesyukuran yang dimaksud di sini nilai rasa syukur terhadap sang pencipta. Nilai ini tetap ada setelah tari zapin Yaman berakulturasi dengan tari melayu di Malaysia yang menjadi tari zapin Melayu. Nilai tersebut sama-sama terletak pada lagu atau syair tari zapin dan gerakan rentak kaki. Setelah kedua tarian itu berakulturasi, dipraktikkan dengan bahasa berbeda yaitu bahasa Melayu. Untuk gerakan tari zapin Melayu memiliki filosofi dari variasi gerakan yang berbeda-beda.
Gerakan yang memiliki nilai rasa syukur bermuara pada kisah Ja’far yaitu saat ia ditunjuk oleh Nabi Muhammad sebagai wali dari puterinya Hamzah. Nilai tersebut ternyata berhubungan dengan seni tari Melayu saat belum berakulturasi dengan tari zapin Yaman yaitu sebagai ucapan rasa syukur dan terima kasih melalui ritual yang diperuntukan kepada Tuhan atau penguasa alam (Tomi, 2020: 24). Oleh sebab itu nilai syukur tersebut tetap ada, akan tetapi lebih dominan kepada sisi keislamannya yang mana makna rasa syukurnya diperuntukkan kepada Allah SWT.
Nilai rasa syukur ini juga terdapat dalam gerakan alif sembah yaitu gerakan pembuka pada zapin Melayu. Makna filosofisnya terletak pada saat penari duduk bersipuh dan meletakkan tangannya di atas. Duduk bersipuh menandakan dirinya rendah di hadapan Allah SWT dan tangan yang di atas menandakan permohonan adab kepada Allah SWT serta para orang di depannya. Dari kedua bentuk yang ada pada gerakan alif sembah menandakan adanya nilai rasa kesyukuran yang merupakan salah satu nilai dakwah islamiah.
commit to user
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
75
2) Nilai Kesabaran
Nilai kesabaran menjadi salah satu nilai dakwah islamiah karena nilai kesabaran diajarkan oleh agama Islam kepada setiap pemeluknya yaitu agar selalu senantiasa bersabar dalam keadaan apapun. Nilai sabar terdapat dalam tari zapin Melayu yang merupakan hasil akulturasi dari tari zapin Yaman dengan tari Melayu.
Nilai tersebut terletak pada filosofi geraknya yang bernama gerakan shut. Filosofi dan gerakannya mengajarkan makna keseimbangan hidup agar selalu mengedepankan sikap kesabaran sebagaimana gerakannya dilakukan setelah gerak bebas. Gerakannya dilakukan dengan cara maju mundur sambil menjaga keseimbangan tubuh dan rasa sabar agar tidak tergesa-gesa maju ataupun mundur.
3) Nilai Kerja Keras
Nilai kerja keras ini menjadi nilai dakwah islamiah karena dalam Islam mengajarkan konsep untuk berusaha ketika menjalani kehidupan.
Agama Islam mengajarkan setiap pemeluknya itu tidak bersedih dan mengeluh serta berputus asa. Pada tari zapin Melayu, nilai kerja keras ini terletak pada filosofi gerakannya, yaitu gerak siku keluang.
Gerakannya mirip dengan gerakan shut yaitu maju mundur, akan tetapi ada sedikit variasi di tangan. Oleh sebab itu, nilai filosofis yang melekat pada gerakan siku keluang ini adalah nilai kerja keras. Hal tersebut sebagaimana seorang penari harus bekerja keras ketika memainkan tangannya agar tari tetap stabil dan dinamis.
Makna filosofis kerja keras sendiri relevan dengan falsafah Melayu yang mengajarkan seseorang untuk bertahan hidup, dan menyesuaikan commit to user
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id