• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Identifikasi Nilai-Nilai Dasar ASN

Sebagaimana yang tercantum dalam UU ASN Nomor 5 Tahun 2014, bahwa dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perlu dibangun aparatur sipil negara yang profesional, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Disebutkan juga bahwa untuk mewujudkan aparatur sipil negara sebagai bagian dari reformasi birokrasi, perlu ditetapkan aparatur sipil negara sebagai profesi yang memiliki kewajiban mengelola dan mengembangkan dirinya dan wajib mempertanggungjawabkan kinerjanya dan menerapkan prinsip merit dalam pelaksanaan manajemen aparatur sipil negara. Untuk mencapai terciptanya aparatur sipil negara seperti yang diamanahkan dalam UU ASN tersebut di atas, maka perlu adanya penerapan nilai-nilai dasar profesi PNS semenjak dilakukannya diklat prajabatan.

Berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara No. 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, pasal 5 ayat 1 menyebutkan pelatihan dasar CPNS bertujuan untuk mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara integrasi dan pasal 6 ayat 1 menyebutkan kompetensi yang dikembangkan dalam pelatihan dasar CPNS merupakan kompetensi pembentukankarakter PNS yang professional sesuai bidang tugas. Oleh karena itu, peserta pelatihan dasar CPNS diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai dasar ASN dengan cara mengalami sendiri dalam penerapan dan aktualisasi pada tempat tugas, sehingga peserta dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Nilai-nilai dasar ASN yang

merupakan seperangkat prinsip yang menjadi landasan dalam menjalankan profesi ASN adalah sebagai berikut:

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab dan amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik.

Nilai-nilai dasar dari akuntabilitas adalah sebagai berikut: • Kepemimpinan • Transparansi • Integritas • Tanggung jawab • Keadilan • Kepercayaan • Keseimbangan • Kejelasan • Konsistensi 2. Nasionalisme

Nasionalisme adalah pondasi bagi aparatur sipil negara untuk mengaktualisasikan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dengan orientasi mementingkan mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara.

(1) Sila ke-1 • Religius

• Hormat-menghormati

• Tidak memaksakan satu agama • Toleransi

• Jujur • Amanah

(2) Sila ke-2 • Adil

• Persamaan derajat • Tidak diskriminatif

• Mencintai sesame manusia • Tenggang rasa

• Membela kebenaran (3) Sila ke-3

• Persatuan • Rela berkorban • Cinta tanah air

• Memelihara ketertiban • Disiplin • Gotong-royong (4) Sila ke-4 • Musyawarah • Kekeluargaan • Menghormati keputusan • Tanggung jawab • Kepentingan bersama

• Menghargai pendapat orang lain (5) Sila ke-5

• Sosial

• Tidak menggunakan hak yang bukan miliknya • Hidup sederhana

• Kerja keras

• Menghargai karya orang lain 3. Etika Publik

Etika merupakan refleksi atas standar norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.

Nilai dasar etika publik, antara lain: • Jujur • Bertanggung jawab • Integritas tinggi • Cermat • Disiplin • Hormat • Sopan

• Taat pada peraturan perundang-undangan • Taat perintah

• Menjaga rahasia 4. Komitmen Mutu

Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain mengedepankan komitmen terhadap kepuasan dan memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara.

Indikator keberhasilan dari komitmen mutu antara lain: • Efektif

• Efisien

• Mengandung inovasi

• Kinerja yang berorientasi mutu

Sedangkan nilai-nilai dasar orientasi mutu, antara lain: • Komitmen bagi kepuasaan masyarakat

• Pemberian layanan yang cepat, tepat dan dengan senyuman ramah • Pemberian layanan yang menyentuh hati, tanpa cacat, tanpa kesalahan,

dan tidak ada pemborosan

• Dapat memberi perlindungan kepada publik, terutama ketika terjadi perubahan

• Upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui berbagai cara (pendidikan, pengembangan ide kreatif, kolaborasi, dan benchmark) 5. Anti Korupsi

Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah atau tindakan yang melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Tindak pidana korupsi terdiri dari kerugian keuangan negara, suap menyuap, pemerasan, perbuatan curang, penggelapan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi.

Nilai-nilai dasar anti korupsi, antara lain: • Jujur • Peduli • Mandiri • Disiplin • Tanggung jawab • Kerja keras • Sederhana • Berani • Adil

B. Peran dan Kedudukan ASN dalam NKRI 1. Whole Of Goverment ( WoG )

WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen, program, dan pelayanan publik. Di dalam WoG terdapat bebarapa nilai indikator yaitu komunikasi, koordinasi, kolaborasi, informasi, dan sinkronisasi.

Pendekatan WoG dapat dilakukan dalam beberapa cara, antara lain: (1) Pernyataan koordinasi antar lembaga

(3) Membentuk gugus tugas (4) Koalisi social

2. Pelayanan Publik

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang–undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas jasa, barang dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggaraan publik. Di dalam pelayanan publik terdapat beberapa nilai indikator yaitu kesederhanaan; kejelasan; kepastian waktu; akurat, keamanan; kelengkapan sarana dan prasarana; kemudahan akses; kedisiplinan, kesopanan dan keramahan; serta kenyamanan.

3. Manajemen ASN

Manajemen ASN yaitu manajemen kepegawaian suatu proses pengelolaan pegawai/karyawan mulai dari perekrutan/rekruitmen sampai PHK (Putusan Hubungan Kerja supaya pegawai memberikan andil besar dalam lembaga untuk mencapai tujuan individu, lembaga dan masyarakat. Didalam Manajemen Pegawai terdapat beberapa nilai indikator yaitu kepastian hukum, profesionalisme, proporsionalitas, keterpaduan, delegasi, netralitas, akuntabilitas, efektif dan efisen, keterbukaan, nondiskriminatif, persatuan dan kesatuan, keadilan dan kesetaraan, kesejahteraan.

BAB IV

RANCANGAN AKTUALISASI DAN NILAI-NILAI DASAR ASN A. Identifikasi Isu-isu Aktual dan Gagasan Penanganan Isu

1. Identifikasi Isu-isu Aktual

Guru merupakan pemegang peranan utama dalam proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan peserta didik atau dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Seorang guru juga berperan sebagai orang tua kedua bagi peserta didik ketika berada di sekolah.

Peran utama guru dalam mewujudkan tujuan pembangunan khususnya dibidang pendidikan, mewajibkan guru memiliki kompetensi guru yang terdiri dari kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian. Tetapi pada kenyataannya penerapan kompetensi yang dimiliki guru dalam proses belajar mengajar, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Masih ditemukan beberapa masalah yang dihadapi peserta didik. Oleh karena itu, sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan perlu dibuat rancangan atau perencanaan kegiatan belajar mengajar supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti selama melaksanakan proses belajar mengajar di SMP Negeri 4 Satap Embaloh Hilir terdapat isu-isu aktual yang dihadapi, antara lain:

a. Rendahnya kesadaran peserta didik menjalankan sopan santun. Sopan santun adalah sikap ramah yang diperlihatkan pada beberapa orang dihadapannya dengan maksud untuk menghormati orang tersebut, sehingga membuat kondisi yang nyaman serta penuh keharmonisan, sikap sopan santuh hendak ditanamkan oleh tiap tiap peserta didik mulai dari kecil sehingga menjadi kebiasaan sampai dihari tua.

Dari hasil pengamatan penulis di SMP Negeri 4 Satap Embaloh Hilir, bahwa sikap sopan santun terhadap guru masih rendah dikarenakan kurangnya kesadaran siswa pentingnya sikap sopan santun dilingkungan sekolah maupun di masyarakat. Ini dilihat dari kurangnya tegur sapa siswa kepada guru.

b. Rendahnya minat belajar matematika peserta didik di sekolah

Minat adalah rasa ketertarikan, perhatian, keinginan lebih yang dimiliki seseorang terhadap suatu hal, tanpa ada dorongan. Orang yang mempunyai minat terhadap sesuatu, ia akan berusaha lebih keras untuk memperoleh sesuatu yang diminatinya atau dengan kata lain dengan adanya minat dalam diri seseorang, maka ia akan termotivasi untuk mendapatkan sesuatu itu. minat belajar adalah suatu ketertarikan terhadap suatu pelajaran yang kemudian mendorong individu untuk mempelajari dan menekuni pelajaran tersebut. Dari pengamatan dalam pembelajaran tatap muka terbatas, ada beberapa peserta didik SMP Negeri 4 Satap Embaloh Hilir cenderung tidak fokus dalam kegiatan pembelajaran matematika. Terlihat dari peserta didik mengantuk, kurang aktif maju di depan kelas dan tidak semangat dalam kegiatan pembelajaran.

Beberapa indikasinya adalah saat pembelajaran sedang berlangsung, terlihat peserta didik kurang aktif, peserta didik hanya mendengarkan penjelasan guru saja, sikap peserta didik yang terkesan malas-malasan dalam menerima pelajaran, peserta didik berbicara dengan temannya, peserta didik malu untuk bertanya kepada guru jika mengalami kesulitan, yang dikarenakan proses pembelajaran disampaikan guru bersifat monoton

c. Rendahnya kesadaran peserta didik akan kebersihan lingkungan sekolah.

proses belajar mengajar menjadi baik, sebaliknya jika lingkungan sekolah kotor maka akan menimbulkan dampak negatif, sehingga kegiatan belajar mengajarpun menjadi tergangu dan malas dalam belajar serta sulit menerima pelajaran yang disampaikan oleh guru. Dilingkungan SMP Negeri 4 Satap Embaloh Hilir sudah cukup asri dan nyaman karena banyak tanaman dan perpohonan yang ada disekolah, namun berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan selama ini, masih ada peserta didik yang buang sampah sebarangan setelah jajan di kantin ataupun toko di dekat sekolah, walaupun sudah sering diingatkan sehari hari oleh masing-masing wali kelas, kesadaran peserta didik untuk membuang sampah dan menjaga kebersihan lingkungan masih rendah.

d. Rendannya kedisiplinan peserta didik dalam belajar

Disiplin belajar adalah kesadaran untuk mengendalikan atau mengontrol dirinya untuk sunguh-sunguh belajar, disiplin belajar berfungsi sebagai pengendalian diri peserta didik tersebut sehingga belajar akan penuh sukacita/bersyukur. Kedisiplinan dalam proses pendidikan sangat diperlukan karena bukan hanya untuk menjaga kondisi suasana belajar dan mengajar berjalan dengan lancar, tetapi juga untuk menciptakan pribadi yang kuat bagi siswa.

Dari hasil konsultasi penulis dengan kepala sekolah SMP Negeri 4 Satap Embaloh Hilir dikatakan bahwa kedisiplinan siswa di SMP Negeri 4 Satap Embaloh Hilir sudah mulai melemah dilihat dari siswa yang sering terlambat datang ke sekolah, tidak menaati peraturan sekolahdan tidak mengumpulkan tugas tepat waktu dll. 2. Penetapan Isu Aktual Prioritas

Dalam melaksanakan proses pembelajaran tatap muka terbatas di SMP Negeri 4 satap Embaloh Hilir, terdapat berbagai isu aktual yang dihadapi, dan berpengaruh pada warga sekolah di SMP Negeri 4 satap Embaloh Hilir, diantaranya:

2) Rendahnya minat belajar matematika peserta didik di sekolah 3) Rendahnya kesadaran peserta didik akan kebersihan lingkungan

sekolah.

4) Rendannya kedisiplinan peserta didik dalam belajar.

Untuk menentukan isu prioritas maka digunakan metode APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Layak) dengan skala penilaian 1 sampai 5.

Tabel 4.1

Tabel Isu Prioritas di SMP Negeri 4 Satap Embaloh Hilir

No ISU PERMASALAHAN KRITERIA Jumlah Peringkat A P K L

1 Rendahnya kesadaran peserta

didik menjalankan sopan santun. 4 3 3 4 14 IV 2 Rendahnya minat belajar

matematika peserta didik di sekolah

5 4 4 4 17 I

3 Rendahnya kesadaran peserta didik akan kebersihan lingkungan sekolah.

4 4 4 4 16 II

4 Rendannya kedisiplinan peserta

didik dalam belajar 4 4 3 4 15 III

Keterangan:

5 : sangat tinggi 2 : rendah

4 : tinggi 1 : sangat rendah 3 : sedang

Dengan analisis menggunakan APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Layak) maka ditentukan “Rendahnya minat belajar matematika peserta didik di sekolah” sebagai isu aktual dengan dengan nilai skor 17. Isu tersebut menjadi prioritas karena jika tidak diatasi maka

a. Bagi Peserta didik

1) Peserta didik akan mengalami kesulitan dalam memahami dan menyelesaikan materi-materi pembelajaran matematika lainnya karena operasi hitung bilangan bulat menjadi alat bantu dalam proses penyelesaian masalah matematika.

2) Hasil belajar peserta didik menjadi rendah. b. Bagi Sekolah

Akan berdampak pada rendahnya nilai penilaian akhir semester, bahkan bisa mengakibatkan rendahnya nilai kemampuan numerasi peserta didik saat ujian assessment komptensi minimum (AKM) c. Bagi Orang Tua

Hilangnya kepercayaan kepada pihak sekolah dan menurun nya rasa bangga kepada peserta didik.

Selanjutnya isu prioritas akan dianalisis faktor penyebabnya. Memperhatikan perkembangan di SMP Negeri 4 Satap Embaloh Hilir, penulis berpendapat setidaknya ada 4 faktor penyebab munculnya isu prioritas, diantaranya:

1) Terbatasnya media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran

2) Model pembelajaran yang digunakan belum sesuai

3) Kurangnya pemahaman konsep peserta didik terhadap mata pelajaran matematika

4) Kurangnya keaktifan peserta didik terhadap mata pelajaran matematika

Untuk menentukan faktor penyebab masalah yang paling prioritas digunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth).

Tabel 4.2

Tabel Masalah Pokok di SMP Negeri 4 Satap Embaloh Hilir

No MASALAH POKOK KRITERIA TOTA

L PERINGKAT

U S G

1

Terbatasnya media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran

4 3 4 11 I

2 Model pembelajaran yang

digunakan belum sesuai 3 3 3 9 III

3

Kurangnya pemahaman konsep peserta didik terhadap mata pelajaran matematika

4 3 3 10 II

4

Kurangnya keaktifan peserta didik terhadap mata pelajaran matematika

3 2 3 18 IV

Keterangan:

5 : sangat mendesak 2 : kurang mendesak 4 : mendesak 1 : tidak mendesak 3 : cukup mendesak

Berdasarkan hasil analisis dengan metode USG, dari keempat faktor penyebab terjadinya masalah yang paling dominan adalah “Terbatasnya media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran”

3. Gagasan Penanganan Isu

Prioritas penyebab isu yang diperoleh dari analisa mengunakan metode USG yaitu “Terbatasnya media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran”, sehingga dirumuskan rancangan aktualisasi dalam gagasan penyelesaian isu yaitu “Upaya meningkatkan minat

melalui media kartu di kelas VII SMP Negeri 4 Satap Embaloh Hilir Kabupaten Kapuas Hulu”

4. Kegiatan-kegiatan

Tahapan-tahapan kegiatan yang akan saya lakukan pada saat akan melakukan rancangan aktualisasi dalam upaya menerapkan nilai-nilai dasar sebagai seorang ASN adalah sebagai berikut:

1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran matematika materi operasi hitung bilangan bulat Kelas VII Dengan Media kartu Posneg (positif negatif)

2) Menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) mata pelajaran matematika materi Operasi hitung bilangan bulat Kelas VII berbasis discovery learning

3) Membuat instrumen evaluasi mata pelajaran matematika pada materi Operasi hitung bilangan bulat Kelas VII

4) Menyusun angket minat belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika Kelas VII

5) Membuat media pembelajaran kartu posneg (positif negatif)

6) Melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan model discovery learning pada materi Operasi hitung bilangan bulat kelas VII

7) Memeriksa hasil evaluasi belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika materi Operasi hitung bilangan bulat Kelas VII

8) Memeriksa hasil angket minat belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika Kelas VII

B. Rancangan Kegiatan Aktualisasi

Tabel 4.3 Rancangan Pelaksanaan Kegiatan Rencana Aktualisasi Unit Kerja SMP Negeri 4 Satap Embaloh Hilir

Identifikasi Isu 1. Rendahnya kesadaran peserta didik menjalankan sopan santun. 2. Rendahnya minat belajar matematika peserta didik di sekolah

3. Rendahnya kesadaran peserta didik akan kebersihan lingkungan sekolah. 4. Rendannya kedisiplinan peserta didik dalam belajar.

Isu yang Diangkat Rendahnya minat belajar matematika peserta didik di sekolah Gagasan

Pemecahan Isu

Upaya meningkatkan minat belajar matematika peserta didik pada materi operasi hitung bilangan bulat melalui media kartu di kelas VII SMP Negeri 4 Satap Embaloh Hilir

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Kegiatan

Proses Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan

Nilai Dasar Aneka

Kontribusi Kegiatan Terhadap Visi Misi dan

Tujuan Organisasi Penguatan Nilai-Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 1. Menyusun Rencana Pelaksanaan

Dalam kegiatan ini saya akan:

1. Menyiapkan

Tersusun nya RPP mata

1. Dalam menyiapkan materi dan sumber bahan ajar, saya akan menyesuaikan

VISI yaitu Terwujudnya kapuas hulu yang Dengan menyusun RPP mata

matematika materi operasi hitung bilangan bulat Kelas VII dengan Media kartu Posneg (positif negatif) Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) materi pembelajaran 3. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 4. Menentukan

model dan media pembelajaran 5. Menyusun langkah-langkah pembelajaran 6. Mencetak RPP 7. Konsultasi serta meminta persetujuan materi operasi hitung bilangan bulat kelas VII dengan Media kartu Posneg (positif negatif) Target). 2. Dalam menentukan KI dan KD, saya akan menyesuaikannya dengan silabus.

(Etika Publik: Cermat) 3. Dalam merumuskan IPK,

saya akan menyesuaikan dengan tujuan

pembelajaran (Komitmen Mutu: Efektif)

4. Saya akan menentukan model dan media pembelajaran sesuai dengan lingkungan sekolah. (Komitmen Mutu: Efisien) MISI yaitu a. Mewujudkan kapuas hulu yang kreatif menuju desa mandiri, pengembangan

aktifitas ekonomi yang adil, dan pro rakyat, serta ramah investasi.

b. Mewujjudkan masyarakat kapuas hulu yang berbudaya, mandiri, cerdas, dan inovatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang memiliki daya saing c. Mewujudkan tata Operasi hitung bilangan bulat Kelas VII, saya akan memberikan penguatan nilai-nilai organisasi sekolah yaitu: kedisiplina n

terkait RPP yang sudah dibuat

langkah-langkah

pembelajaran saya akan menyesuaikan dengan kondisi dan lingkungan sekolah.

(Etika Publik: Cermat) 6. Dalam mencetak RPP

saya akan

mengerjakannya sendiri. (Anti Korupsi: Mandiri)

7. Dengan berkonsultasi,

saya akan meminta pendapat serta masukan dari kepala sekolah. (Nasionalisme: Tidak Memaksakan Kehendak) yang bersih, berwibawa dan tersedianya infrastruktur publik yang berbasis, transparan, responsibilitas dan akuntabilitas.

(LKPD) mata pelajaran matematika materi Operasi hitung bilangan bulat Kelas VII berbasis discovery learning diajarkan 2. Menentukan tujuan pembelajaran 3. Menyusun LKPD berbasis discovery learning 4. Mencetak LKPD 5. Konsultasi dengan mentor terkait LKPD yang telah dibuat pelajaran matemati ka materi Operasi hitung bilangan bulat Kelas VII berbasis discovery learning (Akuntabilitas: Kejelasan Target) 2. Dalam menentukan tujuan pembelajaran saya akan menyesuaikannya dengan silabus.

(Etika Publik: Cermat) 3. Dalam menyusun LKPD

saya akan menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran. (Komitmen Mutu: Efektif) 4. Dalam mencetak LPKD saya akan mengerjakannya sendiri. (Anti Korupsi: Mandiri) 5. Dengan berkonsultasi,

saya akan menerima kritik

berdaya saing, amanah, terampil MISI yaitu

a. Mewujudkan

masyarakat kapuas hulu yang harmonis dalam kerukunan kehidupan beragama, budaya dan keamanan b. Mewujudkan kapuas hulu yang kreatif menuju desa mandiri, pengembangan

aktifitas ekonomi yang adil, dan pro rakyat, serta ramah

matematika materi Operasi hitung aljabar Kelas VII berbasis discovery learning, saya akan memberikan penguatan nilai-nilai organisasi sekolah yaitu

(Nasionalisme: Tidak Memaksakan Kehendak)

investasi. c. Mewujjudkan

masyarakat kapuas hulu yang berbudaya, mandiri, cerdas, dan inovatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang memiliki daya saing d. Mewujudkan tata kelola pemerintah yang bersih, berwibawa dan tersedianya infrastruktur publik yang berbasis, Kejujuran dan kedisiplina n

3. Membuat instrumen evaluasi mata pelajaran matematika pada materi Operasi hitung bilangan bulat Kelas VII

Dalam kegiatan ini saya akan: 1. Merumuskan indikator serta bentuk instrumen penilaian 2. Membuat kisi-kisi instrumen penilaian 3. Menyusun instrumen penilaian 4. Membuat kunci jawaban dan penskoran instrumen penilaian yang dibuat 5. Mencetak Akan tersedian ya instrume n penilaian mata pelajaran matemati ka materi Operasi hitung bilangan bulat Kelas VII 1. Dalam merumuskan indikator serta bentuk instrumen penilaian, saya akan menyesuaikan dengan RPP.

(Akuntabilitas: Kejelasan Target)

2. Dalam membuat kisi-kisi instrumen penilaian saya akan menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran. (Komitmen Mutu: Efektif) 3. Dalam menyusun

instrumen penilaian saya akan menyesuaikan dengan kemampuan peserta didik. VISI yaitu Terwujudnya kapuas hulu yang harmonis, energik, berdaya saing, amanah, terampil MISI yaitu a. Mewujudkan masyarakat kapuas hulu yang harmonis dalam kerukunan kehidupan beragama, budaya dan keamanan b. Mewujudkan kapuas hulu yang kreatif menuju desa mandiri, pengembangan

aktifitas ekonomi yang adil, dan pro

Dengan menyediaka n instrumen penilaian mata pelajaran matematika materi Operasi hitung bilangan bulat Kelas VII, saya akan memberikan penguatan nilai-nilai organisasi sekolah

penilaian 4. Dalam membuat kunci jawaban dan penskoran instrumen penilaian, saya

akan menjaga

kerahasiaannya.

(Etika Publik: Menjaga Rahasia)

5. Dalam mencetak

instrumen penilaian, saya akan mengerjakannya sendiri.

(Anti Korupsi: Mandiri)

investasi. c. Mewujjudkan

masyarakat kapuas hulu yang berbudaya, mandiri, cerdas, dan inovatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang memiliki daya saing d. Mewujudkan tata kelola pemerintah yang bersih, berwibawa dan tersedianya infrastruktur publik yang berbasis, kejujuran

4. Menyusun angket minat belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika Kelas VII melalui

Dalam kegiatan ini saya akan:

1. Menentukan tujuan yang akan dicapai dari angket minat belajar 2. Mengidentifikasi masalah yang menjadi materi angket 3. Menyusun kalimat-kalimat pertanyaan atau pernyataan yang mewakili setiap indikator sebagaimana yang telah dijabarkan dalam kisi-kisi Akan tersedian ya angket minat belajar pada mata pelajaran matemati ka Kelas VII 1. Dalam merumuskan tujuan angket minat belajar peserta didik, saya akan menyesuaikan dengan indikator minat yang akan dicapai.

(Akuntabilitas: Kejelasan Target)

2. Dalam membuat angket minat belajar peserta didik, saya akan

Mengidentifikasi masalah yang menjadi pernyataan atau pertanyaan angket. (Komitmen Mutu: Efektif)

3. Dalam membuat

penskoran angket minat belajar peserta didik, saya

VISI yaitu Terwujudnya kapuas hulu yang harmonis, energik, berdaya saing, amanah, terampil MISI yaitu a. Mewujudkan masyarakat kapuas hulu yang harmonis dalam kerukunan kehidupan beragama, budaya dan keamanan b. Mewujudkan kapuas hulu yang kreatif menuju desa mandiri, pengembangan

aktifitas ekonomi yang adil, dan pro

Dengan menyediaka n angket minat belajar peserta didik mata pelajaran matematika materi Operasi hitung bilangan bulat Kelas VII, saya akan memberikan penguatan nilai-nilai

penskoran angket minat belajar peserta didik 4. Mencetak angket minat belajar peserta didik kerahasiaannya.

(Etika Publik: Menjaga Rahasia)

4. Dalam mencetak angket

Dokumen terkait