BAB II RANCANGAN AKTUALISASI
C. Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN
dasar ANEKA
Pengertian Indikator
1. Akuntabilitas Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggung jawaban yang harus dicapai dan dibuktikan dalam bentuk laporan.
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya menurut LAN RI dan BPKP (2001:29) bahwa akuntabilitas meliputi akuntabilitas keuangan, akuntabilitas manfaat serta akuntabilitas procedural.
a. Tanggungjawab b. Jujur
c. Kejelasan Target d. Netral
e. Mendahulukan kepentingan public f. Adil
g. Transparan
h. KonsistenPartisipatif
2. Nasionalisme Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan Negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme berasal dari kata nation, yang berarti bangsa. Nasionalisme adalah pemahanan mengenai nila-nilai kebangsaan yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah Negara dengan mewujudkan 1 konsep indentitas bersama untuk sekelompok manusia yang mempunyai tujuan atau cita-cita yang sama dalam mewujudkan ke
pentingan nasional.
a. Religius (patuh kepada ajaran agama)
b. Hormat menghormati c. Kerjasama
d. Jujur
e. Amanah(dapatdipercaya) f. Tidak diskriminatif g. Membela kebenaran h. Persatuan
i. Rela berkorban j. Cinta tanah air
k. Memelihara ketertiban l. Disiplin
m. Musyawarah n. Kekeluargaan
o. Menghormati keputusan p. Tanggung jawab
q. Kepentingan bersama
16
Tabel 3. Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN
r. Gotong royong 3. Etika Publik Etika public merupakan refleksi tentang
standar/ norma yang menentukan baik/
buruk, benar / salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan public dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
a. Jujur
b. Bertanggung jawab c. Integritas tinggi d. Cermat
j. Menjaga rahasia 4. Komitmen
mutu
Penyelenggaran pemerintah yang berorientasi pada layanan prima sudah tidak ditawar lagi ketika lembanga pemerintah ingin meningkatkan kepercayaan publik. Apabila pemerintah dapat memberikan layanan prima kepada masyarakat, maka akan menimbulkan kepuasan bagi pihak-pihak yang dilayani.
a. Efektivitas b. Efisiensi c. Inovasi
d. Berorientasi mutu
5. Anti korupsi Korupsi berasal dari kata latin Corruption yang artinya kerusakan, kebobrokan, dan kebusukan. Selaras dengan kata asalnya, korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, salah satu alasannya adalah karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup, pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas.
17
D. Nilai-nilai Dasar Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman.Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka Pegawai ASN berfungsi sebagai berikut :
a. Pelaksana kebijakan publik;
b. Pelayan publik; dan
c. Perekat dan pemersatu bangsa
Peran dari Pegawai ASN : perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalu pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang professional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk memberikan pelayanan publik yang professional dan berkualitas.Pelayanan publik merupakan kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai peraturan perundang-undangan bagi setiap warganegara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang diselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan publik dengan tujuan kepuasan pelanggan.Oleh karena itu ASN dituntut untuk professional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik menyatakan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.Sebagai seorang ASN perlu mengetahui bahwa pelayanan publik yang baik juga didasarkan pada prinsip-prinsip yang digunakan untuk merespon berbagai kelemahan yang melekat pada tubuh birokrasi.
Berbagai literatur administrasi publik menyebut bahwa prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah:
a. Partisipatif
18
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.
b. Transparan
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik harus menyediakan akses bagi warga negara untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan pelayanan publik yang diselenggarakan tersebut.
c. Responsif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya. Tidak hanya terkait dengan bentuk dan jenis pelayanan publik yang mereka butuhkan akan tetapi juga terkait dengan mekanisme penyelenggaraan layanan, jam pelayanan, prosedur, dan biaya penyelenggaraan pelayanan.
d. Tidak Diskriminatif
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak boleh dibedakan antara satu warga negara dengan warga negara yang lain atas dasar perbedaan identitas warga negara, seperti: status sosial, pandangan politik, enisitas, agama, profesi, jenis kelamin atau orientasi seksual, difabel, dan sejenisnya.
e. Mudah dan Murah
Penyelenggaraan pelayanan publik dimana masyarakat harus memenuhi berbagai persyaratan dan membayar fee untuk memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus diterapkan prinsip mudah, artinya berbagai persyaratan yang dibutuhkan tersebut masuk akal dan mudah untuk dipenuhi.
f. Efektif dan Efisien
Penyelenggaraan pelayan publik harus mampu mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak dicapainya (untuk melaksanakan mandat konstitusi dan mencapai tujuan-tujuan strategis negara dalam jangka panjang) dan cara mewujudkan tujuan-tujuan tersebut dilakukan dengan prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit, dan biaya yang murah.
g. Akuntabel
Penyelenggaraan pelayanan publik dilakukan dengan menggunakan fasilitas dan sumber daya manusia yang dibiayai oleh warga negara melalui pajak yang mereka bayar. Oleh karena itu semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dipertanggung-jawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
19
h. Berkeadilan
Penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah memiliki berbagai tujuan. Salah satu tujuan yang penting adalah melindungi warga negara dari praktik buruk yang dilakukan oleh warga negara yang lain. Oleh karena itu penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan sebagai alat melindungi kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa keadilan bagi kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok yang kuat.
i. Aksesibel
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah harus dapat dijangkau oleh warga negara yang membutuhkan dalam arti fisik (dekat, terjangkau dengan kendaraan publik, mudah dilihat, gampang ditemukan, dan lain-lain.) dan dapat dijangkau dalam arti non-fisik yang terkait dengan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut.
E. Identifikasi Isu dan Analisis Dampak Isu a. Identifikasi Isu
Sebelum menetapkan judul rancangan aktualisasi terlebih dahulu di lakukan identifikasi dan penetapan isu berdasarkan observasi penulis selama bertugas di RSUD Kab. Muna . setelah menemukan isu-isu tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi isu tersebut terkait kondisi saat ini dan kondisi yang di harapakan oleh penulis . Dari hasil identifikasi isu tersebut akan menghasilkan isu yang layak dan dijadikan rancangan aktualisasi . beberpa isu berikut di temukan oleh penulis dalam menjalankan tugas dan fungsi rekam medik terampil yang salah satunya melaksanakan analisis kuantitatif pada berkas rekam medis pasien.
Identifikasi Isu berdasarkan tugas dan fungsi
No Uraian Tugas Keadaan sekarang Keadaan
diinginkan
pemahaman petugas terhadap pentingnya pencatatan rekam medis yang lengkap pada berkas rekam medis pasien
20
medis pasien medis pasien 2 Mencatat buku
pemahaman petugas tentang ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis
Kuranganya sarana dan prasarana di ruang instalasi rekam medis terutama komputer
Tabel 4. I Identifikasi Isu berdasarkan tugas dan fungsi
b. Penetapan Isu
Teknik analisis sebagai pisau pemangkas yang digunakan untuk memprioritaskan isu yang akan ditindak lanjuti yaitu metode analisa APKL . Denagan cara menentukan tingkat Aktualitas. Problematik, kekhayalakan dan layak-nya dan selanjutnya menentuka nilai skala 1-5.isu yang memiliki total skor tertnggi setelah perengkingan merupakan isu prioritas
a. Aktual : benar-benar terjadi sedang hangat dibicarakan di masyarakat b. Problematik: isu memilki permasalahan yang kompleks sehingga perlu
di carikan solusinya sesegera mungkin
c. Kekhayalakan : isu menyangkut hajat hidup orang banyak
d. Kelayakan : masuk akal, realistis relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalah
21
c.
Analisi Tapisan Isu Metode APKLno Isu teridentifikasi Kriteria skor
Total Rangking
A P K L
1
Rendahnya pemahaman petugas terhadap pentingnya pencatatan rekam medis yang lengkap pada berkas rekam medis pasien
5 5 5 5 20 I
2
Rendahnya pemahaman petugas tentang ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis pasien
5 4 3 3 15 II
3
Kuranganya sarana dan prasarana di ruang instalasi rekam medis terutama komputer
5 3 3 3 14 III
Tabel 5. Analisi Tapisan Isu Metode APKL
Kegiatan kreatif pemecahan isu
Unit Kerja : Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Muna Isu Yang
diangakaat : Rendahnya pemahaman petugas terhadap pentingnya pencatatan yang lengkap pada berkas rekam medis pasien
Judul : Peningkatan pengetahuan petugas tentang pancatatan lengkap pada berkas rekam medis
Kegiatan : a. Penggalangan dukungan stakeholder b. Menyiapkan materi sosialisasi c. Melaksanakan sosialisasi
d. Evaluasi hasil pelaksanaan sosialisasi Tabel 6. Kegiatan kreatif pemecahan isu
22
e. Penetapan Isu
Rendahnya pemahaman petugas terhadap pentingnya pencatatan yang lengkap pada berkas rekam medis pasien
f. Analisis dampak isu
- Dampak jika isu tidak di tangani yaitu kesulitan dalam menganalisis berkas rekam medis dan tidak berkesinambungannya riwayat penyakit pasien
- Dampak yang diharapkan dari isu tersebut adalah menunjang informasi untuk meningkatkan kualitas medis, riset medis dan di jadikan dasar menilai kinerja rumah sakit
g. Gagasan pemecahan isu
Peningakatan pemahaman petugas tentang pencatatan lengkap pada berkas rekam medis
23
F. TABEL RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
Unit kerja : Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Muna
Isu yang diangkat : Rendahnya pemahaman petugas terhadap pentingnya pencatatan yang lengkap pada berkas rekam medis pasien Gagasan pemecahan isu : Peningakatan pemahaman petugas tentang pencatatan lengkap pada berkas rekam medis
Tujuan gagasan pemecahan isu : untuk meningkatkan pemahaman petugas tentang pentingnya pencatatan berkas rekam medis yang lengkap Tabel 7. Rancangan Aktualisasi
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Kontribusi Terhadap Visi dan Misi
Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi 1. Penggalangan
dukungan
1. Mendapatkan dukungan dari stakeholder
1. pada saat berkonsultasi saya akan bertanggung jawab pada kegiatan yang akan saya lakukan (akuntabilitas)
2. pada saat melakukan konsultasi saya menggunakan bahasa indonesia
(nasionalisme)
3. pada saat berkonsultasi pada pimpinan saya
Menjadi rumah sakit kabupaten terbaik di Sulawesi tenggara dengan melaksanakan pencatatan dan
pelaporan yang tertib dan tepat waktu untuk semua aktivitas pelayanan kesehatan dan pelayanan lain yang terkait dengan pelayanan kesehatan
nilai integritas : Dalam
keadilan dan sikap tidak
24
bersikap sopan dan santun(etika publik) 4. pada saat berkonsultasi
dan menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan kepada atasan saya lakukan dengan efektif (komitmen mutu)
5. pada saya saat konsultasi menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan aktuaalisasi dengan penuh tanggung jawab(anti korupsi)
dilingkungan rumah sakit.
membedakan didasari rasa kemanusian yang tingg.
b. Koordinasi dengan teman sejawat
Mendapatkan dukungan dari teman sejawat
1. pada saat berkodinasi dengan teman dilakukan dengan kejelasan target (Akuntabilitas)
2. Pada saat melakukan koordinasi saya
25
menggunakan bahasa indonesia(nasionalisme) 3. Pada saat berkodinasi
pada teman sejawat saya bersikap sopan dan santun(etika publik) 4. pada saat berkordinasi
dengan teman saya bersikap inovasi (komitmen mutu) 5. pada saat berkordinasi
dengan teman saya bersikap jujur(anti korupsi)
c. Membuat catatan hasil koordinasi dengan teman sejawat
Mendapatkan saran dari koordinasi dengan teman sejawat
1. Pada saat membuat catatan hasil koordinasi dengan
transparan(akuntabilita) 2. Pada pembuatan catatan
koordinasi musyawarah (nasionalisme)
26
3. Pada saat membuat catatan dengan cermat(etika publik) 4. Pada saat membuat
catatan hasil koordinasi dengan efektifitas (komitmen mutu) 5. Pada membuat catatan
hasil koordinasi dengan kerja keras(antikorupsi) bahan materi tentang pencatatan berkas rekam medis
1. Dalam pembuatan materi yang dapat dipertanggung jawabkan (akuntabilitas)
2. Dalam pembuatan materi terbaik selalu berdiskusi dengan rekan sejawat (nasionalisme ) 3. Dalam pembuatan materi
dilakukan dengan cermat(etika publik)
Menjadi rumah sakit kabupaten terbaik di Sulawesi tenggara dengan melaksanakan pencatatan dan
pelaporan yang tertib dan tepat waktu untuk semua aktivitas pelayanan kesehatan dan pelayanan lain yang terkait dengan
Nilai inovatif : Memberikan pelayanan yang berorientasi mutu dengan melakukan pembaruan atau terobosan secara efektif dan efisien yang sesuai dengan keadaan atau kondisi
27
4. Dalam membuat materi penulis mencari referensi dengan teliti dan cermat (Komitmen mutu ) 5. Dalam pembuatan materi
dilakukan kerja
1. Dengan ketersediaan pedoman penilaian maka hasil observasi dapat dipertanggung
jawabkan(akuntabilitas) 2. Dalam pengadaan
pedoman penilaian penulis selalu berdiskusi dengan teman
(nasionalisme) 3. Dalam pengadaan
pedoman penilaian dilakukan integritas tinggi (etika publik)
28
4. Dalam pengadaan pedoman penilaian dilakukan secara efektivitas(komitmen mutu)
5. Dalam pengadaan pedoman penilaian disiplin(anti korupsi) c. Konsultasi
dengan mentor terkait dengan pedoman penilaian pencatatan berkas rekam medis
Terlaksananya konsultasi dengan mentor
1. Pada saat berkonsultasi pedoman penilaian pencatatan berkas rekam medis pada mentor saya akan bertanggung jawab pada kegiatan yang akan saya lakukan
(akuntabilitas) 2. pada saat melakukan
konsultasi pedoman penilaian pencatatan berkas rekam medis saya menggunakan bahasa
29
indonesia(nasionalism) 3. Pada saat berkonsultasi
pedoman penilaian pencatatan berkas rekam medis saya pada mentor saya bersikap sopan dan santun(etika publik) 4. Pada saat berkonsultasi
pedoman penilaian pencatatan berkas rekam medis saya pada mentor dengan efektif
(komitmen mutu) 5. Pada saat berkonsultasi
pedoman penilaian pencatatan berkas rekam medis pada mentor dilakukan dengan penuh rasa tanggung
jawab(anti korupsi)
30
Tersedianya jadwal dan undangan sosialisasi pencatatan berkas rekam medis
1. Dalam mengatur jadwal dilakukan dengan tanggung
jawab(akuntabilitas) 2. dalam pembuatan
undangan saya menggunakan bahasa indonesia yang baik dan sopan (nasionalisme) 3. Dalam mengatur jadwal
dengan tanggung jawab(etika publik) 4. saya membuat jadwal
dan menyiapakan undangan teliti cermat dan sesuai dengan prosedur pembuatan undangan(komitmen mutu)
Menjadi rumah sakit kabupaten terbaik di Sulawesi tenggara dengan memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan profesional kepada semua lapisan masyarakat.
nilai inovatif : Memberikan efektif dan efisien yang sesuai
31
5. Dalam mengatur jadwal kegiatan disiplin (anti korupsi)
b. Menyiapkan ruangan sosialisasi pencatatan berkas rekam medis
Tersedianya tempat pelaksanaan sosialisasi pencatatan berkas rekam medis
1. Menyiapakan ruangan sosialisasi bertanggung jawab atas kesiapan tempat(akuntabilitas) 2. Mempersiapkan tempat
dengan bekerja sama dengan tata usaha (nasionalisme) 3. Menyiapkan ruangan
dengan disiplin (etika publik)
4. Menyiapkan ruangan sosialisasi dengan efisien(komitmen mutu)
5. Menyiapkan ruangan sosialisasi kerja keras (anti korupsi)
32
c. Menyiapkan materi dan media sosialisasi pencatatan berkas rekam medis
Tersedianya materi sosialisasi
1. Saya menyiapkan materi yang baik sesuai dengan tanggung jawab program aktualisasi yang akan dilaksanakan
(Akuntabilias) 2. Saya membuat materi
dengan susunan dan tatanan bahasa yang baik(nasionalisme) 3. Dalam menyiapkan
materi dengan
koordinasi(etika publik) 4. Saya menyediakan
materi sebagai bahan sosialisasi dengan baik dan sesuai untuk tersampainya materi yang baik(komitmen mutu)
33
5. Dalam menyiapkan materi dengan jujur(anti korupsi)
d. Menyampaik an materi sosialisasi pencatatan berkas rekam medis yang lengkap
Tersampaikanya materi sosialisasi pencatatan berkas rekam medis yang lengkap
1. Saya menyampaikan materi dengan tujuan menambah wawasan petugas kesehatan mengenai
sosialisasi(akuntabilita) 2. Menyampaikan materi
dengan tanggung jawab(nasionalisme) 3. Menyampaikan materi
dengan sopan(etika publik)
4. Menyampaikan materi dengan efektif
(komitmen mutu) 5. Menyampaikan materi
dengan jujur(anti korupsi)
34
4. Melaksanakan evaluasi hasil
a. Berkonsultasi dengan mentor
Persetujuan Mentor 1. Pada saat beronsultasi pada mentor saya konsinsten
partisipatif(akuntabilita s)
2. Penilaian kinerja
(manajemen ASN) pada saat melakukan
konsultasi saya menggunakan bahasa indonesia(nasionalisme) 3. Pada saat berkonsultasi
pada pimpinan saya bersikap sopan dan santun(etika publik) 4. Pada saat berkonsultasi
pada mentor dengan efisien(komitman mutu)
5. Pada saat berkonsultasi pada mentor dengan
Menjadi rumah sakit kabupaten terbaik di Sulawesi tenggara dengan melaksanakan pencatatan dan
pelaporan yang tertib dan tepat waktu untuk semua aktivitas pelayanan kesehatan dan pelayanan lain yang terkait dengan pelayanan kesehatan dilingkungan rumah sakit
Nilai terpercaya : Edukasi dan
35
kerja keras(anti korupsi) b. Mengolah
data dari hasil sosialisasi pencatatan berkas rekam medis
Diperolehnya data yang akurat
1. Mengahasilkan data yang dapat
dipertanggung
jawabkan(akuntabilitas 2. Mengolah laporan sesuai
dengan musyawarah (nasionalisme)
3. Mengolah laporan jujur dengan (etika publik) 4. Saya melakukan
pengolahan data dengan standar proses dan standar mutu yang terbaik (komitmen mutu)
5. Mengolah laporan dengan tanggung jawab (anti korupsi)
36
c. Membuat laporan evaluasi kegiatan
Tersedianya laporan evaluasi kegiatan
1. Membuat laporan evaluasi dengan
transparan(akuntabilitas )
2. Membuat laporan
evaluasi kegiatan dengan dengan tanggung
jawab(nasionalisme) 3. Membuat laporan
evaluasi kegiatan dengan bersikap jujur (etika publik)
4. Membuat laporan
evaluasi kegiatan dengan beriorientasi mutu (komitmen mutu) 5. Membuat laporan
evaluasi kegiatan dengan kerja keras (anti
korupsi)
37
Kendari,...2020 Menyetujui
Coach
Ir.Hj.IKAH ATIKAH, MP NIP.19640507 1
99203 2 008
Peserta
CITRA SARNANI,A.Md. RMIK NIP : 19901125 201903 2 006
38
BAB III
CAPAIAN AKTUALISASI
Pelaksanaan aktualisasi nilai dasar pegawai negeri sipil perekam medis terampil di RSUD kabupaten Muna dilaksanakan dalam jangka waktu 24 hari kerja yaitu tanggal 11 april sampai dengan 08 Mei 2020 yang terdiri dari empat kegiatan dan 1 kegiatan tambahan yaitu :
1. Pengalangan dukungan dengan stakeholder, kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahapan kegiatan yaitu : konsultasi pada pimpinan langsung terkait dukungan pelaksanaan aktualisasi dilaksanakan pada tanggal 11 April 2020, koordinasi pada teman sejawat tentang pencatatan berkas rekam medis yang lengkap dilaksanakan pada tanggal 11 April 2020, membuat catatn hasil koordinasi dengan teman sejawat tentang pencatatan berkas rekam medis yang lengkap dilaksanakan pada tanggal 11 April 2020. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut tidak ada hambatan sama sekali dan sesuai dengan jadwal kegiatan pelaksanaan aktualisasi
2. Observasi resume Berkas Rekam Medis, kegiatan ini merupakan kegiatan tambahan setelah koordinasi dengan teman sejawat yang dilakukan pada tanggal 12 april 2020 dengan 3 tahapan kegiatan yaitu : Menyiapkan Format Ceklist, Melaksanakan observasi, berkas rekam medis , Menganalisis hasil observasi bekas rekam medis. dalam kegiatan tersebut tidak ada hambatan sama sekali.
3. Pembuatan materi sosialisasi tentang pencatatan berkas rekam medis yang lengkap, kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahapan kegiatan yaitu : pengumpulan bahan materi sosialisasi tentang pencatatan berkas rekam medis yang lengkap dilaksanakan pada tanggal 13 April 2020, pengadaan pedoman pencatatan berkas rekam medis yang lengkap dilaksanakan pada tanggal 13 April 2020, konsultasi dengan mentor terkait dengan pedoman pencatatan berkas rekam medis yang lengkap dilaksanakan pada tanggal 13 April. Dalam pelaksanaan kegiatan ini tidak ada hambatan sama sekali dan sesuai dengan jadwal kegiatan pelaksanaan aktualisasi
4. Melaksanakan sosialisasi tentang pencatatan berkas rekam medis yang lengkap, kegiatan ini dilakukan dengan empat tahapan kegiatan yaitu : mengatur jadwal dan menyiapkan undangan sosialisasi pencatatan berkas rekam medis yang lengkap dilaksanakan pada tanggal 14 April 2020, menyiapkan ruangan sosialisasi pencatatan berkas rekam medis yang lengkap dilaksanakan pada tanggal 15 April
39
2020, menyiapkan materi dan media sosialisasi pencatatan berkas rekam medis yang lengkap dilaksanakan pada tanggal 16 April 2020, menyampaikan materi sosialisasi tentang pencatatan berkas rekam medis yang lengkap dilaksanakan pada tanggal 16 April 2020. Dalam pelaksanaan kegiatan ini tidak ada hambatan sama sekali dan sesuai dengan jadwal kegiatan pelaksanaan aktualisasi
5. Evaluasi hasil pelaksanaan sosialisasi pencatatan berkas rekam medis yang lengkap, kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu : berkonsultasi dengan mentor tentang hasil pelaksanaan sosialisasi pencatatan berkas rekam medis yang lengkap dilaksanakan pada tanggal 17 April 2020, mengolah data hasil sosialisi pencatatan berkas rekam medis yang lengkap dilaksanakan pada tanggal 18 April s/d 30 April, membuata laporan evaluasi kegiatan sosialisasi pencatatan berkas rekam medis yang lengkap dilaksanakan pada tanggal 01 Mei s/d 08 Mei. Dalam pelaksanaan kegiatan ini tidak ada hambatan sama sekali dan sesuai dengan jadwal kegiatan pelaksanaan aktualisasi
A. Kendala dan Solusi
No. Kegiatan Permasalahan Solusi
1. Pengalangan dukungan stakeholder
Kesibukan pimpinan yang padat sehingga waktu berkomunikasi tidak tepat waktu
Komunikasi efektif
2. Pembuatan materi sosialisasi tentang pencatatan berkas rekam medis
Kesulitan pembuatan materi yang diilustrasikan dengan gambar yang sesuai dengan ulasan materi
Pembuatan materi yang menarik dan menyenangkan
3. Melaksanakan sosialisasi tentang pencatatan berkas rekam medis
Kurangnya kesadaran petugas atas pentingnya untuk
menghadiri sosialisasi pencatatan berkas rekam medis
Pendekatan formal melalui komunikasi efektif dan bila gagal dapat berkonsultasi pada pimpinan
4. Melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan sosialisasi
Keterlambatan pengembalian berkas rekam medis dari ruang perawatan
Komunikasi efektif dengan mengigatkan kembali bahwa berkas pasien kembali keruang rekam medis dalam waktu 2 X 24 jam setelah pasien pulang Table 7. Kendala dan Antisipa
40
B. Hasil Aktualisasi
Kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan dalam empat kegiatan dan satu kegiatan tambahan dan semua kegiatan terlaksana. Adapun capaian aktualisasi dapat dilihat secara lebih rinci pada tabel beriku
1. Hasil aktualisasi nilai dasar pegawai negeri sipil Tabel 8. Capaian pelaksanaan aktualisasi
No. Waktu
Pelaksanaan Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Kegiatan Nilai Dasar yang Terkait Keterangan 1. 11 April 2020 Pengalangan
dukungan stekholder
a. Konsultasi pada pimpinan langsung tentang Aktualisasi
Lembar pernyataan dukungan pelaksanaan aktualisasi
Nasionalisme, etika public, akuntabilitas, komitmen mutu dan anti korupsi
Terlaksana sesuai rancangan b. Koordinasi pada
teman sejawat tentang pencatatan berkas rekam medis yang lengkap
Mendapatkan dukungan moril dari teman sejawat
Nasionalisme, etika public, anti korupsi, komitmen mutu dan akuntabilitas
Terlaksana sesuai rancangan
c. Membuat catatan hasil koordinasi dengan teman sejawat tentang pencatatan berkas rekam medis
Mendapatkan saran dari koordinasi dengan teman sejawat
Nasionalisme, etika public, komitmen mutu, anti korupsi dan akuntabilitas
Nasionalisme, etika public, komitmen mutu, anti korupsi dan akuntabilitas