E. Analisis Data
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Nilai Pangkat Hidrogen (pH)
Nilai pH pada pupuk organik cair dari kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator EM4 (P2) lebih tinggi daripada kandungan pH pada pupuk organik cair dari kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator ragi (P1).
Hal ini diduga pada P2, EM4 memiliki banyak bakteri yang membantu perombakan bahan organik dan mengikat nitrogen dari udara, sehingga kegiatan ini dapat menaikkan pH.
Menurut Anonim (2007), semakin banyak mikroorganisme yang ada pada aktivator maka jumlah pH akan meningkat. Jumlah pH yang dihasilkan ini dikarenakan semakin banyak khamir dan bakteri sehingga semakin banyak pula karbohidrat yang dirombak menjadi glukosa, alcohol, asam asetat dan senyawa lainnya. Dan kita ketahui bahwa ragi pada P1 hanya satu jenis bakteri sedangkan bakteri pada aktivator EM4 lebih banyak sehingga menjadikan pH meningkat.
2. Nitrogen (N)
Kandungan Nitrogen (N) pupuk organik cair dari kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator EM4 (P1) 0,0833% lebih besar dibandingkan dengan pupuk organik cair dari kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator ragi. Hal ini diduga karena EM4 mengandung bakteri fotosintetik yang membentuk zat-zat yang bermanfaat yang menghasilkan asam amino, asam nukleat dan zat-zat bioaktif yang berasal dari gas berbahaya yang berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara dan pada EM4 juga terdapat banyak mikroorganisme yang dapat menguraikan kotoran ayam dan kayu apu.
Menurut Djaja (2009), pada EM4 terdapat bakteri fotosintetik dan bakteri asam laktat (lactobasillus spp) dapat menekan mikroorganisme merugikan, sehingga dapat mempercepat perombakan bahan organik, menghancurkan bahan organik seperti lignin dan selulosa serta memfermentasikannya tanpa menimbulkan senyawa beracun yang ditimbulkan dari pembusukan bahan organik sedangkan bakteri fotosintetik dapat mengikat nitrogen dari udara melalui zat-zat bioaktif yang berasal dari gas berbahaya.
Hal ini menyebabkan unsur nitrogen (N) pada pupuk organik cair kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator ragi dan EM4 masih belum memenuhi standar mutu pupuk organik cair No.
70/Permentan/SR.140/10/2011 yaitu 3-6 %.
3. Fosfor (P)
Kandungan Phospor (P) pada pupuk organik cair (POC) dari kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator EM4 (P2) senilai 0,0231%
lebih besar dibanding dengan pupuk organik cair dari kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator ragi (P1) senilai 0,0151%,
Menurut Sutanto (2002), peningkatan kadar phosphor ini diduga merupakan dampak dari aktivitas dari bakteri Lactobacillus spp yang mengubah EM4 menjadi asam laktat, sehingga lingkungan menjadi asam yang menyebabkan fosfat yang terikat dalam rantai panjang akan larut dalam asam organik yang dihasilkan oleh mikroorganisme tersebut. Hal ini diduga karena jumlah mikroorganisme EM4 lebih banyak untuk mengurai unsur hara Phospor (P). Unsur Phospor (P) masih belum memenuhi standar mutu pupuk organik cair No. 70/Permentan/SR.140/10/2011 yaitu
3- 6 %.
4. Kalium (K)
Kandungan Kalium (K) pada pupuk organik cair (POC) dari kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator EM4 (P2) senilai 0,0186% lebih besar dibanding pupuk organik cair kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator ragi (P1) senilai 0,0044%, hal ini diduga karena pada EM4 memiliki mikroorganisme lebih banyak untuk melakukan proses pendegredasian yang menyebabkan putusnya rantai karbon yang lebih sederhana sehingga menyebabkan unsur kalium meningkat.
Menurut Murbandono (2004), yang menyatakan kalium merupakan senyawa yang dihasilkan juga oleh metabolisme bakteri dimana bakteri menggunakan ion – ion K+ bebas yang ada pada bahan pembuat pupuk untuk keperluan metabolisme, sehingga pada hasil fermentasi kalium akan meningkat seiring dengan semakin berkembangnya jumlah bakteri yang ada dalam bahan penyusun pupuk organik cair.
Menurut Hadisumitro (2001), yang menyatakan bahwa terjadi peningkatan beberapa unsur hara oleh jasad renik terutama kalium. Unsur hara tersebut dapat kembali melalui pelapukan sisa makhluk hidup bila mikroorganisme tersebut mati, sehingga proses tersebut menyebabkan kandungan Kalium (K) pada pupuk organik cair kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator ragi dan EM4 masih belum memenuhi s tandar mutu pupuk organik No. 70/Permentan/SR.140/10/2011 yaitu 3 – 6%.
5. Ferrum (Fe)
Kandungan unsur mikro ferrum (Fe) pada pupuk organik cair kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator ragi (P1) yaitu senilai 11,7647 ppm lebih besar daripada pupuk organik cair kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator EM4 (P2) senilai 7,5397 ppm. Menurut Hardjowigeno (1995), hal ini diduga karena bakteri pada ragi dapat menguraikan unsur Fe dengan baik. Dilihat dari hasil analisa sampel kandungan Ferrum (fe) pada pupuk organik cair kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator ragi (P1) dan EM4 (P2) masih belum memenuhi standar mutu pupuk organik No. 70/permentan/SR.140/ 10/2011 yaitu 90 – 900 ppm.
6. Cuprum (Cu)
Kandungan unsur mikro Cuprum (Cu) pada pupuk organik cair dari kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivtor EM4 (P2) senilai 4,2659 ppm lebih tinggi daripada pupuk organik cair kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator ragi (P1) senilai 0,6979 ppm. Menurut Sutanto (2002), hal ini karena kandungan Cu yang terdapat pada EM4 lebih besar, karena bahan baku EM4 yaitu terasi dan dedak menyebabkan kandungan Cu pada pupuk organik cair kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator EM4 (P2) lebih besar dibandingkan pupuk organik cair kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator ragi (P1). Kandungan Cuprum (Cu) pada pupuk organik cair kotoran ayam dengan aktivator ragi dan EM4 masih belum memenuhi standar mutu pupuk organik No. 70/Permentan/SR.140/10/2011 yaitu 250 – 5000 ppm.
7. Seng (Zn)
Kandungan Seng (Zn) pada pupuk organik cair kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator ragi (P1) senilai 7,7667 ppm lebih tinggi dibanding pupuk organik cair kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator EM4 (P2) senilai 6,9444 ppm. Menurut Hardjowigeno (1995), hal ini diduga bahan baku pupuk organik cair dari kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator ragi lebih kompleks sehingga kandungan Zn (seng) lebih tinggi daripada yang terdapat pada pupuk organik cair dari kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator EM4 (P2). Kandungan seng (Zn) pupuk organik cair kotoran ayam dan kayu apu dengan aktivator ragi dan EM4
masih belum memenuhi standar mutu pupuk organik No.
70/permentan/SR.140/10/2011 yaitu 250 – 5000 ppm.