• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENDIDIKAN

E. Keabsahan Data

4. Confirmability

Dalam penelitian kualitatif, uji confirmability mirip dengan uji dependability, sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara bersamaan. Menguji confirmability berarti menguji hasil penelitian, dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Bila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar confirmability.

Dalam penelitian, jangan sampai proses tidak ada, tetapi hasilnya ada.

20 F. Analisis Data

Analisis data ialah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.

Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.

Miles and Huberman (1984), mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data ialah sebagai berikut:

1. Reduksi Data (Data Reduction)

Reduksi data ialah proses berpikir sensitif yang memerlukan kecerdasan dan keluasan dan kedalaman wawasan yang tinggi. Bagi peneliti yang masih baru, dalam melakukan reduksi data dapat mendiskusikan pada teman ataupun orang lain yang dipandang ahli. Melalui diskusi itu, maka wawasan peneliti akan berkembang, sehingga dapat mereduksi data-data yang memiliki nilai temuan dan pengembangan secara signifikan.

2. Penyajian Data (Data Display)

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya ialah menyajikan data. Yang paling sering digunakan ialah untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif yaitu dengan teks yang bersifat naratif. Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, menyusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami.

3. Verifikasi (Verication)

Langkah selanjutnya dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman ialah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif ialah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada.

21

Gambar 3.1 Komponen Analisis Data

Pelaksanaan analisis data dalam penelitian ini akan menggunakan 3 komponen yaitu (1) reduksi data, proses untuk mulai merangkum, memilih hal-hal yang inti dan memfokuskan pada hal-hal yang penting dari hasil catatan selama penelitian. (2) penyajian data, proses menyajikan hasil dari reduksi data dalam bentuk teks naratif. (3) kesimpulan, proses pengambilan intisari dari sajian data yang terorganisir dalam bentuk pernyataan kalimat.

Pengumpulan Data

Reduksi Data

Penyajian Data

Kesimpulan

22

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Y. (2012). Model Penilaian Otentik dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Beroreintasi Pendidikan Karakter. Bandung: Universitas Pendidikan

Indonesia.

Adisusilo, Satardo. (2012). Pembelajaran Nilai Karakter. Jakarta: Raja Grafindo.

Adzim, Fauzil. (2018). Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Tradisi Tahlilan di Desa Sraten Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Skripsi. Salatiga: IAIN

Salatiga

Agustina, Erik Aditia Ismaya, Deka Setiawan. (2021). Makna Tradisi Barikan Bagi Pendidikan Karakter Anak Desa Sedo Demak. Jurnal Educatio. Vol. 7. No. 3. Amin, M.M. (2015). Pendidikan Karakter Anak Edisi 2. Yogyakarta: Calpulis.

Amri, Sofan, dkk. (2011). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran: Strategi Analisis dan Perkembangan Karakter Siswa dalam Proses Pembelajaran.

Jakarta: Prestasi Pustakaraya.

Asyari, Muchamad Munawir, Erik Aditia Ismaya, dan Muhammad Noor Ahsin. (2021).

Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Tradisi Apitan Masyarakat. Jurnal Ilmiah Pendidikan. Vol. 2. No.1.

Damayanti, Fifi, Agung Murti Nugroho, dan Hery Santosa. (2017). Ruang Budaya Barikan di Desa Sumber Polaman Lawang Jawa Timur. Jurnal RUAS. Vol. 15. No. 1.

Esti. (2020). Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Nganggung Studi Pada Masyarakat Desa Nangka Kabupaten Bangka Selatan. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Islam

Indonesia.

Fathurrohman, Pupuh, dkk. (2013). Pengembangan Pendidikan Karakter. Bandung: PT.

Refika Aditama.

Haris, Abdul, Lutfi Bagus Subagio, Fajar Santoso, dan Neni Wahyuningtyas. (2018).

Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Karangwidoro Pasca Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Perumahan. Jurnal Pendidikan Geografi. Vol. 5. No. 2.

23

Kementerian Pendidikan Nasional. (2011). Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter.

Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

Kurniasih, Imas, dan Berlin Sani. (2017). Ragam Pengembangan Model Pembelajaran untuk Peningkatan Profesionalitas Guru. Bandung: Kata Pena.

Lestari, Elmaida Trida. (2019). Tradisi Barikan Makam Mbah Mas di Dusun Ngembetsari Desa Gebang Malang dan Nilai Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Munfarida, Farid, Deka Setiawan, Muhammad Noor Ahsin. (2021). Nilai Karakter Bersahabat dalam Tradisi Barikan di Desa Wedusan untuk Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Prakarsa Paedagogia. Vol. 4. No. 1.

Mustafa, Mustari. (2011). Kontruksi Filsafat Nilai: Antara Normatifitas dan Realitas.

Makassar: Alauddin Pers.

Nugrahani, Farida. (2014). Metode Penelitian Kualitatif dalam Penelitian Pendidikan Bahasa. Surakarta: Farida Nugrahan.

Nursid, S. (2003). Manusia dalam Konteks Sosial Budaya dan Lingkungan Hidup. Bandung:

Alfabeta.

Samani, Muchlas, dan Hariyanto. (2013). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Septiani, Dewi Ika. (2019). Nilai Karakter Gotong Royong dalam Tradisi Baritan di Desa Asemdoyong Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Skripsi. Semarang:

Universitas Negeri Semarang.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Yogyakarta: Alfabeta.

Sztompka, Piotr. (2007). Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada Media.

Uji, Sri Partiwi. (2020). Modul Pembelajaran SMA Sosiologi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Direktorat Menengah Atas.

Zaqiyah, Qiqi Yuliati, H.A Rusdiana. (2014). Pendidikan Nilai Kajian Teori dan Praktik Sekolah. Bandung: Pustaka Setia.

24

Zuchdi, Darmiyati. (2011). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Teori dan Praktik.

Yogyakarta: UNY Press.

25

LAMPIRAN

26 Lampiran 1. Jadwal Pelaksanaan

Jadwal Pelaksanaan

27 Penelitian

2. Wawancara dengan Masyarakat Dukuh Karang Gempol C. Laporan

1. Penyusunan Laporan 2. Penyusunan

Hasil Penelitian 3. Sidang

Skripsi

28

Lampiran 2. Kisi-kisi dan Pedoman Observasi Tradisi Barikan

No Indikator Hasil Observasi

1. Persiapan Sebelum Acara - Menyediakan atau membawa makanan dari rumah.

- Mempersiapkan karpet untuk digelar dalam acara barikan.

- Meletakkan makanan di tengah-tengah yang telah dibawa dari rumah.

2. Makanan yang disediakan/dibawakan - Makanan khas kuluban - Makanan snack/ringan

- Makanan jajanan pasar, seperti apem, tahu bakso, ketan, dan lain sebagainya.

- Makanan hasil bumi, seperti pisang rebus, ketela rebus, dan lain sebagainya.

3. Pelaksanaan tradisi barikan Tradisi barikan dilaksanakan setiap satu bulan satu kali yang dilakukan setiap sore hari menjelang Jum’at wage.

4. Lokasi yang digunakan dalam tradisi

5. Siapa saja yang mengikuti dalam tradisi barikan

Masyarakat Dukuh Karang Gempol yaitu dari mulai kalangan orang tua, anak remaja, anak kecil dan lain sebagainya.

29 Lampiran 3. Kisi-kisi Wawancara Tradisi Barikan

No Variable Indikaator Nomor Pertanyaan

1.

Tradisi

Tradisi barikan 1

2. Tujuan barikan 2

3. Tempat Barikan 3

4. Partisipasi tradisi barikan 4

5. Pelaksanaan tradisi barikan 5,6

6. Manfaat tradisi barikan 7

7. Nilai pendidikan Nilai-nilai pendidikan karakter 8,9,10

30

Lampiran 4. Pedoman Wawancara Tradisi Barikan

Nama :

Hari/Tanggal : Lokasi :

No Pertanyaan Hasil Jawaban

1. Apa itu barikan? pelaksanaan tradisi barikan di Dukuh Karang Gempol?

7. Apa manfaat dari tradisi barikan yang telah dilaksanakan di Dukuh Karang Gempol?

8. Apa saja nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi barikan di Dukuh Karang Gempol?

9. Apakah tradisi barikan di Dukuh Karang Gempol ini penting untuk dilaksanakan?

31 10. Seberapa pentingnya tradisi

barikan ini dalam pengembangan pendidikan karakter pada masyarakat sehingga perlu dilestarikan?

32 Lampiran 5. Kisi-kisi Pedoman Dokumentasi

No Indikaator

1. Foto proses pelaksanaan tradisi barikan di Dukuh Karang Gempol

2. Foto saat wawancara

Dokumen terkait