• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

2. Nilai Sisa (Salvage Value)

Nilai sisa yang terdapat pada usaha ikan hias air tawar Aquarium Jaya tersebut menjadi tambahan manfaat bagi proyek. Nilai sisa yang terdapat pada

51 usaha pengembangan usaha Aquarium Jaya terdiri dari nilai lahan sama dengan nilai beli sebesar Rp 450.000.000,00.. Total nilai sisa dari usaha ini sebesar Rp 450.000.000,00 pada tahun ke-10.

3. Penjualan Indukan Afkir

Selain penjualan produk utama dan nilai sisa investasi, arus kas masuk untuk usaha Aquarium Jaya diperoleh dari penjualan indukan ikan hias yang sudah afkir (tidak berpotensi untuk menghasilkan telur). Penjualan indukan ikan hias dilakukan pada saat indukan sudah berumur 2 tahun. Indukan yang akan dipijah per akuarium sebanyak 20 ekor indukan dengan harga jual untuk indukan afkir Rp 500,00 per ekor. Sehingga total penjualan indukan afkir sebanyak 7.000 ekor indukan pada 350 akuarium dengan total penerimaan indukan afkir sebesar Rp 3.500..000,00.

Tabel 15. Penjualan Indukan Afkir Aquarium Jaya Rencana Pengembangan Afkiran Induk Ikan Hias Jumlah (ekor) Harga (Rp) Total (Rp)

Neon Tetra 3.500 500 1.750.000

Rednose Tetra 2.440 500 1.220.000

Cardinal Tetra 1.060 500 530.000

Total 3.500.000

4. Dana Pinjaman Bank

Pengembangan usaha Aquarium Jaya memperoleh modal pinjaman dari BRI sebesar Rp 250.000.000,00 dengan suku bunga pinjaman 11.75% per tahun. Penggunaan pinjaman tersebut digunakan untuk menambah pemasukan untuk pembelian peralatan pada saat pengembangan.

Arus Biaya (Outflow)

Arus pengeluran (outflow) pada usaha ikan hias air tawar Aquarium Jaya pada saat pengembangan terdiri dari biaya investasi, biaya operasional, biaya reinvestasi, pajak penghasilan, dan pembayaran pinjaman. Pembayaran pinjaman masuk kedalam outflow karena merupakan beban yang harus dibayarkan oleh Aquarium Jaya selama waktu tertentu.

1. Biaya Investasi

Biaya investasi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan pada tahun pertama usaha atau proyek. Biaya-biaya tersebut dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha ikan hias air tawar di Aquarium Jaya secara keseluruhan. Rincian biaya-biaya investasi Aquarium Jaya dengan pengembangan dapat dilihat pada Lampiran 5. Total biaya investasi yang dikeluarkan oleh Aquarium Jaya pada lahan seluas 1500 m2 sebesar Rp 1.037.597.000,00 yang berasal dari modal sendiri dan pinjaman bank. Adapun biaya reinvestasi pada pengembangan usaha tidak jauh berbeda dengan reinvestasi sebelum pengembangan. Hal ini dikarenakan dari segi peralatan tidak jauh berbeda dengan peralatan sebelum pengembangan.

52

2. Biaya Operasional

Biaya operasional terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap dan biaya variabel pada usaha Aquarium Jaya mengalami perubahan setelah adanya pengembangan .

(1) Biaya Tetap

Biaya tetap terjadi peningkatan biaya seiring dengan adanya pengembangan usaha. Keseluruhan biaya tetap mengalami peningkatan biaya terkecuali telepon dan peralatan kantor nilai beban yang diberikan dengan adanya rencana pengembangan diasumsikan sama dengan sebelum pengembangan. Hal ini dikarenakan, komponen biaya tersebut tidak berubah secara signifikan dibandingkan komponen lain saat adanya pengembangan. Biaya tetap usaha Aquarium Jaya dengan Pengembangan dapat dilihat pada Tabel 16.

Tabel 16. Biaya Tetap Usaha Aquarium Jaya Rencana Pengembangan

No Uraian Satuan Jumlah Harga

Satuan (Rp)

Total (Rp/Thn)

1 Telepon Tahun 1 900.000 900.000

2 Listrik Tahun 2 1.080.000 2.160.000

3 Transportasi Motor Tahun 6 7.200.000 43.200.000 4 Transportasi Mobil Tahun 4 18.000.000 72.000.000 5 Peralatan Kantor Paket per

tahun 1 250.000 250.000

6 PBB Tahun 1 300.000 300.000

7 Gaji Staff Pengepakan Tahun 10 7.200.000 72.800.000 8 THR Staff Akuarium Orang per

Tahun 10 5.000.000 50.000.000 9 THR Staff Pengepakan Orang per

Tahun 10 1.200.000 12.000.000 10 Penyusutan Peralatan* Tahun 1 65.659.500 65.659.500

Total Biaya Tetap 318.469.500

*Variabel Laporan Laba Rugi

(2) Biaya Variabel

Biaya variabel terjadi peningkatan biaya rata-rata sebesar 2 kali lipat dari biaya variabel sebelum pengembangan. Adapun biaya variabel dengan pengembangan usaha sebagai berikut :

a. Biaya Pakan Ikan Hias Air Tawar

Jenis pakan yang digunakan pada usaha Aquarium Jaya terdiri dari artemia, kutu air, dan pellet Tuenshin. Kebutuhan pakan disesuaikan dengan siklus produksi per tahun dan jumlah akuarium pemijahan Kebutuhan pakan ikan hias Aquarium Jaya dengan pengembangan usaha dapat dilihat pada Tabel 18.

53

Tabel 17. Kebutuhan Pakan Usaha Aquarium Jaya Rencana Pengembangan Umur

(hari) Jenis Pakan

Harga (Rp)

Jumlah

per siklus Satuan

Total Siklus 24 Total Siklus 32 0-4 5-30 Artemia 325.000 1 Kaleng 62.400.000 83.200.000 31-45 Kutu Air 5.000 6 Liter 5.760.000 7.6800.000 45-Panen Pelet tuenshin 14.000 10 Kg 26.880.000 35.840.000

Total 95.040.000 126.720.000

b. Gaji Staff Akuarium (10 orang)

Gaji staff akuarium pada usaha Aquarium Jaya termasuk ke dalam biaya variable. Hal ini dikarenakan gaji staff akuarium sebesar 40 persen dari total penerimaan penjualan ikan hias air tawar pada tahun pertama dan 45 persen dari total penerimaan pada tahun ke-2 hingga ke-10. Rata-rata gaji staff akuarium per orang dengan pengembangan usaha sebesar Rp 4.381.653,00 per bulan.

c. Gaji Pemilik

Gaji pemilik pada usaha Aquarium Jaya sebesar 30 persen dari total penerimaan penjualan ikan hias air tawar. Gaji tersebut diperuntukan pula untuk wakil ketua yaitu Ibu Roimah yang juga merupakan istri dari pemilik sehingga gaji tersebut dibagi dua dengan wakil ketua. Rata-rata penerimaan gaji pemilik per bulan dengan pengembangan usaha sebesar Rp 29.462.464,00. Sehingga gaji untuk wakil ketua sebesar 50 persen dari gaji pemilik yaitu sebesar Rp 14.731.232,00.

d. Isi Tabung Gas Oksigen

Pengisian gas Oksigen untuk satu tabung sebesar Rp 80.000,00 per bulan. Sehingga total biaya untuk pengisian tiga tabung gas oksigen per bulan sebesar Rp 240.000,00.

e. Plastik Packing

Plastik packing yang digunakan oleh Aquarium Jaya berukuran 60cmX40cm dengan total penggunaan per bulan sebanyak 48 kg seharga Rp 22.000,00 per kilogram. Sehingga total pengeluaran untuk plastic

packing sebesar Rp 1.056.000,00 per bulan. f. Obat-Obatan

Obat-obatan yang diperlukan untuk usaha Aquarium Jaya terdiri dari Purasaridon, Tetrasiklin, dan Metil Biru. Pembelian obat-obatan ini dilakukan sebanyak 2 bulan sekali dengan total pengeluaran untuk ketiga jenis obat tersebut sebesar Rp 5.400.000,00 per 2 bulan.

g. Garam

Garam merupakan salah satu antibiotik alami untuk ikan dan mentetralkan pH air akuarium. Alokasi Biaya untuk garam per bulan sebesar Rp 49.583,00.

h. Daun Ketapang

Kebutuhan daun ketapang per bulan sebanyak 2 kilogram dengan total pengeluaran Rp 40.000,00 per bulan. Kebutuhan daun ketapang tersebut digunakan untuk menetralkan pH air pada akuarium.

54

i. Solar

Solar digunakan untuk menyalakan generator, satu generator memerlukan sekitar 80 liter solar untuk satu tahun. Sehingga empat generator memerlukan 320 liter solar.

j. Tali rapia

Tali rapia digunakan untuk mengikat kantong ikan yang sudah di packing. Kebutuhan tali rapia selama satu bulan sebanyak 4 rol dengan biaya sebesar Rp 28.000,00 per bulan. Adapun biaya variabel pada pengembangan usaha Aquarium Jaya dapat dilihat pada Tabel18.

Tabel 18. Biaya Variabel pada Usaha Aquarium Jaya Rencana pengembangan No Uraian Satuan Jumlah Harga satuan

(Rp) Total (Rp) 1 Gaji Staff Akuarium Orang 10 52.579.840 525.798.396 2 Gaji Pemilik Orang 1 353.549.568 353.549.568 3 Isi Gas Oksigen Tabung 3 80.000 2.880.000 4 Plastik Packing

(60 x 40 cm) kg 48 22.000 12.672000

5 Obat Purasaridon ons 40 50.000 12.000.000 6 Obat Metil biru ons 40 40.000 9.600.000 7 Obat Tetrasiklin ons 40 45.000 10.800.000

8 Garam Karung 7 85.000 595.000

9 Daun Ketapang Kg 48 10.000 480.000

10 Solar Liter 320 4.500 1.440.000

11 Tali Rapia Rol 48 7.000 336.000

Total Biaya Variabel 930.150.964

3. Pembayaran Pinjaman

Besarnya jumlah pinjaman sebesar Rp 250.000.000,00 didasarkan kemampuan Aquarium Jaya untuk membayar pinjaman yang diterima. Selain itu, kekurangan biaya untuk pengembangan sebesar Rp 250.000.000,00. Pembayaran angsuran pinjaman setiap tahunnya sama besar berdasrkan rumus pembayaran angsuran menggunakan capital recovery factor. Penbayaran angsuran pinjaman Aquarium Jaya sebesar Rp 69.923.424,79 per tahun. Rencana pembayaran pinjaman bank tersebut akan dilunasi pada tahun ke-5. Rincian angsuran pinjaman Aquarium Jaya dengan Pengembangan dapat dilihat pada Tabel 19.

Tabel 19. Rincian Angsuran Pinjaman Aquarium Jaya Rencana Pengembangan Tahun Pokok Pinjaman Biaya Bunga Total Angsuran

1 39.548.424,79 29.375.000,00 68.923.424,79 2 44.195.364,71 24.728.060,09 68.923.424,79 3 49.388.320,06 19.535.104,73 68.923.424,79 4 55.191.447,67 13.731.977,13 68.923.424,79 5 61.676.442,77 7.246.982,03 68.923.424,79

55

4. Pajak Penghasilan

Perhitungan pajak penghasilan pada rencana pengembangan usaha tidak berbeda dengan usaha saat ini, yaitu sebesar 25 persen dari seluruh penghasilan yang ada pada laporan laba rugi usaha.

Analisis Laba Rugi Usaha

Laporan laba rugi usaha ikan hias air tawar Aquarium Jaya terdiri dari komponen pemasukan dan pengeluaran. Pemasukan terdiri dari penjualan ikan hias air tawar dan penjualan indukan afkir ikan hias sedangkan komponen pengeluaran terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Laporan laba rugi pada usaha saat ini terdapat komponen pembayaran bunga karena terdapat modal usaha yang berasal dari modal pinjaman bank sebesar Rp 250.000.000,00. Komponen yang mengurangi penghasilan adalah pajak flat setiap tahun sebesar 25 persen. Laba yang dihasilkan pada setiap tahun tidak sama, karena jumlah siklus usaha per tahun berbeda. Nilai rata-rata laba per bulan pada usaha Aquarium Jaya dengan pengembangan sebesar Rp 49.906.166,00.

Analisis Kelayakan Finansial

Berdasarkan hasil perhitungan cashflow yang terdapat pada Lampiran 9, diperoleh nilai analisis kelayakan usaha ikan hias air tawar Aquarium Jaya pada usaha saat ini pada Tabel 20.

Tabel 20. Analisis Kelayakan Finansial Aquarium Jaya Rencana Pengembangan Kriteria Investasi Nilai Analisis

NPV 2.162.665.131

Net B/C 6

IRR 99%

Payback Periode 2,12 Tahun

Nilai NPV yang dihasilkan lebih besar dari pada nol (>0) , menunjukan bahwa usaha ikan hias air tawar milik Aquarium Jaya layak untuk dijalankan dan mampu memberi manfaat bersih (net benefit) sebesar Rp 2.162.665.131,00 selama sepuluh tahun umur bisnis berlangsung. Berdasarkan nilai Net B/C sebesar 6, dapat diketahui bahwa setia Rp 1,00 yang dikeluarkan untuk usaha mampu memberikan manfaat sebesar Rp 6,00, sehingga berdasarkan kriteria ini usaha Aquarium Jaya layak untuk dilanjutkan. Kriteria kelayakan lain adalah IRR (Internal Rate of Return) usaha ini sebesar 99 persen. Hal ini menunjukan bahwa tingkat pengembalian investasi bisnis ini lebih besar dibandingkan tingkat suku bunga (discount rate) yang dipakai usaha sebesar 11 persen dengan demikian usaha ini layak untuk dijalankan. Nilai payback period usaha sebesar 2,12 tahun, artinya pengembalian biaya modal atau investasi kurang dari umur proyek yaitu selama 10 tahun. Berdasarkan komponen kelayakan finansial, rencana pengambangan usaha Aquarium Jaya layak untuk dilaksanakan.

Pada usaha Aquarium Jaya dengan rencana pengembangan usaha diperoleh nilai Incremental Net Benefit (INB) sebesar Rp 1.049.732.566,00. Incremental Net

Benefit adalah manfaat bersih tambahan yang diperoleh dari manfaat bersih

56

Dimana nilai dari manfaat bersih dengan pengembangan sebesar Rp 2.162.665.131,00 dikurangi manfaat bersih tanpa bisnis sebesar Rp 1.112.932.566,00 Berdasarkan analisis keempat kriteria investasi, maka usaha saat ini layak untuk dijalankan.

AnalisisSensitivitas

Analisis sensitivitas pada pengembangan usaha diperlukan untuk mengetahui tingkat kepekaan usaha terhadap perubahan input maupun perubahan output pada kelayakan usaha yang akan dijalankan. Pada usaha Aquarium Jaya dapat dilihat bahwa pada saat penurunan produksi sebesar 30 persen mempengaruhi nilai kelayakan usaha yang semula nilai NPV sebesar Rp 2.162.665.131,00 menjadi Rp 674.577.976,00 perubahan nilai NPV yang begitu signifikan tersebut dapat disimpulkan bahwa usaha Aquarium Jaya dengan adanya pengembangan usaha sensitif terhadap penurunan produksi sebesar 30 persen. Sedangkan pada kondisi pakan naik sebesar 35 persen usaha Aquarium Jaya mengalami perubahan nilai NPV. Akan tetapi perubahan nilai tersebut tidak terlalu besar dibandingkan pada saat terjadi penurunan produksi. adapun nilai NPV pada saat terjadi kenaikan harga pakan yaitu sebesar Rp 1.944.442.278,00. Analisis sensitivitas usaha Aquarium Jaya dapat dilihat pada Tabel 21.

Tabel 21. Analisis Sensitivitas Usaha Aquarium Jaya Rencana Pengembangan Kriteria Kelayakan Awal Penurunan

Produksi 30% Kenaikan Harga Pakan 35% NPV 2.162.665.131 674.577.976 1.944.442.278 Net B/C 6 2 5 IRR 99% 31% 87%

Paycback Periode 2,12 Tahun 3,61 Tahun 2,21 Tahun

Dokumen terkait