• Tidak ada hasil yang ditemukan

2013 2012 Nilai tercatat/ Nilai wajar/ Nilai tercatat/ Nilai wajar/

Dalam dokumen LK PT ELNUSA PER 30 JUNI 2013 (Halaman 101-103)

Carrying Value Fair Value Carrying Value Fair Value

Utang bank 14,512 13,641 18,550 17,958 Bank loan

Nilai wajar didefinisikan sebagai jumlah dimana instrumen tersebut dapat dipertukarkan di dalam transaksi jangka pendek antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan yang memadai melalui suatu transaksi yang wajar, selain di dalam penjualan terpaksa atau penjualan likuidasi.

Fair value is defined as the amount at which the instrument could be exchanged in a current transaction between knowledgeable willing parties in an arm's length transaction, other than in a forced or liquidation sale.

Grup menentukan pengukuran nilai wajar untuk tujuan pengungkapan setiap aset keuangan dan liabilitas keuangan berdasarkan metode dan asumsi sebagai berikut:

The Group determined the fair value measurement for disclosure purposes of each financial asset and financial liability based on the following methods and assumptions:

- Nilai wajar untuk aset keuangan dan liabilitas keuangan jangka pendek yang jatuh tempo dalam satu tahun atau kurang mencakup antara lain kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang sewa pembiayaan, piutang lain- lain - pihak ketiga, pinjaman jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain - pihak ketiga, dan akrual dianggap mendekati nilai tercatatnya.

- The fair value of short-term financial assets and financial liabilities with maturities of one year or less include among others, cash and cash equivalents, short-term investments, trade receivables, finance lease receivables, other receivables - third parties, short-term loans, trade payables, other payables - third parties, and accrued expenses are considered to approximate their carrying values.

- Estimasi nilai wajar dari aset keuangan jangka panjang lainnya ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa depan menggunakan tingkat suku bunga bebas risiko untuk instrumen serupa.

- The estimated fair values of other long-term financial assets are determined by discounting the future cash flows using risk- free rates for similar instrumens.

- Investasi lainnya yang terdiri dari investasi pada saham dengan persentase kepemilikan dibawah 20% dicatat pada biaya perolehan karena investasi dalam instrumen ekuitas tersebut tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.

- Other investments thatcomprised investments in shares with percentage of ownership interest less than 20% are recognised at cost due to investments in equity instrumens not having a quoted market price in an active market and their fair value cannot be reliably measured.

31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT)

(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31 DECEMBER 2012 (AUDITED) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

e. Nilai wajar (lanjutan) e. Fair Value (continued) - Estimasi nilai wajar dari pinjaman jangka

panjang ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa depan dengan menggunakan tingkat bunga pasar untuk instrumen dengan syarat, risiko kredit dan jatuh tempo yang serupa.

- The estimated fair values of long-term loans are determined by discounting future cash flows using interest market rates for instruments with similar terms, credit risk and remaining maturities.

Tujuan utama dari instrumen keuangan tersebut adalah untuk mengumpulkan dana untuk kegiatan operasional Grup.

The main purpose of these financial instruments is to raise funds for the Group’s operations.

Telah menjadi kebijakan Grup bahwa tidak akan ada perdagangan dalam instrumen keuangan yang akan dilakukan.

It is and has been the Group’s policy that no trading in financial instruments shall be undertaken.

Manajemen berpendapat bahwa nilai buku dari aset dan liabilitas keuangannya mendekati nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan tersebut pada tanggal 30 juni 2013 dan 31 Desember 2012.

Management is of the opinion that the carrying value of its financial assets and liabilities approximates the fair value of the financial assets and liabilities as at 30 June 2013 and 31 December 2012.

f. Manajemen permodalan f. Capital management Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan

adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemangku kepentingan lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal yang meliputi utang dan ekuitas untuk mengurangi biaya modal.

Secara periodik, Grup melakukan penilaian utang untuk menilai kemungkinan pembiayaan kembali utang yang ada dengan utang baru yang memiliki biaya yang lebih efisien sehingga mengoptimalkan biaya utang.

Strategi Grup selama 2013 adalah mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 3 kali dan rasio pengembalian bunga minimum sebesar 1.3%. Rasio utang terhadap ekuitas dan rasio

pengembalian bungan pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:

The Group’s objectives when managing capital are to safeguard the Group’s ability to continue as a going concern in order to provide returns for shareholders and benefits to other stakeholders and to maintain an optimum capital structure covering debt and equity to minimise the cost of capital.

Periodically, the Group conducts debt valuation to assess possibilities of refinancing existing debts with new ones which have more efficient cost that will lead to more optimised cost-of- debt.

During 2013, the Company’s strategy, was to maintain the debt to equity ratio maximum 3 times and interest coverage ratio minimum 1.3%.

The debt to equity ratios and interest coverage ratios as at 30 June 2013 dan 31 December 2012 were as follows:

2013 2012

Utang bersih 2,050,013 2,252,312 Net debt

Jumlah ekuitas 2,128,884 2,042,245 Total equity

Rasio utang terhadap ekuitas 0.96 1.10 Debt to equity ratio Laba sebelum pajak penghasilan 122,974 74,679 Profit before tax

31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT)

(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31 DECEMBER 2012 (AUDITED) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

34. KEJADIAN SETELAH TANGGAL LAPORAN KEUANGAN

34. SUBSEQUENT EVENT

Pada tanggal 4 Juli 2013 Perusahaan telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”) No.00346/207/11/051/13 untuk Masa Pajak Juli sampai dengan November 2011 dari Direktorat Jenderal Pajak atas PPN sebesar Rp254 dan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) No.00025/407/11/051/13 untuk Masa Pajak Desember 2011 dari Direktorat Jenderal Pajak atas PPN sebesar Rp92.001.

On 4 July 2013, the Company received the assesment letter on tax underpayment (“SKPKB”) from the Directorate General of Taxation No.00346/207/11/051/13 of the VAT for the period July until November 2011 amounting to Rp254 and the assesment letter on tax overpayment (“SKPLB”) No.00025/407/11/051/13 of the VAT for the period December 2011 amounting Rp92,001.

Dalam dokumen LK PT ELNUSA PER 30 JUNI 2013 (Halaman 101-103)