5.2 Kriteria Stastistik
5.4.4 Nilai Tukar Riil (Kurs)
60 5.4.3 Jumlah Penduduk Negara Tujuan Ekspor
Dalam teori permintaan disebutkan bahwa jumlah penduduk memiliki korelasi positif terhadap jumlah komoditi yang diminta. Artinya jika jumlah penduduk suatu negara meningkat maka akan meningkatkan jumlah suatu komoditi yang diminta dan menggeser kurva permintaan ke arah kanan atas (ceteris paribus).
Hasil estimasi dengan menggunakan Eviews menunjukkan bahwa variabel jumlah penduduk memiliki koefisien yang bertanda negatif dan bernilai sebesar 8.870. Hal ini menunjukkan bahwa jika terjadi peningkatan jumlah penduduk sebesar satu persen maka akan menurunkan volume batubara yang diminta sebesar 8.870 persen. Variabel jumlah penduduk ini ternyata tidak sesuai dengan teori dan hipotesis yang dibuat. Ketidaksesuaian ini diduga karena batubara merupakan salah satu komoditi yang tidak langsung dikonsumsi masyarakat tetapi dikonsumsi oleh industri. Bagaimanapun industri mengolah batubara yang kemudian dikonsumsi oleh masyarakat di negara tersebut dan mengekspor produk dari bahan baku batubara tersebut. Oleh sebab itu batubara tidak hanya dipengaruhi oleh penduduk negara yang mengimpor tetapi dipengaruhi juga oleh penduduk negara lain dimana industri negara tersebut mengekspor produk yang menggunakan bahan baku batubara.
5.4.4 Nilai Tukar Riil (Kurs)
Berdasarkan hasil estimasi Eviews diperoleh koefisien dari variabel nilai tukar sebesar 0.494 dan memiliki tanda negatif. Artinya apabila nilai tukar rupiah terdepresiasi atau turun sebesar satu persen maka akan meningkatkan permintaan
61 ekspor batubara Indonesia sebesar 0.494 persen (ceteris paribus). Disamping itu pula variabel nilai tukar riil memberikan pengaruh yang signifikan terhadap volume ekspor yang ditandai dengan nilai probabilitas dari variabel nilai tukar riil sebesar 0.0297 yang lebih kecil dari pada taraf nyata 10 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel nilai tukar riil berpengaruh nyata terhadap permintaan ekspor batubara Indonesia.
Koefisien nilai tukar riil sesuai dengan hipotesis yang diharapkan. Nilai tukar riil memiliki pengaruh negatif terhadap permintaan ekspor komoditi tertentu di suatu negara. Apabila terjadi depresiasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara tujuan ekspor, maka harga barang di Indonesia relatif lebih murah daripada harga barang di negara tujuan ekspor sehingga permintaan akan batubara Indonesia akan meningkat. Hal ini akan mendorong negara Jepang, India, Korea Selatan, dan Cina untuk meningkatkan permintaan batubara dari negara yang memiliki harga relatif lebih murah sehingga akan merangsang peningkatan ekspor batubara Indonesia ke negara tersebut.
62
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Hasil estimasi dengan menggunakan metode panel data melalui pendekatan fixed effect menunjukkan bahwa :
a. Variabel harga ekspor batubara memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap permintaan ekspor batubara Indonesia. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis yang telah dibuat. Ketidaksesuaian ini diduga karena adanya kontrak berjangka pada penjualan dan pembelian batubara antara Indonesia dengan negara tujuan ekspor sehingga harga yang meningkat tidak menjadi masalah bagi para importir.
b. GDP per kapita negara Jepang, India, Korea Selatan, dan Cina memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan ekspor batubara Indonesia. Artinya, apabila GDP per kapita negara pengimpor meningkat maka akan meningkatkan permintaan ekspor batubara Indonesia.
c. Jumlah penduduk negara pengimpor memiliki nilai probabilitas yang signifikan. Artinya jumlah penduduk negara pengimpor berpengaruh nyata terhadap permintaan ekspor. Namun variabel ini berpengaruh negatif terhadap permintaan ekspor batubara Indonesia. Hal tersebut tidak sesuai hipotesis karena batubara merupakan salah satu komoditi yang tidak langsung dikonsumsi masyarakat tetapi dikonsumsi oleh industri.
d. Nilai tukar riil memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan ekspor batubara Indonesia. Artinya jika nilai tukar riil rupiah
63 menurun sebesar satu persen maka akan meningkatkan permintaan batubara.
6.2 Saran
Peningkatan permintaan ekspor batubara dari negara Jepang, India, Korea Selatan, dan Cina merupakan prospek yang cerah bagi ekspor batubara Indonesia. Batubara dapat menjadi sumber devisa negara. Berdasarkan variabel yang diteliti hanya variabel nilai tukar yang dapat dikendalikan oleh pemerintah Indonesia. Oleh sebab itu sebaiknya pemerintah mengambil kebijakan dalam menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara tujuan ekspor. Dengan demikian harga ekspor menjadi lebih kompetitif di pasar internasional sehingga akan meningkatkan volume ekspor batubara.
64 DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. 2009. Statistik Indonesia. BPS, Jakarta.
Djuanda, B. 2009. Ekonometrika: Pemodelan dan Pendugaan. IPB Press, Bogor. Djiwandono, S. 1997. Pembiayaan Pembangunan Nasional : Permasalahan,
Tantangan, dan Kebijakan, Wijoyo Nitisastro 70 tahun, Pembangunan Nasional Teori Kebijakan dan Pelaksanaan. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Firdaus, M. 2012. Aplikasi Ekonometrika untuk Data Panel dan Time Series. IPB Press, Bogor.
Focus Group Discussion. 2007. Peranan Sektor Pertambangan Dalam Perekonomian Nasional. Pusat Data dan Informasi ESDM, Departemen ESDM, Jakarta.
Gujarati, D. 1995. Ekonometrika Dasar. Sumarno Zain [penerjemah]. Erlangga, Jakarta.
Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral. Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia. 2009. http://www.desdm.go.id
Kementerian Perdagangan. 2011. Data dan Statistik. Jakarta. Kementerian Perindustrian. 2011. Data dan Statistik. Jakarta.
Kurniawan. 2009. Dampak Ketergantungan Perekonomian Provinsi Jambi Terhadap Sumberdaya Alam Tak Terbarukan (Pemberlakuan Kuota Ekspor Batubara) [Skripsi]. Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Laporan Pemetaan Sektor Ekonomi. 2006. Direktorat Statistik Ekonomi dan Moneter, Jakarta.
Lipsey, R. G. 1995. Pengantar Mikroekonomi Edisi Kesepuluh Jlid Dua. A. J Wasana, Kirbrandoko, Budijanto [penerjemah]. Binarupa Aksara, Jakarta. Miranti, E. 2008. Prospek Industri Batubara di Indonesia. Economic Review no:
214. http://vend182.wordpress.com [September 2011].
Petromindo. 2009. Indonesian Oil, Mining and Energy News.
65 Rahmawati. 2007. Analisis Peramalan Ekspor Batubara dan Dampaknya
terhadap Perekonomian Indonesia [Skripsi]. Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Salvatore, D. 1997. Ekonomi Internasional, Edisi Kelima. Haris Munandar [penerjemah]. Erlangga, Jakarta.
Suciati, R. 2009. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Ekspor Batubara Indonesia di Pasar Jepang [Skripsi]. Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Sukandarrumidi. 2006. Batubara dan Pemanfaatannya. Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas Press.
Sukmawati, A. 2011. Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Permintaan Ekspor Mutiara Indonesia [Skripsi]. Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Todaro, M. P. 2000. Economic Development. Seventh Edition. Addison Wesley Longman, Inc, New York.
Oktaviani, R. dan Tanti, N. 2009. Teori Perdagangan Internasional dan Aplikasinya di Indonesia. Bogor: Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
United Nations Commodity Trade Statistic. 2010. Comodity Trade.
http://comtrade.un.org [Juli 2011].
World Coal Institute. Coal Statistics. 2008. http:www.worldcoalinstitute.org [Juli 2011].
66
67
Lampiran 1. Data Penelitian
Negara Tahun Volume Ekspor
Harga
Batubara GDP Populasi Nilai Tukar
(Juta Ton) (US$/Kg) (US$) (Juta Orang) Riil
Jepang 2001 15.011.059.724 23.95773003 36.776 127.149.000 118.8936273 2002 16.717.868.385 22.42407508 36.787 127.445.000 93.55157918 2003 20.472.024.026 34.88105027 37.227 127.718.000 87.14418685 2004 22.699.937.014 48.02242102 38.236 127.761.000 91.53596692 2005 27.312.807.557 38.00000000 38.972 127.773.000 88.26683333 2006 35.295.664.290 27.88032033 39.772 127.756.000 69.83485627 2007 35.255.506.580 57.18444973 40.707 127.770.750 64.79291667 2008 36.259.746.265 56.10601416 40.238 127.704.000 72.40685235 2009 32.217.820.983 152.8807394 38.177 127.560.000 80.36389832 India 2001 4.335.395.010 17.51816391 469 1.032.473.426 257.7083997 2002 5.092.534.781 16.09530368 479 1.048.640.721 213.7691938 2003 7.812.699.400 25.54040148 512 1.064.398.612 199.7931182 2004 10.674.103.472 35.00000000 546 1.079.721.194 209.1904069 2005 16.255.416.221 27.00000000 589 1.094.583.000 220.5375 2006 20.742.398.003 22.00000000 635 1.109.811.147 190.4258989 2007 25.179.146.595 50.00000000 688 1.124.786.997 208.5682976 2008 26.396.640.263 46.00000000 712 1.139.964.932 206.2967355 2009 39.108.918.130 112.00000000 766 1.155.347.678 210.1042181 Korea Selatan 2001 5.427.419.340 18.59205322 11.711 47.357.000 9.758487878 2002 7.461.749.189 17.8898223 12.478 47.622.000 8.488084457 2003 7.856.883.018 31.18397914 12.764 47.859.000 7.933981221 2004 11.740.787.186 40.00000000 13.304 48.039.000 8.398149536 2005 14.376.567.954 31.00000000 13.802 48.138.000 9.482566667 2006 21.314.096.718 23.00000000 14.469 48.297.000 8.677445009 2007 27.371.494.943 53.00000000 15.158 48.456.000 8.56709815 2008 26.355.551.782 48.00000000 15.458 48.607.000 7.362085412 2009 33.418.449.116 124.00000000 15.444 48.747.000 6.623130849 Cina 2001 656.720.000 24.45531002 1.021 1.271.850.000 1621.876972 2002 2.531.438.169 25.44629037 1.106 1.280.400.000 1316.532268 2003 554.566.000 45.97996145 1.209 1.288.400.000 1149.104191 2004 1.473.143.859 37.3628904 1.323 1.296.075.000 1170.97943 2005 2.503.155.834 23.21219808 1.464 1.303.720.000 1186.749167 2006 6.656.464.350 21.89093852 1.641 1.311.020.000 1031.252859 2007 14.186.311.184 50.0757981 1.864 1.317.885.000 1061.855171 2008 15.673.734.380 44.7685307 2.033 1.324.655.000 1185.506757 2009 38.790.622.290 118.978574 2.206 1.331.460.000 1225.928941
68 Sumber : UNComtrade, Worldbank, Kementrian Perdagangan, tahun 2001-2009, diolah
Lampiran 2. Data Penelitian (Ln)
Negara Tahun
Volume Harga GDP Populasi Nilai Tukar
Ekspor Batubara (US$) (Juta Orang) Riil
(Juta Ton) (US$/Kg)
Jepang 2001 23.43205 3.176291 3.60485 18.66087 4.778229 2002 23.53974 3.110135 3.60514 18.6632 4.538513 2003 23.74233 3.551944 3.61703 18.66534 4.467564 2004 23.84563 3.871668 3.64378 18.66567 4.516732 2005 24.03062 3.637586 3.66284 18.66577 4.480364 2006 24.28703 3.327921 3.68316 18.66563 4.246133 2007 24.28589 4.046282 3.7064 18.66575 4.171196 2008 24.31397 4.027243 3.69481 18.66523 4.282301 2009 24.19579 5.029658 3.64223 18.6641 4.386565 India 2001 22.19008 2.863238 6.1506 20.75522 5.551829 2002 22.35104 2.778528 6.1717 20.77076 5.364897 2003 22.77902 3.240262 6.23832 20.78568 5.297282 2004 23.09109 3.555348 6.30262 20.79997 5.343245 2005 23.51169 3.295837 6.37843 20.81364 5.396068 2006 23.75545 3.091042 6.45362 20.82746 5.249263 2007 23.94928 3.912023 6.53379 20.84086 5.340267 2008 23.9965 3.828641 6.56808 20.85426 5.329316 2009 24.38962 4.718499 6.64118 20.86767 5.347604 Korea Selatan 2001 22.41473 2.922734 2.46053 17.67323 2.278137 2002 22.73306 2.884232 2.52397 17.67881 2.138663 2003 22.78466 3.439904 2.54663 17.68377 2.071155 2004 23.18633 3.688879 2.58806 17.68752 2.128011 2005 23.38887 3.433987 2.62481 17.68958 2.249455 2006 23.78263 3.135494 2.67201 17.69288 2.160727 2007 24.03277 3.970292 2.71853 17.69617 2.147929 2008 23.99494 3.871201 2.73813 17.69928 1.996343 2009 24.23237 4.820282 2.73722 17.70215 1.890568 Cina 2001 20.30277 3.196847 0.02078 20.96374 7.391339 2002 21.65205 3.23657 0.10075 20.97044 7.182756 2003 20.1337 3.828206 0.18979 20.97667 7.046738 2004 21.11066 3.620678 0.2799 20.98261 7.065596 2005 21.64082 3.144678 0.38117 20.98849 7.078973
69 2006 22.61885 3.086073 0.49531 20.99407 6.93853 2007 23.37554 3.913538 0.62272 20.99929 6.967773 2008 23.47525 3.801505 0.70951 21.00442 7.077926 2009 24.38144 4.778943 0.79118 21.00954 7.111454 Sumber : UNComtrade, Worldbank, Kementrian Perdagangan, tahun 2001-2009, diolah
Lampiran 3. Hasil Estimasi Uji Normalitas
0 2 4 6 8 10 -0.4 -0.2 -0.0 0.2 0.4 0.6
Series: Standardized Residuals Sample 2001 2009 Observations 36 Mean -5.02e-16 Median -0.026066 Maximum 0.673593 Minimum -0.470501 Std. Dev. 0.261484 Skewness 0.457280 Kurtosis 3.074953 Jarque-Bera 1.263059 Probability 0.531778