• Tidak ada hasil yang ditemukan

No Kunjungan Pasien Unit Gawat Darurat (UGD)

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan (Halaman 31-49)

Sumber : Rekam Medik RS Erba Tahun 2014

Sementara pada Unit Gawat Daruarat (UGD) total pasien yang dilayani sepanjang tahun 2014 mencapai 3.366 orang dengan rincian sebanyak 867 merupakan pasien baru dan 2.499 merupakan pasien lama. Pasien lama merupakan pasien gangguan jiwa yang datang berobat kembali ke rumah sakit. Jumlah pasien yang dilayani melalui UGD dalam enam tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 11.

Kunjungan Unit Gawat Darurat (UGD) RS. Ernaldi Bahar Tahun 2009 – 2014

2009 2010 2011 2012 2013 2014

1. Pasien Baru UGD 843 969 1.016 936 923 867

2. Pasien Lama UGD 1.689 1.953 2.396 2.496 2.508 2.499

3. Jumlah Kunjungan UGD 2.532 2.922 3.412 3.432 3.431 3.366

No Kunjungan Pasien Unit

Gawat Darurat (UGD)

Tahun

Sumber : Rekam Medik RS Erba Tahun 2014

b. Capaian Kinerja Rawat Inap

Terkait dengan peningkatan capaian kinerja rumah sakit, maka selama tahun 2014 program yang dilaksanakan meliputi program peningkatan kualitas pelayanan kesehatan BLUD, program pengadaan sarana dan prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata, Program Peningkatan sarana dan Prasarana Aparatur, Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur,Program

Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata.

Untuk hasil pelayanan kesehatan rawat inap rumah sakit dapat dilihat dari beberapa capaian kinerja rumah sakit, seperti rata-rata penggunaan tempat tidur rumah sakit (Bed Occupancy rate/ BOR), rata-rata lama pasien dirawat inap (Length of Stay/LOS), Nett Death Rate (NDR), Bed Turn Over (BTO) dan lain sebagainya. Berikut adalah kinerja rawat inap Rumah Sakit Ernaldi Bahar berdasarkan beberapa indikator kinerja yang telah ditetapkan oleh rumah sakit :

Tabel 12.

Capaian Kinerja Rawat Inap Rumah Sakit Ernaldi Bahar Tahun 2014

Indikator Kinerja Satuan Target Tahun 2014 Realisasi Capaian (%)

1 Persentase BOR (Bed

Occupancy Rate) % 85 72,79 85,85

2 Jumlah BTO (Bed Turn Over)

Kali/tahun 11 13,76 125,09 3 Jumlah TOI(Turn Over

Interval)

Hari 1 -8,42

4 Tingkat jumlah NDR (Nett

Death Rate) diatas 48 jam Orang/1000 pasien 0 0,01 5 Tingkat LOS (Length Of

Stay) Hari 31 25 80,65 6 Jumlah Pemeriksaan Psikologi Orang/tahun 1.026 690 67,25 7 Jumlah Kunjungan Rehabilitasi Orang/tahun 25.645 27.887 108,74

Adapun capaian indikator kinerja tersebut diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. BOR (Bed Ocupancy Rate) atau persentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu.

Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Realisasi BOR pada tahun 2014 sebesar 72,79. Nilai ini didapatkan dengan perhitungan jumlah hari perawatan dengan membandingkan jumlah tempat tidur yang ada dalam jangka waktu satu tahun. Hasil yang dicapai pada Tahun 2014

Berdasarkan grafik 3.1 dapat diketahui perbandingan persentase pencapaian indikator pada tahun 2013 dan tahun 2014. Persentase pencapaian indikator ini pada tahun 2014 baru sebesar 85,85%. Jika dibandingkan dengan hasil capaian yang diperoleh pada tahun 2013, terjadi peningkatan yang cukup signifikan, dimana capaian yang diperoleh tahun 2013 hanya sebesar 72,29% dan juga masih jauh berada di bawah dari target yang telah ditetapkan.

Pada tahun 2013 Jumlah tempat tidur di ruang rawat inap RS. Ernaldi Bahar sebanyak 388 tempat tidur dan tahun 2014 terjadi pengurangan jumlah tempat tidur sehingga menjadi 250 tempat tidur. Menurunnya jumlah tempat tidur menyebabkan kenaikan BOR di rumah sakit. Tapi walaupun demikian BOR di rumah sakit masih belum mencapai target yang telah ditetapkan. Diharapkan sampai dengan akhir tahun pelaksanaan jangka menengah, realisasi BOR RS dapat mencapai target yang diharapkan. Ketidak capaian dari target yang diharapkan ini bukan merupakan penurunan mutu pelayanan Rumah Sakit melainkan disebabkan terjadi penumpukan pasien di kelas III khususnya pengguna program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) dan Jamsoskes Sumsel Semesta.

Usaha rumah sakit dalam mencapai target jangka menengah dengan menambah tempat tidur yang ada yang akan digunakan khusus bagi pasien kelas III dengan pelayanan BPJS (Badan Pelaksana Jaminan Sosial ) Kesehatan dan Jamsoskes serta dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosialisasi yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam memamfaatkan pelayanan di RS Ernaldi Bahar. Melaksanakan promosi dan pemberian informasi kepada pengguna pelayanan rawat inap tentang fasilitas yang ada di RS Ernaldi Bahar terutama tentang keunggulan pelayanan yang ada di kelas VIP, I dan II sehingga pasien yang dirawat inap akan terdistribusi secara merata.

Pada tahun 2014, RS Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan telah melaksanakan Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Kegiatan Pengadaan Alat Kesehatan Medis dan Non Medis, dengan melaksanakan pembelian Tempat Tidur pasien

guna mengganti tempat tidur yang lama. Ini diharapkan distribusi penempatan pasien di RS Ernaldi Bahar lebih baik, sehingga pasien bisa memilih ruangan perawatan tidak hanya di kelas III saja.

Grafik 3.1

Perbandingan Capaian BOR Rumah Sakit Ernaldi Bahar Tahun 2013 - 2014 dan Target Tahun 2018

2. BTO (Bed Turn Over)

Bed turn oveer atau rata-rata pemakaian tempat tidur yaitu frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu tertentu. Tahun 2014 BTO terealisasi sebesar 13,76 melampaui target yaitu 11 kali pertahun dengean persentase pencapaiannya sebesar 125,09%. Nilai ini didapatkan dengan perhitungan jumlah pasien yang keluar baik hidup atau mati dibandingkan dengan jumlah tempat tidur yang tersedia. Pencapaian

realisasi ini hampir mendekati angka ideal BTO yaitu sebesar 10 – 11

kali pertahun.

Pada grafik 3.2 dapat diketahui perbandingan antara realisasi BTO tahun 2013 dan Tahun 2014. Target BTO tahun 2013 sebesar 10 kali per tahun terealisasi sebesar 13,11 sehingga persentase capaian

Bahar pada Tahun 2013-2014 terjadi penurunan yang relatif tidak banyak perubahan.

Belum tercapainya angka ideal BTO rumah sakit bukan merupakan penurunan kinerja dari rumah sakit melainkan dikarenakan dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 250 tempat tidur, selalu penuh bahkan melebihi kapasitas yang ada. Pada akhir RPJM diharapkan tingkat BTO di RS Ernaldi Bahar dapat mendekati nilai ideal sebesar 11 kali / tahun.

Upaya RS Ernaldi Bahar dalam mencapai nilai ideal ini dengan terus mengupayakan penyebaran pasien di ruang-ruang perawatan, sehingga bukan hanya kelas III saja yang dipilih, tetapi kelas yang lain seperti VIP, Kelas I dan II dapat menjadi pilihan pasien dalam menjalani perawatan.

Namun demikian pencapaian BTO dalam kurun waktu 2013-2014 masih tergolong ideal.

Grafik 3.2

Perbandingan Capaian BTO Tahun 2013, 2014 dan Target Tahun 2018

3. TOI (Turn Over Interval)

Turn Over Interval atau rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari telah diisi ke saat terisi berikutnya. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur.

Idealnya tempat tidur kosong tidak terisi pada kisaran 1-3 hari. Nilai TOI RS Ernaldi Bahar pada tahun 2014 didapatkan nilai –8,42 dari target 1 hari. Pada Tahun 2013 dari target TOI yang ditetapkan sebesar 2 hari, didapatkan realisasi sebesar -19,28. Terjadi kenaikan TOI yang cukup signifikan pada tahun 2014 yang semakin mendekati angka ideal yaitu 1-3 hari.

Perbandingan TOI tahun 2013 – 2014 dapat dilihat pada tabel 3.2. Nilai minus ini dikarenakan tidak meratanya penyebaran pasien di kelas-kelas perawatan inap. Hal ini terjadi karena tingginya pasien yang menggunakan program BPJS dan Jamsoskes Sumsel Semesta sehingga pasien lebih memilih perawatan kelas III. Agar TOI menjadi ideal dapat dilakukan upaya menambah kapasitas tempat tidur dikelas III.

4. NDR (Net Death Rate)

Net Death Rate yaitu angka kematian pasien > 48 jam perawatan di rumah sakit untuk tiap-tiap 1.000 penderita keluar. Indikator ini memberikan gambaran mutu layanan rumah sakit. NDR tahun 2013 terealisasi sebesar 0,02 dengan target sebesar 0 orang per tahun. NDR tahun 2014 terealisasi sebesar 0,01 dengan target yang ditetapkan sama seperti tahun sebelumnya yaitu sebesar 0 orang per tahun. Terjadi penurunan jumlah pasien mati yang semakin mendekati target yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan kualitas pelayanan rumah sakit yang semakin bagus sehingga angka kematian pasien yang dirawat di RS. Ernaldi Bahar > 48 jam dapat diturunkan.

Kematian pasien yang dirawat > 48 jam ini disebabkan bukan karena gangguan kejiwaannya, tetapi pasien telah mengalami gangguan kesehatan fisik saat pasien menjalani perawatan kejiwaannya. Terjadinya penurunan untuk angka NDR disebabkan kareana diagnosa medik dan keperawatan pasien tidak hanya untuk gangguan jiwa saja, tetapi didiagnosa juga keadaan fisik pasien, sehingga therapy yang diberikan tidak hanya untuk kesembuhan gangguan jiwanya saja tetapi

dirawat dapat kelaur dari rumah sakit tanpa ada kejadian kematian pada pasien.

Pada tahun mendatang untuk mencapai target NDR, pemeriksaan terhadap pasien yang akan dirawat akan lebih selektif guna menghindari kematian pasien saat dirawat.

5. LOS (Length Of Stay)

Length Of Stay yaitu lamanya seorang pasien dirawat dengan standar 30-52 hari, artinya lamanya perawatan seorang pasien yang dirawat

inap selama 30 – 52 hari yang dikatakan baik. Indikator ini disamping

memberikan gambaran tingkat efisiensi, juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan, apabila diterapkan pada diagnosis tertentu dapat dijadikan hal yang perlu pengamatan yang lebih lanjut.

Dari data yang diperoleh pada tahun 2013 didapatkan LOS 31 hari dari target yang ditetapkan pada awal tahun sebesar 31 hari, dengan persentase tingkat capaian sebesar 103,33% sedangkan pada tahun 2014 didapatkan LOS 25 hari dari target yang ditetapkan sebesar 31 hari dengan tingkat capaian 80,65%. Terjadi penurunan LOS dari tahun 2013 ke tahun 2014. Meskipun terjadi penurunan LOS RS. Ernaldi Bahar pada tahun 2014 akan tetapi masih tergolong ideal, dari nilai ideal yaitu 30-52 hari. Untuk mencapai target LOS RS. Ernaldi Bahar akan terus memberikan pelayanan kesehatan jiwa kepada pasien dengan terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan pelayanan medik dan keperawatan yang lebih baik sehingga pasien dapat pulang dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Perbandingan LOS RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013 – 2014 dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

Grafik 3.3

Perbandingan Capaian LOS Rumah Sakit Ernaldi Bahar Tahun 2013 - 2014 dan Target Tahun 2018

6. Kunjungan Psikologi

Kunjungan Psikologi di Rumah Sakit Ernaldi Bahar pada tahun 2014 terealisasi sebanyak 690 orang/tahun dengan target yang telah ditetapkan sebesar 1.026 orang/tahun, persentasi capaian sebesar 67,25%. Angka capaian ini masih rendah dari target yang diharapkan. Terjadi penurunan yang sangat signifikan dibandingkan Kunjungan psikologi tahun 2013 yaitu sebesar 1.267orang/tahun. Tingginya angka kunjungan psikologi pada tahun 2013 ini dikarenakan pada tahun 2013 ada pemilihan anggota calon legislatif yang salah satu syaratnya adalah harus mengikuti test psikologi, sehingga terjadi kenaikan yang sangat tajam di poli psikologi, selain itu salah satu penyebab rendahnya capaian tahun 2014 karena kurangnya sosialisasi keberadaan poli psikologi kepada masyarakat diana poli psikologi dapat digunakan sebagai sarana pengukuran untuk mengetahui minat, bakat dan kemampuan yang dimiliki seseorang.

Untuk mencapai target yang telah ditetapkan maka RS. Ernaldi Bahar akan menggiatkan penyebarluasan informasi tentang pelayanan

psikologi terhadap karyawannya dan menetapkan pemeriksaan psikologi sebagai salah satu syarat untuk penerimaan karyawan baru.

Perbandingan kunjungan psikologi tahun 2013-2014 dapat dilihat pada grafik dibawah ini.

Grafik 3.4

Perbandingan Kunjungan Psikologi Tahun 2013, 2014 dan Target Tahun 2018

7. Kunjungan Rehabilitasi

Kunjungan rehabilitasi pada tahun 2014 realisasinya sebesar 27.887 orang per tahun, melampui target yang telah ditetapkan pada awal tahun yaitu sebesar 25.645 orang per tahun dengan persentase capaian sebesar 108,74%. Mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013 yaitu realisasi sebesar 19.043. Pada pelayanan ini diberikan pengetahuan dan keterampilan bagi pasien yang dirawat agar pasien tersebut setelah pulang mampu beraktivitas layaknya orang normal. Untuk meningkatkan realisasi kunjungan rehabilitasi RS. Ernaldi Bahar akan terus melengkapi sarana dan prasrana yang ada di unit rehabilitasi dan pasien akan lebih banyak dikirim ke unit rehabilitasi guna mendapatkan kegiatan rehabilitasi antara lain terapi gerak/olahraga, terapi kerja, terapi kelompok/permainan, terapi musi dan terapi religius.

Grafik 3.5

Perbandingan Kunjungan Rehabilitasi Tahun 2013, 2014 dan Target Tahun 2018

Faktor penyebab meningkat maupun menurunnya capaian dari target yang telah ditetapkan karena di RS. Ernaldi Bahar berlaku sistem rujukan berjenjang yang menyebabkan birokrasi semakin panjang.

Strategi yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan pencapaian target diatas adalah dengan cara :

1. Meningkatkan kualitas pelayanan dengan meningkatkan pengetahuan

dan ketrampilan petugas melalui pendidikan dan pelatihan baik petugas medis maupun paramedis

2. Meningkatkan kuantitas tenaga, khususnya tenaga keperawatan

3. Melengkapi alat-alat kedokteran yang canggih yang dapat menjadi

pelayanan ungulan bagi rumah sakit.

4. Aktif memasarkan rumah sakit baik dari segi pelayanan maupun dari

jenis pelayanan yang dimiliki rumah sakit

c. Pelayanan Rehabilitasi NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya)

pelayanan rehabilitasi bagi para pengguna NAPZA tersebut sehingga ketergantungan mereka terhadap penggunaan NAPZA dapat dihilangkan. Untuk hal tersebut, Rumah Sakit Ernaldi Bahar sudah memiliki Klinik Methadone khusus untuk pengguna NAPZA yang terintegrasi dengan klinik VCT.

Capaian, target dan persentase capaian indikator kinerja sasaran pada tujuan ketiga dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 13.

Capaian Kinerja Pelayanan NAPZA Rumah Sakit Ernaldi Bahar Tahun 2014

Indikator Kinerja Satuan Target Tahun 2014 Realisasi %

1 Jumlah kunjungan pengguna Narkoba yang memanfaatkan klinik Methadone

kunjungan 225 432 192,00 2 Jumlah Pengguna Narkoba yang

dirawat inap org/thn 285 356 124,91

Adapun capaian indikator kinerja tersebut diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut :

12. Jumlah kunjungan pengguna Narkoba yang memanfaatkan klinik Methadone pada tahun 2014 realisasi mencapai 432 kunjungan melebihi dari target yang telah ditetapkan pada awal tahun yaitu sebanyak 225 kunjungan, dengan persentase capaian kinerja sebesar 192%. Terjadi peningkatan dibandingkan angka kunjungan pada tahun 2013. Realisasi kunjungan pada tahun 2013 sebanyak 366 kunjungan dari target yang telah ditetapkan sebesar 310 kunjungan dengan persentase capaian sebesar 118,06%. Perbandingan antara kunjungan tahun 2013 dengan angka kunjungan tahun 2014 dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Terjadi kenaikan yang cukup signifikan. Peningkatan ini diharapkan karena semakin banyaknya pengguna narkoba yang berusaha melepaskan diri dari ketergantungan terhadap Narkoba.

Rumah Sakit Ernaldi Bahar akan lebih banyak menginformasikan kepada masyarakat tentang klinik metadhone sebagai klinik pengobatan pecandu NAPZA. Selain itu RS. Ernaldi Bahar akan terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan dengan berbagai kegiatan antara lain

penyuluhan dan peningkatan sarana dan prasarana untuk menunjang pelayanan tersebut.

Grafik 3.6

Perbandingan Kunjungan Pengguna Narkoba di RS Ernaldi Bahar Tahun 2013 - 2014 dan Target Tahun 2018

13. Untuk jumlah penderita Narkoba yang dirawat inap pada tahun 2014 telah melampaui target yang ingin dicapai yaitu sebanyak 356 orang per tahun dari target yang ditetapkan pada awal tahun yaitu sebanyak 285 orang per tahun, dengan persentase capaian sebesar 124,91%. Peningkatan ini merupakan nilai yang baik dikarenakan telah semakin berkembangan ilmu pengetahuan dalam upaya pengurangan dampak dan ketergantungan dari Narkoba, dan semakin dikenalnya upaya detoksifikasi terhadap para pecandu narkoba. Bila dibandingkan dengan target RPJM 2018 diharapkan turun menjadi 245 orang per tahun. Target yang terus turun ini seiring dengan semakin meningkatnya jumlah kunjungan klinik methadone. Penurunan ini diharapkan para pengguna narkoba hanya dengan rawat jalan tanpa harus di rawat inap, sehingga para pengguna narkoba masih bisa beraktifitas seperti biasa.

Seiring dengan ditunjuknya RS Ernaldi Bahar sebagai pusat rujukan penderita narkoba, RS Ernaldi Bahar akan lebih memfokuskan dalam melengkapi sarana dan prasarana di ruang rawat inap rehabilitasi

Untuk meningkatkan pengetahuan paramedis yang berkecimpung di rehabilitasi narkoba, RS Ernaldi Bahar akan lebih banyak mengirimkan tenaga kesehatannya untuk memperdalam ilmu di bidang rehabilitasi terhadap pengguna narkoba di Rumah Sakit yang lebih dulu dalam hal rehabilitasi narkoba tersebut. Pada tahun 2013 RS. Ernaldi Bahar belum menerima pasien rawat inap NAPZA.

d. Tingkat Kepuasan Pasien dan Utilisasi Pelayanan Rumah Sakit

Kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Ernaldi Bahar merupakan salah satu indikator penting untuk melihat kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Untuk melihat tingkat kepuasan masyarakat tersebut, Rumah Sakit Ernaldi Bahar melakukan survey pengumpulan data kepuasan pasien di rumah sakit. Indikator kinerja lainnya yan terkait dengan kualitas pelayanan adalah ketepatan waktu pelayanan pada Unit Gawat Darurat rumah sakit kurang dari 30 menit.

Sebagian besar dari pasien yang dilayani oleh Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan merupakan pasien yang ditanggung oleh Jamkesmas/BPJS dan Jamsoskes Sumsel Semesta. Jumlah pasien dari kedua program tersebut mencapai setengah lebih dari total jumlah pasien yang ada di rumah sakit.

Capaian kinerja Rumah Sakit Ernaldi Bahar terkait dengan kualitas pelayanan dan jumlah kunjungan pasien dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 14.

Capaian Kinerja RS Ernaldi Bahar Tahun 2014

Indikator Kinerja Tahun 2014

Satuan Target Realisasi %

1 Indeks Kepuasan Masyarakat

terhadap Pelayanan RS % 70 78,59 112,27

2 Ketepatan waktu pelayanan UGD <

30 menit % 70

3 Jumlah Kunjungan Pasien BPJS org/thn 11.444 11.707 102,30 4 Jumlah Kunjungan Pasien

Jamsoskes Sumsel Semesta

org/thn 20.000 16.519 82,60 5 Jumlah kunjungan pasien umum org/thn 10.000 8.854 88,54

Adapun capaian indikator kinerja tersebut diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Capaian indikator Indeks / Survey Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan RS pada tahun 2014 telah mencapai target yang diharapkan. Dari target yang ditetapkan sebesar 70% telah tercapai sebesar 78,59%, dengan persentase capaian kinerja sebesar 112,27%. Pencapaian indikator ini menjadi pacuan dan acuan bagi RS Ernaldi Bahar agar lebih baik dalam pelayanan sehingga masyarakat sebagai pengguna layanan dapat lebih merasa puas. Pada tahun 2013 telah ada Survey Kepuasan Masyarakat tapi belum bisa mendapatakan data yang akurat sehingga tidak bisa dijadikan bahan perbandingan dengan persentase capaian kinerja 2014.

Untuk meningkatkan angka hasil survey kepuasan masyarakat, RS. Ernaldi Bahar akan berusaha lebih baik dalam hal pelayanan, mulai dari saat pasien datang sampai dengan pasien selesai pemeriksaan dalam hal ketepatan waktu maupun dalam hal pelayanan. Untuk itu RS. Ernaldi Bahar telah menggunakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), sehingga pasien ulangan dalam hal pendaftaran tidak memerlukan waktu yang lama, karena semua data pasien telah tersimpan. Kedepannya RS. Ernaldi bahar akan lebih banyak membuat program yang mendukung pelayanan, mulai dari sistem pelayanan pada rekam medik dan farmasi.

2. Ketepatan waktu pelayanan UGD < 30 menit pada tahun 2014 realisasi nya sebesar 27.887 orang per tahun, melampui target yang telah ditetapkan pada awal tahun yaitu sebesar 25.645 orang per tahun dengan persentase capaian sebesar 108,74%. Mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013 yaitu realisasi sebesar 19.043.

3. Jumlah Kunjungan Pasien BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan) tahun 2014 telah melampaui target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 11.707 orang per tahun, target yang ditetapkan sebesar 11.444 orang per tahun dengan persentase capaian kinerja sebesar 102,30%. Peningkatan ini menjadi indikator bahwa semakin banyaknya masyarakat yang memanfaatkan program BPJS sebagai fasilitas pengobatan di RS Ernaldi Bahar dan juga RS Ernaldi Bahar merupakan

4. Jumlah kunjungan Pasien Jamsoskes (Jaminan Sosial Kesehatan) Sumatera Selatan Semesta.

Merupakan salah satu program prioritas dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Program ini diberikan kepada seluruh penduduk sumatera selatan yang belum memiliki jaminan atau asuransi kesehatan. Melalui pelaksanaan program ini diharapkan kendala

masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena

keterbatasan biaya tidak lagi terjadi karena semua pelayanan kesehatan sudah ditanggung oleh Pemerintah Daerah.

Pada tahun 2014 jumlah kunjungan pasien Jamsoskes belum mencapai target yang diharapkan, dari target yang ditetapkan kunjungan sebanyak 20.000 orang per tahun terealisasi sebanyak 16.519 orang per tahun atau capaian kinerja mencapai 82,60%. Tidak tercapainya target ini tidak lantas menunjukkan pelayan RS. Ernaldi Bahar yang buruk melainkan dikarenakan kebanyakan pasien yang dahulunya sebagai peserta Jamsoskes Sumsel Semesta telah beralih ke program BPJS yang telah diluncurkan pemerintah tahun 2014.

Dari grafik 3.7 diketahui terjadi penurunan yang sangat signifikan dari jumlah kunjungan peserta Jamsoskes tahun 2014 dibandingkan dengan tahun 2013. Tahun 2013 realisasi kunjungan peserta Jamsoskes sebanyak 20.307 orang/tahun melampui target yang telah ditetapkan di awal tahun yaitu sebanyak 16.000 orang per tahun, dengan persentase capaian sebesar 126, 92%.

5. Jumlah kunjungan pasien umum di RS Ernaldi Bahar tahun 2014 tidak mencapai target yang diharapkan, dari target yang ditetapkan pada awal tahun sebesar 10.000 orang per tahun terealisasi sebesar 8.854 orang per tahun dengan persentase capaian sebesar 88,54%. Tidak tercapainya nilai ini dikarenakan pasien mulai beralih ke BPJS yang hanya membayar premi bulanan untuk dapat menjadi keanggotaan BPJS.

Berdasarkan grafik 3.8 terjadi penurunan angka kunjungan pasien umum tahun 2014 jika dibandingkan dengan tahun 2013.

Pada tahun 2013 angka kunjungan pasien umum sebanyak 10.497 orang pertahun. Untuk terus meningkatkan angka kunjungan RS Ernaldi

Bahar akan terus memperbaiki sisi pelayanan dan sarana serta prasarana yang digunakan secara langsung kepada pasien, misalnya perbaikan ruangan perawatan, perbaikan peralatan penunjang serta menambah peralatan kesehatan yang belum ada. RS. Ernaldi Bahar akan lebih banyak melakukan sosialisasi dan pengenalan RS Ernaldi Bahar kepada masyarakat luas bahwa RS. Ernaldi Bahar tidak hanya untuk pasien yang mengalami gangguan kejiwaan saja tetapi juga untuk menganalisa minat dan bakat seseorang.

e. Pendidikan dan Pelatihan Rumah Sakit

Sebagai sarana pelayanan kesehatan, Rumah Sakit Ernaldi Bahar juga tidak terlepas dari fungsi sebagai rumah sakit pendidikan dan pelatihan. Hal ini telah dibuktikan dengan banyaknya kerjasamsa yang telah dilakukan oleh rumah sakit dengan instansi/lembaga pendidikan untuk mengirimkan anak didik mereka magang di Rumah Sakit Ernaldi Bahar. Demikian juga untuk penelitian-penelitan oleh kalangan mahasiswa sudah banyak dilakukan dengan difasilitasi oleh Rumah Sakit Ernaldi Bahar.

Melalui pelaksanaan fungsi sebagai sarana pendidikan dan pelatihan,

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan (Halaman 31-49)

Dokumen terkait