• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dakwaan Alternatif 1: Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 4 Undang-Undang No 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Atau yang melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan bersama- sama dengan Johan Pandie II alias Jon, Yoseph Manek & Herry O. Sinlaeloe Dakwaan Alternatif Ke 2: Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 102 ayat (1) huruf a jo. Pasal 4 Undang-Undang No 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP;

Tuntutan Jaksa

Menyatakan Terdakwa Sefriadi Safroni Sinlaeloe alias Adi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Membawa Warga Negara Indonesia keluar wilayah Republik Indonesia dengan maksud untuk diekploitasi di luar wilayah Negara Republik Indonesia”, sebagaimana diatur dan

53Putusan Mahkamah Agung, No. 881.K/Pid.Sus Tahun 2017.

117

diancam pidana dalam Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam dakwaan kesatu Penuntut Umum;

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Sefriadi Safroni Sinlaeloe alias Adi berupa pidana penjara selama 11 (sebelas) tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah supaya Terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) subsidair 6 (enam) bulan kurungan

Pertimbangan Hakim

Menimbang, bahwa putusan Pengadilan Tinggi tersebut telah diberitahukan kepada Pemohon Kasasi/Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara pada tanggal 6 Februari 2017 dan Pemohon Kasasi/ Penuntut Umum baru mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 22 Februari 2017, oleh karena itu berdasarkan Pasal 246 ayat (2) KUHAP, maka hak untuk mengajukan permohonan kasasi tersebut gugur, dan dengan demikian permohonan kasasi yang diajukan Penuntut Umum tersebut harus dinyatakan tidak dapat diterima;

Menimbang, bahwa karena permohonan kasasi Penuntut Umum dinyatakan tidak dapat diterima dan Terdakwa tetap dipidana, maka Terdakwa dibebankan membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini ; Memperhatikan Pasal 246 ayat (2) KUHAP, Undang Nomor 8 Tahun 1981, Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 dan Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun

118

2009 serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;

Amar Putusan

1) Menyatakan Terdakwa Sefriadi Safroni Sinlaeloe alias Adi tersebut di atas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Turut serta menempatkan warga Negara Indonesia untuk bekerja di luar negeri tanpa memenuhi syarat sesuai ketentuan perundang-undangan”, sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua; Pasal 102 ayat (1) huruf a Jo. Pasal 4 Undang-Undang No. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP

2) Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah), dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan;

3) Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

4) Menetapkan Terdakwa tetap ditahan;

5) Membebankan kepada Terdakwa membayar biaya perkara sejumlah Rp 5.000,00 (lima ribu rupiah)

10) No. Putusan Putusan 973 K/Pid.Sus/2017 Terdakwa Johan Pandie54 Dakwaan Jaksa

Dakwaan Alternatif 1; Pasal 4 Jo. Pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang;

54Putusan Mahkamah Agung, No. 973 K/Pid.Sus Tahun 2017.

119

Dakwaan Alternatif 2; Pasal 102 ayat (1) huruf a Jo. Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia No 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP;

Dakwaan Alternatif 3; Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 103 ayat (1) huruf f Jo. Pasal 51 huruf i Undang-Undang Republik Indonesia No 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP;

Tuntutan Jaksa

Menyatakan Terdakwa Johan Pandie II alias Jon telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Membantu untuk melakukan tindak pidana perdagangan orang dengan cara membawa warga Negara Indonesia keluar wilayah Republik Indonesia dengan maksud untuk dieksploitasi di luar wilayah Negara Republik Indonesia” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 4 Jo. Pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam dakwaan kesatu Penuntut Umum;

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Johan Pandie II alias Jon berupa pidana penjara selama 11 (sebelas) tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah supaya Terdakwa tetap ditahan dan pidana tambahan berupa denda sebesar Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) subsidair 6 (enam) bulan kurungan;

Pertimbangan Hakim

Menimbang, bahwa terhadap alasan permohonan kasasi tersebut

120

Mahkamah Agung berpendapat: Bahwa alasan kasasi Penuntut Umum tidak dapat dibenarkan dengan pertimbangan sebagai berikut:

Bahwa putusan Judex Facti/Pengadilan Tinggi yang menguatkan putusan Judex Facti/Pengadilan Negeri yang menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Turut serta menempatkan TKI yang tidak memiliki dokumen sesuai ketentuan perundang-undangan” dan menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah), dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan kurungan selama 6 (enam) bulan, telah tepat dan tidak salah menerapkan hukum.

Bahwa Judex Facti telah mempertimbangkan fakta hukum yang relevan secara yuridis dengan tepat dan benar sesuai fakta hukum yang terungkap di muka sidang, yaitu ternyata Terdakwa yang bekerja sama dengan Sefriadi Safroni Sinlaeloe dan Yoseph Manek memberangkatkan saksi korban Korban I dan Korban II sebagai TKI ke Malaysia tidak dilengkapi dokumen-dokumen sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, dan uang sirih pinang yang diterima kedua orang tua saksi korban serta semua biaya yang dikeluarkan untuk pemberangkatan saksi korban, harus diganti dengan cara para saksi korban tidak akan menerima upah kerja selama beberapa bulan

Bahwa berdasarkan fakta hukum tersebut perbuatan materiil Terdakwa telah memenuhi semua unsur tindak pidana Pasal 103 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 Jo Pasal 51 Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP pada dakwaan alternatif ketiga;

121

Bahwa selain itu alasan kasasi Penuntut Umum tersebut mengenai berat ringannya pidana yang dijatuhkan tidak dapat dibenarkan karena berat ringanya pemidanaan adalah kewenangan Judex Facti yang tidak tunduk pada pemeriksaan tingkat kasasi, kecuali dalam menjatuhkan pidana telah melanggar ketentuan minimum dan maksimum yang ditentukan dalam undang-undang yang berlaku, atau menjatuhkan pidana dengan tidak memberikan pertimbangan yang cukup, dan ternyata dalam menjatuhkan pidana tersebut Judex Facti telah memberikan pertimbangan yang cukup tentang keadaan yang memberatkan dan meringankan Terdakwa sesuai Pasal 197 ayat (1) huruf (f) KUHAP.

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, lagi pula ternyata putusan Judex Facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, maka permohonan kasasi tersebut harus ditolak;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dipidana, maka harus dibebani untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini; Memperhatikan Pasal 103 ayat (1) huruf f Jo. Pasal 51 huruf i Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981, Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dengan Undang Nomor 5 Tahun 2004, dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009, serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan

Amar Putusan

1) Menyatakan Terdakwa Johan Pandie II alias Jon tersebut di atas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Turut serta menempatkan tenaga kerja Indonesia yang tidak memiliki dokumen sesuai

122

ketentuan perundang-undangan”, sebagaimana dakwaan alternatif ketiga; Pasal 103 ayat 1 huruf f jo psl 51 huruf I UU. No. 39 tahun 2004 tentanng perlindungan dan penempatan TKI di luar Negeri

2) Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara

Dokumen terkait