• Tidak ada hasil yang ditemukan

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET

TARGET KINERJA 2015 –

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET

TARGET 2018 TARGET 2019 (1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Terwujudnya Proses Peradilan Yang Pasti, Transparan Dan

Akuntabel

Persentase Sisa Perkara yang diselesaikan :

- Perdata - Pidana 100% 100% 100% Persentase perkara : - Perdata - Pidana

Yang diselesaikan tepat waktu

100% 100% 100%

Persentase Penurunan Sisa Perkara :

- Perdata

- Pidana

95% 95% 95%

Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum :

- Banding

- Kasasi

- PK

75% 80% 85%

Persentase perkara pidana anak yang

diselesaikan melalui Diversi 10% 15% 15%

Indeks responden pencari keadilan yang

puas terhadap layanan peradilan 100% 100% 100%

2.

Persentase isi putusan yang diterima oleh

PENGADILAN NEGERI KASONGAN KELAS II 55

Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara

Persentase perkara yang diselesaikan

melalui Mediasi 20% 20% 20%

Persentase berkas perkara yang diajukan banding, kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu

100% 100% 100%

Persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah diputus

100% 100% 100%

3. Meningkatnya Akses Peradilan

Bagi Masyarakat Miskin Dan Terpinggirkan

Persentase perkara prodeo yang

diselesaikan 5% 5% 5%

Persentase perkara yang diselesaikan di luar

gedung pengadilan 10% 10% 10%

Persentase pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan bantuan hukum (Posbakum)

20% 20% 20%

4.

Meningkatnya Kepatuhan Terhadap Putusan Pengadilan

Persentase putusan perkara perdata yang

ditindaklanjuti (Dieksekusi) 20% 20% 20%

5.

Terwujudnya Pelaksanaan Pengawasan Kinerja Aparat Peradilan Secara Optimal Baik

Internal Maupun Eksternal.

persentase pengaduan yang ditindak lanjuti 95% 95% 95%

persentase temuan yang ditindak lanjuti 95% 95% 95%

persentase penurunan pelanggaran kode

etik oleh aparat peradilan 50% 50% 50%

6.

Terwujudnya Tranparansi Pengelolaan SDM Lembaga Peradilan Berdasarkan Parameter

persentase jabatan yang sudah memenuhi standar kompetensi sesuai dengan

PENGADILAN NEGERI KASONGAN KELAS II 56

Obyektif. persentase hakim yang telah memiliki

sertifikasi spesialisasi keahlian 70% 80% 90%

persentase pegawai yang telah

mendapatkan pengembangan kompetensi 30% 40% 50%

pedoman persentase SDM yang promosi dan

mutasi berdasarkan parameter obyektif 70% 80% 90%

7.

Meningkatnya Pengelolaan Manajerial Lembaga Peradilan

Secara Akuntabel, Efektif Dan Efisien.

persentase terpenuhinya kebutuhan standar sarana dan prasarana yang

mendukung peningkatan pelayanan prima 85% 85% 85%

persentase peningkatan produktifitas kinerja SDM (SKP dan penilaian prestasi

kerja) 85% 85% 85%

persentase hasil monev dan hasil reviu yang

dijadikan feedback untuk analisa kebijakan 75% 75% 75%

persentase tercapainya target kegiatan prioritas yang mendukung pelayanan prima

PENGADILAN NEGERI KASONGAN KELAS II 57

BAB V

PENUTUP

Rencana Strategis Pengadilan Negeri Kasongan tahun 2015-2019 ini disusun dengan mengacu pada Rencana Jangka Panjang Menengah Nasional 2015-2019, Cetak biru pembaruan peradilan 2010-2035 Mahkamah Agung RI, dan Rencana Strategis Mahkamah Agung RI 2015-2019 dan Rencana strategis Pengadilan Tinggi Palangka Raya.

Sehingga diharapkan dengan adanya Rencana strategis ini akan menjadi pedoman dalam penyusunan rencana kerja tahunan Pengadilan Negeri Kasongan.

Dari rencana kerja tahunan tersebut diharapkan dapat menjadi input bagi Mahkamah Agung untuk dapat mengukur tingkat pencapaian Visi dan Misi yang telah ditetapkan.

Dalam rencana strategis ini Pengadilan Negeri Kasongan telah menetapkan Visi

“Terwujudnya Pengadilan Negeri Kasongan yang Agung” dengan Misi : 1. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan; 2. Mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan; 3. Meningkatkan akses masyarakat terhadap keadilan;

Dari Misi tersebut disusunlah tujuan yang ingin dicapai yakni :

1. Terwujudnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan melalui

proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel;

2. Terwujudnya penyederhanaan proses penanganan perkara melalui

pemanfaatan teknologi informasi;

3. Terwujudnya peningkatan akses peradilan bagi masyarakat miskin dan

terpinggirkan;

4. Terwujudnya pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan.

Agar dapat lebih realistis untuk pencapaian tujuan diatas dan Berdasarkan hasil Reviu Indikator kinerja utama maka sasaran strategis Pengadilan Negeri Kasongan diperbaharui dengan menetapkan Kinerja Utama yakni :

PENGADILAN NEGERI KASONGAN KELAS II 58

1. Terwujudnya proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel

2. Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara

3. Meningkatnya akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan

4. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan Pengadilan

5. Terwujudnya pelaksanaan pengawasan kinerja aparat peradilan secara

optimal baik internal maupun eksternal;

6. Terwujudnya transparansi pengelolaan SDM lembaga peradilan

berdasarkan parameter obyektif;

7. Meningkatnya pengelolaan manajerial lembaga peradilan secara

akuntabel, efektif dan efisien.

Dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran yang diharapkan maka diuraikan pula Arah strategi Pengadilan Negeri Kasongan periode 2015-2019 yang meliputi indikator-indikator pencapaian kinerja diatas direviu kembali menyesuaikan dengan reviu indikator kinerja utama, sehingga menjadi :

1. Persentase Sisa Perkara yang diselesaikan Perdata dan Pidana

2. Persentase perkara Perdata dan PidanaYang diselesaikan tepat waktu 3. Persentase Penurunan Sisa PerkaraPerdata dan Pidana

4. Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum Banding/Kasasi/PK

5. Persentase perkara pidana anak yang diselesaikan melalui Diversi

6. Indeks responden pencari keadilan yang puas terhadap layanan peradilan 7. Persentase isi putusan yang diterima oleh para pihak tepat waktu

8. Persentase perkara yang diselesaikan melalui Mediasi

9. Persentase berkas perkara yang diajukan banding, kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu

10. Persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah diputus

11. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan

12. Persentase perkara yang diselesaikan di luar gedung pengadilan

13. Persentase pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan bantuan hukum (Posbakum)

PENGADILAN NEGERI KASONGAN KELAS II 59

15. Persentase pengaduan yang ditindak lanjuti; 16. Persentase temuan yang ditindak lanjuti;

17. Persentase penurunan pelanggaran kode etik oleh aparat peradilan;

18. Persentase jabatan yang sudah memenuhi standar kompetensi sesuai dengan parameter obyektif;

19. Persentase hakim yang telah memiliki sertifikasi spesialisasi keahlian; 20. Persentase pegawai yang telah mendapatkan pengembangan kompetensi; 21. Pedoman persentase SDM yang promosi dan mutasi berdasarkan

parameter obyektif;

22. Persentase terpenuhinya kebutuhan standar sarana dan prasarana yang mendukung peningkatan pelayanan prima;

23. Persentase peningkatan produktifitas kinerja SDM (SKP dan penilaian prestasi kerja);

24. Persentase hasil monev dan hasil reviu yang dijadikan feedback untuk analisa kebijakan;

25. Persentase tercapainya target kegiatan prioritas yang mendukung pelayanan prima peradilan;

Dokumen terkait