• Tidak ada hasil yang ditemukan

Inna Novianty 1 , Ridwan Siskandar 2 , Hasbian Alif 3 1,2,3 Teknik Komputer Program Diploma IPB

Email:[email protected], [email protected],3[email protected]

ABSTRAK

Sistem keamanan multi ruangan dengan RFID terintegrasi web berbasis Arduino adalah sebuah perangkat access control yang berfungsi menyaring hak akses pengguna ruangan berdasarkan lokasi ruangan dan status pengguna yang sebelumnya telah dikonfigurasi pada antarmuka konfigurasi perangkat yang berjalan di sisi server. Penyaringan hak akses dengan variabel lokasi ruangan hanya akan mengizinkan pengguna masuk ruangan apabila data lokasi pada RFID Tag telah di konfigurasikan sesuai dengan kode ruangan dan level akses pengguna.Perangkat sistem keamanan yang ada di setiap ruangan bertindak sebagai klien yang akan membuat permintaan ke server ketika pengguna melakukan aktivitas Tap RFID Tag pada RFID reader. Sebelum memberikan respon kepada client, server akan memproses data client dengan cara mencocokkan nomor unik pada RFID Tag dengan data yang telah tercatat pada database, kemudian akan ditentukan keputusan untuk memberikan akses atau memblokir akses ke sebuah ruangan. Perangkat sistem keamanan ini memiliki keuntungan dengan hanya menggunakan sebuah RFID reader pada setiap ruangan, sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi penggunaan perangkat.

Kata Kunci: data base, hak akses, RFID reader, RFID tag

I.PENDAHULUAN

Laboratorium Informasi Geospasial dan Analisis Sistem (IGAS) di Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) merupakan ruangan yang digunakan untuk mengolah data hasil penelitian lapang menjadi bentuk informasi geospasial berupa pemetaan lahan pertanian, didalam ruangan ini tersimpan data- data vital yang sangat dijaga kerahasiaan dan keamanannya, serta terdapat alat-alat penunjang pengolahan informasi geospasial seperti komputer server GIS (Geospacial Information System), large format printer dan large format scanner. Laboratorium IGAS belum menerapkan sistem keamanan yang memadai, sehingga tidak jarang pegawai dari divisi lain di BBSDLP dengan leluasa mengakses ruangan ini, hal ini tentunya akan berpeluang menimbulkan resiko keamanan seperti pencurian data atau penggunaan infrastrukrur yang tidak sesuai dengan porsinya. Hal tersebut menjadi dasar pembuatan sistem keamanan ruangan dengan RFID terintegrasi web

berbasis Arduino. Dengan diterapkannya sistem keamanan ruangan terintegrasi web ini dipastikan dapat menyaring hak akses pengguna level hak akses RFID

tag yang telah di konfigurasi pada database saat RFID

tag didekatkan pengguna pada RFID reader, kemudian sistem akan mencatat aktivitas keluar-masuk pengguna dan menampilkan informasi siapa saja pengguna yang sedang berada didalam ruangan pada waktu tertentu dalam bentuk halaman web, sistem ini juga mengefisiensi penggunaan listrik ruangan saat tidak ada pengguna ruangan yang berada di ruangan.

Cara kerja RFID

1.

Transmisi energi

Transmisi energi dari RFID reader ke RFID tag

didasarkan pada prinsip kerja transformer . Cara kerja RFID dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1 Transmisi Energi RFID Tag

Arus (I) yang mengalir pada coil PCD (antenna RFID Reader) akan menghasilkan flux magnet (O), sebagian dari flux magnet ini mengalir melintasi

coil PICC (antenna RFID Tag) dan menginduksikan tegangan (U) pada coil PICC (antenna RFID Tag) tersebut, Tegangan (U) ini kemudian diratakan (oleh rectifier) dan akan mengaktifkan IC pada RFID Tag ketika tegangan operasi telah tercapai. 2. Transmisi Data

Transmisi data terjadi apabila CHIP pada RFID tag telah diaktifkan dengan mekanisme Transmisi Energi yang telah dijelaskan diatas. Transmisi data antara RFID Reader dengan RFID Tag menggunakan prinsip Load Modulation, Load Modulation adalah saat dimana receiver (RFID

Tag) mengubah nilai impedansi tegangannya, sehingga Transmitter ( RFID Reader) akan merasakan perubahan tegangan yang di kirimkan, sifat perubahan tegangan inilah yang digunakan untuk Transmisi data.

3. Format Uid (Unique Identification) RFID Tag

Uid (Unique Identification) disimpan pada blok 0 yang disebut Manufacture Block, pada blok

memory ini data hanya dapat dibaca dan tidak dapat dilakukan operasi penulisan (Read Only),

Prosiding Seminar Nasional Teknologi Terapan SV UGM 2016 | 697

Uid (Unique Identification) adalah sekelompok angka unik yang di letakkan pada blok 0 sektor 0 sampai dengan sektor 3, untuk memudahkan pemrograman maka nilai dari sektor 0 sampai dengan sektor 4 digabungkan dalam bentuk desimal menjadi sebuah kesatuan angka unik yang membentuk Uid (Unique Identification).

Manufacture Block pada RFID Tag dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2 Manufacture Block pada RFID Tag

II. PEMBAHASAN

Perangkat sistem keamanan dan antarmuka

website menggunakan database MySQL sebagai pusat penyimpanan data. Pada antarmuka website terdapat fitur manajemen data user, tampilan datalogger, tampilan siapa saja user yang ada didalam ruangantertentu. Semua data yang ditampilan pada antarmuka website dan proses verifikasi user yang mendekatkan RFID tagke RFID reader diambil dari

database dengan query tertentu.

Pada antarmuka website terdapat dua pengguna yang dapat melakukan akses website yaitu

administrator dan non-administrator. Administrator

dapat melakukaan semua proses pengelolaan data seperti menambah, menghapus, dan mengubah identitas user yang terdaftar pada sistem. Sedangkan

non-administrator hanya dapat melihat datalogger

tanpa dapat melakukan aktifitas pengelolaan data. Blok diagram yang menjelaskan hubungan antara perangkat sistem keamanan, antarmuka website dan database

dapat

dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3 Blok Diagram

Penggunaan server sebagai pusat pengolahan data dirasa lebih efisien jika perangkat yang dioperasikan lebih dari satu buah perangkat. Perangkat-perangkat yang terpasang pada setiap pintu ruangan akan dihubungkan pada server melalui jaringan lokal. Agar sistem dapat saling terhubung maka diperlukan sebuah topologi jaringan, tujuan dibuatnya topologi adalah untuk mencegah IP address sebuah perangkat konflik dengan IP address perangkat lain dikarenakan pemberian IP address dilakukan secara statis pada tiap perangkat. Topologi perangkat sistem keamanan dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4 Topologi Jaringan

Pengembangan sistem keamanan ruangan ini juga akan menerapkan hak akses den level akses ruangan untuk setiap user yang akan mengakses ruangan. Pada pengembangan ini akan dibuat tiga jenis hak akses ruangan serta dua jenis level akses user, penjelasan mengenai jenis hak akses dapat dilihat padaTabel 1dan penjelasan mengenai jenis level akses dapat dilihat pada Tabel 2.

TABEL 1 JENIS HAK AKSES USER

Tabel 2 Jenis level akses user

Pengujian operasional sistem dilakukan untuk memastikan bahwa sistem yang dibuat dapat berjalan sesuai dengan tujuan pembuatan, tahap ini dilakukan dengan menghubungkan semua catu daya yang diperlukan perangkat, menghubungkan perangkat dengan server menggunakan kabel LAN, serta mengaktifkan server Apache dan database MySQL. Pengujian

Pertama dilakukan dengan melihat pada tampilan LCD perangkat, apabila perangkat dapat berkomunikasi dengan server maka LCD akan menampilkan respon dari server, sebagai contoh apabila RFID tag dengan nama user yang telah terdaftar di database melakukan tap kartu dan telah berhasil verfikasi akses maka LCD akan memberikan notifikasi seperti yang terlihat pada Gambar 5.

Gambar 5 Notifikasi akses diterima

JENIS AKSES RUANGAN A AKSES RUANGAN B AB BERHASIL BERHASIL A BERHASIL GAGAL B GAGAL BERHASIL JENIS AKSES PADA JAM KERJA AKSES DILUAR JAM KERJA

STAF BERHASIL BERHASIL TAMU BERHASIL GAGAL

698 |Prosiding Seminar Nasional Teknologi Terapan SV UGM 2016