Merantau Sindy, Liska, Dini
“NUANSA DRAMATIS BUSANA PENGANTIN YULIANA AKBAR”
Khoirudin, Angga Mardiansyah, Dila April Yani
Fashion merupakan sesuatu yang terdengar sangat lumrah dikalangan masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman fashion menjadi beragam, sehingga menuntut para pelaku untuk lebih kompetitif dalam menciptakan busana yang lebih kreatif dan inovatif. Pastinya sesuai dengan perkembangan zaman. Model busana yang selalu ditutut untuk selalu inovatif salah satunya Busana Pengantin.
Busana Pengantin merupakan busana khusus yang dipakai dalam acara resepsi pernikahan. Busana ini termasuk pada golongan busana yang eksklusif dengan memiliki model yang mewah dan istimewa, selain itu juga salah satu unsur kebudayaan, perwujudannya tidak lepas dari rangkain pesan
Jujurlah Berdagang; Catatan Kecil Pedagang Kota Khatulistiwa | 25 yang disampaikan lewat lambang-lambang yang dikenal dengan tradisi masyarakat. Indonesia merupakan suatu negara yang beragam suku dan bangsa, itu semua menjadi salah satu faktor beragamnya bentuk Busana Pengantin seperti di provinsi Kalimantan Barat khusunya di kota pontianak yang terdapat berbagai suku Sepertti; melayu, Bugis, Jawa, Madura dan lain-lain.
Bunda Yuliana mulai tertarik dan menekuni fashion di bidang Busana Pengantin pada awal tahun 2009. Terlahir dari keluarga yang minim pendapatan, dimana orang tua nya saat itu hanyalah pedagang kue ditepian laut Beting. Tapi itu semua tidak menjadikan semangatnya kandas untuk terus menggapai cita-citanya menjadi pengusaha sukses dibidang Busana Pengantin. Kala itu modal usaha yang dimilikiya hanyalah satu gelang emas dan mesin jahit tua peninggalan pamannya, tanpa berfikir panjang Bunda Yuliana nekat menjual gelang emas tersebut sebagai modal awal dalam usaha Busana Pengantin.
Semangat dalam dirinya berkobar-kobar bak api yang menyala-nyala, dari sinilah ia mulai serius belajar dan menekuni usaha Busana Pengantin yang Bermodalkan ilmu yang pernah di ajarkan pamannya dalam pembuatan busana pengantin. Bunda Yuliana terus-menerus mengembangkan skill dalam pembuatan Busana Pengantin, anehnya ia tidak seperti
Jujurlah Berdagang; Catatan Kecil Pedagang Kota Khatulistiwa | 26 orang-orang pada umumnya yang perlu khursus dalam pembuatan Busana Pengatin melainkan ia berinovasi sendiri dalam pembuatan Busana tersebut. Seperti istilahnya, inovasi yang dikembangkan Bunda Yuliana dikaji secara otodidak dari berbagai ide. Ia menerapkan unsur budaya trdisional dan modern kedalam karyanya tak lain ialah Buasna Pengantin. Teori inovasi pertama kali muncul pada tahun 1903 oleh Gabriel Tarde dan dipopulerkkan pada tahun 1950 ole Everett M.Rogers yang merupakan pencetus mengenai difusi inovasi, ia mendefinisikan difusi inovasi sebagai proses dimana inovasi dikomunikasikan melalaui berbagai saluran dan jangka waktu tertentu dalam sebuah sistem sosial dan tentang bagaimana ide dan teknologi baru tersebar dalam sebuah kebudayaan. Secara tidak sadar Bunda Yuliana menerapkan konsep seperti apa yang telah di kemukakan oleh para ilmuan mengena Inovasi itu sendiri.
Hingga pada akhir tahun 2009 Bunda Yuliana sudah membuka toko Busana Pengantin Yang diberi nama “Busana dan Rias Penganting Yuliana Akbar” yang pada saat itu berada di Jl. Panglima Aim No.22 disampaing WK Borneo. Hari demi Hari minggu demi minggu bulan demi bulan hingga tahun demi tahun usahanya mulai banyak disukai konsumen dan menjadikan usahanya maju dan berkembang. Usaha Busana Pengantin Bunda Yuliana Sangat di kenal di kota pontianak pada masanya,
Jujurlah Berdagang; Catatan Kecil Pedagang Kota Khatulistiwa | 27 bahkan sampai menyebar di daerah jakarta pada kala itu, namun itu semua tidak berlangsung lama, Bunda Yuliana mengalami na’as, berawal dari seorang temennya yang membawa beberapa busana pengantin ke jakarta di bawa kabur dan hilang jejak.
busana pengantin tersebut cukup banyak yang dibawanya dimana harga satuanya bisa puluhan juta. Itu semua menjadi pelajaran untuk Bunda Yuliana didalam memilih teman dan juga parter bisnis kedepannya.
Ditengan-tengah kesibukan Bunda Yuliana dalam menjalankan usahanya, ia tidak pernah meninggalkan kewajiban terhadap sang ilahi karena” usaha saya maju dan berkembang semata pemberian Allah SWT” ujar Bunda Yuliana. Ia juga termasuk orang yang ringan tangan dalam artian suka menolong orang-orang lain yang sulit ekonomi, suka bersedekah, juga infak, hingga ia dikenal sebagai orang yang dermawan. Usaha tidak selalu berjalan mulus seperti yang di pikirkannya, pada akhir tahun 2017 Bunda Yuliana Menglami Na’as kembali yakni Bangkrut, sama seperti hal sebelumnya karena salahnya memilih partner bisnis, yang pada saat itu uangnya dibawa kabur sebesar 100 jt oleh partner Bisnisnya, setelah kejadian itu Bunda Yuliana sempat setres, bingung, dan drop.
Jujurlah Berdagang; Catatan Kecil Pedagang Kota Khatulistiwa | 28 Tiba-Tiba Sesuatu terbesit dalam pikiran kami ditengah-tengah menuliskan karangan ini tentang apa yang dialami oleh Bunda Yulina, pada saat itu pikiran kami tertuju pada suatu hadist Nabi Muhmmad SAW yang berbunyi
“permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memeberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakainmu, dan walaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap”(HR.
Bukhari dan Muslim). Hadist ini menjelaskan terhadap kita tentang bagaimana memilah dan memilih teman / partner baik itu dalam suatu bisnis maupun partner lainnya agar kedepannya tidak terjadi yang namanya gharar atau penipuan .Tapi Bunda Yuliana bangkit kembali mengingat perjuangan selama ini
Jujurlah Berdagang; Catatan Kecil Pedagang Kota Khatulistiwa | 29 bukann hanya harta pikiran dan juga tenaga melainkan semnagat dalam meraih cita-cita, semangat di waktu muda dalam merintis usaha bersemi kembali yang menjadikan ia semakin kuat tekadnya untuk lebih lagi menjadi pengusaha sukses dibidang Busana Pengantin.
Pada akhir tahun 2018 usaha Bunda Yuliana semakin maju dan berkembang pesat, banyak sekali orang-orang didalam kota bahkan di luar kota ingin menyewa dan menjadikan sponsor dlam acara-acara besar seperti halnya talk show yang pernah diadakan di kota pontianak. Itu merupakan salah satu bentuk promotion secara tidak langsung kepada publik akan Busana Pengantin ciptaan Bunda Yuliana, selain itu Bunda Liana juga melakukan Promotion melalui media-media massa. Disela-sela semakin berkembangnya usaha Bunda Yulian, ia melakukan rekrutmen pegawai denagn syarat islam, amanah, disiplin, dan taat beribadah:” Alhamdulillah usaha saya sudah semakin besar dan berkembang dan saya juga butuh pegawai dibidang produksi baju pengantin dan juga kasir hingga pelayanan untuk para pengunjung” ujar Bunda Yuliana. Bunda Yuliana Mewajibkan para pegawai untuk taat beribadah seprti halnya sholat tepat waktu dll, secara tidak langsung Bunda Yuliana Sudah menerapkan Prinsip Syariah dalam usahanya karena sumber daya insani harus berupa orang islam dan juga taat ibadah.
Jujurlah Berdagang; Catatan Kecil Pedagang Kota Khatulistiwa | 30 Bunda Yuliana merasakan bahwa cita-citanya sudah tercapai dengan usaha keras dan selalu berihktiar kepada Allah SWT hingga sampai saat ini berjalan lancar karena kehendak Allah SWT. “saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang selalu memberikan saya nikmat lebih dan apa-apa yang saya inginkan sudah tercapai walupun itu perjalaan sangat panjang tapi itulah rencana Allah, sangat indah”Ujar Bunda Yuliana setelah akhir kami melakukan wawancara”. Karya Bunda Yuliana membuat kami terpukau akan Busana Pengantin yang dibuatnya dengan keindahan dan eloknya desain dari seseorang Yuliana yang terlahir dari keluarga tidak mampu dan berhasil hingga menjadi usahaan sukses dibidang busana pengantin yang semuanya dilakukan secara otodidak, juga terdapat nilai budaya tradisional dan nuansa modern yang menjadikan karakteristik dari karyanya,. Harapan Bunda Yuliana dengan usahanya saat ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain...
Jujurlah Berdagang; Catatan Kecil Pedagang Kota Khatulistiwa | 31