• Tidak ada hasil yang ditemukan

o Bidak Melenggang Bebas (Passed pawn) o Terobosan Bidak

Marilah kita bahas satu per satu teknik catur yang disebutkan di atas.

P

ENGORBANAN

(S

ACRIFICE

)

Pengorbanan buah catur ditujukan untuk mengacaukan keseimbangan posisi lawan.

Dalam pembukaan Gambit, pengorbanan bidak digunakan untuk mendapatkan posisi yang lebih terbuka dan aktif sehingga memudahkan serangan selanjutnya.

65

Bab 7 | Taktik Catur

Melumpuhkan Raja musuh terkadang perlu pengorbanan. Pengorbanan Gajah h7 merupakan taktik klasik. Putih melangkah dengan menyekak hitam Gxh7. Hitam membalas dengan Rxh7. Seringkali putih menyekak dengan Kuda, Kg5+ dan Mh5.

Ingat, pengorbanan Gajah h7 tergantung situasi dan kondisi. Jika posisi menguntungkan, maka berhasil skak mat. Jika tidak, jangan lakukan. Lihat Gambar 7.1.

S

ERANGAN

L

ANGSUNG

(D

IRECT

A

TTACK

)

Mentri putih dan Kuda melancarkan serangan langsung terhadap bidak h7. Lihat Gambar 7.2.

Gambar 7.2: Taktik Serangan Langsung Sekaligus Taktik Menyerang Raja yang Lukir

M

ENYERANG

R

AJAYANG

L

UKIR

Taktik ini berguna untuk mengacaukan keseimbangan lawan. Lawan terpaksa melangkahkan bidak di depan Raja, maju ke depan. Anda pun lebih mudah menyerang Raja.

Mentri merupakan komponen utama menyerang langsung. Dibantu Kg5, Raja Hitam di g8, Mentri dapat melancarkan skak mat di h7. Gf6 atau h6 dan Mentri di g7 membuat Raja hitam di g8 tidak berdaya.

66

Ingat serangan Raja yang lukir terkadang justru membuat posisi lawan lebih solit. Jadi rencanakan serangan dengan rapi dan gerilya sehingga serangan fajar terlaksana dengan baik. Lihat Gambar 7.2.

P

ENYERGAPAN

M

ENDADAK

Gajah hitam terlalu dini menyerang. Gajah hitam mengancam Kuda putih. Namun Kuda Kf7 masih bebas bergerak. Sebaliknya hitam mengalami ancaman serius yang mengarah ke skak mat.

Notasi catur untuk permainan ini adalah 1.e4 e5 2.Gc4 g6 3.Kf3 d6 4.Kc3 Gg4 Lihat Gambar 7.3.

Gambar 7.3: Taktik Penyergapan Mendadak.

S

ERANGAN

M

ENGINTAI

(D

ISCOVERED

A

TTACK

)

Hitam menjalankan taktik Serangan Mengintai (discovered

at-tack). Yakni, pindah Kuda, skak Gajah, dan mengancam akan mencaplok Benteng putih.

Jika yang diserang Raja maka ada istilah Skak Mengintai

(dis-covered check).

Skak Gajah hitam di Gc4 terjadi ketika Kuda hitam Ke2 pindah ke c3. Otomatis Benteng putih Bd1 terancam Kuda hitam di Kc3. Lihat Gambar 7.4. Gambar 7.5 menunjukan Ge5xg7 dan disambut Rh8xg7. Selanjutnya Be1 memangsa Me7 dengan mudah.

67

Bab 7 | Taktik Catur

Taktik ini juga menghasilkan skak ganda (double check), apabila ada serangan mengintai Raja, dan buah yang dipindah juga melahirkan skak. Misal, Kuda e2 pindah ke g3.

Gambar 7.4: Taktik Serangan Mengintai, Kc3.

Gambar 7.5: Taktik Serangan Mengintai, Ge5xg7+.

T

AKTIK

G

ARPU

(F

ORK

)

Taktik Garpu (Fork) atau serangan ganda (double attack) terjadi ketika memindah buah catur untuk menyerang dua buah catur lawan

68

sekaligus. Tujuannya untuk mencaplok salah satu buah lawan, yang tidak mungkin dipertahankan salah satu. Kuda sering dipakai untuk taktik Garpu. Lihat Gambar.

Gambar 7.6: Taktik Garpu.

Bidak bisa menerapkan Taktik Garpu. Dengan maju ke depan, bidak putih menyergap Benteng sekaligus Kuda hitam. Otomatis bidak akan memangsa salah satu, Kuda atau Benteng. Lihat Gambar 7.6.

S

ERANGAN

G

ANDA

(D

OUBLE

A

TTACK

)

69

Bab 7 | Taktik Catur

Lihat penjelasan di taktik Garpu (Fork) yang telah dijelaskan sebelumnya. Dalam gambar, terlihat Kuda skak Raja sekaligus me-ngancam Mentri hitam. Tidak ada pilihan lain, selain Raja berpindah tempat guna menghindari skak sekaligus merelakan Mentri dimakan Kuda. Lihat Gambar 7.7.

S

UDETAN

(P

IN

)

Gambar 7.8: Taktik Sudetan (Pin), Gajah menyudet Benteng.

Gambar 7.9: Taktik Sudetan (Pin), Gajah hitam menyudet Kuda putih. Benteng putih menyudet Gajah hitam.

70

Taktik Sudetan (pin atau pinning) adalah langkah yang memaksa salah satu buah lawan tidak bisa bergerak karena di belakang ada buah yang terancam jika dipindah. Buah catur yang bergerak lurus dapat dipakai untuk menyudet lawan. Misal, Gajah, Benteng, dan Mentri. Lihat Gambar 7.8.

Gajah hitam menyudet Kuda Putih. Sebaliknya, Benteng putih menyudet Gajah hitam. Lihat Gambar 7.9.

T

USUK

S

ATE

(S

KEWER

)

Adalah langkah menyerang dua buah catur dalam satu baris. Mirip Taktik Sudetan (pin). Namun buah catur lawan yang di depan mempunyai nilai lebih berharga ketimbang yang di belakang. Setelah buah catur yang bernilai besar dipindah, maka buah catur di belakang dapat ditangkap.

Untuk menghindari tusuk sate yang fatal, usahakan Raja dan Mentri tidak boleh terletak diagonal, vertikal, atau horisontal.

Gajah hitam mengancam Mentri putih dan Benteng putih. Sebaliknya, Benteng putih skak Raja Hitam dan mengancam Mentri hitam. Lihat Gambar 7.10.

71

Bab 7 | Taktik Catur

L

ANGKAH

P

ENJEMBATAN

(Z

WISCHENZUG

)

Gambar 7.11: Taktik Langkah Penjembatan.

Gambar 7.12: Taktik Langkah Perantara,f5-f6.

Langkah Penjembatan (Zwischenzug) berasal dari bahasa Jerman. Sebagai ganti ancaman langsung, pemain menjalankan ancaman awal sebagai langkah penjembatan untuk menghasilkan serangan mematikan. Lawan tentu harus menghadapi ancaman awal dan berakibat situasi yang tidak menguntungkan. Lihat Gambar 7.11.

72

G5 mengancam B8. Bd1 mengancam B8. Gg5 mengancam Kf6. Kondisi ini membuat hitam kocar-kacir. Putih di atas angin. Serangan Mentri juga siap melumpuhkan Raja Hitam.

Taktik ini sering disebut juga Langkah Perantara (Intermediate

Move). Bidak f5-f6 membuat Mentri menskak Raja. Bidak pun nantinya mencaplok Gajah hitam. Lihat Gambar 7.12.

B

LOKADE

(B

LOCKADE

)

Teknik Blokade adalah mengeblok daerah lawan. Di posisi gambar ini, Raja pindah ke h8, karena Mentri putih skak Raja. Jika Raja ke f8, Mentri putih langsung skak mat. Di sinilah blokade diterapkan.

Lantas putih skak Raja dengan Kuda, Kf7. Raja hitam kembali ke g8. Mentri skak dengan memidah Kuda, Kh6. Raja kembali ke h8. Lihat Gambar 7.13.

Gambar 7.13: Taktik Blokade (Blockade).

M

ENGOYAK

P

ERTAHANAN

R

AJA

Mengoyak Pertahanan Raja disebut juga taktik menghancurkan pertahanan lawan (breaking the shelter of the king). Pemain berusaha menghancurkan pertahanan lawan sehingga rapuh dan mudah ditaklukkan. 1.Bh1xh7+ Rb8xb7 2. Mf7-h5#. Lihat Gambar 7.14.

73

Bab 7 | Taktik Catur

Benteng membongkar bidak di depan raja. Benteng sengaja dikorbankan. Hanya ditukarkan dengan sebuah bidak. Namun akhirnya Mentri melenggang dengan mudah untuk skak mat.

Gambar 7.14: Taktik Mengoyak Pertahanan Raja.

M

EMBURU

(C

HASING

)

74

Teknik Memburu adalah mengejar lawan hingga tak berdaya dan harus melangkah ke posisi sulit. Obyek pengejaran biasanya skak Raja. Jika skak terus dilakukan berulang-kali, permainan akan berakhir dengan remis. 1. Mg6-f5 Gh5-g4 2. Mf5-g6 Gg4-h5 =

Tidak ada pilihan Mentri putih berbuat demikian. Keberadaannya terancam. Oleh karena itu, Mentri harus berhati-hati dalam menyusun strategi dan posisi. Seyogyanya Mentri tidak menjelajah sendirian terlalu agresif tanpa dukungan buah catur lain. Lihat Gambar 7.15.

U

MPAN

(D

ECOY

)

Adalah memaksa lawan berpindah ke tempat yang riskan dan berbahaya. Akibatnya, posisi baru mengganggu pertahanan atau dicaplok lawan.

1. Bg1-g8+ Rf8xg8 2. Mf6-g7# Benteng sengaja diumpankan agar Raja memangsanya sekaligus pindah tempat. Ini sasaran empuk untuk Mentri mengeksekusi Raja di h8. Lihat Gambar 7.16.

Gambar 7.16: Taktik Umpan (Decoy).

P

EMBELOKKAN

(D

EFLECTION

)

Teknik ini membuat buah lawan lepas. Buah lawan menjadi tidak terlindungi, tidak lagi mempertahankan area tertentu, atau tidak lagi menempati baris tertentu. 1. Bh1-h8+ Rg8xh8 2. Md5xf7

75

Bab 7 | Taktik Catur

Gambar 7.17: Taktik Pembelokkan (Deflection).

E

LIMINASI

Gambar 7.18: Taktik Eliminasi.

Bertujuan mengeliminasi buah catur yang mempertahankan buah catur lain (Elimination of a defending piece). Agar Mentri hitam tidak ada yang mempertahankan, Kuda hitam dimakan Benteng dahulu sambil skak. Hitam terpaksa harus memindah Raja. Mentri hitam tidak bisa makan Mentri putih. Dengan demikian Mentri putih bisa menangkap Mentri hitam dengan leluasa. Lihat Gambar 7.18

76

Dokumen terkait