• Tidak ada hasil yang ditemukan

Objective of the Study

CHAPTER I INTRODUCTION

C. Objective of the Study

Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Masalah penelitian dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya, sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan.

D. Hypothesis of the Study (if any)

Tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis penelitian. Penelitian kuantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. Oleh karena itu, subbab hipotesis penelitian tidak harus ada dalam skripsi hasil penelitian kuantitatif.

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Secara prosedural, hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian teori, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari simpulan-simpulan teoretis yang diperoleh dari kajian pustaka. Namun secara teknis, hipotesis penelitian dicantumkan dalam bagian pendahuluan (Bab I) agar hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinan jawabannya menjadi lebih jelas. Maka dari itu, di dalam latar belakang masalah harus dipaparkan tentang kajian teori yang relevan secara ringkas.

Rumusan hipotesis bisa bersifat direksional atau nondireksional. Hipotesis yang direksional tidak hanya menyebutkan adanya hubungan atau perbedaan antar variabel, melainkan juga menunjukkan sifat hubungan atau arah perbedaan itu. E. Assumption

Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. Misalnya, peneliti mengajukan asumsi bahwa sikap seseorang dapat diukur dengan menggunakan skala sikap. Dalam hal ini ia tidak perlu membuktikan kebenaran hal yang diasumsikannya itu, tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil pengukuran sikap yang diperolehnya. Asumsi dapat bersifat substantif atau

metodologis. Asumsi substantif berhubungan dengan permasalahan penelitian, sedangkan asumsi metodologis berkenaan dengan metodologi penelitian.

F. Scope and Limitation

Bagian ini mencakup dua hal yang berkaitan erat, yakni ruang lingkup penelitian dan keterbatasan penelitian. Pada ruang lingkup penelitian hal-hal yang dikemukakan adalah variabel-variabel yang diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Uraian ketiga ini tersebut dilakukan secara singkat karena maksud utamanya adalah untuk memberikan gambaran utuh dan ringkas mengenai cakupan penelitian. Pembahasan secara rinci dilakukan dalam bagian metode penelitian (Bab III).

Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian. Keterbatasan ini bisa bersifat metodologis atau praktis. Keterbatasan metodologis, misalnya, berupa kendala yang menyangkut teknik pemilihan sampel atau instrumen pengumpul data yang diperlukan. Sedangkan keterbatasan praktis, misalnya, berupa kendala yang bersumber dari adat, tradisi, etika, dan kepercayaan yang tidak memungkinkan peneliti mencari data yang diinginkan.

G. Significance of the Study

Dalam bagian ini dikemukakan beberapa bukti yang menunjukkan kemanfaatan penelitian ini untuk dilakukan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Nilai kemanfaatan penelitian bisa mencakup kemanfaatan secara teoritis dan secara praktis. Dalam banyak hal, paparan mengenai kegunaan penelitian ini menjadi acuan utama untuk menilai apakah suatu penelitian itu layak untuk dilakukan atau tidak.

H. Definition of Key Terms

Dalam bagian ini dikemukakan beberapa hal yang perlu ditegaskan sehingga tidak menimbulkan perbedaan penafsiran bagi pembaca, seperti: variabel yang dikaji, jabaran dari masing-masing variabel, dan indikator-indikator dari masing-masing variabel, serta definisi operasional variabel yang sifatnya abstrak.

Penyusunan definisi istilah/operasional perlu dilakukan. Definisi istilah/operasional disampaikan secara langsung, dalam arti tidak diuraikan asal- usulnya. Definisi istilah/operasional lebih dititikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti. Dengan teramatinya konsep atau konstruk yang diteliti, peneliti akan mudah mengukurnya. Di samping itu, pemaparan definisi istilah/ operasional secara jelas akan membuka kemungkinan bagi orang lain untuk melakukan penelitian yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain.

CHAPTER II REVIEW OF RELATED LITERATURE

Bab ini memuat kajian pustaka yang relevan dengan masalah penelitian. Dalam kegiatan ilmiah, dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu masalah haruslah menggunakan pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang

dapat diandalkan. Sebelum mengajukan hipotesis penelitian, peneliti wajib mengkaji kepustakaan tentang teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan masalah penelitian.

Kajian pustaka memuat dua hal pokok, yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti dan kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis yang diajukan. Untuk dapat memberikan deskripsi teoritis terhadap variabel yang diteliti, maka diperlukan adanya kajian teori yang mendalam. Selanjutnya, argumentasi atas hipotesis yang diajukan menuntut peneliti untuk mengintegrasikan teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil kajian mengenai temuan penelitian yang relevan.

Bahan-bahan kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, dan terbitan-terbitan resmi pemerintah atau lembaga-lembaga lain. Akan lebih baik jika kajian teoritis dan telaah terhadap temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumber kepustakaan primer, yaitu bahan pustaka yang isinya bersumber pada temuan penelitian. Sumber kepustakaan sekunder dapat dipergunakan sebagai penunjang.

Pemilihan bahan pustaka yang dikaji didasarkan pada dua kriteria, yakni (1) prinsip kemutakhiran, dan (2) prinsip relevansi. Prinsip kemutakhiran adalah penggunaan kepustakaan terbaru yang bisa dijangkau. Prinsip ini penting karena ilmu pengetahuan berkembang dengan cepat. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada periode berikutnya. Dengan prinsip kemutakhiran ini, peneliti dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representatif. Hal serupa berlaku juga terhadap telaah laporan-laporan penelitian. Sedangkan prinsip relevansi adalah kesesuaian antara teori yang dikaji dengan masalah penelitian. Prinsip ini diperlukan karena penguraian teori atau hasil penelitian mutakhir yang tidak ada sangkut pautnya dengan masalah penelitian sangat kecil manfaatnya.

CHAPTER III RESEARCH METHOD

Metode penelitian mencakup: rancangan penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, prosedur pengumpulan data, dan analisis data.

A. Research Design

Bagian ini membahas rancangan penelitian yang tepat untuk digunakan menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan pada Bab I. Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar penilitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan variabel- variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat. Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian eksperimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji. Pada penelitian noneksperimental, dalam bagian ini berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya; apakah penelitian eksploratoris, deskriptif, survai, atau penelitian historis, korelasional, dan komparasi kausal.

Di samping itu, dijelaskan pula variabel-variabel yang dilibatkan dalam penelitian serta sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut. Misalnya, jika penelitian tersebut menggunakan rancangan eksperimental, variabel apa yang dijadikan sebagai variabel bebas dan variabel apa yang dijadikan sebagai variabel terikat.

B. Population and Sample

Populasi atau subyek penelitian merupakan tempat diberlakukannya hasil- hasil penelitian yang dilakukan dalam sampel. Oleh karena itu, karakteristik populasi dan sampel penelitian harus sama, atau keadaan yang berlaku dalam sampel penelitian hendaknya representatif dengan keadaan dalam populasi penelitian. Di dalam bagian populasi dikemukakan karakteristik-karakteristik pokok yang mungkin merupakan ciri utama dari populasi tersebut. Selanjutnya dikemukakan besarnya sampel serta prosedur dan teknik pengambilan sampel. C. Research Instrument

Pada bagian ini dikemukakan deskripsi tentang instrumen-instrumen penelitian yang digunakan untuk memperoleh data penelitian, dan alasan pemilihannya. Jika instrumen penelitian dikembangkan sendiri oleh peneliti, perlu dikemukakan prosedur pengembangannya, serta informasi tentang tingkat kesahihan (validitas) dan keandalan (reliabilitas)nya. Jika instrumen yang digunakan diadaptasikan dari instrumen yang sudah ada, tingkat kesahihan dan keandalannya perlu ditunjukkan. Disamping itu, perlu disajikan tabel yang memuat rangkuman tentang instrumen penelitian yang digunakan dan data apa saja yang diperlukan yang harus dicari dengan menggunakan instrumen penelitian tersebut.

D. Data Collection Procedure

Bagian ini menguraikan tentang jadwal pengumpulan data, langkah- langkah dan cara pengumpulan data, dan personal pembantu pengumpul data. Bila ada penyimpangan-penyimpangan selama proses pengumpulan data baik jadwal, personal, dan lain-lain, keadaan itu perlu dikemukakan. Penyimpangan tersebut mungkin terjadi, tetapi diupayakan tidak mempengaruhi hasil-hasil penelitian. E. Data Analysis Procedure

Bagian ini menguraikan jenis statistik yang digunakan. Dilihat dari metodenya, ada dua jenis statistik yang dapat dipilih, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Pemilihan jenis statistik sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. Oleh karena itu, yang pokok untuk diperhatikan dalam pemilihan jenis statistik untuk analisis data adalah ketepatan teknik analisisnya, bukan kecanggihannya.

CHAPTER IV RESEARCH FINDINGS AND DISCUSSION

Bab ini memuat temuan penelitian dan pembahasan yang mencakup: paparan data, temuan penelitian meliputi pengujian normality dan homoginity, pengujian hipotesis, dan interpretasi hasil, dan pembahasan.

A. Data Presentation

Pada bagian ini diuraikan masing-masing variabel yang telah diteliti. Dalam deskripsi data untuk masing-masing variabel dilaporkan hasil penelitian yang telah diolah dengan teknik statistik deskriptif, seperti distribusi frekuensi yang disertai dengan grafik yang berupa histogram, nilai rerata, simpangan baku, atau yang lain. Setiap variabel dilaporkan dalam subbab tersendiri dengan merujuk pada rumusan masalah atau tujuan penelitian.

Materi yang disajikan dalam bagian ini adalah temuan-temuan yang penting dari variabel yang diteliti dan hendaknya dituangkan secara singkat namun bermakna. Rumusan-rumusan dari perhitungan yang digunakan untuk menghasilkan temuan-temuan tersebut diletakkan dalam lampiran (apabila diperlukan).

Temuan penelitian yang sudah disajikan dalam bentuk angka-angka statistik, tabel, aaupun grafik tidak dengan sendirinya bersifat komunikatif. Penjelasan tentang hal tersebut masih diperlukan. Namun, bahasan pada tahap ini perlu dibatasi pada hal-hal yang bersifat faktual, tidak mencakup pendapat pribadi (interpretasi) peneliti.

B. Research Findings

Pada bagian ini dikemukakan temuan atau hasil penelitian kuantitatif yang meliputi testing normality and homoginity (linierity), testing hypothesis, dan

interpretation of the results and discussion.

1. Testing Normality and Homoginity (Linierity)

Sebelum dilakukan uji hipotesis, data penelitian harus memenuhi syarat uji hipotesis. Untuk uji statisitik inferensial, data harus memenuhi uji normalitas dan uji homogeneitas. Artinya data harus berdistribusi normal dan tidak melanggar syarat homogeneitas. Untuk uji normalitas digunakan rumus Saphiro Wilk dan untuk uji homogeneitas, digunakan Levene test.

2. Testing Hypothesis

Bagian ini mengemukakan pengujian hipotesis. Temuan penelitian yang berupa statistik yang dipaparkan pada bagian sebelumnya dijadikan dasar dalam pengujian hipotesis yang telah dituliskan dalam bab pendahuluan (Bab I). Sebagaimana dikemukakan di atas, hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara atas masalah yang diteliti. Oleh karena itu, hipotesis tersebut masih perlu diuji dengan menggunakan taraf signifikansi tertentu, yakni 0,01 (1%) atau 0,05 (5%).

Untuk pengujiannya, hipotesis terlebih dahulu dituliskan dalam bentuk nol yang biasa disebut hipotesis nol, yaitu penyangkalan terhadap adanya hubungan

antara variabel-variabel yang diteliti sebagaimana yang tertuang dalam hipotesis penelitian.

Dalam pengujian hipotesis ini, ada dua kemungkinan keadaan yang akan menjadi temuan penelitian. Kemungkinan keadaan pertama adalah bahwa hipotesis nol diterima sehingga hipotesis penelitian ditolak. Keadaan ini didapatkan jika ternyata data yang dikumpulkan oleh peneliti tidak mendukung hipotesis penelitian. Sedangkan kemungkinan keadaan kedua adalah bahwa hipotesis nol ditolak sehingga hipotesis penelitian diterima. Keadaan ini didapatkan jika data yang dianalisis mendukung hipotesis penelitiannya.

3. Interpretation of the Results

Setelah uji hipotesis dengan rumus statistik, hasil analisis harus ditafsirkan dengan merujuk pada hipotesis yang telah dirumuskan. Penafsiran hasil analisis data harus menjelaskan maksud dan maknanya. Misalnya setelah dilakukan uji hipotesis, ternyata nilai t lebih kecil daripada nilai T table. Harus dijelaskan interpretasi dari uji hipotesis tersebut, serta diberi penjelasan secukupnya.

C. Discussion

Pembahasan atas temuan-temuan penelitian yang dikemukakan di dalam bagian ini mempunyai arti penting bagi keseluruhan kegiatan penelitian. Tujuan pembahasan adalah (1) menjawab masalah penelitian, atau menunjukkan bagaimana tujuan penelitian dicapai, (2) manafsirkan temuan-temuan penelitian, (3) mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan, (4) memodifikasi teori yang ada atau menyusun teori baru, dan (5) menjelaskan implikasi-implikasi lain dari hasil penelitian, termasuk keterbatasan temuan-temuan penelitian.

Dalam upaya menjawab masalah penelitian atau tujuan penelitian, harus disimpulkan secara eksplisit hasil-hasil yang diperoleh. Sementara itu, penafsiran terhadap temuan penelitian dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada.

Pengintegrasian temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang sudah ada dilakukan dengan jalan menjelaskan temuan-temuan penelitian dalam konteks khasanah ilmu yang lebih luas. Hal ini dilakukan dengan membandingkan temuan-temuan penelitian yang diperoleh dengan teori dan temuan empiris lain yang relevan. Hal ini tidak berarti mengulang uraian yang telah ada di dalam Bab II.

Membandingkan hasil penelitian yang diperoleh dengan temuan penelitian lain yang relevan akan mampu memberikan taraf kredibilitas yang lebih tinggi terhadap hasil penelitian. Tentu saja suatu temuan akan menjadi lebih dipercaya bila didukung oleh hasil penelitian orang lain. Namun sebaiknya tidak hanya hasil penelitian yang mendukung penelitian saja yang dibahas dalam bagian ini. Pembahasan justru akan menjadi lebih menarik jika di dalamnya dicantumkan juga temuan orang lain yang berbeda, dan pada saat yang sama peneliti mampu memberikan penjelasan teoritis ataupun metodologis bahwa temuannya memang lebih akurat.

Pembahasan hasil penelitian menjadi lebih penting manakala hipotesis penelitian yang diajukan ditolak. Banyak faktor yang menyebabkan sebuah hipotesis ditolak. Pertama, faktor nonmetodologis, seperti adanya intervensi variabel lain sehingga menghasilkan kesimpulan yang berbeda dengan hipotesis yang diajukan. Kedua, karena kesalahan metodologis, misalnya instrumen yang digunakan tidak sahih atau kurang reliabel. Dalam pembahasan, perlu diuraikan lebih lanjut letak ketidaksempurnaan instrumen yang digunakan. Penjelasan tentang kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang ada akan menjadi salah satu pijakan untuk menyarankan perbaikan bagi penelitian sejenis di masa yang akan datang.

CHAPTER V CONCLUSION AND SUGGESTION

Pada Bab ini dimuat dua hal pokok, yaitu kesimpulan dan saran. A. Conclusion

Isi kesimpulan penelitian lebih bersifat konseptual dan harus terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dengan kata lain, kesimpulan penelitian terkait secara substantif dengan temuan-temuan penelitian yang mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kesimpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan, namun yang benar-benar relevan dan mampu memperkaya temuan penelitian yang diperoleh.

Kesimpulan penelitian merangkum semua hasil penelitian yang telah diuraikan secara lengkap dalam Bab IV. Tata urutannya pun hendaknya sama dengan yang ada di dalam Bab IV. Dengan demikian, konsistensi isi dan tata urutan rumusan masalah, tujuan penelitian, hasil yang diperoleh, dan kesimpulan penelitian tetap terpelihara.

B. Suggestion

Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada temuan penelitian, pembahasan, dan kesimpulan hasil penelitian. Saran hendaknya tidak keluar dari batas-batas lingkup dan implikasi penelitian.

Saran yang baik dapat dilihat dari rumusannya yang bersifat rinci dan operasional. Artinya, jika orang lain hendak melaksanakan saran itu, ia tidak mengalami kesulitan dalam menafsirkan atau melaksanakannya. Disamping itu, saran yang diajukan hendaknya telah spesifik. Saran dapat ditujukan kepada perguruan tinggi, lembaga pemerintahan ataupun swasta, atau pihak lain yang dianggap layak.

Lampiran (20): Outline Skripsi/Penelitian Kualitatif Prodi Tadris Bahasa Inggris

TABLE OF CONTENTS

Page

COVER ………... i

COVER (Second Page) ……….. ii

ADVISOR APPROVAL ……… iii

THESIS APPROVAL ……… iv

MOTTO AND DEDICATION ……….. v

DECLARATION OF AUTHORSHIP ………... vi

ABSTRACT ………... vii

ABSTRAK (Indonesian) ……… viii

ACKNOWLEDGEMENTS………... ix

TABLE OF CONTENTS ……….. xi

LIST OF TABLES ………. xiii

LIST OF FIGURES ………... xiv

LIST OF APPENDICES ……… xv

LIST OF ABBREVIATIONS ……….... xvi

CHAPTER I INTRODUCTION ……….

A. Background of the Study ……… B. Research Problem ……….. C. Objective of the Study ……… D. Scope and Limitation ………... E. Significance of the Study ………... F. Definition of Key Terms ……… CHAPTER II REVIEW OF RELATED LITERATURE ………. A. Related Studies ……….. B. ………. C. ………. D. ………. E. ………...

CHAPTER III RESEARCH METHOD ……….

A. Research Design ………. B. Subject of the Study ………...

C Source of Data ………

D. Research Instrument ... E. Data Collection Procedure ………. F. Data Analysis Procedure ……….... G. Data Endorsment ………

CHAPTER IV RESEARCH FINDINGS AND DISCUSSION ………... A. Data Presentation ……… B. Research Findings ……….. C. Discussion ………. CHAPTER V CONCLUSION AND SUGGESTION ………..

A. Conclusion ……….. B. Suggestion ……….. REFERENCES

APPENDICES

Penjelasan Singkat

Outline Skripsi/Penelitian Kualitatif Prodi Tadris Bahasa Inggris

Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis pendekatan induktif. Penelitian ini berusaha mengungkapkan gejala secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks, melalui pengumpulan data dari latar alami sebagai sumber langsung dengan instrumen kunci peneliti itu sendiri. Proses dan makna perspektif subyek penelitian lebih ditonjolkan. Skripsi hasil penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan. Berikut ini dibahas bagian-bagian skripsi hasil penelitian kualitatif.

CHAPTER I INTRODUCTION

Bab pendahuluan memberikan wawasan umum tentang arah penelitian yang dilakukan. Dengan pendahuluan ini pembaca dapat mengetahui konteks atau latar belakang penelitian, masalah penelitian, tujuan penelitian, ruang lingkup dan keterbatasan penelitian, kegunaan penelitian, dan definisi istilah/operasional. A. Background of the Study

Pada bagian latar belakang ini dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi penelitian itu. Maka dari itu, pada bagian ini perlu dipaparkan secara ringkas tentang teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang teliti. Dengan demikian, masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh.

B. Research Problem

Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut, dan subjek penelitian. Selain itu, rumusan masalah

hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.

Pertanyaan-pertanyaan penelitian yang diajukan harus didukung oleh alasan-alasan mengapa hal tersebut ditampilkan. Alasan-alasan ini harus dikemukakan secara jelas, sesuai dengan sifat penelitian kualitatif yang holistik, induktif, dan naturalistik yang berarti dekat sekali dengan gejala yang diteliti. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan setelah diadakan studi pendahuluan di lapangan.

C. Objective of the Study

Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Masalah penelitian dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya, sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan.

D. Scope and Limitation

Bagian ini mencakup dua hal yang berkaitan erat, yakni ruang lingkup penelitian dan keterbatasan penelitian. Pada ruang lingkup penelitian hal-hal yang dikemukakan adalah variabel-variabel yang diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Uraian ketiga ini tersebut dilakukan secara singkat karena maksud utamanya adalah untuk memberikan gambaran utuh dan ringkas mengenai cakupan penelitian. Pembahasan secara rinci dilakukan dalam bagian metode penelitian (Bab III).

Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian. Keterbatasan ini bisa bersifat metodologis atau praktis. Keterbatasan metodologis, misalnya, berupa kendala yang menyangkut teknik pemilihan sampel atau instrumen pengumpul data yang diperlukan. Sedangkan keterbatasan praktis, misalnya, berupa kendala yang bersumber dari adat, tradisi, etika, dan kepercayaan yang tidak memungkinkan peneliti mencari data yang diinginkan.

E. Significance of the Study

Dalam bagian ini dikemukakan beberapa bukti yang menunjukkan kemanfaatan penelitian ini untuk dilakukan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Nilai kemanfaatan penelitian bisa mencakup kemanfaatan secara teoritis dan secara praktis. Dalam banyak hal, paparan mengenai kegunaan penelitian ini menjadi acuan utama untuk menilai apakah suatu penelitian itu layak untuk dilakukan atau tidak.

F. Definition of Key Terms

Dalam bagian ini dikemukakan beberapa hal yang perlu ditegaskan sehingga tidak menimbulkan perbedaan penafsiran bagi pembaca, seperti: variabel yang dikaji, jabaran dari masing-masing variabel, dan indikator-indikator dari masing-masing variabel, serta definisi operasional variabel yang sifatnya abstrak.

Penyusunan definisi istilah/operasional perlu dilakukan. Definisi istilah/operasional disampaikan secara langsung, dalam arti tidak diuraikan asal- usulnya. Definisi istilah/operasional lebih dititikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti. Dengan teramatinya konsep atau konstruk yang diteliti, peneliti akan mudah mengukurnya. Di samping itu, pemaparan definisi istilah/ operasional secara jelas akan membuka kemungkinan bagi orang lain untuk melakukan penelitian yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti

Dokumen terkait