HASIL DAN PEMBAHASAN
3. Sumberdaya lahan lain
5.2.2 Aspek wisata
5.2.2.1 Objek dan atraksi wisata
KHDTK Cikampek memiliki objek dan atraksi wisata yang menarik bagi pengunjung. Objek wisata adalah sesuatu yang menjadi pusat daya tarik wisatawan dan dapat memberikan kepuasan pada pengunjung (Wardiyanta 2006), sedangkan atraksi wisata merupakan objek wisata yang dapat memberikan kepuasan bagi pengunjung (Damanik 2006) dan juga dapat berupa pertunjukan khusus dari suatu objek wisata. Objek wisata yang secara umum terdapat pada kawasan antara lain tumbuhan, satwa dan pemandangan, sedangkan atraksi wisata yang berpotensi antara lain area berkumpul dan bersantai, serta area bermain dan outbond (Gambar 20).
Tumbuhan pada kawasan ini menarik karena berbaris dengan rapi dalam plot dan banyak pula pohon dan vegetasi yang unik. Satwa pada kawasan menarik, karena sudah jarang sekali satwa yang ditemukan di kawasan perkotaan, selain itu satwa cukup mudah untuk ditemui, baik langsung maupun tidak.
Pemandangan di KHDTK Cikampek mencakup pula pemandangan yang berada di sekitar kawasan yang dapat dinikmati langsung dari kawasan ini. Pemandangan ini dapat dikatakan statis bagi pengunjung. Akan tetapi di dalamnya dapat dilihat banyak pohon-pohon unik dan langka yang dapat menjadi pemandangan yang menarik bagi pengunjung. Selain itu terdapat pula area pesawahan milik penduduk tepat di sebelah timur kawasan KHDTK Cikampek. Area pesawahan ini dapat dinikmati keindahannya oleh pengunjung yang berkunjung ke KHDTK Cikampek. Selain melihat pemandangan indah, pengunjung juga dapat melihat berbagai kearifan masyarakat lokal yang masih bercocok tanam. Terdapat pula Sungai Cicunut pada sebelah barat kawasan. Selain itu terdapat beberapa area pada kawasan yang berpotensi untuk dijadikan atraksi wisata yaitu area berkumpul dan bersantai, dan area outbond dan bermain. Area berkumpul dan bersantai yang dimaksud di sini adalah area yang berpotensi untuk dikembangkan
menjadi area tersebut, termasuk juga untuk wisata kuliner/makan-makan. Sama halnya dengan area bermain dan outbond, yaitu area yang berpotensi untuk kegiatan tersebut.
Wisata yang diketahui dapat dikembangkan pada kawasan KHDTK ini secara umum adalah wisata pendidikan. Akan tetapi dari wisata tersebut dapat dilakukan berbagai aktivitas wisata oleh pengunjung. Aktivitas wisata tersebut antara lain tracking, photo hunting, bermain, menikmati pemandangan, outbond, duduk-duduk, dan makan-makan/kuliner. Aktivitas wisata kuliner ini juga dapat dijadikan masyarakat setempat sebagai tempat untuk bermata pencaharian dan juga dapat menertibkan warung-warung yang sebelumnya memang sudah terdapat pada kawasan, akan tetapi masih belum tertata.
Pembobotan skor untuk aspek objek dan daya tarik wisata dilihat berdasarkan blok-blok rencana tata ruang dari kawasan (Gambar 21). Pada aspek wisata ini bobotnya adalah 40, sehingga nilai tertinggi untuk objek dan daya tarik wisata adalah 160. Nilai tertinggi ini terdapat pada satu blok saja dikarenakan pada blok tersebut terdapat lebih dari 5 objek dan daya tarik wisata. Kemudian terdapat 2 blok dengan nilai kedua tertinggi dengan skor 120. Hal ini dikarenakan untuk skoring pada blok tersebut ditemukan 4-5 objek dan daya tarik wisata. Nilai 80 terdapat pada 3 blok dikarenakan pada blok tersebut ditemukan 2-3 objek dan daya tarik wisata. Terakhir adalah blok yang memiliki nilai terendah pada kawasan terdapat pada lapangan yang berada di sebelah utara kawasan, dimana hanya terdapat 1 objek dan daya tarik wisata, sehingga nilainya adalah 40 (Gambar 22).
(c)
(a)
(d)
(b) (e)
Keterangan : (a) Fauna (b) Flora
(c) Pemandangan (d) Area Bermain (e) Area Berkumpul
Gambar 20 Objek dan atraksi wisata KHDTK Cikampek.
Gambar 21 Peta objek dan atraksi wisata KHDTK Cikampek.
Gambar 22 Peta analisis objek dan atraksi wisata KHDTK Cikampek.
5.2.2.2 Fasilitas pendukung wisata a. Fasilitas eksisting
Fasilitas eksisting yang terdapat pada kawasan antara lain pintu gerbang, warung makan, papan penunjuk lokasi, papan interpretasi nama, rumah dinas, wisma tamu, stasiun klimatologi, dan information centre (Gambar 23). Beberapa fasilitas ini masih terawat, akan tetapi ada juga yang sudah tidak terawat dan tidak tertata. Potensi dan kendala dari fasilitas eksisting kawasan dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11 Potensi dan kendala fasilitas di KHDTK Cikampek
No Fasilitas Jumlah Potensi Kendala
1. Pintu Gerbang 2 unit
a. Masih bersifat semi permanen
b. Letaknya tidak tertata dan tidak rapi c. Bad view
3. Papan Penunjuk
Lokasi 6 unit Sebagai orientasi pengunjung
a. Kondisinya sudah tidak terawat
(a) (b)
(c) (d)
(e) (f)
(g) (h) Keterangan :
(a) Pintu Gerbang (e) Rumah Dinas
(b) Warung Makan (f) Wisma Tamu
(c) Papan Penunjuk Lokasi (g) Information Centre (d) Papan Interpretasi Nama (h) Stasiun Klimatologi
Gambar 23 Kondisi fasilitas eksisting KHDTK Cikampek.
b. Aksesibilitas menuju tapak
Kawasan KHDTK Cikampek cukup mudah untuk dijangkau, dikarenakan lokasinya yang berada di tengah perkotaan. Waktu tempuh dari pusat kota Karawang yaitu 1 jam sedangkan waktu tempuh dari pusat kota Cikampek hanya 10 menit melewati jalan utama. Kawasan ini juga dapat ditempuh dari beberapa jalur dari kota-kota besar yang berada di sekitarnya (Gambar 24), antara lain :
1. Jakarta; kawasan ini dapat ditempuh dari Jakarta ± 1 sampai 2 jam melalui jalan tol. Keluar dari pintu keluar tol Cikampek kendaraan akan melalui jalan kabupaten sekitar 2,5 km dengan kondisi jalan beraspal.
2. Bogor; kawasan ini dapat ditempuh dari Bogor menggunakan kendaraan roda empat melewati jalan tol Cikampek selama 2 sampai 3 jam.
Sedangkan untuk kendaraan roda dua membutuhkan waktu tempuh ± 4 jam melewati jalan utama kota Bekasi.
3. Bandung; kawasan ini dapat ditempuh dari Bandung menggunakan kendaraan roda empat melewati tol Cipularang selama 1,5 jam. Sedangkan untuk kendaraan roda dua membutuhkan waktu tempuh ± 2 jam melewati jalan utama Purwakarta-Bandung.
4. Cirebon; kawasan ini dapat ditempuh dari Cirebon menggunakan kendaraan roda empat selama 3 jam dan kendaraan roda dua selama ± 2 jam melewati jalan utama jalur Pantura.
Kawasan ini sendiri dibelah oleh jalan kabupaten yang langsung berhubungan dengan jalan raya. Jalan kabupaten ini merupakan jalan aspal sepanjang 1.260 meter dan lebar 3,5 meter. Jalan ini merupakan akses utama menuju kawasan kondisinya dapat dikatakan sudah baik karena adanya perbaikan jalan oleh pemerintah setempat pada tahun 2009. Akan tetapi pada ujung jalan terdapat beberapa kondisi jalan yang sudah rusak dan berlubang, dan juga akan menjadi basah dan berlumpur pada hari hujan.
Gambar 24 Peta aksesibilitas KHDTK Cikampek.