• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

D. Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW)

Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.

Pengusahaan objek dan daya tarik wisata dikelompokkan ke dalam :

1. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata alam, yang berwujud keadaan alam serta flora dan fauna, seperti : pemandangan alam, panorama indah, hutan rimba dengan tumbuhan hutan tropis, serta binatang-binatang langka.

2. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata budaya, seperti : museum, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni budaya, wisata agro (pertanian), wisata tirta (air), wisata petualangan, taman rekreasi, dan tempat hiburan.

3. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata minat khusus, seperti : berburu, mendaki gunung, gua, industri dan kerajinan, tempat perbelanjaan, sungai air deras, tempat-tempat ibadah, tempat-tempat ziarah dan lain-lain.

commit to user

Dalam kedudukannya yang sangat menentukan itu maka daya tarik wisata harus dirancang, dibangun, dan dikelola secara profesional, sehingga dapat menarik wisatawan untuk datang. Membangun suatu objek wisata harus dirancang sedemikian rupa berdasarkan kriteria tertentu. Umumnya daya tarik suatu objek wisata berdasar pada :

1. Adanya sumber daya yang dapat menimbulkan rasa senang, indah, nyaman, dan bersih.

2. Adanya aksesbilitas yang tinggi untuk dapat mengunjunginya.

3. Adanya ciri khusus yang bersifat langka.

4. Adanya sarana dan prasarana penunjang untuk melayani para wisatawan yang hadir.

5. Objek wisata alam mempunyai daya tarik tinggi karena keindahan alam pegunungan, sungai, pantai, pasir, hutan, dan sebagainya.

6. Objek wisata budaya mempunyai daya tarik tinggi karena memiliki nilai khusus dalam bentuk atraksi kesenian, upacara-upacara adat, nilai luhur yang terkandung dalam suatu objek buah karya manusia pada masa lampau.

E. Pengenalan

Pengenalan memiliki kata dasar kenal yang berarti tahu. Pengenalan adalah proses, cara, perbuatan mengenal atau mengenali. (Sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia)

commit to user F. Promosi

Secara umum promosi adalah suatu proses kegiatan yang bertujuan agar para konsumen mengetahui (aware) adanya produk dan jasa yang ditawarkan, kemudian membeli produk dan jasa tersebut dan menjadikannya menjadi pelanggan setia. Promosi produk pariwisata, dimaksudkan agar masyarakat mengenal dan memahami detail layanan dari paket perjalanan wisata, memotivasi untuk bergabung dalam group wisatawan, ditindak lanjuti dengan proses transaksi dan pembelian produk jasa serta dilaksanakannya program perjalanan wisata, dan diakhiri dengan layanan purna jual.

Lebih jelasnya lagi pengertian promosi adalah semua kegiatan yang dimaksudkan untuk menginformasikan kepada khalayak mengenai barang atau jasa dan meyakinkan para pembeli dalam pasar sasaran suatu perusahaan, organisasi saluran, dan masyarakat umum untuk membeli produk-produknya (Cravens, 1996: 76).

Promosi merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk jasa.

Kegiatan promosi bukan saja berfungsi sebagai alat komunikasi antara perusahaan dengan konsumen, melainkan juga sebagai alat mempengaruhi konsumen dalam kegiatan pembelian atau penggunaan jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya (Lupiyoadi 2006: 120).

Agar kegiatan promosi berjalan dengan baik maka terdapat elemen-elemen yang berpengaruh, diantaranya adalah komunikasi efektif. Komunikasi efektif

commit to user

adalah penyampaian pesan dari komunikator melalui media kepada komunikan dan pesan tersebut diterima dan dimengerti sehingga komunikan dapat mengirim kembali feed back kepada komunikator.

Langkah pengembangan komunikasi efektif diantaranya yaitu merancang pesan serta pemilihan media yang sangat mendukung dalam proses promosi.

Namun semua itu harus bermula pada proses identifikasi target konsumen serta penentuan tujuan komunikasi yang diharapkan oleh perusahaan.

G. Iklan

Iklan adalah salah satu bentuk komunikasi persuasif yang merupakan bagian dari kegiatan pemasaran yang bermaksud membujuk khalayak untuk memanfaatkan barang atau jasa.

Dalam bahasa Inggris, iklan dikenal dengan advertising yang berasal dari bahasa latin ad-vere yang berarti mengoperkan pikiran dan gagasan kepada orang lain, sebagaimana halnya pengertian komunikasi. Di Prancis disebut dengan reclamare yang berarti meneriakan sesuatu secara berulang-ulang. Sementara bangsa Arab menyebutkan I’lan. Istilah dalam bahasa Arab inilah yang diadopsi oleh bahasa Indonesia dengan melafalkan menjadi kata ’iklan’.

Beberapa pandangan tentang iklan telah dituliskan oleh beberapa ahli antara lain :

1. Liiweri (1992: 20) secara lengkap menuliskan bahwa iklan merupakan suatu proses komunikasi yang mempunyai kekuatan sangat penting

commit to user

sebagai alat pemasaran yang membantu menjual barang, atau memberi layanan, serta gagasan atau ide-ide melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi yang persuasif.

2. Kotler (1991: 237) mengartikan iklan sebagai semua bentuk penyajian non personal, promosi ide-ide, promosi barang produk atau jasa yang dilakukan oleh sponsor tertentu yang dibayar. Artinya dalam menyampaikan pesan tersebut, komunikator memang secara khusus melakukannya dengan cara membayar kepada pemilik media atau membayari orang yang mengupayakannya.

Iklan jauh lebih efisien untuk promosi pariwisata karena dapat menjangkau target pasar dalam cakupan wilayah yang luas. Iklan bersifat monolog sehingga tidak memaksa target pasar memberikan respon seketika.

H. Brosur

Brosur, pamflet, atau buklet adalah terbitan tidak berkala yang dapat terdiri dari satu hingga sejumlah kecil halaman, tidak terkait dengan terbitan lain, dan selesai dalam sekali terbit. Halamannya sering dijadikan satu (antara lain dengan stapler, benang, atau kawat), biasanya memiliki sampul, tapi tidak menggunakan jilid keras. Menurut definisi UNESCO, brosur adalah terbitan tidak berkala yang tidak dijilid keras, lengkap (dalam satu kali terbitan), memiliki paling sedikit 5 halaman tetapi tidak lebih dari 48 halaman, di luar perhitungan sampul.

commit to user

Hampir mirip dengan pamflet, brosur biasanya memuat informasi atau penjelasan tentang suatu produk, layanan, fasilitas umum, profil perusahaan, pariwisata, sekolah, atau lainya dengan maksud untuk memperkenalkan produk dan sarana beriklan. Informasi dalam brosur ditulis dalam bahasa yang ringkas, dan dimaksudkan mudah dipahami dalam waktu singkat. Bila terdiri dari satu halaman, brosur umumnya dicetak pada kedua sisi, dan dilipat dengan pola lipatan tertentu hingga membentuk sejumlah panel yang terpisah, sementara jika lebih dari satu lembar biasanya dijilid dengan benang, kawat, atau sekedar disusun tanpa dijilid.

Brosur merupakan media yang paling banyak digunakan oleh pelaku usaha. Media ini termasuk sangat efektif dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli suatu produk. Agar lebih menarik, gambar objek yang akan dipromosikan dicantumkan didalamnya. Begitu halnya dengan brosur wisata, dibuat semenarik mungkin dan disertakan pula gambar objek wisata didalamnya dengan tujuan untuk mengenalkan dan menarik jumlah pengunjung atau wisatawan untuk datang ke objek wisata tersebut.

commit to user I. Museum 1. Pengertian

Menurut berbagai sumber, museum memiliki arti sebagai berikut :

a. Museum berasal dari kata “mousa” yang mempunyai arti pengetahuan ruang atas tempat menyimpan benda – benda seni dan pengetahuan (American Corporation of Architects 1968).

b. Berdasarkan definisi yang diberikan (International Council of Museum), museum adalah institusi permanen untuk melayani kebutuhan publik dengan sifat terbuka dan usahanya adalah melakukan pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengkomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan dan kesenangan.

c. Museum merupakan lembaga tetap yang tidak mencari keuntungan, yang bertugas menghimpun, merawat, dan menyajikan benda-benda sebagai pembuktian alam, manusia, kebudayaan untuk kepentingan studi dan rekreasi, ICOM (International Council of Museum).

d. Museum merupakan bagian atau gedung yang digunakan untuk menyimpan, merawat benda-benda yang mempunyai nilai-nilai tertentu seperti nilai budaya, sejarah, dan sebagainya (KBI kontemporer, 604).

commit to user 2. Tugas, Fungsi, dan Peranan Museum

Beberapa tugas dan fungsi museum antara lain :

a. Mengumpulkan benda-benda untuk koleksi, merawat, dan mengawetkan.

b. Membantu metodik dan didoktik sekolahan dengan cara berkaidah setiap kunjungan ke museum.

c. Memamerkan benda-benda koleksi dan memasyarakatkan.

d. Sarana untuk memamerkan, menyelidiki, dan menerangkan benda-benda koleksi kepada pengunjung.

e. Pengumpulan dan pengamanan warisan alam dan hasil budaya.

f. Sebagai dokumentasi dan penelitian ilmiah.

g. Pusat penyaluran ilmu untuk umum.

h. Pusat peningkatan apresiasi budaya.

i. Media pembinaan sejarah alam, ilmu pengetahuan, dan budaya.

3. Syarat-syarat Museum

Sebagai sebuah ruangan untuk pameran karya seni dan ilmu pengetahuan, museum memiliki berbagai syarat ruang yaitu :

a. Mendapatkan cahaya terang merupakan bagian dari pameran yang baik.

b. Terlindung dari gangguan, pencurian, kelembapan, kering dan debu.

4. Perancangan Museum dan Area Pamer

Terutama di ruang pamer harus terdapat sirkulasi yang baik dan harus didesain dengan fleksibelitas yang tinggi. Hal-hal yang mempengaruhi

commit to user

sirkulasi antara lain adalah orientasi pengunjung dan penyediaan fasilitas tambahan seperti kursi pada area transisional, karena penting untuk memberi pengunjung waktu untuk menikmati objek tanpa berdiri terlalu lama.

Untuk mendesain ruangan pamer diperlukan hal-hal berikut :

a. Variasi pintu atau akses masuk dapat membantu mengarahkan pengunjung dan meletakkan di jalur-jalur yang sering didatangi pengunjung.

b. Menghindari kesan monoton dengan cara variasi dimensi, warna dan material elemen interior pencahayaan.

c. Pintu bias ditempatkan pada sudut yang paling jauh dengan demikian ruangan lebih terasa efektif.

d. Pengaturan view (pandangan) penting apalagi di area-area yang sering didatangi pengunjung.

e. Penempatan karya atau objek yang menarik perhatian perlu untuk memberi nilai lebih pada ruang itu sendiri dan menarik perhatian pengunjung (time saver standards for building types, 370 - 371).

J. Kars

Kars merupakan istilah bahasa Jerman yang diadopsi dari bahasa Slovenia yang berarti lahan gersang berbatu. Pada khasanah pustaka saat ini, kars ditakrifkan sebagai bentang alam yang terbentuk akibat pelarutan batuan (umumnya batu gamping atau dolomit) oleh air. Selain itu, pembentukan kars

commit to user

dipengaruhi oleh faktor struktur geologi, relief, iklim dan waktu (Blair, 1986, dalam Srijono, 2000).

Daerah kars ini identik dengan lahan yang selama ini dianggap kering, gersang, tandus, kurang subur, dan kekurangan air. Meskipun demikian daerah ini mempunyai potensi sumber daya alam yang tinggi terutama sumber daya mineral batuan karbonat atau gamping. Bentuk lahan kars terbentuk akibat proses pelarutan pada daerah yang tersusun oleh batuan yang mudah larut, yaitu batu gamping kalsit, dolomit, aragonit dan gypsum.

Ada empat kondisi yang mendukung terbentuknya bentuk lahan kars, yaitu pertama kondisi litologi tersusun oleh batuan yang mudah larut. Kedua, batuan tersebut tebal dan masif serta memiliki retakan-retakan atau kekar yang akan meningkat permeabilitas dan porositas batuan sehingga mudah ditembus oleh air. Ketiga, daerah tersebut terletak pada posisi yang relatif lebih tinggi dari daerah sekitarnya sehingga air dapat mengalir dengan lancar sehingga mempercepat proses karsifikasi. Keempat, daerah tersebut mempunyai curah hujan yang cukup tinggi sehingga air cukup melimpah sebagai media pelarut (Thornbury, 1969).

Daerah kars di Indonesia terdapat di setiap pulau besar, baik Sumatera, Jawa, Kalimantan, Irian, Sulawesi, dan juga di Kepulauan Nusa Tenggara.

commit to user

Dokumen terkait