• Tidak ada hasil yang ditemukan

Objek penelitian dalam penelitian adalah buku cerita rakyat Sakunung-Sakunung Ninau dan persepsi masyarakat desa Pulau Tengah.

3.4 Data dan Sumber Data 1. Data .

Data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kekurangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan kajian (analisis). Data yang dimaksud dalam penelitian ini menyangkut kata, kalimat, ungkapan yang mengandung nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam buku Sakunung-Sakunung Ninau diantaranya cerita rakyat yang berjudul Ramunai, Siah-Siah Kau Tupo, Pak Kipang, Samat Ging Maranto, Baeuok Kasilang Ngelli Putai, Kanca Batanding Maai Sakimbeng Dinga Kebboa, Tanggal Satau Buloa Duea, Kanca Batanding Barahi Dinga Takuya, Jawi Patoh, Kanca Kenno Getoouuhh, Ikak Pinggeng Ninau, Mpang Kaau, Sarrang Parauu, Buah Kecaper, dan Deng Kudedeng serta data lisan dari informan masyarakat desa Pulau Tengah mengenai cerita rakyat tersebut.

2. Sumber Data

Sumber data adalah subjek dari mana data diperoleh yang menjadi dasar pengambilan atau tempat untuk memperoleh data yang diperlukan. Dengan demikian sumber data dalam penelitian ini adalah buku Cerita Rakyat Sakunung-Sakunung Ninau dan 10 (sepuluh) masyarakat Pulau Tengah yaitu penulis dari buku Sakunung-Sakunung Ninau, sesepuh desa Pulau tengah dan masyarakat dengan syarat responden:

a) Masyarakat asli desa Pulau Tengah

b) Sudah lama menetap di desa Pulau Tengah c) Menguasai bahasa

d) Memahami isi dari buku Sakunung-Sakunung Ninau 3.5 Teknik Pengumpulan Data

1. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode simak dan studi pustaka. Disebut metode simak atau penyimakan karena memang berupa penyimakan: dilakukan dengan menyimak, yaitu menyimak penggunaan bahasa.

2. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, dan teknik catat. Pada teknik baca, peneliti terlibat langsung dalam membaca buku yang berjudul Sakunung – Sakunung Ninau sebagai alatnya. Setelah teknik baca selesai dilakukan, kemudian digunakan teknik catat, yaitu dengan cara mencatat semua data yang terkumpul didalam buku tersebut.

3. Observasi, teknik ini dilakukan dengan cara mendatangi langsung daerah yang dijadikan tempat objek penelitian maupun narasumber yang dinilai memiliki kapasitas dalam memberikan informasi yang dibutuhkan sebagai sumber data, ataupun peneliti ikut terlibat langsung dalam interaksi sosial dalam masyarakat baik secara terbuka maupun tidak. Kaitan dengan penelitian ini, dilakukan agar peneliti dapat memperoleh informasi berupa persepsi mengenai cerita rakyat Sakunung-Sakunung Ninau.

4. Wawancara, teknik yang dilakukan dengan interaksi dan teknik rekam antara peneliti dengan informan dengan cara mengajukan serangkaian pertanyaan,

agar dapat memperoleh informasi lisan mengenai cerita rakyat Kerinci Sakunung-Sakunung Ninau secara langsung. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi yang dapat menunjang informasi yang diperlukan.

Dalam mendapatkan data yang berkaitan dengan cerita rakyat Sakunung-Sakunung Ninau ini. Sedangkan dalam menemukan informan menjadi nara sumber dalam wawancara, peneliti memilih orang yang mempunyai keahlian tentang pokok masalah. Pemilihan informan ini berdasarkan atas usia, status sosial, dan pengetahuan tentang cerita rakyat Sakunung-Sakunung Ninau. data yang diperoleh dari wawancara langsung disertai dengan perekaman dan pencatatan, terdiri atas :

- Cerita rakyat Sakunung-Sakunung Ninau informannya adalah sesepuh desa dan tokoh masyarakat yang paham mengenai cerita rakyat Sakunung-Sakunung Ninau

- Angket, pemerolehan data dengan memberikan pertanyaan kepada responden.

5. Dokumentasi, metode dokumentasi ini di gunakan untuk mendapatkan data guna melengkapi dan memperkuat data yang diperoleh. Dokumen yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi segala arsip yang terkumpul saat penelitian sedang berlangsung baik itu data secara lisan, tertulis, maupun gambar atau foto.

38 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian

Pada bab ini peneliti menguraikan secara rinci hasil penelitian mengenai nilai-nilai pendidikan karakter dan persepsi masyarakat terhadap buku “Sakunung-Sakunung Ninau” dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini akan dikemukakan beberapa data yang yang akan diperoleh sebagai bukti hasil penelitian.

Data yang akan disajikan pada bagian ini adalah data yang memuat mengenai nilai-nilai pendidikan karakter dan persepsi masyarakat desa Pulau Tengah terhadap cerita rakyat Sakunung-Sakunung Ninau.

Hasil penelitian ini berupa nilai- nilai pendidikan karakter dan persepsi masyarakat Pulau Tengah terhadap buku “Sakunung-Sakunung Ninau”, hasil penelitian ini akan dipaparkan berupa data. Fokus penelitian ini disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditemukan. Oleh karena itu, nilai-nilai pendidikan karakter dan persepsi masyarakat Desa Pulau Tengah yang dibahas.

4.1.1 Nilai Pendidikan Karakter Dalam Sakunung-Sakunung Ninau

Sakunung adalah sastra kuno berbentuk prosa, sifatnya sintetis, tidak ada pengarang, disampaikan dari mulut ke telinga, tidak berubah meski zaman sudah berubah. Sakunung sama saja dengan cerita rakyat.

Didalam setiap cerita rakyat mengandung nilai-nilai salah satunya nilai pendidikan karakter, Nilai merupakan salah satu bagian penting dari kebudayaan itu sendiri. Suatu tindakan dapat diterima secara moral apabila harmonis atau selaras

dengan nilai-nilai sedangkan pendidikan karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas (Kemendiknas, 2010) “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. Adapun berkarakter adalah berkepribadian, perilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak”.

Nilai pendidikan karakter dapat diambil beberapa sebagai prioritas dalam pembelajaran dilihat dari sudut pandang pendidikan karakter. Dalam hal ini peneliti mengacu pada nilai pendidikan karakter dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas” Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kokom Komalasari (2017) didalam buku Sakunung-Sakunung Ninau terdapat 15 cerita yang akan dianalisis nilai pendidikan karakternya

Dokumen terkait