• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PARAPAT DI KABUPATEN SIMALUNGUN

4.2 Objek Wisata pada Kawasan

4.2.7 Objek Wisata Gereja HKBP Parapat

Keindahan gereja berarsitektur Batak-Eropa yang dibangun sebagai tempat peribadatan umat Kristen ini diresmikan secara bersamaan ketika merayakan Jubileum HKBP. Gereja HKBP Parapat sering dikunjungi oleh wisatawan karena fasadenya yang megah dan yang indah. Dengan luas mencapai 1 hektar, pembangunan Gereja HKBP dulunya menghabiskan dana sebesar 4.3 milyar.

Gereja ini dapat diakses dari Jl. Bukit Barisan. Berikut peta yang menunjukkan lokasi Gereja HKBP Parapat terhadap Parapat (Gambar 4.10)

Peta persebaran objek wisata di Parapat Kabupaten Simalungun

Peta objek wisata Rumah Pesanggrahan Bung Karno

Suasana objek wisata Rumah Pesanggrahan Bung Karno

77 Gambar 4.10 Objek Wisata Gereja HKBP Parapat

Peta persebaran objek wisata di Parapat Kabupaten Simalungun

Peta objek wisata Gereja HKBP Parapat

Suasana objek wisata Gereja HKBP Parapat

78 BAB V

ANALISA DAN PEMBAHASAN

5.1 Kajian Objek-objek Wisata di Parapat Kabupaten Simalungun

5.1.1 Objek-objek Wisata yang Sering dikunjungi Wisatawan di Parapat Kabupaten Simalungun

Peneliti telah menyebarkan kuesioner kepada 224 orang responden untuk memperoleh data mengenai objek-objek wisata di Parapat Kabupaten Simalungun yang sering dikunjungi wisatawan (Tabel 5.1)

Tabel 5.1 Objek wisata di Parapat Kabupaten Simalungun yang sering dikunjungi wisatawan

Objek Wisata Frekuensi Persentase

Danau Toba 111 49.6%

Pantai Pasir Putih 33 14.7%

Pantai Inna Parapat 32 14.3%

Rumah Pesanggrahan Bung Karno 16 7.1%

Pantai Indah Permai 13 5.8%

Pantai Bebas 10 4.5%

Gereja HKBP Parapat 9 4%

Total 224 100%

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Berdasarkan kuesioner yang disebarkan oleh peneliti, diperoleh data 49.6%

wisatawan datang ke Parapat dalam rangka mengunjungi objek wisata Danau Toba.

Danau Toba merupakan destinasi wisata di Parapat Kabupaten Simalungun yang paling populer di mata wisatawan domestik dan mancanegara. Selain keunikan alam Danau Toba di Parapat, ada keunikan alam lainnya seperti pantai-pantai indah yang mempesona mata pengunjung yang melihatnya. Pantai-pantai tersebut antara lain Pantai Pasir Putih, Pantai Inna Parapat, Pantai Indah Permai dan Pantai Bebas.

79 Ditinjau dari aspek lain, Gereja HKBP Parapat dan Rumah Pesanggrahan Bung Karno juga mampu menarik banyak wisatawan untuk berkunjung. Selain keunikan yang dimiliki objek wisata, atribut lain turut mendukung keberadaan objek wisata tersebut agar selalu dikunjungi wisatawan. Berikut kajian masing-masing objek wisata yang ada di Parapat Kabupaten Simalungun.

Danau Toba

Danau Toba yang ada di Parapat menjadi destinasi wisata yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Keunikan Danau Toba merupakan atraksi/daya tarik wisata yang menjadikannya objek wisata alam utama di Parapat yang terkenal di mata lokal dan internasional. Ditinjau dari aspek alam, Pulau Samosir yang merupakan sebuah pulau di tengah-tengah danau menjadikannya suatu keunikan alam yang tidak dimiliki oleh danau manapun selain Danau Toba. Selain itu, bukit-bukit dan atau pegunungan yang membatasi Danau Toba memberikan keindahan yang sangat mempesona bagi setiap pengunjung yang melihatnya, sehingga wisatawan yang berkunjung tidak akan lupa untuk mendokumentasikan dirinya ketika datang ke Danau Toba. Ditinjau dari aspek budaya, ada berbagai festival yang sering diadakan di Parapat. Salah satu festival yang paling terkenal adalah Festival Danau Toba yang merupakan event budaya, pariwisata dan olahraga yang selalu diadakan setiap tahun di Danau Toba. Pawai budaya dan pagelaran tarian yang sering diadakan di sekitar kawasan wisata Danau Toba juga menjadi daya tarik budaya lainnya bagi wisatawan yang tertarik dengan kebudayaan Batak yang sangat kental di Parapat. Keunikan alam dan budaya ini menjadi daya tarik wisata Danau Toba (Gambar 5.1).

80 Gambar 5.1 Keindahan Danau Toba sebagai atraksi alam serta Festival Danau

Toba sebagai atraksi budaya Danau Toba (Sumber : Dokumentasi pribadi)

Keindahan Danau Toba tidak sebatas dapat dinikmati dengan mata. Pondok-pondok, permainan wisata air seperti sepeda air, dan perahu wisata yang disewakan kepada wisatawan untuk menelusuri Danau Toba disediakan sebagai fasilitas.

Gambar 5.2 Fasilitas dan pelayanan di kawasan Danau Toba (Sumber : Dokumentasi pribadi)

81 Selain wahana air yang disediakan di Danau Toba, terdapat juga fasilitas lainnya yaitu akomodasi (hotel), pusat perbelanjaan dan restoran. Akomodasi berupa hotel di Parapat, khususnya hotel yang berada di sekitar kawasan pinggir Danau Toba cukup banyak dan tersebar cukup merata sehingga mampu mengakomodasi wisatawan yang datang berkunjung ke Danau Toba. Pasar souvenir yang menjual oleh-oleh khas Parapat ditemui di bagian Barat kawasan pesisir Danau Toba. rumah makan dan warung letaknya tersebar di beberapa titik pesisir Danau Toba, terutama di antara deretan pasar souvenir dan cukup mudah ditemui oleh wisatawan. Sarana ibadah berupa masjid dan gereja berada di perbatasan kawasan wisata Danau Toba dengan kawasan pemukiman penduduk, sedangkan sarana sanitasi (toilet) dan restoran sudah diakomodasi di hotel-hotel kawasan Danau Toba.

Aksesibilitas baik menuju dan dalam kawasan Danau Toba tidak sulit dan mempunyai sarana aksesibilitas yang lengkap (Gambar 5.3) Dari segi infrastruktur, rata-rata badan jalan di kawasan Danau Toba cukup lebar untuk dilewati 2 mobil dan kondisi permukaan aspal masih terawat dengan baik, baik jalan arteri primer maupun jalan lokal. Di samping badan jalan terdapat jalur pedestrian dan lampu penerangan sebagai sarana pejalan kaki. Dari segi transportasi, aksesibilitas di kawasan Danau Toba terbagi menjadi 2 yaitu sarana transportasi darat dan air.

Melalui jalur darat, wisatawan dapat menelusuri sekeliling Danau Toba menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Wisatawan Danau Toba yang menaiki kendaraan umum dapat mencapai Parapat dengan bus yang singgah di Terminal Sosor Baba, yang berlokasi tidak jauh dari kawasan Danau

82 Toba. Terdapat 2 pelabuhan bersandar kapal-kapal yang mendukung kemudahan transportasi air, yaitu Pelabuhan Ajibata dan Pelabuhan Tiga Raja. Kedua pelabuhan ini menjadi jalur akses utama bagi wisatawan yang menyeberangi Danau Toba dari Parapat menuju Pulau Samosir, dan sebaliknya. Wisatawan juga dapat mengakses dan menelusuri keindahan Danau Toba secara langsung menggunakan perahu wisata yang singgah di kedua pelabuhan ini.

Gambar 5.3 Aksesibilitas di kawasan Danau Toba yang mencakup infrastruktur dan sarana transportasi (darat dan air)

(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Keterlibatan pemangku destinasi wisata dalam mengelola objek wisata Danau Toba diwujudkan melalui penyediaan fasilitas kebersihan (penyediaan tempat sampah dan petugas kebersihan) dan keamanan (CCTV dan pos/kantor polisi) di beberapa titik kawasan Danau Toba. Menyadari pentingnya keberadaan Danau Toba sebagai objek wisata utama di Parapat, pemerintah juga menyediakan

83 biro pariwisata dan tour guide untuk menunjang pariwisata di Parapat terutama kawasan Danau Toba.

Keseluruhan atribut pariwisata tersebut mampu menjadikan Danau Toba sebagai objek wisata utama yang berbasis alam dan budaya di Parapat. Menurut Suwena (2010), suatu destinasi wisata harus didukung oleh 4 atribut utama, antara lain atraksi, fasilitas dan pelayanan, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung.

Kelengkapan fasilitas mampu mendukung pariwisata dan mengakomodasi wisatawan Danau Toba. Aksesibilitas yang baik dan adanya fasilitas pendukung wisata menunjukkan adanya peranan andil dari pemerintah dalam mengelola objek wisata Danau Toba.

Pantai Pasir Putih

Salah satu pantai yang paling terkenal di Parapat yaitu Pantai Pasir Putih yang terletak di salah satu titik pesisir Danau Toba, juga merupakan objek wisata prioritas Parapat karena sering dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.

Sesuai dengan namanya, atraksi alam dari pantai ini adalah pasirnya yang putih bersih dan berkilau. Wisatawan secara khusus datang berkunjung untuk merasakan indahnya pemandangan sunset di pantai berpasir putih ini secara langsung, ataupun sekedar berenang dan menaiki sepeda air yang disediakan di pantai ini sebagai sarana wisata air bagi wisatawan. Terdapat hotel yang disediakan secara khusus untuk mengakomodasi wisatawan Pantai Pasir Putih, yaitu Hotel Wisata Bahari yang letaknya berada tepat di depan Pantai Pasir Putih. Area parkir Hotel Wisata Bahari tidak hanya untuk wisatawan yang menginap di hotel, namun juga

84 diperuntukkan untuk kalangan umum yang berkunjung ke Pantai Pasir Putih. Di samping hotel ini terdapat Hotel Toba sebagai akomodasi alternatif bagi wisatawan Pantai Pasir Putih. Pantai Pasir Putih juga terletak berdekatan dengan fasilitas kesehatan (RSUD Parapat), sarana ibadah (Masjid Al Taqwa) dan deretan restoran.

Namun tidak ditemui toko souvenir di sekitar kawasan Pantai Pasir Putih sebagai fasilitas perbelanjaan wisatawan.

Jalan pencapaian menuju Pantai Pasir Putih yaitu Jl. Kol. TPR Sinaga sebagai jalan kolektor berkondisi baik yang cukup lebar untuk dilewati 2 mobil dan mempunyai jalur pedestrian dengan lampu penerangan untuk mendukung sirkulasi pejalan kaki. Pemerintah sebagai pihak stakeholder pariwisata Parapat berpartisipasi dengan menyediakan fasilitas keamanan (CCTV dan kantor polisi) dan fasilitas kebersihan (petugas kebersihan dan tempat sampah). Keseluruhan atribut pariwisata ini mampu mendukung Pantai Pasir Putih sebagai salah satu objek wisata alam prioritas di Parapat (Gambar 5.4). Menurut Suwena (2010), suatu destinasi wisata harus didukung oleh 4 atribut utama, antara lain atraksi, fasilitas dan pelayanan, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung. Kelengkapan fasilitas yang disediakan baik di dalam ataupun sekitar kawasan Pantai Pasir Putih mampu mendukung keberadaan Pantai pasir Putih sebagai objek wisata alam prioritas di Parapat, walau tidak dijumpai adanya toko souvenir/oleh-oleh. Aksesibilitas yang baik dan adanya fasilitas pendukung wisata menunjukkan adanya peranan dari pemerintah dalam mengelola objek wisata Pantai Pasir Putih.

85 Gambar 5.4 Atribut pariwisata Pantai Pasir Putih sebagai objek wisata alam

prioritas di Parapat (Sumber : Dokumentasi pribadi) Pantai Bebas

Pantai Bebas tidak kalah populer dengan objek wisata alam lainnya di Parapat. Jalur pencapaian ke kawasan Pantai Bebas yaitu melalui Jl. Siborong-borong yang merupakan jalan arteri dengan kondisi baik dan terawat. Lokasi Pantai Bebas mudah ditemui wisatawan dengan adanya gapura yang berada disamping area parkir kendaraan. Di kawasan Pantai Bebas, terdapat spot foto berupa tagline

“I Love Danau Toba - Simalungun” yang menjadi ciri khas dari pantai ini, sehingga wisatawan yang berkunjung akan mendokumentasikan dirinya di samping tagline tersebut berlatar pemandangan Danau Toba yang indah dibelakangnya. Area Pantai Bebas yang luas dan lapang menjadikannya tempat diadakannya berbagai festival pariwisata dan budaya. Walaupun sedang tidak ada event, pengunjung tetap datang

86 ke Pantai Bebas untuk menikmati pemandangan sunset yang tampak jelas dari pantai ini sambil bersantai di pendopo kecil yang disediakan ataupun di area terbuka pantai. Tidak ada fasilitas khusus wisatawan lain yang disediakan di Pantai Bebas, namun lokasinya berada di samping Pantai Pasir Putih, sehingga fasilitas berkaitan dengan pariwisata Pantai Pasir Putih turut mendukung pariwisata Pantai Bebas, antara lain Hotel Wisata Bahari, Masjid Al Taqwa, RSUD Parapat, kantor polisi dan restoran. Peranan stakeholder fasilitas kebersihan (tempat sampah dan petugas kebersihan) dan fasilitas keamanan (pos satpam) untuk menunjang pelaksanaan pariwisata di kawasan Pantai Bebas. Keseluruhan atribut pariwisata ini mampu mendukung keberadaan Pantai Bebas sebagai salah satu objek wisata alam di Parapat (Gambar 5.5) Menurut Suwena (2010), suatu destinasi wisata harus didukung oleh 4 atribut utama, antara lain atraksi, fasilitas dan pelayanan, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung. Daya tarik alam Pantai Bebas yang ditunjang dengan fasilitas spot foto mampu menarik banyak wisatawan untuk berkunjung, namun akan lebih baik jika terdapat fasilitas hotel didalam kawasan Pantai Bebas.

Aksesibilitas yang baik dan adanya fasilitas pendukung wisata menunjukkan adanya peranan dari pemerintah dalam mengelola objek wisata Pantai Bebas.

Namun sebaiknya disediakan fasilitas khusus wisatawan tambahan dalam kawasan Pantai Bebas agar kunjungan wisata bertambah.

87 Gambar 5.5 Atribut pariwisata Pantai Bebas sebagai objek wisata alam di Parapat

(Sumber : Dokumentasi pribadi) Pantai Inna Parapat

Pantai Inna Parapat termasuk dalam objek wisata prioritas Parapat yang juga merupakan satu-satunya pantai pribadi di Parapat. Pantai Inna Parapat dikelola secara khusus oleh pihak swasta yang mengelola Hotel Inna Parapat, yaitu salah satu hotel dan resort berbintang terbesar di Parapat. Hanya wisatawan yang menginap di Hotel Inna Parapat yang dapat mengakses pantai ini, namun banyak wisatawan yang secara khusus menginap di hotel ini agar dapat merasakan keindahan alam Pantai Inna Parapat dan fasilitas menarik yang ditawarkan Hotel Inna Parapat. Selain berfungsi sebagai akomodasi, Hotel Inna Parapat terkenal akan fasilitas dan pelayanannya yang lengkap sehingga dapat mengakomodasi wisatawan yang berkunjung ke Pantai Inna Parapat. Fasilitas Hotel Inna Parapat mencakup area parkir, restoran, fasilitas kebugaran, dan lainnya. Adapun fasilitas

88 pendukung yang disediakan yaitu pos satpam, pos polisi, dan ATM. Pantai Inna Parapat juga terdapat di lokasi yang strategis dengan pasar souvenir dan deretan restoran di sekitar hotel.

Jalur pencapaian menuju Pantai Inna Parapat melalui Jl. Marihat yaitu jalan kolektor yang berkondisi baik dan cukup lebar untuk dilewati 2 mobil dari arah berlawanan. Karena pariwisata Pantai Inna Parapat dimanajemen oleh pihak swasta, pemerintah tidak turun tangan dalam mengelola area pantai. Namun pengelolaan Pantai Inna Parapat tetap mengikuti regulasi dari pemerintah agar sistem pariwisata di Pantai Inna Parapat tetap berjalan teratur. Peranan pemerintah dalam mendukung Pantai Inna Parapat sebagai objek wisata prioritas ditunjukkan dengan pos polisi (fasilitas keamanan) dan tempat sampah (fasilitas kebersihan) yang disediakan tepat di luar kawasan Hotel Inna Parapat. Keseluruhan atribut pariwisata ini mampu mendukung Pantai Inna Parapat sebagai salah satu objek wisata alam prioritas di Parapat (Gambar 5.6). Menurut Suwena (2010), suatu destinasi wisata harus didukung oleh 4 atribut utama, antara lain atraksi, fasilitas dan pelayanan, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung. Daya tarik alam Pantai Inna Parapat didukung dengan adanya fasilitas khusus wisatawan yang lengkap oleh Hotel Inna Parapat, sehingga wisatawan terakomodasi dengan baik di Pantai Inna Parapat.

Aksesibilitas dan pengelolaan Hotel Inna Parapat yang baik turut menunjukkan identitas Pantai Inna Parapat sebagai objek wisata alam prioritas di Parapat.

89 Gambar 5.6 Atribut pariwisata Pantai Inna Parapat sebagai objek wisata alam

prioritas di Parapat (Sumber : Dokumentasi pribadi) Pantai Indah Permai

Pantai lain di Parapat yang tidak kalah populer yaitu Pantai Indah Permai.

Jalur pencapaian ke kawasan Pantai Indah Permai melalui Jalan Pora-pora yaitu jalan lokal yang dapat dilewati 1 mobil, kemudian menuruni tangga menuju area pantai. Badan jalan ini cukup sempit dan kondisinya kurang terawat, ditambah lagi dengan kurangnya jalur pedestrian dan lampu penerangan jalan tidak mendukung sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki di kawasan Pantai Indah Permai. Di sekitar Jalan Pora-pora terdapat akomodasi (Wisma Bukit Barisan dan Hotel Inna Parapat) dan pasar souvenir sebagai fasilitas khusus wisatawan. Keindahan alam Pantai Indah Permai dapat dinikmati secara langsung oleh wisatawan dengan berenang di area pinggiran pantai dan dengan sarana wisata air yang disediakan berupa sepeda air. Walaupun kawasan Pantai Indah Permai cukup kecil, kebersihan pantai dan

90 penyediaan fasilitas keamanan (pos polisi) menunjukkan adanya peranan pemerintah dalam mengelola pantai ini agar tetap nyaman dikunjungi wisatawan.

Keseluruhan atribut pariwisata ini mendukung Pantai Indah Permai sebagai salah satu objek wisata alam Parapat (Gambar 5.7). Menurut Suwena (2010), suatu destinasi wisata harus didukung oleh 4 atribut utama, antara lain atraksi, fasilitas dan pelayanan, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung. Fasilitas Pantai Indah Permai sudah cukup memadai untuk mengakomodasi wisatawan, namun sebaiknya fasilitas berupa restoran/rumah makan disediakan di sekitar Pantai Indah Permai.

Komponen aksesibilitas yang meliputi infrastruktur jalan menuju Pantai Indah Permai dinilai kurang memadai. Sedangkan fasilitas pendukung wisata berupa pos polisi menunjukkan bahwa adanya peranan pemerintah dalam menjaga kebersihan, kenyamanan dan keamanan di kawasan Pantai Indah Permai.

Gambar 5.7 Atribut pariwisata Pantai Indah Permai sebagai objek wisata alam di Parapat

(Sumber : Dokumentasi pribadi)

91 Rumah Pesanggrahan Bung Karno

Sesuai dengan namanya, Rumah Pesanggrahan Bung Karno mempunyai nilai historis yang tinggi karena pernah menjadi tempat pengasingan Ir. Soekarno saat jaman penjajahan Belanda dahulu, sehingga Rumah Pesanggrahan Bung Karno merupakan objek wisata sejarah (atraksi buatan) utama di Parapat. Rumah Pesanggrahan Bung Karno terletak di pinggiran Danau Toba yang dilengkapi pendopo sehingga wisatawan yang berkunjung dapat melihat keindahan Danau Toba yang membentang di hadapan bangunan rumah ini. Terdapat Mess Pora-pora yang bersebelahan dengan kawasan Rumah Pesanggrahan Bung Karno di bagian Selatan, dan Hotel Darma Agung yang terletak tidak jauh dari kawasan. Didalam kawasan Rumah Pesanggrahan Bung Karno disediakan tempat parkir khusus kendaraan. Selain itu, terdapat fasilitas berupa pasar souvenir dan warung di sekitar kawasan Rumah Pesanggrahan Bung Karno. Keadaan jalan didalam dan di luar kawasan Rumah Pesanggrahan Bung Karno memiliki kondisi yang baik walaupun tidak tersedia jalur pedestrian dan lampu penerangan bagi pejalan kaki.

Keseluruhan atribut pariwisata ini mendukung Rumah Pesanggrahan Bung Karno sebagai salah satu objek wisata sejarah Parapat (Gambar 5.8). Menurut Suwena (2010), suatu destinasi wisata harus didukung oleh 4 atribut utama, antara lain atraksi, fasilitas dan pelayanan, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung. Fasilitas didalam dan sekitar kawasan Rumah Pesanggrahan Bung Karno cukup memadai dalam mendukung keberadaan bangunan rumah sebagai daya tarik sejarah.

Komponen aksesibilitas yang memadai dan fasilitas pendukung wisata berupa pos

92 polisi menunjukkan bahwa adanya peranan pemerintah dalam menjaga kebersihan, kenyamanan dan keamanan di kawasan Rumah Pesanggrahan Bung Karno.

Gambar 5.8 Atribut pariwisata Rumah Pesanggrahan Bung Karno sebagai objek wisata sejarah di Parapat

(Sumber : Dokumentasi pribadi) Gereja HKBP Parapat

Sebagai objek wisata rohani utama di Parapat, bangunan gereja ini menjadi daya tarik buatan yang sangat terkenal akan kemegahannya yang merupakan perpaduan gaya arsitektur modern dan ornamen tradisional khas Batak. Wisatawan datang secara khusus ke Gereja HKBP Parapat untuk berwisata rohani dan menelusuri areal rumah peribadatan umat Kristen ini yang luas dan asri. Dalam kawasan Gereja HKBP Parapat terdapat bangunan Sopo Gadang dan area parkir sebagai fasilitas dalam area gereja. Terdapat 2 hotel dan 3 rumah makan di sekitar kawasan gereja ini. Hotel yang ada memiliki kondisi yang cukup memadai bagi

93 wisatawan, namun bentuk fisik rumah makan/warung tidak representatif di mata wisatawan. Adalah suatu kewajaran jika tidak ditemui fasilitas khusus wisatawan lainnya seperti tempat perbelanjaan dan sarana hiburan, karena Gereja HKBP Parapat merupakan sarana peribadatan umat Kristen yang sakral dan berlokasi di kawasan permukiman penduduk. Aksesibilitas ke Gereja HKBP Parapat melalui Jl.

Bukit Barisan yang merupakan jalan lokal memiliki kondisi yang terawat dan cukup lebar untuk dilewati 2 mobil dengan jalur pedestrian disamping badan jalan. Tidak ditemui fasilitas pendukung seperti pos satpam dan pemandu wisata, namun kondisi Gereja HKBP Parapat yang sangat terawat menunjukkan bahwa adanya peranan pemerintah dan masyarakat lokal dalam menjaga kebersihan dan keamanan Gereja HKBP Parapat. Keseluruhan atribut pariwisata ini mendukung Gereja HKBP Parapat sebagai objek wisata rohani di Parapat (Gambar 5.9). Menurut Suwena (2010), suatu destinasi wisata harus didukung oleh 4 atribut utama, antara lain atraksi, fasilitas dan pelayanan, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung. Gereja HKBP Parapat mempunyai daya tarik buatan tersendiri dan fasilitas yang mampu mendatangkan wisatawan. namun kualitas fisik restoran harus ditingkatkan agar dapat mendukung keberadaan Gereja HKBP Parapat sebagai objek wisata rohani di Parapat.

94 Gambar 5.9 Atribut pariwisata Gereja HKBP Parapat sebagai objek wisata rohani

yang terkenal di Parapat (Sumber : Dokumentasi pribadi)

Menurut Mezei (2009), kriteria utama objek wisata yang sering dikunjungi yaitu suatu destinasi yang mempunyai keunikan dari aspek alam, budaya ataupun aspek lainnya yang mampu menarik banyak wisatawan untuk berkunjung. Suatu destinasi wisata dapat dikatakan objek wisata yang populer apabila potensi/keunikan objek wisata tersebut dapat menarik banyak wisatawan untuk berkunjung. Setiap objek wisata di Parapat mempunyai keunikan tersendiri yang menjadi alasan utama bagi wisatawan untuk datang berwisata. Berdasarkan observasi yang dilakukan terhadap 7 objek wisata di Parapat, ada 5 objek wisata yang menawarkan keindahan alam yang memukau bagi wisatawan. Objek wisata alam tersebut antara lain Danau Toba, Pantai Pasir Putih, Pantai Inna Parapat, Pantai Indah Permai dan Pantai Bebas. Keunikan yang dimiliki setiap objek wisata alam tersebut menjadi daya tarik utama bagi sebagian besar wisatawan untuk berkunjung ke Parapat. Keunikan budaya yang ada di Parapat juga menjadi daya

95 tarik banyak wisatawan yang tertarik mempelajari kebudayaan khas Batak di Parapat. Kebudayaan tersebut dipresentasikan kepada wisatawan melalui pawai dan pagelaran budaya yang sering diadakan di Parapat, terutama di kawasan Danau Toba, salah satunya Festival Danau Toba yang merupakan event budaya, pariwisata dan olahraga yang diadakan setiap tahun di Danau Toba. Selain keindahan alam dan keunikan budaya yang ditawarkan, Parapat juga terkenal akan objek wisata sejarahnya, yaitu Rumah Pesanggrahan Bung Karno dan objek wisata rohaninya, yaitu Gereja HKBP Parapat. Tingginya nilai historis yang dimiliki Rumah Pesanggrahan Bung Karno dan kemegahan Gereja HKBP Parapat menjadi keunikan selain aspek alam dan budaya yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Parapat.

Selain itu, kelengkaapan fasilitas dan pelayanan yang disediakan di Danau Toba, Pantai Pasir Putih dan Pantai Inna Parapat mampu mendukung daya tarik alam dan menjadikannya objek wisata yang paling sering dikunjungi wisatawan di

Selain itu, kelengkaapan fasilitas dan pelayanan yang disediakan di Danau Toba, Pantai Pasir Putih dan Pantai Inna Parapat mampu mendukung daya tarik alam dan menjadikannya objek wisata yang paling sering dikunjungi wisatawan di

Dokumen terkait