• Tidak ada hasil yang ditemukan

Obyek Dan Sarana Pariwisata Kota Surakarta

BAB II PERAN PEMKOT TERHADAP PARIWISATA KOTA

B. Obyek Dan Sarana Pariwisata Kota Surakarta

1. Obyek Wisata Di Kota Surakarta

Kota Surakarta memiliki banyak obyek wisata yang dapat dikunjungi baik dari segi budaya, pendidikan, sejarah, belanja ataupun kuliner. Beberapa obyek wisata di Kota Surakarta terdiri dari spesifikasi wisata budaya, wisata pendidikan, wisata sejarah, wisata belanja, dan wisata kuliner. Wisata budaya yang dapat dikunjungi di Kota Surakarta Wayang Orang Sriwedari, Ketoprak , Kirap Pusaka 1 Suro, Grebeg Sudiro, Grebeg Mulud, Solo Batik Carnival. Semua wisata budaya yang dapat dijumpai di Kota Surakarta tersebut dipelihara dan dijaga oleh masyarakat sebagai warisan budaya yang dimiliki Kota Surakarta. ( Arsip Disbudpar Kota Surakarta: Inventaris Data Wisata Budaya Kota Surakarta tahun 2011 ).

Wisata pendidikan yang dapat dikunjungi di Kota Surakarta ada tujuh yaitu Museum Radya Pustaka, Outbond di Taman Balekambang, Museum Puro Mangkunegaran, Museum Kasunanan, Balai Agung, Monumen Pers, Taman Satwa Taru Jurug. ( Arsip Disbudpar Kota Surakarta: Inventaris Data Wisata Pendidikan Kota Surakarta tahun 2011 ). Wisata sejarah di Kota Surakarta ada enam yaitu Keraton Kasunanan, Puro Mangkunegaran, Masjid Agung, Masjid Al Wustho Mangkunegaran, Pasar Gedhe dan Sepur Klutuk Jaladara. (Arsip

commit to user

Disbudpar Kota Surakarta: Inventaris Data Wisata Sejarah Kota Surakarta tahun 2011 ). Kota Surakarta memang dikenal dengan kota budaya dan sejarahnya, adanya dua kerajaan di Kota Surakarta menjadikan pusat kebudayaan Jawa Tengah bertumpu di Kota Surakarta.

Wisata belanja yang dapat dikunjungi di Kota Surakarta ada sebelas, yang paling terkenal untuk dikunjungi saat berwisata ke Kota Surakarta adalah Pasar Klewer, Pasar Antik Triwindu, Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Laweyan, Ngarsopuro Night Market, Batik Danarhadi, Batik Keris, Javenir, Pusat Grosir Solo, Solo Grand Mall, dan Solo Square. ( Arsip Disbudpar Kota Surakarta: Inventaris Data Wisata Belanja di Kota Surakarta tahun 2011 ). Wisata Kuliner di Kota Surakarta dalam satu area terdapat di Gladag Langen Bogan, daerah Kota Barat, daerah Keprabon, disekitar Stadion Manahan, Pujasera dan berbagai makanan khas Kota Surakarta yang tersebar diseluruh kota Surakarta. ( Observasi:Kuliner di Kota Surakarta,19 Juni 2011).

2. Sarana Kepariwisataan Kota Surakarta

Sarana kepariwisataan (tourism infrastruktur) adalah semua fasilitas yang memungkinkan agar prasarana pariwisata dapat hidup dan berkembang serta dapat memberikan pelayanan kepada wisatawan untuk memenuhi kebutuhan mereka yang beraneka ragam. Sarana pariwisata juga merupakan kelengkapan daerah tujuan wisata untuk melayani kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanan wisatanya.(Gamal Suwantoro,2004:22). Ada tiga sarana kepariwisataan yaitu sarana pokok, sarana pelengkap dan sarana penunjang kepariwisataan.

commit to user

Sarana pokok kepariwisataan adalah perusahaan yang hidup dan hidupnya tergantung pada arus kedatangan orang yang melakukan perjalanan wisata termasuk didalam kelompok ini: travel agent dan tour operator, perusahaan angkutan wisata, hotel dan jenis akomodasi lainnya, restaurant, serta rumah makan lainnya, obyek wisata dan atraksi wisata lainnya. ( Oka A. Yoeti,1996:198).

Terdapat 31 Travel Agent dan Tour Operator yang berdiri di Kota Surakarta. Travel Agent dan Tour Operator bertugas memberikan informasi mengenai pariwisata di Kota Surakarta dan melayani kebutuhan wisatawan dalam hal pemesanan tiket, booking kamar hotel, rent car, dsb. Tourism Information Centre Kota Surakarta, terdapat di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Bandara Adi Sumarmo dan Mandira Tour & Travel. Travel Agent di Kota Surakarta ada 30 agent, yang paling besar adalah Sahid Gema Wisata Tours & Travel, Electra Duta Wisata Tours & Travel, Rosalia Indah Tour & Travel, Nusantara Tour dan Rosalia Indah . (Arsip Disbudpar Kota Surakarta: Inventaris Data BPW/APW di Kota Surakarta Tahun 2011).

Terdapat 91 hotel di Kota Surakarta mulai dari bintang 5 sampai melati, Hotel berbintang 5 di Kota Surakarta adalah Sahid Jaya Hotel, Lor In Resort & Spa, Sahid Kusuma Herritage Hotel. Hotel berbintang 4 adalah Best Western Premier Hotel, Novotel, Sunan Hotel, sedangkan hotel berbintang 3 di Kota Surakarta adalah Ibis, Agas International, Dana dan Grand Orchid Hotel. ( Arsip Disbudpar Kota Surakarta: Data Hotel Bintang dan Melati di Kota Surakarta tahun 2011 ).

commit to user

Angkutan Wisata di Kota Surakarta adalah Bus Tingkat Wisata Werkudara, Kereta Kencana dan Sepur Klutuk Jaladara. Ketiga transportasi khusus wisata tersebut merupakan sarana pokok pariwisata yang sekaligus sebagai tujuan wisatawan mengunjungi Kota Surakarta dan meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan karena keunikan dari masing-masing transportasi. (Wawancara : Budi Sartono Kabid Pelestarian, Promosi dan Kerjasama Disbudpar Kota Surakarta, 5 April 2011). Restoran di Kota Surakarta ada Diamond Cafe, Orient Restaurant, Bale Padi, Lalaah Restaurant, Boga Bugi, Layar resto, Che Es Resto, Atria Restocafe, Atria Restocafe, Bandar Resto & Lounge, dsb. ( Arsip Disbudpar Kota Surakarta: Data Inventaris Usaha Restoran di Kota Surakarta tahun 2011 )

Sarana pelengkap kepariwisataan yaitu perusahaan atau tempat yang menyediakan fasilitas untuk rekreasi yang fungsinya tidak hanya melengkapi sarana pokok kepariwisataan dapat lebih lama tinggal pada suatu daerah tujuan wisata. Termasuk dalam kelompok ini adalah sarana olah raga seperti lapangan tenis, lapangan golf, kolam renang, permainan bowling, berselancar, berlayar dan lainnya. ( Oka A. Yoeti,1996:198). Di Kota Surakarta memiliki sarana olahraga permainan bowling dan kolam renang, salah satu tempat permainan bowling di Kota Surakarta adalah Bengawan Bowling Center. Kolam renang di Kota Surakarta yang dibuka untuk umum adalah Kolam Renang Tirta Manahan, di Hotel Sahid Jaya, Hotel Ibis, Novotel, Lor In Spa & Resort, Hotel Sunan, hotel Agas, Pandawa Water World. (Observasi: Sarana Pariwisata Kota Surakarta,6 Mei 20110)

commit to user

Sarana Penunjang Kepariwisataan, yaitu perusahaan yang menunjang sarana pelengkap dan sarana pokok serta berfungsi tidak hanya membuat wisatawan lebih lama tinggal pada suatu daerah tujuan wisata, tetapi fungsi yang lebih penting adalah agar wisatawan dapat mengeluarkan atau membelanjakan uangnya di tempat yang dikunjungi. Termasuk kedalam kelompok ini adalah night club, steambath, casino, spa, dan lainnya.( Oka A. Yoeti,1996:199).

Spa dan Perawatan Kecantikan di Kota Surakarta adalah Taman Sari Royal Herritage Spa, Larissa Aestetic Center, Natasha Skin Care, Lor In Spa, Srikandi Javanese Spa Novotel, Ayudi Fitnes & Spa. (Observasi: Sarana Pariwisata Kota Surakarta,6 Mei 20110). Night Club di Kota Surakarta adalah Halai International Executive Club, Musro, Pipa’s Bar, Cafe Bola. (Observasi: Sarana Pariwisata Kota Surakarta,6 Mei 20110)

3. Transportasi

Transportasi merupakan komponen utama dalam sistem hidup dan kehidupan, sistem pemerintahan, dan sistem kemasyarakatan. Kondisi sosial demografis wilayah memiliki pengaruh terhadap kinerja transportasi di wilayah tersebut. Tingkat kepadatan penduduk akan memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan transportasi melayani kebutuhan masyarakat. Di perkotaan, kecenderungan yang terjadi adalah meningkatnya jumlah penduduk yang tinggi karena tingkat kelahiran maupun urbanisasi. Tingkat urbanisasi berimplikasi pada semakin padatnya penduduk yang secara langsung maupun tidak langsung mengurangi daya saing dari transportasi wilayah. (Abbas Salim,2006:35).

commit to user

Transportasi yang mendukung juga dapat meningkatkan minat kunjungan wisatawan. Peningkatan jumlah wisatawan juga mengartikan banyak hal seperti keramaian dijalan, peningkatan polusi (suara dan udara), banyak sampah, dan tidak cukupnya infrastruktur yang menimbulkan dampak pada lingkungan dan marga satwa. Menurut Page dan Lumsdon (2004) mengenai transportasi wisata “sistem transportasi dari suatu destinasi dapat mempengaruhi pengalaman berwisata yang menjelaskan bagaimana orang-orang melakukan perjalanan dan mengapa mereka memilih bentuk yang berbeda dari liburan, destinasi dan transportasi”. (Dinasti Sitepu,2005:76). Transportasi secara eksplisit menunjukkan bahwa dalam sistem transportasi terdapat tiga komponen utama yaitu manusia, kendaraan dan jalan. Satu komponen lain yang berpengaruh terhadap sistem transportasi adalah lingkungan (environment). (Abbas Salim,2006:34).

Kebanyakan pelaku dan pengamat pariwisata berkeyakinan bahwa yang paling menentukan kesuksesan sebagai sebuah destinasi wisata adalah aksesibilitas. Tanpa akses, sebagai destinasi wisata tidak akan dapat berkembang karena kemudahan akses memfasilitasi kedatangan wisatawan. Aksesibilitas suatu obyek wisata merupakan faktor dominan dan sangat mempengaruhi mutu dari obyek wisata tersebut. Aksesibilitas terhadap pelayananwisata meliputi akses geografis, akses ekonomi, akses sosial atau budaya, dan akses bahasa.

Aksesibilitas mencakup keseluruhan infrastruktur transportasi yang menghubungkan wisatawan dari, ke dan selama di daerah tujuan wisata mulai dari darat, laut, sampai udara. Akses ini tidak hanya menyangkut aspek kuantitas tetapi juga mutu, ketepatan waktu, kenyamanan, dan keselamatan. Diskusi tentang

commit to user

aksesibilitas biasanya lebih banyak menyoroti infrastruktur transportasi negara atau daerah tujuan wisata. Mungkin akses dari negara asal ke tujuan mudah dan lancar. Namun demikian akan timbul kesulitan lain jika di daerah tujuan tidak tersedia jaringan transportasi ke daerah sekitarnya. (Abbas Salim,2006:89).

Kota Surakarta juga mendukung aksesibilitas pariwisata agar wisata di Kota Surakarta semakin meningkat. Kota Surakarta juga memiliki transportasi reguler yang nyaman diluar dari transportasi khusus wisata. Berikut berbagai moda transportasi di Kota Surakarta :

a) Menggunakan pesawat udara melalui Bandara Adi Sumarmo. Melayani penerbangan dari – menuju Singapura, Jakarta, dan Denpasar ( masih dalam penanganan pengelola ). (Observasi: Transportasi Kota Surakarta,6 Mei 20110).

b) Menggunakan kereta api melalui Stasiun Balapan, Stasiun Purwosari, Stasiun Jebres. Melayani jalur dari – menuju Surabaya – Yogyakarta – Bandung – Jakarta. (Observasi: Transportasi Kota Surakarta,6 Mei 20110). c) Menggunakan bus umum melalui Terminal Tirtonadi. Melayani jalur dari – menuju Bali, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Jakarta, Sumatera. Bus yang melayani rute dalam Kota Surakarta denagn fasilitas AC adalah Batik Solo Trans dan Damri, bus reguler tanpa AC adalah Atmo, Surya Kencana, Nusa. Bus tersebut melayani rute melewati Kota Surakarta, angkutan kota juga sebagian melayani rute dalam Kota Surakarta. (Observasi: Transportasi Kota Surakarta,6 Mei 20110).

commit to user

d) Menggunakan jasa taksi, Kota Surakarta memiliki banyak armada taksi bekisar 400 – 500 unit dari enam perusahaan operator taksi yaitu Kosti Solo, Sentral, Bengawan, Gelora, Sakura, Angkasa. ( Arsip Dishub Kota Surakarta:”Ijin trayek Taksi Di Kota Surakarta” ).

e) Menggunakan becak untuk jarak tempuh dekat dan sekaligus menikmati Kota Surakarta.

Dokumen terkait