• Tidak ada hasil yang ditemukan

.FOHBSBOTFNFO-BHV"TJB

Tujuan penataan berbagai sumber bunyi dalam membuat aransemen adalah untuk mencapai nilai artistik tanpa harus kehilangan karakter musiknya. Dalam membuat aransemen dituntut ketekunan, kepekaan, dan latihan terus menerus. Seorang arranger harus mengerti tentang ilmu melodi, harmoni, ritme, dan karakter instrumen.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam membuat aransemen adalah sebagi berikut.

2. Buatlah akor balikan I dan II di bawah ini!

a.

b.

# .FNCVBU"SBOTFNFO

 .FOFOUVLBO.FMPEJ1PLPL

Melodi pokok ditentukan terlebih dahulu untuk untuk mengetahui jenis aransemen yang akan digunakan. Aransemen dapat ditentukan dalam bentuk dua, tiga, atau empat suara dengan memecah melodi yang sudah ada atau harmoni dari lagu tersebut.

 .FOFOUVLBO"LPS

Tentukan akor-akor yang akan digunakan. Dengan mengetahui akor-akor yang akan digunakan dapat dibuat aransemen yang yang bervariasi.

.BZB$IJTUJOB)BTBO

*OGP5PLPI

.BZB$IJTUJOB)BTBOBEBMBIQFNBJOIBSQB*OEPOF TJBZBOHEJMBIJSLBOQBEBUBOHHBM+BOVBSJ *B NFSVQBLBO QVUSJ NBOUBO .FOUFSJ ,FVBOHBO 3*.VIBNBE)BTBO.BZBNFOHJLVUJQFOEJEJLBO NVTJLEJ8JMMB.FUUF6OJWFSTJUZEJ4BMFN 0SFHPO  "NFSJLB 4FSJLBU  *B NVMBJ CFMBKBS

IBSQB QBEB VTJB  UBIVO *B NFNFHBOH QFS NBJOBOBMBUNVTJLIBSQBEBMBNQFHFMBSBOCBMFU LMBTJL5IF /VUFDSBDLFS 1FNFDBI ,FOBSJ EBO (JTFMMZ ZBOH NVTJLOZB EJUBOHBOJ PMFI /BUJPOBM 4ZNQIPOJ0SDIFTUSB.BMBZTJB



5FSBNQJM#FSNVTJL4.1

Dalam tahap ini, seorang arranger dapat menentukan irama/ritme yang dikehendaki. Irama yang akan digunakan dapat mengubah ritme atau irama yang sudah digunakan. Misalnya lagu daerah diaransemen dalam bentuk keroncong, secara tidak langsung ritme yang digunakan akan berbeda dari sebelumnya.

 .FOFOUVLBO*SBNB3JUNF

Sebuah aransemen yang baik adalah hasil perkembangan atau proses yang panjang. Salah satu cara untuk mengetahui hasil aransemen yang kalian buat adalah mencoba sesuai jenis aransemen yang kalian buat secara bersama-sama. Dengan cara ini, kalian akan mengetahui bagian-bagian yang kurang pas untuk memperbaikinya.

 .FOFOUVLBO*OTUSVNFOZBOH4FTVBJ

Tentukan instrumen yang akan digunakan untuk memainkan jenis aransemen yang kalian buat. Kalian dapat memanfaatkan instrumen yang ada di sekolah kalian.

 .FODPCB)BTJM"SBOTFNFO4FTVBJ#FOUVLOZB

*OGP5PLPI

"EEJF.VMKBEJ4VNBBUNBEKB "EEJF.VMKBEJ4VNBBUNBEKBEBMBNCFMBOUJLB NVTJLMFCJIEJLFOBM"EEJF.4"EEJF.4NFSVQB LBO TFPSBOH BSSBOHFS  LPNQPOJT  EBO EJSJHFO *OEPOFTJBZBOHUFSLFOBM"EEJF.4EJMBIJSLBOEJ +BLBSUBQBEBUBOHHBM0LUPCFS*BNVMBJCFM BKBSQJBOPLMBTJLQBEBUBIVO%JFSBBO  CFMJBVUFSLFOBMTFCBHBJNVTJTJQSPGFTJPOBMCFSBMJSBO QPQ ZBOH NFOHBOUBSLBO LFTVLTFTBO QFOZBOZJ UFOBS*OEPOFTJBTFQFSUJ7JOB1BOEVXJOBUB )BSWFZ .BMBJIPMP *LBOH'BV[J EBO$ISJTZF *BTBOHBUHJHJINFNQPQVMFSLBONVTJL,MBTJL LFQBEBNBTZBSBLBU*OEPOFTJB.JTBMOZB NFOZF MFOHHBSBLBOLPOTFSLPOTFSLFDJMVOUVLBOBLBOBL 4% EJLBNQVTLBNQVT EBOEJCFSCBHBJQSPHSBN ZBOHCFSUVKVBONFNCVLBuQBOEBOHBOuNBTZBSBLBU BLBOLFCFSBEBBONVTJL,MBTJLEJ*OEPOFTJB "NCJTJOZBNFOHBOHLBULFNFHBIBOMBHVOB TJPOBMEBMBNGPSNBUPSLFTTJNGPOJUFSXVKVEEBMBN BMCVN4JNGPOJ/FHSJLVQBEBUBIVO CFLFSKB TBNB EFOHBO7JDUPSJBO 1IJIBSNPOJD 0SDIFTUSB ,BSZBOZBZBOHMBJOTFQFSUJ0QFSB"OPNBO IBTJM LFSKBTBNBOZBEFOHBO%KBEVL'FSJBOUP



.FOHBSBOTFNFO-BHV"TJB

"QSFTJBTJ.VTJL

 "SBOTJSMBHVCFSJLVUTFDBSBTFEFSIBOBEBMBNCFOUVLBOTBNCFMNVTJL



5FSBNQJM#FSNVTJL4.1

 .BJOLBOBOTBNCFMNVTJLTFKFOJTCFSJLVUNFOHHVOBLBOBMBUNVTJLSFDPSEFS

Do = C, 4/4 Lagu Daerah Toyama, Jepang



.FOHBSBOTFNFO-BHV"TJB

A. Berilah tanda silang (×) pada huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang paling tepat!

1. Ilmu yang berhubungan dengan keselarasan paduan bunyi disebut ....

a. ilmu komponis c. ilmu interportasi

b. ilmu harmoni d. ilmu artikulasi

2. Apabila tangga nadanya adalah g a b c d e dan fis maka akor dominannya adalah ....

a. a-b-d c. c-e-g

b. d-fis-a d. b-d-g

3. Di bawah ini yang merupakan paduan nada dari akor mayor adalah ....

a. D-F-A c. A-C-E

b. E-G-B d. F-A-C

4. Apabila tanda depannya seperti gambar di samping, akor subdominannya

adalah ....

a. g-b-d c. a - cis - e

b. d - fis - a d. b - d - fis

5. Pada gambar skema gitar di samping akornya dinamakan ....

a. G minor c. Bes mayor

b. F mayor d. Bes mayor

6.

Apabila melodinya seperti di atas maka akornya adalah ....

a. CFGC c. GDGG

b. GDBD d. CGCC

3BOHLVNBO

1. Aransemen adalah gubahan lagu untuk orkes atau kelompok paduan musik, baik secara vokal mau-pun instrumental. Penataan musik atau pengerjaannya bukan sekadar perluasan teknis, namun juga menyangkut pencapaian nilai artistik yang dikandungnya. Aransemen yang baik perlu ketekunan dalam berlatih. Seorang arranger harus mengerti benar tentang melodi serta karakternya, serta harmoni dan ilmunya.

2. Salah satu ilmu yang dipakai dalam mengaransemen adalah harmoni. Akor merupakan bagian dari

harmoni. Akor adalah paduan dua atau lebih apabila dibunyikan secara serempak akan terdengar harmonis. Akor dapat ditulis menggunakan tiga cara, yaitu dengan simbol angka, simbol huruf, dan simbol gambar.

3. Aransemen adalah gubahan lagu untuk orkes atau kelompok paduan musik, baik secara vokal

maupun instrumental.



5FSBNQJM#FSNVTJL4.1

7. Musik pengantar pada bagian awal lagu disebut ....

a. coda c. reffrain

b. introduksi d. legato

8.

Nada dasar dari lagu di atas adalah ....

a. A = do c. G = do

b. F = do d. C = do

9. Untuk membuat aransemen, yang perlu diketahui adalah ambitus. Ambitus artinya ....

a. ketepatan nada c. melodi harmoni

b. pemenggalan kata d. batas suara manusia

10. Orang yang keahliannya menata musik disebut ....

a. suger c. arranger

b. komposer d. koreografer

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!

1. Apakah yang dapat kalian deskripsikan tentang aransemen? 2. Sebutkan bentuk-bentuk aransemen!

3. Jelaskan pengertian akor!

4. Bagaimanakah rumus membuat akor mayor? 5. Buatlah aransemen lagu sederhana beserta akornya!

.VUJBSB.VTJL

6OUVLNFNQFMBKBSJNVTJL LJUBIBSVTNFOHJLVUJBUVSBO6OUVLNFODJQUBLBONVTJL LJUBIBSVTNFMBOHHBS OZB /BEJB#PVMBOHFS 4FUFMBILBMJBONFNQFMBKBSJCBCJOJ DBSJMBIJOGPSNBTJUFOUBOHBSBOTFNFONVTJLEJCFSCBHBJTVNCFS 1FMBKBSJMBIMFCJIEBMBNUFOUBOHBSBOTFNFOUFSTFCVU

3FGMFLTJ



.VTJL-VBS"TJB #BSBU

#"#

.FOVSVU TFKBSBI TFOJ  NVTJL EJBOHHBQ TFOJ ZBOH QBMJOH UVB VTJBOZB #BILBO  TBNB UVBOZB EFOHBO LFCFSBEBBONBOVTJBEJNVLBCVNJ)BMJOJEJTFCBCLBONBOVTJBTFKBLMBIJSTVEBICFSIVCVOHBOEFOHBO NVTJL4FMBJOJUV KVHBCBOZBLCVLUJCVLUJZBOHEBQBULJUBOJLNBUJTBNQBJTBBUJOJ TFQFSUJMVLJTBOMVLJTBO QVSCBZBOHNFOHHBNCBSLBOLFHJBUBONVTJL1BEB[BNBOEBIVMV NVTJLCBOZBLEJHVOBLBOEBMBNLFHJBUBO VQBDBSBSJUVBMZBOHCFSIVCVOHBOEFOHBOLFLVBUBOHBJC



5FSBNQJM#FSNVTJL4.1

Sebelum ditemukan alat-alat musik, hampir seluruh karya musik hanya berbentuk melodi yang dinyanyikan dengan suara manusia sehingga zaman ini disebut zaman musik vokal. Gereja menolak alat-alat musik dalam peribadatan karena dianggap mengganggu suasana beribadat.

Ketika Paus Gregorius I menjabat pimpinan gereja, mulailah diadakan re-organisasi liturgi Katholik dan dimulailah penggunaan musik gregorian sebagai musik resmi gereja Katholik. Bentuk musik gregorian berupa melodi yang dinyanyikan tanpa iringan musik sehingga tekstur lagu-lagu Gregorian lebih bersifat sakral dan hanya dimaksudkan untuk meningkatkan mutu dalam ibadah keagamaan. Lagu-lagu Gregorian mampu menimbulkan suasana tenang, mampu mewakili suara gereja yang sebenarnya. Ritme lagu-lagu Gregorian sangat fleksibel, hampir tidak ada tekanan. Kebebasan ritme yang dikembangkan oleh musik Gregorian menjadikan musik Gregorian mengambang dan hanya mengandalkan improvisasi.

" 4FKBSBI1FSLFNCBOHBO.VTJL#BSBU

Sejarah perkembangan musik Barat dibagi menjadi beberapa periode. Pe-riodisasi itu adalah sebagai berikut.

 ;BNBO,VOP

Dalam dokumen Sumber: Gambar 7.1 Contoh alat musik Aceh (Halaman 44-51)

Dokumen terkait