• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oksidasi Selektif

Dalam dokumen Megenal Sifat Material (Halaman 75-78)

log(Bt C

A

x= +

A, B, dan C adalah konstan. Kondisi ini berlaku jika terjadi pemumpukan muatan (ion, elektron) yang dikenal dengan muatan ruang, yang menghalangi gerakan ion dan elektron lebih lanjut.

Agar lapisan oksida menjadi protektif, beberapa hal perlu dipenuhi oleh lapisan ini.

Ia tak mudah ditembus ion, sebagaimana;

Ia harus melekat dengan baik ke permukaan metal; adhesivitas antara oksida dan metal ini sangat dipengaruhi oleh bentuk permukaan metal, koefisien muai panjang relatif antara oksida dan metal, laju kenaikan temperatur relatif antara oksida dan metal; temperatur sangat berpengaruh pada sifat protektif oksida.

Ia harus nonvolatile, tidak mudah menguap pada temperatur kerja dan juga harus tidak reaktif dengan lingkungannya.

Oksidasi Selektif

Oksidasi selektif terjadi pada larutan biner metal di mana salah satu metal lebih mudah teroksidasi dari yang lain. Peristiwa ini terjadi jika salah satu komponen memiliki energi bebas jauh lebih negatif dibanding dengan komponen yang lain dalam pembentukan oksida. Kehadiran chrom dalam alloy misalnya, memberikan ketahanan lebih baik terhadap terjadinya

oksidasi.

Oksidasi Internal. Dalam alloy berbahan dasar tembaga dengan kandungan alluminium bisa terjadi oksidasi internal dan terbentuk Al2O3 dalam matriksnya. Penyebaran oksida yang terbentuk itu membuat material ini menjadi keras.

Oksidasi Intergranular. Dalam beberapa alloy oksidasi selektif di bidang batas antar butiran terjadi jauh sebelum butiran itu sendiri teroksidasi. Peristiwa in membuat berkurangnya luas penampang metal yang menyebabkan penurunan kekuatannya.

301

Korosi Karena Perbedaan Metal Elektroda

n + 1 M +m 2 M hubungan listrik katoda anoda elektrolit M1 M2

Peristiwa korosi ini merupakan peristiwa elektro-kimia, karena ia terjadi jika dua metal berbeda yang saling kontak secara listrik berada dalam lingkungan elektrolit

perbedaan ∆∆∆∆G yang terjadi apabila kedua metal terionisasi dan melarutkan ion dari permukaan masing-masing ke elektrolit dalam jumlah yang ekivalen 2 1 2 1 ( / )M M ( / )M M + n m +m+n+ n m

Jika∆G < 0 →M1→elektron →mereduksi ion M2 →M1mengalami korosi

Beda tegangan muncul antara M1dan M2

302

dapat dipandang sebagai dua kali setengah-reaksi dengan masing-masing setengah-reaksi adalah

2 1 2 1 ( / )M M ( / )M M + n m +m+n+ n m Reaksi − + + → 1n ne 1 M M ∆G1=−nV1F − + + →M m me M ∆G2=−nV2F dengan dengan

1 mole metal mentransfer 1 mole elektron ≈96.500 coulomb Angka ini disebut konstanta Faraday, dan diberi simbol F.

nVF G=− ∆

perubahan G adalah negatif jika tegangan V positif perubahan energi bebas

tegangan antara M1 dan M2 (dalam volt)

Dengan pandangan setengah reaksi, tegangan antara anoda M1dan katoda M2 dapat dinyatakan sebagai jumlah dari potensial setengah reaksi. Potensial setengah reaksi membentuk deret yang disebut deret emf (electromotive force series).

Deret emf Deret emf pada 25oC, volt. [12].

Reaksi Elektroda Potensial Elektroda Na→Na++ e− + 2,172 Mg→Mg+2+ 2e− + 2,34 Al→Al+3+ 3e + 1,67 Zn→Zn+2+ 2e− + 0,672 Cr→Cr+3+ 3e− + 0,71 Fe→Fe+2+ 2e + 0,440 Ni→Ni+2+ 2e− + 0,250 Sn→Sn+2+ 2e− + 0,136 Pb→Pb+2+ 2e− + 0,126 H2→2H++ 2e− 0,000 Cu→Cu+2+ 2e− −0,345 Cu→Cu++ e− −0,522 Ag→Ag++ e− −0,800 Pt→Pt+2+ 2e− −1,2 Au→Au+3+ 3e− −1,42 Au→Au++ e− −1,68 basis

Korosi Karena Perbedaan Konsentrasi Ion Dalam Elektrolit

dua metal sama

tercelup dalam elektrolit dengan konsentrasi berbeda

G per mole tergantung dari konsentrasi larutan.

Anoda melepaskan ion dari permukaannya ke elektrolit dan

memberikan elektron mereduksi ion pada katoda

membran katoda

anoda

Fe Fe

Fe+2 Fe+2

membran untuk memisahkan elektrolit di mana anoda tercelup dengan elektrolit di mana katoda tercelup

agar perbedaan konsentrasi dapat dibuat

305

Dalam praktik, tidak harus ada membran Perbedaan kecepatan aliran fluida pada suatu permukaan

metal dapat menyebabkan terjadinya perbedaan konsentrasi ion pada permukaan metal tersebut

Kecepatan fluida di bagian tengah cakram lebih rendah dari bagian

pinggirnya Konsentrasi ion di bagian tengah lebih tinggi dibandingkan dengan

bagian pinggir Bagian pinggir akan menjadi anoda

dan mengalami korosi

cakram logam berputar fluida Contoh 306

Korosi Karena Perbedaan Kandungan Gas Dalam Elektrolit

Apabila ion yang tersedia untuk proses sangat minim, kelanjutan proses yang terjadi tergantung dari keasaman elektrolit

H hasil reduksi menempel dan melapisi permukaan katoda; terjadilah polarisasi pada katoda.

Polarisasi menghambat proses selanjutnya dan menurunkan V. Namun pada umumnya atom hidrogen membentuk molekul gas

hidrogen dan terjadi depolarisasi katoda.

Elektrolit bersifat asam ion hidrogen pada katoda

akan ter-reduksi terjadi reaksi − −→ + +2H O 4e 4OH O2 2

konsentrasi oksigen menurun

konsentrasi ion OH−−−−di permukaan

katoda meningkat

terjadi polarisasi katoda→→→→transfer

elektron dari anoda ke katoda menurun dan V juga menurun

Elektrolit bersifat basa atau netral OH−−−−terbentuk dari oksigen yang

terlarut dan air

Depolarisasi katoda dapat terjadi jika

kandungan oksigen di sekitar katoda bertambah melalui penambahan

oksigen dari luar membran katoda

anoda

Fe Fe

O2 O2

Dalam praktik, perbedaan kandungan oksigen ini terjadi misalnya pada fluida dalam tangki metal Permukaan fluida bersentuhan langsung dengan

udara sehingga terjadi difusi gas melalui permukaan fluida.

Kandungan oksigen di daerah permukaan menjadi lebih tinggi dari daerah yang lebih jauh

dari permukaan

Dinding metal di daerah permukaan fluida akan menjadi katoda

sedangkan yang lebih jauh akan menjadi anoda Breather valve

Korosi Karena Perbedaan Stress

Yang mendorong terjadinya korosi adalah perubahan energi bebas Apabila pada suhu kamar terjadi deformasi pada sebatang logam (di

daerah plastis), bagian yang mengalami deformasi akan memiliki energi bebas lebih tinggi dari bagian yang tidak mengalami

deformasi.

Bagian metal di mana terjadi konsentrasi stress akan menjadi anoda dan bagian yang tidak mengalami stress menjadi katoda.

309

Kondisi Permukaan Elektroda

Proses korosi melibatkan aliran elektron, atau arus listrik. Jika permukaan katoda lebih kecil dari anoda, maka kerapatan arus

listrik di katoda akan lebih besar dari kerapatan arus di anoda. Keadaan ini menyebabkan polarisasi katoda lebih cepat terjadi dan

menghentikan aliran elektron; proses korosi akan terhenti. Jika permukaan anoda lebih kecil dari katoda, kerapatan arus di permukaan katoda lebih kecil dari kerapatan arus di anoda. Polarisasi

katoda akan lebih lambat dan korosi akan lebih cepat terjadi. Terbentuknya oksida yang bersifat protektif akan melindungi metal terhadap proses oksidasi lebih lanjut. Lapisan oksida ini juga dapat

melindungi metal terhadap terjadinya korosi.

Ketahanan terhadap korosi karena adanya perlindungan oleh oksida disebut pasivasi. Pasivasi ini terjadi karena anoda terlindung oleh

lapisan permukaan yang memisahkannya dari elektrolit. Namun apabila lingkungan merupakan pereduksi, lapisan pelindung dapat

tereduksi dan metal tidak lagi terlindungi.

310

Tentang

Karbon dan Ikatan Karbon dan

Senyawa Hidrokarbon dapat dibaca dalam Buku

Dalam dokumen Megenal Sifat Material (Halaman 75-78)

Dokumen terkait