• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 PERIKANAN PANCING RUMPON DAN BAHAN KEBUTUHAN

5.2 Prosedur Penyediaan/Penyaluran dan Besaran Jenis Bahan

5.2.4 Oli, minyak tanah, layang-layang, dan ransum

Bahan kebutuhan melaut lainnya yang juga biasanya dibawa nelayan pancing rumpon adalah oli, minyak tanah, layang-layang dan ransum.

1) Oli/pelumas

Nelayan yang melakukan operasi penangkapan ikan lebih dari satu hari biasanya membawa oli untuk perawatan kapalnya selama melaut. Berdasarkan hasil wawancara, oli atau pelumas pada mesin berfungsi untuk meminimalkan gesekan antar komponen mesin dan mencegah korosi. Penggantian oli pada mesin kapal biasanya dilakukan tiap 5-8 hari sekali, tergantung mutu oli yang digunakan. Jumlah oli tiap penggantian adalah 1-2 liter. Nelayan pancing rumpon membeli oli di bengkel PPN Palabuhanratu ataupun di luar pelabuhan. Pada Tabel 26 dapat dilihat rata-rata jumlah oli yang dibawa nelayan pancing rumpon melaut adalah 4 liter per trip atau berkisar antara 3-5 liter per trip; 15-20 liter per bulan; atau 175-245 liter per tahun. Berikut jumlah oli yang digunakan nelayan melaut.

Tabel 26 Jumlah oli kapal pancing rumpon per trip, per bulan, dan per tahun di PPN Palabuhanratu tahun 2010

Responden Jumlah oli per trip (liter)

Jumlah oli per bulan (liter)

Jumlah oli per tahun (liter)

Min Max Min Max

R1 3 9 12 108 144 R2 5 20 25 240 300 R3 5 15 25 180 300 R4 5 20 25 240 300 R5 3 9 15 108 180 Rata-rata 4 15 20 175 245 Standar Deviasi 1,10 5,50 6,39 66,05 76,65 Kisaran 3-5 9-20 12-25 108-240 144-300 2) Minyak tanah

Minyak tanah digunakan nelayan pancing rumpon sebagai bahan bakar minyak untuk memasak bahan makanan dan air dengan menggunakan kompor. Nelayan yang melakukan operasi penangkapan ikan lebih dari satu hari seperti nelayan pancing rumpon, memasak bahan makanan yang dibawa di atas kapal. Berdasarkan hasil wawancara, sebagian nelayan telah beralih menggunakan kompor gas. Gas yang dibeli dalam bentuk tabung gas (3 kg) di agen pendistribusian gas. Hal ini dikarenakan harga minyak tanah yang semakin tinggi dan semakin sulit untuk didapatkan.

Tabel 27 Jumlah minyak tanah kapal pancing rumpon per trip, per bulan, dan per tahun di PPN Palabuhanratu tahun 2010

Responden

Jumlah minyak tanah per trip (liter)

Jumlah minyak tanah per bulan

(liter)

Jumlah minyak tanah per tahun

(liter)

Min Max Min Max

R1 15 45 60 540 720 R2 10 40 50 480 600 R3 15 45 75 540 900 R4 15 60 75 720 900 R5 15 45 75 540 900 Rata-rata 14 47 67 564 804 Standar Deviasi 2,24 7,58 11,51 90,99 138,13 Kisaran 10-15 40-60 50-75 480-720 600-900

Berdasarkan di atas, rata-rata jumlah minyak tanah yang dibawa nelayan pancing rumpon adalah sebesar 14 liter per trip atau berkisar antara 10-15 liter per trip; 47-67 liter per bulan; atau 564-804 liter per tahun.

3) Layang-layang

Layang-layang merupakan salah satu alat bantu penangkapan yang digunakan nelayan untuk pengoperasian alat tangkap pancing layang-layang dan pancing kondo-kondo (Gambar 26). Fungsi layang-layang pada kedua alat tangkap ini adalah untuk menahan agar umpan tidak tenggelam pada saat diterbangkan (umpan tetap berada disekitar permukaan air). Posisi layang-layang pada konstruksi kedua alat tangkap tersebut berbeda. Pada pancing layang-layang, layang-layang berada pada tali utama dan umpan diikatkan dengan tali pada ekor layang-layang (Gambar 9); sedangkan pada pancing kondo-kondo, layang-layang berada pada tali utama dan umpan diikatkan dengan tali cabang pada tali utama di depan layang-layang (Gambar 11).

Pada pancing layang-layang, akibat posisi layang-layang yang demikian pada saat pengoperasian sering menyebabkan layang-layang rusak. Hal ini dikarenakan ikan yang memakan umpan buatan akan menyelam lebih dalam sehingga layang-layang tersebut tertarik ke perairan dan rusak, sehingga nelayan harus selalu mengganti layang-layang pada pancing layang-layang, walaupun terkadang ikan tidak sampai terjerat pada mata pancing.

Gambar 26 Layang-layang yang digunakan nelayan pancing rumpon sebagai alat bantu pengoperasian pancing layang-layang dan pancing kondo- kondo di PPN Palabuhanratu tahun 2010

Berbeda halnya dengan pancing kondo-kondo, posisi layang-layang yang berada di ujung tali utama menyebabkan layang-layang tetap berada di atas walaupun ikan memakan umpan. Hal ini dikarenakan umpan buatan yang dimakan berada di tali utama bagian depan layang-layang sehingga tidak besar pengaruhnya terhadap layang-layang.

Layang-layang untuk operasi penangkapan di atas ada yang dibeli dipasar dan ada juga yang dibuat sendiri oleh nelayan. Nelayan membuatnya sendiri karena bentuknya yang sederhana dan mudah untuk dibuat serta untuk menghemat biaya operasional melaut. Pada Tabel 28 dapat dilihat jumlah layang-layang yang dibawa nelayan pancing rumpon melaut. Rata-rata jumlah layang-layang yang dibawa nelayan pancing rumpon melaut sebesar 50 unit per trip; 170-240 unit per bulan; atau 2.040-2.880 unit per tahun.

Tabel 28 Jumlah layang-layang kapal pancing rumpon per trip, per bulan, dan per tahun di PPN Palabuhanratu tahun 2010

Responden Jumlah layang-layang per trip (unit) Jumlah layang-layang per bulan

(unit)

Jumlah layang-layang per bulan (unit)

Min Max Min Max

R1 50 150 200 1.800 2.400 R2 50 200 250 2.400 3.000 R3 50 150 250 1.800 3.000 R4 50 200 250 2.400 3.000 R5 50 150 250 1.800 3.000 Rata-rata 50 170 240 2.040 2.880 Standar Deviasi 0,00 27,39 22,36 328,63 268,33 Kisaran 50-50 150-200 200-250 1.800-2.400 2.400-3.000

4) Ransum

Ransum yang dibawa nelayan selama melaut berupa bahan makanan dan lainnya, ada yang disediakan oleh pemilik kapal itu sendiri, dan ada juga yang disediakan oleh pengurus. Pemilik kapal yang memiliki kapal lebih dari satu biasanya menggunakan pengurus untuk mengurus/mengelola kapal-kapalnya. Tugas pengurus meliputi mengurus administrasi kapal, bahan kebutuhan melaut nelayan, hasil tangkapan nelayan dan lain-lain. Pengurus dibantu oleh juru batu, yang tugasnya meliputi membeli bahan kebutuhan melaut nelayan, membersihkan kapal, dan lain-lain.

Bahan makanan yang dibawa nelayan pancing rumpon berupa bahan mentah, seperti beras, mie instan, sayuran, buah-buahan, dan lain-lain. Hal ini karena selama di laut nelayan pancing rumpon memasak makanan sendiri di atas kapal. Menurut Handriana (2007), ransum yang dibawa yaitu kebutuhan pangan selama satu minggu, berupa bahan makanan mentah yang siap dimasak ketika dibutuhkan saat di tengah laut seperti sayuran dan beras. Sayuran dan buah-buahan disimpan di palkah bersama es supaya tetap segar.