BAB IV DESKRIPSI PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Pembahasan
4.2.4 Omset sebelum dan sesudah Pinjaman di BMT
Omset sebelum peminjaman di BMT berbeda dengan omset setelah peminjaman di BMT . Sekalipun perbedaan omset sebelum peminjaman dengan
setelah peminjaman tidak terlalu besar tetapi terlihat jelas ada peningkatan pada jumlah pendapatan yang diperoleh anggota dari usaha mikro , kecil yang mereka kelola .
Gambaran peningkatan omset dapat dilihat dari tabel sebagai berikut : Tabel 4.4
Omset Sesudah Pinjaman di BMT
NO MODAL AWAL OMSET 3 BULAN OMSET 6 BULAN OMSET 1 TAHUN OMSET 2 TAHUN 1 15000000 4000000 7000000 9000000 14000000 2 10000000 6000000 10000000 18000000 - 3 10000000 950000 5250000 11500000 18150000 4 25000000 4000000 10000000 15000000 - 5 10000000 1800000 3000000 5000000 - 6 8000000 1300000 2500000 6000000 - 7 4000000 1200000 3100000 6000000 10800000 8 15000000 30000000 55000000 110000000 9 15000000 1500000 4000000 7000000 13000000 10 10000000 1600000 2400000 5200000 9500000 11 10000000 3000000 5000000 8000000 - 12 40000000 1800000 4200000 11000000 - 13 35000000 1500000 5500000 11000000 19000000 14 29000000 2000000 5000000 10000000 - 15 15000000 5000000 12000000 18000000 30000000 16 10000000 1500000 6000000 8000000 12000000 17 50000000 3000000 8000000 15000000 35000000 18 50000000 6000000 15000000 25000000 38000000 19 5000000 1500000 6000000 10000000 - 20 25000000 1500000 5000000 10000000 18000000
Untuk melihat apakah omset yang diperoleh dari pinjaman yang diberikan BMT memberi pengaruh yang positif ataupun tidak bagi perekonomian anggota ataupun masyarakat digunakan uji t beda yaitu :
1.Uji Kesesuaian ( Test Of Goodness of Fit ) Uji t-statistik (uji parsial)
Uji t-statistik merupakan suatu pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing koefisien regresi signifikan atau tidak terhadap variabel dependen dengan menganggap variabel independen lainnya konstan. Jumlah Pinjaman (X1) a. Hipotesa : H0 : b1 = 0 H1 : b1 ≠ 0 b. df = n-k = 20-2 = 18 c. α = 5 % ½ α = 0,005 d. t-tabel = 2.101
e. Kriteria Pengambilan Keputusan :
a) Ho ditolak apabila t-hitung > t-tabel ( α = 5%) b) Ha ditolak apabila t-hitung < t-tabel (α = 5%) f. t-hitung = 2,958 (hasil olahan data)
Berdasarkan data diatas, dapat diketahui bahwa t-hitung > t-tabel (hasil olahan data untuk t-hitung > t-tabel), artinya Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jumlah pinjaman dari BMT berpengaruh nyata (signifikan) terhadap pengembangan UMKM yang ditinjau dari jumlah omset pada tingkat kepercayaan 95% (α = 5%)
Ha diterima Ha diterima
H0 diterima
-2,101 0 +2,101 2,958 Gambar 4.1
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan
Dari penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1)Untuk mengatasi masalah finansial atau permodalan UMK yang merupakan masalah utama dalam pemberdayaan UMK maka hadirlah lembaga keuangan non – perbankan yaitu BMT dengan menawarkan jasa bantuan keuangan bagi pengusaha skala mikro , kecil melalui proses sistem administrasi yang lebih sederhana dan cepat serta bunga yang lebih rendah daripada kalangan perbankan dan lembaga keuangan lain pada umumnya .
2)Perkembangan BMT dapat dilihat dari realisasi kredit yang disalurkan dan peningkatan pendapatan yang diperoleh anggota dari hasil pinjaman di BMT . BMT sebagai salah satu lembaga keuangan dengan sistem syariah diharapkan dapat memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan sistem perekonomian syariah di dalam masyarakat .
3)Sistem bagi hasil yang ditawarkan oleh pihak BMT merupakan kunci suksesnya BMT berkembang di Indonesia termasuklah BMT yang ada di Padangsidimpuan . Dengan adanya sistem bagi hasil masyarakat lebih merasa aman dari riba yang ada di lembaga keuangan konvensional .
4)Salah satu keunggulan BMT sebagai Lembaga keuangan non- bank adalah bunga yang sangat rendah sekalipun dalam literatur lembaga keuangan ini tidak mengenal
apa yang disebut dengan bunga seperti halnya di lembaga keuangan konvensional . Bunga dalam istilah perekonomian syariah disebut dengan bagi hasil . Hanya nilai bunga yang diterapkan lebih rendah dibandingkan apabila masyarakat harus meminjam pada lembaga keuangan konvensional .
5)Latar belakang anggota meminjam di BMT yaitu karena bank dan lembaga keuangan lainnya sangat sulit memberikan kredit kepada pelaku UMKM , administrasi yang terlalu bertele – tele , persyaratan yang terlalu berat , kurangnya informasi mengenai skim – skim kredit yang ada dan prosedurnya , lokasi bank sulit untuk dijangkau , agunan yang besar , serta bunga yang tinggi sehingga dianggap memberatkan para pelaku UMKM . Berbeda dengan BMT yang menawarkan kredit / pinjaman dengan bunga yang rendah , mudah dalam prosedur pengurusannya , pelayanan yang lebih bersifat kekeluargaan , adanya kemudahan fasilitas apabila menunggak , dan lain sebagainya membuat masyarakat mulai beralih untuk meminjam di BMT .
6)Dari hasil penelitian ke-20 sampel / anggota BMT , mereka menyatakan bahwa kehidupan usaha yang dilihat dari segi omset produksi , nilai penjualan , total laba , jumlah karyawan dan aset perusahaan hampir menyatakan mengalami peningkatan setelah meminjam di BMT . Hal ini dapat dilihat dengan keadaan rumah , tempat tinggal yang semakin baik , sudah bisa membeli barang – barang kebutuhan sendiri termasuk perabot rumah tangga / furniture , serta pendapatan dan tabungan rumah tangga yang semakin meningkat .
5.2. Saran
1)Pemerintah seharusnya lebih seringmemberikan pelatihan dan penyuluhan bagi para anggota usaha mikro dan kecil agar mampu mengelola usahanya dengan baik dan benar sehingga menjadi usaha yang berkembang dan memiliki daya saing yang tinggi.
2)Pemerintah diharapkan turut membantu pemasaran bagi produk anggota agar usaha dapat cepat berkembang .
3)Pemerintah diharapkan dapat memberikan modal / dana bantuan yang disalurkan dengan efektif agar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para anggota.
4)Pemerintah sebaiknya jaga menunjuk bank – bank konvensional khusus untuk menyalurkan kredit usaha mikro , kecil dan menengah yang produktif . Cara ini jauh lebih efektif untuk membantu penyaluran kredit dari pemerintah kepada para pengusaha mikro , kecil dan menengah .
5)Pemerintah diharapkan untuk lebih intensif melakukan upaya peningkatan akses usaha mikro , kecil dan menengah pada lembaga keuangan , baik perbankan maupun lembaga keuangan non - bank khususnya BMT.
6)Diharapkan bagi pihak perbankan agar dapat berperan didalam kegiatan pembiayaan serta memberi akses bagi pengusaha UMKM untuk mendapatkan kredit permodalan secara tepat waktu , tepat sasaran dan tepat guna dengan bunga yang lebih rendah dan jangka waktu yang lama .
7)BMT lebih meningkatkan pelayanan terhadap anggota dengan meningkatkan sumber daya manusia yang dimiliki oleh para pengurus agar dapat mencapai
pelayanan dengan profesionalitas yang lebih baik . Dengan pelayanan yang lebih baik dapat menimbulkan kepercayaan yang lebih dari para anggota dan masyarakat yang dapat memberi dampak positif bagi kemajuan BMT .
8)BMT lebih memperhatikan anggota yang lebih membutuhkan aliran dana kredit agar dapat dengan lebih cepat mengembangkan usaha yang dimiliki .
9)BMT tetap mempertahankan pemakaian bunga yang rendah serta prosedur yang mudah agar dapat menarik masyarakat menjadi anggota BMT .
DARTAR PUSTAKA
Djohon, Warman, 2000, Kredit Bank, PT. Musiora Sumber Widya, Jakarta. Gunardi, Soldodyo, Harry, dkk, 1994, Kredit Untuk Rakyat, Akatiga, Bandung. Irmoyanto, Juli, dkk, 2004, Bank dan Lembaga Keuangan, Lembaga Penerbit Universitas Trisakti, Jakarta.
Kasmir, 1998, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Pandai, Frianto, dkk, 2005, Lembaga Keuangan, PT. Rineka Cipta, Jakarta. Siamat, Dahlan, 2001, Managemen Lembaga Keuangan, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Sudarsono, dkk, 2004, Managemen Koperasi Indonesia, PT. Rineka Cipta, Sinungan, Muchdarsyah, 1995, Dasar – dasar dan Teknik Managemen Kredit, Bumi Aksara, Jakarta.
Susilo Sri Y, 2000, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Salembo empat, Jakarta. Widiyanti, Ninik, 1989, Managemen Koperasi, PT. Rireka Cipta, Jakarta
SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Fauziah Amini
NIM : 040501081
Departemen : Ekonomi Pembangunan
Fakultas : Ekonomi
Adalah benar telah membuat skripsi dengan judul “ Analisis Peranan Koperasi Simpan Pinjam BMT Insani Terhadap Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah di Kota Padangsidimpuan ” , guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Sumatera Utara .
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan seperlunya .
Medan , 26 Maret 2008
Yang membuat pernyataan
Fauziah Amini 040501081