BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Operasional Variabel Penelitian
Variabel dependen
Pada penelitian ini terdapat tiga variabel dependen (terikat) dalam menjelaskan masing-masing kebijakan dividen yang terdiri dari keputusan pembayaran dividen, dividend payout ratio dan dividend yield. Masing-masing kebijakan dividen ini diteliti secara terpisah dan satu persatu. Rumus variabel dependen adalah sebagai berikut:
1. Keputusan pembayaran
Keputusan pembayaran adalah keputusan yang dilakukan oleh manajemen, apakah akan memberikan laba yang diperoleh perusahaan dalam bentuk cash dividend kepada pemegang saham atau tidak. Keputusan pembayaran dividen merupakan variabel dummy dimana perusahaan yang membayar dividen diberi kode 1 sedangkan perusahaan yang tidak memberikan dividen diberi kode 0.
92
2. Dividend payout ratio
Dividend payout ratio adalah jumlah dividen yang dibayarkan
relatif terhadap pendapatan bersih perusahaan atau pendapatan tiap lembar.Keown (2005) dalam Deitiana (2009). Rumus yang digunakan sebagai berikut (Alphonse dan Tran:2014):
3. Dividend yield
Dividend yield adalah rasio antara dividen per saham dan harga
pasar per saham. Moeljadi (2006:54). Beberapa investor menggunakan
dividend yield sebagai suatu ukuran risiko dan sebagai suatu penyaring
investasi, yaitu mereka akan berusaha menginvestasikan dananya dalam saham yang menghasilkan dividend yield yang tinggi (Nova:2010). Rumus yang digunakan sebagai berikut (Alphonse dan Tran:2014):
Variabel independen
Pada masing-masing kebijakan dividen yaitu keputusan pembayaran dividen, dividend payout ratio dan dividen yield dalam penelitian ini memiliki variabel independen yang berbeda-beda. Pada penelitian keputusan pembayaran dividen memiliki variabel independen sebanyak 8 variabel yaitu profitabilitas
�� � �� � � � �� � �� � � � � � � � �
93
(ROA), asset growth, Investment Opportunity Set (Market to book value of
assets), firm size, earned/contributed capital mix, asimetri informasi (trading
share turnover), insider ownership dan struktur kepemilikan. Sedangkan untuk
penelitian dividend payout ratio dan dividend yield memiliki kesamaan proksi dan jumlah variabel independen yaitu sebanyak sepuluh variabel yang terdiri dari profitabilitas (ROA), asset growth, Investment Opportunity Set (Market to book
value of assets), firm size, leverage(debt to total asset), asimetri informasi
(trading share turnover), free cash flow, insider ownership, struktur kepemilikan
dan tax rate. Berikut adalah penjelasan dari seluruh variabel independen dalam
penelitian ini:
1. Profitabilitas (ROA)
Rasio profitabilitas mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan.(Fahmi,2013:80). Rumus yang digunakan dalam perhitungan profitabilitas sebagai berikut
(Brigham dan Houston, 2009:107):
� � � � �
2. Asset growth
Menurut Weston dan Copeland (1995:243) menyatakan bahwa rasio-rasio pertumbuhan mengukur sebaik apa perusahaan
94
mempertahankan posisi ekonomisnya di dalam industrinya. Pertumbuhan menurut Kusumaningrum (2010) didefinisikan sebagai perubahan tahunan dari total aktiva. Rumus yang digunakan dalam rasio pertumbuhan sebagai berikut (Istiningtyas:2013):
3. Investment Opportunity Set (Market to book value of assets)
Investment opportunity set adalah tersedianya alternatif investasi di
masa datang bagi perusahaan. Hartono (1999) dalam Rokhayati (2005). Menurut Rokhayati (2005) salah satu proksi IOS yaitu rasio market to
book value of asset (MVABVA) dengan dasar pemikiran bahwa prospek
pertumbuhan perusahaan terefleksi dalam harga saham. Rumus yang digunakan sebagai berikut (Rokhayati:2005):
4. Firm size
Menurut Marberya dan Suaryana dalam Ardian PH (2010) ukuran perusahaan menunjukkan jumlah pengalaman dan kemampuan tumbuhnya suatu perusahaan yang mengindikasikan kemampuan dan tingkat resiko dalam mengelola tingkat investasi yang diberikan para stockholder untuk
�� �
Asset growth = asset t - asset t-1
95
meningkatkan kemakmuran mereka.(Fajriyah:2011). Menurut Ritha dan Koestiyanto (2013), ukuran perusahaan merupakan salah satu alat untuk mengukur besar kecilnya suatu perusahaan. Rumus yang digunakan dalam menghitung firm size adalah sebagai berikut (Alphonse dan Tran:2014):
5. Earned/contributed capital mix
Earned/contributed capital mix merupakan salah satu proksi yang
digunakan untuk menguji teori daur hidup perusahaan. Teori daur hidup menyatakan bahwa pengembangan strategi yang paling pas adalah dengan memperhatikan tahapan daur hidup perusahaan.(Miftahurrohman:2010). Muhardi (2008) menjelaskan bahwa perusahaan akan menghadapi siklus daur hidup, dimana kebijakan dan strategi yang dilakukan perusahaan akan disesuaikan dengan tahapan daur hidup dimana perusahaan tersebut berada. Rumus yang digunakan untuk menghitung earned contributed
capital mix (retained earnings/total equity) (De Angelo et,al. :2006):
6. Asimetri informasi (trading share turnover)
Asimetri informasi adalah keadaaan dimana salah satu pihak memiliki informasi yang lebih banyak dan lebih baik tentang kondisi perusahaan dibandingkan pihak lainnya. Bartov dan Bodnar (1996) dalam Alphonse dan Tran (2014) mengungkapkan bahwa likuiditas saham adalah
� �� � � � � �
96
proksi yang potensial dalam menjelaskan tingkat asimetri informasi. Rumus yang digunakan sebagai berikut (Wira:2012):
7. Insider ownership
Insider ownership dapat diartikan bahwa pemilik perusahaan
(stockholder) sekaligus menjabat sebagai pengelola perusahaan
(manajemen), baik direksi maupun komisaris. Rumus yang untuk menghitung insider ownership sebagai berikut (Efendi:2007):
8. Stuktur kepemilikan
Wahyudi dan Pawestri (2006) dalam Sabrinna (2010) menjelaskan bahwa struktur kepemilikan merupakan jenis institusi atau perusahaan yang memegang saham terbesar dalam suatu perusahaan. Struktur kepemilikan dapat berupa investor individual, pemerintah, dan institusi swasta. Struktur kepemilikan terbagi dalam beberapa kategori. Secara spesifik kategori struktur kepemilikan meliputi kepemilikan oleh institusi domestik, institusi asing, pemerintah, karyawan dan individual domestik. (Sabrinna:2010). Dalam penelitian ini stuktur kepemilikan merupakan variabel dummy dimana perusahaan yang termasuk perusahaan
� � � �
97
pemerintah (BUMN) diberi kode 1 sedangkan perusahan lain/swasta diberi kode 0.
9. Leverage (debt to total asset)
Rasio leverage berusaha mengukur penjaminan hutang, baik dengan menggunakan total aktiva maupun modal sendiri. Rasio leverage diukur melalui debt ratio (ratio antara hutang dan aktiva), debt to equity
ratio (rasio antara hutang dan modal sendiri) dan time interest earned
(coverage ratio). (Moeljadi,2006:51). Semakin besar rasio ini
menunjukkan semakin besar kewajibannya dan rasio yang semakin rendah akan menunjukkan semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya.(Sumantri dan Candraningrat:2014). Rumus yang digunakan sebagai berikut (Alphonse dan Tran:2014) :
10.Free cash flow
Free cash flow merupakan arus kas yang benar-benar tersedia
untuk di distribusikan kepada seluruh investor (pemegang saham dan pemilik utang) setelah perusahaan menempatkan seluruh investasinya pada aktiva tetap,produk-produk baru, dan modal kerja yang dibutuhkan untuk mempertahankan operasi yang sedang berjalan (Brigham dan Houston, 2009:65). Free cash flow dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Dewi:2011):
� ��
98
11. Tax rate
Menurut Undang-Undang Nomor 16 tahun 2009 Pasal 1 ayat 1, pengertian pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang- Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pajak penghasilan perusahaan adalah pengenaan pajak terhadap
Earning Before Tax (EBT) perusahaan sesuai dengan tarif pajak yang
berlaku. Rumus yang digunakan untuk menghitung tarif pajak (tax rate) berdasarkan ketentuan Undang-Undang Perpajakan No.36 tahun 2008 pasal 17 ayat (1) huruf b tentang tarif pajak penghasilan bagi wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap. (Mathilda:2012):
1. Sejak tahun 2008, tarif pajak ditentukan sebesar 28% dari penghasilan kena pajak
2. Pada tahun 2010-sekarang tarif pajak ditetapkan sebesar 25%. Dari penghasilan kena pajak
99