METODE PENELITIAN
C. Operasionalisasi Variabel Dan Instrumen
Penelitian ini mengunakan tiga variabel independen dan satu variabel dependen.
Variabel independen terdiri atas financial behavior, financial attitude, dan financial Technology. Selanjutnya variabel dependen yang digunakan adalah financial satisfaction.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner dibagikan kepada masyarakat Riau yang sudah berkerja dengan menggunakan google form. Berikut masing-masing variabel akan dijelaskan pada bagian berikut.
Financial Behavior adalah perilaku seseorang yang ditujukan terhadap keuangannya seperti pendapatan, situasi keuangan, penyusunan rencana keuangan, serta penghematan dan belanjanya, Tabel 3.2 berikut merupakan indikator untuk mengukur variabel financial behavior.
Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Financial Behavior
Financial Attitude
Financial attitude merupakan suatu pola pikir ataupun pendapat seseorang dalam menunjukkan sikap menerima ataupun menolak suatu pendapat seseorang dalam bidang finansial. Tabel 3.3 berikut merupakan indikator untuk mengukur variabel financial attitude.
Variabel Item Kode Skala Sumber
Financial Behavior
Saya merasa sangat penting
untuk mengatur pengeluaran FB1
Interval
Kholilah Iramani (2013) Saya menyisihkan uang untuk
menabung setiap bulan FB2 Saya memiliki anggaran
pengeluaran FB3
Saya selalu membayar tagihan
tepat waktu FB4
32
Financial Technology merupakan kemampuan seseorang terhadap finansial yang dimilikinya seperti membayar tagihan tepat waktu, pengeluaran sehari-hari serta menabung. Tabel 3.2 berikut merupakan indikator untuk mengukur variabel financial Technology Salah satu fitur fintech adalah
fitur e-money Fintech akan memberikan FT6
Variabel Item Kode Skala Sumber
Menurut saya, perencanaan uang di masa depan sangat penting.
FA3
Saya selalu mencari informasi tentang isu finansial. FA4
33
manfaat yang lebih banyak di masa depan
Uang virtual lebih mempercepat proses pembayaran
FT7 Penggunaan (OVO, Gopay,
Dana, M- banking dan lainnya) sangat mempermudah
pembayaran
FT8
Saya melakukan pinjaman online FT9
Peers
Kelompok sebaya (peer group), individu merasakan adanya kesamaan satu dengan yang lainnya, seperti di bidang usia, kebutuhan, dan tujuan yang dapat memperkuat kelompok.
Indikator yang digunakan untuk penelitian ini diadopsi dari pendapat Park Burges dalam Santosa, 2006 meliputi (1) Kerjasama; (2) persaingan; (3) penerimaan; (4) persesuaian;
dan (5) perpaduan. Saya selalu mendapat dukungan
dari teman terkait dengan pengelolaan keuangan
Saya sering menerima saran dari teman ketika hendak membeli
P5
34
sesuatu
Saya dapat menyesuaikan diri dengan teman-teman
P6 Saya selalu berdiskusi dengan
teman terkait pengelolaan keuangan yang baik
P7
Saya selalu bertukar pikiran dan pengalaman dengan teman tentang cara mengelolakeuangan
P8
Saya selalu berdiskusi dengan teman terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu
P9
Variabel Moderasi
Pada penelitian ini, variabel parental norms digunakan sebagai variabel moderasi.
Parental norms dapat diartikan sebagai norma-norma orang tua yang digunakan sebagai pedoman anak dalam bertindak. Indikator yang digunakan pada variabel parental norms adalah indikator yang dijabarka oleh Mahaputra, dkk (2016) yaitu: kualifikasi orang tua, profesi orang tua, perilaku orang tua, pengajaran mengenai keuangan oleh orang tua, status orang tua sebagai model peran untuk anak.
Tabel 3.4
Operasionalisasi Variabel Parental Norms
Kualifikasi orang tua Tidak Sekolah SD/Sederajat SMP/Sederajat SMA/Sederajat Kuliah
Penghasilan Orang tua Diatas 5.000.000 2.500.000 - 5.000.000 1.500.000 - 2.000.000 500.000 – 1.000.000
< 500.000 Perilaku orang tua
35
Orang tua saya selalu menyisihkan uang setiap bulan untuk ditabung
interval Mahaputra, dkk (2016)
Orang tua saya teratur mengecek pengeluarannya
Pengajaran mengenai keuangan oleh orang tua Saya diberikan pengajaran oleh
orang tua untuk selalu mencatat setiap pengeluaran dan
pemasukan keuangan.
interval Mahaputra, dkk (2016)
Orang tua saya selalu mengajari untuk berperilaku hidup hemat
Status orang tua sebagai model peran untuk anak Saya selalu meminta saran dari
orang tua ketika ingin membelanjakan sesuatu
interval Mahaputra, dkk (2016)
Saya selalu merujuk kepada orang tua ketika membuat
mengelola keuangan pribadi
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa penelitian ini mengunakan kuesioner.
Kuesioner dibagikan secara online dengan bantuan google form.
Dalam penelitian ini, pengukuran yang dilakukan menggunakan skala Likert dengan skor dari 1 sampai dengan 5 dengan keterangan sebagai berikut:
1 = Sangat Tidak Setuju
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Uji t dan uji F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Apabila asumsi. Dalam penelitian ini menggunakan uji statistik non-parametik Kolmogorov-Smirnov dengan taraf signifikansi 0,05. Jika nilai signifikansi lebih besar dari α (5%) maka data berdistribusi normal dan
36
sebaliknya jika lebih kecil dari α (5%) data tidak berdistribusi normal.
Uji Multikolinearitas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (Ghozali, 2013:103). Deteksi adanya gejala multikolinieritas dengan menggunakan nilai Variance Inflaction Factor (VIF) dan tolerence melalui program SPSS Statistic 21.0 for windows. Berikut ini adalah dasar acuannya:
1. Jika nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF< 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel bebas dalam model regresi.
2. Jika nilai tolerance< 0,10 dan VIF> 10, maka dapat disimpulkan bahwa ada multikolinearitas antar variabel bebas dalam model regresi.
Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2013:134). Model regresi yang baik adalah yang homoskedatisitas atau tidak terjadi heteroskedatisitas. Pengujian heteroskedastisitas dapat dilihat dengan menggunakan program SPSS Statistic 21. Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas, antara lain menggunakan uji glejser dengan bantuan program SPSS Statistic 21 dengan melihat tabel koefisien dari uji glejser, apabila signifikansinya < 0,05 maka dinyatakan bahwa terjadi heteroskedastisitas. Sebaliknya, apabila signifikansinya
>0,05 maka dinyatakan tidak terjadi heteroskedastisitas.
Analisis Regresi Moderasi
Penelitian ini menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) digunakan dengan menggunakan pendekatan analitik yang mempertahankan integritas sampel dan memberikan dasar untuk mengontrol pengaruh variabel moderator. Penelitian ini untuk menguji pengaruh moderasi yaitu dengan model nilai selisih mutlak dari variabel independen dengan rumus persamaan regresi sebagai berikut:
Y = α + β1X1 + β2FL + β3P + β4PN + β5 |X1-Z | + β6 | X2-Z | + β7 | X3-Z | + ε
37
Keterangan:
Y = Financial Management Behavior α = Koefisien konstanta
X1 = Financial Attitude X2 = Financial Technology X3 = Peers
Z = Parental Norms
β1 = koefisien regresi financial attitude β2 = koefisien regresi financial technolocy β3 = koefisien regresi peers
β4 = koefisien regresi Parental Norms β5 = koefisien regresi nilai absolut X1 dan Z β6 = koefisien regresi nilai absolut X2 dan Z β7 = koefisien regresi nilai absolut X3 dan Z
|X1-Z| = interaksi dengan nilai absolut perbedaan X1 dan Z
|X2-Z| = interaksi dengan nilai absolut perbedaan X2 dan Z
|X3-Z| = interaksi dengan nilai absolut perbedaan X3 dan Z ε = error
Hasil analisis regresi ini menggunakan signifikan pada level 0,05, jadi dapat diartikan hipotesis dinyatakan ditolak apabila koefisiennya 0,05 atau lebih dan dinyatakan diterima apabila koefisiennya kurang dari 0,05.
Uji Hipotesis
Pada penentuan hasil analisis, analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda moderated regression analysis untuk mengetahui gambaran mengenai pengaruh financial attitude, financial technology, peers, terhadap financial management behavior dengan parental norms sebagai variabel moderating Pada Youth Entrepreneur Di Jakarta Barat. Sedangkan, untuk mengetahui ketepatan fungsi regresi sampel menaksir nilai aktual dapat diukur dari goodness of fit. Secara statistik, setidaknya ini dapat diukur dari,nilai statistik F dari nilai statistik t dan nilai koefisien determinasinya.
38
Uji Statistik t
Uji t digunakan untuk untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh setiap variabel secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Untuk menguji hipotesis ini digunakan uji statistik t dengan kriteria apabila degree of freedom (df) adalah 20 atau lebih dan bila t > 2 serta tingkat signifikansi 0,05 atau 5%. Maka kriteria pengujian dapat ditentukan sebagai berikut :
a. Jika nilai sig. > 0,05 maka Ha ditolak b. Jika nilai sig < 0,05 maka Ha diterima.
Uji Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi parsial (r) digunakan untuk mengetahui sejauh mana sumbangan dari masing-masing variabel bebas, jika variabel lainnya konstan terhadap variabel terikat. Koefisien determinasi dapat dilihat dari output SPSS 21, uji parsial pada table coefficient. Semakin mendekati nilai 0 semakin kecil pengaruh variabel bebas secara individual terhadap variabel terikat, begitu juga semakin mendekati 1 semakin besar pengaruh variabel bebas secara individual terhadap variabel terikat.
39
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN