• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPTIMALISASI EKONOMI MASA PANDEMI DI ERA ADAPTASI Syaiful Anwar 8111417142

Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang [email protected]

36 Abstrak

Mewabahnya virus COVID-19 di seluruh dunia membuat seluruh dunia terkena dampak virus COVID-19, baik dampak secara langsung maupun dampak secara tidak langsung. Di Indonesia dari laporan gugus tanggap covid angka terjangkit virus COVID-19 telah mencapai lebih dari 15.000 jiwa per bulan agustus. dengan adanya wabah virus yang berbahaya, membuat pemerintah dengan tegas mengambil langkah untuk menghentikan penyebaran virus covid yang terus bertambah, namun dari adanya kebijakan dari pemerintah tersebut membuat beberapa sektor harus terhenti sementara sehingga membuat masyarakat harus menerima dampak wabah covid secara tidak langsung dari segi ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Dengan demikian masyarakat diharapkan mampu beradaptasi serta dapat memenuhi kebutuhan hidup selama masa pandemi dengan pemanfaatan dan peluang usaha di era adaptasi.

Kata kunci : Pandemi, Kebijakan, Ekonomi.

Abstract

The outbreak of the COVID-19 virus around the world has affected the entire world by the COVID-19 virus, both directly and indirectly. In Indonesia, from the Covid response group report, the number of infected with the COVID-19 virus has reached more than 15,000 people per August. With the presence of a dangerous virus outbreak, the government has taken firm steps to stop the spread of the Covid virus that continues to increase, but from the existence of this government policy, several sectors have to stop temporarily so that people have to accept the impact of the Covid outbreak indirectly from an economic perspective education and so on. Thus the community is expected to be able to adapt and be able to meet the needs of life during the pandemic by utilizing and business opportunities in the adaptation period.

Keywords: Pandemic, Policy, Economy.

PENDAHULUAN

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa saat ini kita negara Indonesia dan seluruh dunia sedang berada di tengah wabah , wabah Covid-19. Banyak orang yang terserang virus ini hingga berujung kematian dan mengakibatkan banyak hal yang harus terhenti akibat

37

wabah ini. Salah satunya adalah kegiatan Ekonomi, seluruh dunia sedang mengalami krisis ekonomi akibat pandemi ini, tak terkecuali di Indonesia.

Demi memutus rantai penyebaran virus ini, pemerintah juga membuat peraturan di antaranya adalah social distancing, ibadah, belajar, dan bekerja dari rumah. Serta baru-baru ini di beberapa wilayah Indonesia juga menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau dikenal dengan PSBB.

Dengan adanya kebijakan tersebut banyak orang yang tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Dari sisi konsumsi karena tidak adanya aktivitas di luar rumah, ini sangat berpengaruh terhadap penurunan daya beli masyarakat. Pada sektor UMKM banyak yang tidak dapat melakukan kegiatan usahanya, sehingga hal tersebut akan berpengaruh terhadap terganggunya kemampuan memenuhi kewajibannya.

Tak hanya itu saat ini industri pariwisata dan penerbangan mengalami kemerosotan pendapatan karena adanya kebijakan yang dibuat. Bahkan saat ini banyak dari industri pariwisata dan penerbangan mengalami kebangkrutan.

Menurut pakar Ekonom dari Universitas Indonesia Fitrah Faisal Hastiadi mengatakan bahwa dari sisi Capital OutFlow (Arus Modal Keluar) pasar modal akibat virus corona ini beberapa pekan terakhir IHSGA sudah mulai masuk zona merah, yang artinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penurunan yang sangat signifikan.

Dengan kondisi demikian, apa saja yang harus dilakukan baik Pemerintah ataupun masyarakat untuk tetap mengoptimalisasi pertumbuhan ekonomi dalam masa tatanan baru saat ini.

Untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas dan kurang efektif, maka penulis membatasi pembahasan yaitu :

1. Kebijakan Pemerintah seperti apa yang digunakan untuk memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi Negara dapat kembali normal.

2. Kegiatan Masyarakat seperti apa yang diperlukan untuk membantu Pemerintah guna mengembalikan perekonomian Negara menjadi normal kembali.

METODE

38

Dalam penulisan artikel ilmiah ini, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistic atau bentuk hitungan lainnya dan bertujuan mengungkap gejala secara holistic-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif/kualitatif dan hasil penelitian lebih menekankan pada makna daripada generalisasi. Analisis induktif yaitu menganalisis berdasarkan daya yang diperoleh selanjutnya dikembangkan sesuai permasalahan yang sudah disampaikan atau diuraikan. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan/studi pustaka.

Dalam hal ini pengumpulan data ataupun sumber data menggunakan artikel, jurnal, dokumen resmi, atau buku, serta penelitian terdahulu yang telah dilaksanakan.

PEMBAHASAN

a. Kebijakan Pemerintah untuk memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi di era adaptasi

Pada saat ini, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan terus merespon tekanan ekonomi Negara di tengah masa pandemi. Stimulus dan Kebijakan sudah dikeluarkan Pemerintah sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan akibat corona virus disease (Covid-19) ini ekonomi Indonesia mengalami tekanan yang luar biasa. Oleh karena itu, Pemerintah terus berupaya merespon dan menghadapi kondisi Covid-19 ini dengan berbagai pencegahan dalam bentuk kebijakan dan stimulus. Berbagai langkah pencegahan akibat pandemi ini akan secara langsung berimbas kepada bidang ekonomi. Sektor kesehatan menjadi fokus utama pemerintah dalam mengantisipasi dampak dari Covid-19 ini. Menkeu menambahkan anggaran kesehatan yang mencapai 87,5 triliun ini sebagian adalah belanja tambahan yang berhubungan dengan Covid-19 langsung seperti untuk penanganan gugus tugas, pembelian APD pada tahap awal, peningkatan kualitas dan kuantitas rumah sakit.

“Jadi pertama kita melihat dari sisi kesehatan, pemerintah meningkatkan belanja untuk mendukung langkah-langkah di bidang kesehatan,” tuturnya. Sampai saat ini kurang lebih sudah ada 9 poin kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah dalam

39

menangani kasus Pandemi Covid-19 yang juga berdampak pada pertumbuhan perekonomian Negara. Adapun kebijakan itu antara lain :

1. Presiden memerintahkan Menteri, Gubernur dan Wali Kota memangkas rencana belanja yang bukan belanja prioritas dalam APBN dan APBD.

2. Presiden meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengalokasikan ulang anggarannya untuk mempercepat pengentasan dampak corona, baik dari sisi kesehatan dan ekonomi. Langkah tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019.

3. pemerintah pusat serta pemerintah daerah menjamin ketersediaan bahan pokok, diikuti dengan memastikan terjaganya daya beli masyarakat, terutama masyarakat lapisan bawah.

4. Program Padat Karya Tunai diperbanyak dan dilipatgandakan, dengan catatan harus diikuti dengan kepatuhan terhadap protokol pencegahan virus corona, yaitu menjaga jarak aman satu sama lain

5. Pemerintah memberikan tambahan sebesar Rp 50.000 pada pemegang kartu sembako murah selama enam bulan

6. Pemerintah mempercepat impelemntasi kartu pra-kerja guna mengantisipasi pekerja yang terkena PHK, pekerja kehilangan penghasilan, dan penugusaha mikro yang kehilangan pasar dan omzetnya

7. pemerintah juga membayarkan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 yang selama ini dibayar oleh wajib pajak (WP) karyawan di industri pengolahan. Alokasi anggaran yang disediakan mencapai Rp 8,6 triliun

8. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan relaksasi kredit di bawah Rp 10 miliar untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Relaksasi tersebut berupa penurunuan bunga dan penundaan cicilan selama setahun, baik dari perbankan dan industri keuangan non bank. penangguhan cicilan selama setahun juga berlaku bagi ojek, supir taksi dan nelayan yang memiliki cicilan kendaraan. Jokowi pun meminta pihak perbankan dan keuangan non bank untuk tidak mengejar para debitur

9. Masyarakat berpenghasilan rendah yang melakukan kredit kepemilikan rumah (KPR) bersubsidi, akan diberikan stimulus. Pemerintah memberikan subsidi bunga hingga masa angsuran 10 tahun. Jika bunga di atas 5 persen, maka selisih

40

bunga dibayar pemerintah. Selain itu, ada juga bantuan pemberian subsidi uang muka bagi kredit rumah bersubsidi, dengan alokasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,5 triliun.

Tujuan pemberian kebijakan tersebut adalah diharapkan dapat mendukung dunia usaha untuk terus beroperasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Apabila daya tahan dunia usaha kuat dalam menghadapi wabah, pemulihan ekonomi pascawabah juga bisa lebih cepat. Stimulus peningkatan bantuan kepada masyarakat kecil juga akan membantu untuk bertahan hidup normal selama masa wabah. Sistem ini juga akan menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat sehingga perekonomian tetap tumbuh.

b. Kegiatan Masyarakat atau Peran serta masyarakat di dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di era adaptasi.

Para ahli kesehatan memprediksikan, dunia tidak akan pernah dengan mudahnya kembali seperti dulu. Virus Corona akan ada dalam jangka waktu lama, sehingga kita akan terus memakai masker, melakukan social distancing, mencuci tangan, dan memakai desinfektan entah sampai kapan. Dalam kondisi saat ini dibutuhkan masyarakat yang kreatif dan produktif didalam melaksanakan kegiatan ekonomi, saat ini semua serba virtual, sehingga diperlukan kreatifitas dalam memasarkan produk ataupun jasa. Selain itu berwirausaha juga menjadi solusi ditengah kesulitan perusahaan terhadap kurangnya permintaan barang/ jasa ditengah pandemi.

Hal berikut mungkin dapat dijalankan sebagai bentuk produktifitas masyarakat dalam kondisi era baru :

1. Membuka lapangan pekerjaa atau berwiraswasta missal dengan budidaya ikan atau usaha yang tidak memerlukan banyak baiaya modal.

2. Mengubah pola kerja dan Pemasaran menjadi digital.

3. Melakukan evaluasi terhadap online system yang dijalankan.

4. Melakukan konsumsi untuk kebutuhan yang primer, sehingga kondisi keuangan tetap terjaga stabilitasnya.

41

5. Membuat komponen kesehatan dalam setiap bisnis. Implikasinya, perusahaan harus menerapkan protokol kesehatan dalam operasional perusahaan serta menciptakan fitur-fitur kesehatan yang dapat meyakinkan konsumen dan masyarakat.

KESIMPULAN

Kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah dalam rangka memperbaiki pertumbuhan ekonomi Negara dalam era adaptasi sudah cukup tepat. Dari segi pembebasan pajak penghasilan, penerimaan masyarakat menjadi lebih banyak dikarenakan tidak adanya pajak penghasil yang diptong sehingga mampu menambah daya beli masyarakat dan berdampak pada neraca perdaganan nasional. Selain kebijakan kompenasasi pajak penghasilan, kebijakan lain sangat berpengaruh terhadap masyarakat bawah, diantaranya penggunaan dana desa yang lebih difokuskan pada program padat karya, sehingga menambah pekerjaan ditengah banyaknya PHK di dunia.

Dari segi sumbangsih masyarakat didalam membantu Pemerintah didalam mengembalikan pertumbuhan ekonomi negara dengan melakukan kegiatan produktif dengan tetap menerapkan protocol kesehatan yang ketat. Dengan melakukan kegiatan produktif maka dapa berpengaruh tingginya produktifitas neraca keuangan negara yang juga berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional. Namun protocol yang ketat dalam menjalankan hal tersebut juga diperlukan sehingga tidak menimbulkan klaster baru sampai obat vaksin ditemukan.