• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Optimasi Sumberdaya Perikanan

Sumberdaya perikanan, apabila dikelola secara baik dan benar dapat merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang dapat diandalkan. Oleh karena itu salah satu pertanyaan yang paling mendasar dalam

perikanan adalah bagaimana memanfaatkan sumberdaya tersebut, sehingga diperoleh manfaat ekonomi yang setinggi-tingginya bagi pengguna dengan tetap menjaga kelestarian sumberdaya tersebut.

Pada mulanya, pengelolaan sumberdaya ini banyak didasarkan pada faktor biologi semata dengan pendekatan yang disebut Maximum Sustainable Yield

(MSY) atau tangkapan maksimum yang lestari. Inti pendekata

setiap spesies ikan memiliki kemampuan untuk berproduksi yang melebihi kapasitas produksi (surplus), sehingga apabila surplus ini di panen (tidak lebih dan tidak kurang), maka stok ikan akan mampu bertahan secara berkesinambungan

(sustainable).

Pendekatan biologi dengan mengguna

sendiri merupakan salah satu pendekatan dari tiga pendekatan umum yang bia dipakai kh

Total Biomass Sc

(1976), Pope (1979), Pauly (1979) dan Panayotou (1 independen single species yang dikemb

dan May et al. (1979) memerlukan data dan perhitungan yang ekstensif se s

Dalam model surplus produksi, dinamika dari biomas digambarkan ebagai selisih antara produksi dan mortalitas alami sebagaimana digambarkan

ada persamaan berikut:

Biomas pada t+1 = biomas pada t + produksi – mortalitas alami

ersamaan tersebut di atas menyatakan bahwa jika produksi melebihi mortalitas lami, maka biomas akan meningkat, sebaliknya jika mortalitas alami lebih tinggi ari pada produksi, maka biomas akan menurun. Istilah surplus produksi sendiri enggambarkan perbedaan atau selisih antara produksi dan mortalitas alami di Walter (1992) menyatakan bahwa surplus produksi enggambarkan jumlah peningkatan stok ikan dalam kondisi tidak ada aktifitas

penangkapan atau den itangkap jika biomas

ipertahankan dalam tingkat yang tetap.

mudian ah

i pengelolaan sumberdaya ikan yang optimal.

Model bioekonomi Gordon-Schaefer (GS) sendiri dibangun dari model s yang telah dike bangkan sebelumnya oleh Graham pada tahun engikuti fungsi s p P a d m

atas. Lebih jauh Hilborn dan m

gan kata lain jumlah yang bisa d d

Scott Gordon merupakan seorang ekonom yang pertama kali memperkenalkan istilah bioekonomi, dimana menggunakan pendekatan ekonomi untuk menganalisis pengelolaan sumberdaya ikan yang optimal. Ke

seiring dengan perjalanan waktu istilah ini semakin intensif digunakan setel Collin Clark dan Gordon Munro memperkenalkan pendekatan kapital untuk memaham

produksi surplu m

1935. Model ini mengasumsikan bahwa pertumbuhan populasi ikan m

pertumbuhan logistik dan tanpa adanya gangguan atau penangkapan oleh manusia. Secara matematis dapat ditulis :

) 1 ( ) ( k x rx x F t x − = = ∂ ∂ (2.1) dimana : x = biomasa ikan

r = pertum iah (kelahiran dikurangi kematian)

Secara grafik persamaan (2.1) di atas dapat digambarkan sebagai berikut : buhan alam

Gambar 2. Kurva Pertumbuhan

Kemudian jika produksi perikanan oleh manusia diasumsikan tergantung ari input yang digunakan (I) dan jumlah biomasa ikan yang tersedia (x) serta

ampuan teknologi yang digunakan θ (koefisien daya tangkap), maka : d

kem

xI

h

Kemudian dengan mensubtitusikan persamaan (2.1) ke dalam persamaan (2.2) menjadi: (2.2) h k x rx t x − − = ∂ ∂ ) 1 ( xI k x rx − −θ = (1 ) (2.3)

Salah satu masalah yang dihadapi oleh pengelola perikanan adalah adnya variabel yang tidak dapat dikontrol (biomassa) yang sulit diamati, sementara pada kenyataannya variabel yang tersedia adalah variabel yang dapat dikontrol yaitu data produksi (h) dan jumlah input yang digunakan (I) seperti jumlah kapal, jumlah trip atau jumlah hari melaut. Kenyataan (kendala) ini dalam model bioekonomi GS diatasi dengan mengasumsikan kondisi ekologi dalam keadaan seimbang (∂b/∂t=0), sehingga persamaan (2.2) dapat dipecahkan untuk mencari nilai biomassa (x) sebagai fungsi dari input, secara matematis dapat ditulis:

⎟ ⎞ ⎜ ⎛ − =k I x θ 1 (2.4) ⎠ ⎝ r F(x) x

sehingga kalau kita substitusikan persamaan (2.4) ke dalam persamaan (2.2) akan jadi : men ⎟ ⎞ ⎜ ⎛ − = kI I h θ θ 1 (2.5) ⎠ ⎝ r Effo

Dari kurva tersebut terlihat bahwa jika tidak ada aktivitas perikanan (effort

0), maka produksi juga akan nol. Kemudian effort akan mencapai titik yang aksimum pada

Persamaan (2.5) di atas dalam model bioekonomi dikenal dengan istilah Yield rt Curve.

e

h (yield)

MSY

Gambar 3. Kurva Yield Effort

=

m EMSY yang berhubungan dengan tangkap maksimum lestari

MSY

H

( ). Didalam pendekatan biologi, pengelolaan sumberdaya perikanan yang ptimal dilakukan pada titik HMSY

o ini, karena pada titik inilah diperoleh tingkat

produksi yang maksimum, dengan asumsi bahwa ekosistem dalam keadaan eseimbangan, koefisien tangkap (Catchability Coeffisien) konstan (Clark, 1990) dan tidak

Menurut Fauzi (2004a), pendekatan pengelolaan dengan konsep ini belakan

k

ada dependensi antar spesies (Conrad and Clark, 1987).

gan banyak dikritik oleh berbagai pihak sebagai pendekatan yang terlalu sederhana dan tidak mencukupi. Kritik yang paling mendasar di antaranya adalah karena pendekatan MSY tidak mempertimbangkan sama sekali aspek sosial

ekonomi pengelolaan sumberdaya alam. Lebih jauh Conrad dan Clark (1989), misalnya, menyatakan bahwa pendekatan MSY antara lain:

1. Tidak bersifat stabil, karena, perkiraan stok yang meleset sedikit saja bisa mengarah ke pengurasan stok (stock depletion).

2. Tidak memperhitungkan nilai ekonomis apabila stok ikan tidak dipanen (im

tal revenue dan total cost) yang

puted value).

3. Sulit diterapkan pada kondisi dimana perikanan memiliki ciri ragam jenis (multi species).

Dengan memasukkan parameter ekonomi yakni harga dari ouput (harga ikan per satuan berat) dan biaya dari input (cost per unit effort), Gordon mentransformasikan kurva yield-effort dari Schaefer di atas menjadi kurva yang menggambarkan antara manfaat bersih (to

dihasilkan dari sumberdaya perikanan dengan input produksi (effort) yang digunakan sebagaimana terlihat pada Gambar 4. Gambar 4 tampak bahwa tiga jenis rente ekonomi sumberdaya yang diartikan sebagai selisih (surplus) dari penerimaan yang diperoleh dari sumberdaya setelah kurangi seluruh biaya ekstraksi, dihasilkan pada titik EOA, EMSY dan E*.

ngenai pengelolaan perikanan dalam dua rezim pengelolaan Gambar 4. Keseimbangan Bioekonomi Gordon-Schaefer

Gambar 4 di atas dapat kita gunakan untuk menguraikan inti model Gordon-Schaefer me Effort TC TR Manfaat dan Biaya EMSY EOA E*

yang b

profit tidak ada. Tingka

t dijelaskan sebagai berikut; Pada se

ut dengan rente ekonomi yang maksimum mengingat jumlah input produk

erbeda. Dalam kondisi (open access), sumberdaya perikanan akan mencapai titik keseimbangan pada tingkat EOA dimana penerimaan total (TR) sama dengan biaya total (TC). Dalam hal ini pelaku perikanan hanya menerima biaya opportunitas saja dan rente ekonomi sumberdaya atau

t effort pada posisi ini adalah tingkat effort keseimbangan yang oleh

Gordon disebut sebagai “bioeconomic equilibrium of open access fishery” atau keseimbangan bionomik dalam kondisi akses terbuka (Fauzi, 2004b).

Secara verbal, keseimbangan bioekonomi dapa

tiap tingkat effort dibawah EOA, penerimaan total akan melebihi biaya total sehingga pelaku perikanan (nelayan) akan lebih banyak tertarik (entry) untuk menangkap ikan. Sebaliknya pada tingkat effort di atas EOA, biaya total melebihi penerimaan total sehingga banyak pelaku perikanan akan keluar (exit) dari perikanan. Dengan demikian hanya pada tingkat effort EOA, keseimbangan tercapai sehingga entry dan exit tidak terjadi.

Dalam model Gordon, pendekatan pengelolaan perikanan yang optimum disebut sebagai pendekatan MEY (Maximum Economic Yield). Titik MEY ini sendiri diperoleh pada titik E* dimana rente ekonomi diperoleh secara maksimal (jarak TR dan TC terbesar). Dengan demikian dibanding dengan model pendekatan biologi di atas, model pendekatan Gordon lebih menekankan pada efisiensi inp

si yang digunakan pada model Gordon jauh lebih sedikit dari pada EMSY

dan EOA. Kaitannya dengan depresiasi sumberdaya, pada pendekatan biologi, depresiasi sumberdaya tidak diperhitungkan sama sekali, sementara pada model Gordon, depresiasi sumberdaya perikanan dilihat sebagai hilangnya rente ekonomi

(dissipated) akibat mismanagement sumberdaya perikanan yang open access.

Dokumen terkait