3. GAMBARAN UMUM WILAYAH
3.3.8 POTENSI KELEMBAGAAN
3.3.8.3 Organisasi Kemasyarakatan ( Sosial )
Organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang di Desa Munduk merupakan mitra kerja dari pemerintah desa dalam melaksanakan pembangunan dalam arti luas, Organisasi yang ada di Desa Munduk adalah :
1. Lembaga Pemberdayaan masyarakat ( LPM )
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat adalah wadah yang dibentuk atas prakarsa masyarakat sebagai mitra kerja pemerintah desa dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, pengendalian pelaksanaan pembangunan yang bertumpu pada masyarakat .Penetapan susunan pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM ) Desa Munduk masa bakti 2008- 2013 ditetapkan dengan keputusan perbekel Desa Munduk nomor : 08 Tahun 2008
Wewenang Lembaga pemberdayaan Masyarakat adalah :
2. Membantu Kepala Desa dalam merencanakan Pembangunan Desa atas asas Musyawarah
3. Menggerakan dan meningkatkan prakarsa dan partisipasi masyarakat untuk memadukan berbagai kegiatan atau swadaya gotong royong masyarakat.
4. Bersama-sama pemerintah desa melaksanakan dan mengendalikan pembangunan Desa
5. Menumbuhkembangkan kondisi masyarakat yang dinamis untuk mengembangkan ketahanan masyarakat desa.
6. Meningkatkan pelayanan pemerintah dan pemerataan hasil pembangunan desa.
2. Pemberdayaan dan Kesejatraan Keluarga ( PKK )
Pemberdayaan dan Kesejatraan Keluarga adalah organisasi yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat itu sendiri , serta sebagai penggeraknya adalah perempuan yang paling berperan.
Sebagai organisasi yang bertujuan meningkatkan pemberdayaan dan kesejatraan keluarga diarahkan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas yang dijiwai oleh undang –undang Dasar 1945, yang sasarannya adalah seluruh keluarga di Desa Munduk perlu ditingkatakan kesejatraannya, baik dibidang mental spiritual maupun dibidang fisik material yang berpedoman pada 10 program pokok PKK.Guna meningkatkan dan mempertahankan eksetensi gerakan PKK di Desa Munduk, telah dibentuk Tim Penggerak PKK Desa Munduk berdasarkan Surat Keputusan Perbekel Desa Munduk Nomor 03 Tahun 2008 tentang penetapan Susunan Pengurus Tim Penggerak PKK .
Tugas dari PKK Desa Munduk adalah :
1. Melaksanakan pembinaan secara rutin dalam rangka penerapan pelaksanaan 10 program Pokok PKK
2. Menyusun rencana kerja PKK.
3. Melaksanakan tertib administrasi dan menyusun serta mengirim laporan Kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Banjar secara periodik,
4. Memberikan bimbingan teknis kepada kelompok PKK Banjar , Kelompok Dasa Wisma dan Posyandu.
5. Bertanggung jawab dan melaporkan segala pelaksanaan tugasnya kepada Perbekel.
Untuk memudahkan melaksanakan tugas – tugas tersebut Tim Penggerak PKK Desa Munduk telah dilengkapi dengan :
1. Kelompok Khusus Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga ( UP2K )
3. Kelompok Dasa Wisma di wilayah Desa Munduk. 2. Karang Taruna
Karang Taruna di Desa Munduk bernama Karang Tarunan Ananda Wigraha adalah organisasi sosial masyarakat sebagai salah satu wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda yang perlu ditingkatkan secara terus menerus. Kepengurusan karang taruna Ananda Wigraha masa bakti 2008-2013 dengan surat keputusan Perbekel nomor ; 07 Tahun 2008
4. Pertahanan Sipil ( HANSIP )
Hansip memiliki tugas dan fungsi untuk mengamankan dan menertibkan hal-hal yang terjadi di desa. Keamanan dan Kenyamanan merupakan faktor penting untuk mendukug kondisi terlaksananya pembangunan disegala bidang.Menjaga keamanan situasi dan kondisi di Desa bukanlah semata tugas dari aparat pemerintah dan TNI/POLRI melainkan melibatkan seluruh kompunen masyarakat, terutama rakyat dalam rangka melaksanakan kewajiban bela Negara yaitu yang sudah berusia 15-45 tahun. Untuk meghindari hal-hal yang tidak diinginkan di Desa Munduk telah dibentuk 4 poskamling yang berada di masing-masing Banjar Dinas.
5. Lembaga Tradisional 1. Desa Pakraman
Desa Munduk sebagai desa dinas juga sekaligus merupakan sebuah Desa Adat / Desa Pakraman yang juga mempunyai seorang pemimpin yang disebut dengan Bendesa / Kelian Desa Adat.
Desa Pakraman merupakan lembaga tradisional yang tumbuh dan berkembang sepanjang sejarah yang memiliki otonomi asli, mengatur rumah tangga sendiri telah memberikan konstribusi yang sangat berharga terhadap hidup dan kehidupan masyarakat serta pelaksanaan kegiatan pembangunan.Desa
Pakraman sebagai kesatuan masyarakat hukum adat yang dijiwai oleh ajaran agama hindu dan nilai-nilai budaya yang hidup di Bali sangat besar perannya dalam bidang agama dan sosial budaya sehingga perlu diayomi, dilestarikan serta diberdayakan.
Desa Pakraman Munduk memiliki beberapa sekeha tradisional seperti sekeha santi, sekeha Gong dan lain-lain, yang aktif berperan serta dalam pelaksanaaan kegiatan upacara adat dan keagamaan.
2. Subak
Desa Munduk sebagian besar penduduknya adalah petani karena wilayahnya tergolong wilayah pertanian dan perkebunan. Subak abian dan Subak Sawah merupakan lembaga yang sangat penting bagi masyarakat untuk mengembangkan usahanya, terutama dibidang pertanian, perkebunan, dan peternakan. Di Desa Munduk ada 5 Kelompok Subak Abian dan 9 Kelompok Subak sawah ,
Subak Abian yaitu :
Subak Abian Taman Sari Subak Abian Amerta Sari Subak Abian Galih sari Subak Abian Pala Sari Subak Abian Wija Sari
Subak Sawah/ Basah yaitu : Subak Sawah Dayang Subak Sawah Lampah Subak Sawah Penyabangan Subak Sawah Limpah Subak Sawah Petaluh. Subak Sawah Suredadi
Subak Sawah Belubuh Subak Sawah Pulepane Subak Sawah Selau 3. Kelompok Menega ( Nelayan )
Disamping mempunyai potensi pariwisata Desa Munduk juga mempunyai potensi dibidang perikanan air tawar yaitu dengan adanya kelompok menega.Di desa Munduk hanya terdapat satu kelompok menega yang diberi nama “ Astiti Amerta “ yang berlokasi di Banjar Dinas Tamblingan dengan sumber mata pencaharian pokok di Danau Tamblingan.
4. Sekehe Santi
Sebagai wujud untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya , adat dan agama di Desa Munduk telah terbentuk Sekeha Santi yang diberi nama “Darma Sawitra “ dan telah dikukuhkan pada tanggal 11 April 2008.
5. Kesenian
Desa Munduk berupaya melestarikan segala seni budaya yang hidup dan berkembang di masyarakat dengan wadah atau kelompok kesenian untuk mengembangkan bakat dan minat dibidang seni yang fungsinya melestarikan budaya disamping itu pula sebagai pelengkap sarana upacara keagamaan bagi umat Hindu di bali Khususnya, adapun kesenian yang berkembang di Desa Munduk adalah :
1. Sekehe Gong Merdangga Giri Kusuma 2. Sekehe Gong wanita “ Giri Swari “
3. Sekehe Jogged Bungbung “ Swadaya Murti “ 4. Sekehe Angklung Desa Munduk
5. Sekehe Koor PKK Desa Munduk 6. Pecalang
Selain Hansip di Desa Munduk terdapat pula petugas keamanan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan tatanan adat yang disebut “ Pecalang “. Pelaksanaan tugas dari pecalang ini terkait
dengan pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan. Pecalang di Desa Munduk berjumlah 43 orang yang anggotanya semua merangkap sebagai Hansip di Desa Dinas.
6. Lembaga Perekonomian dan Keuangan 1. LPD Desa Munduk
Di wilayah Desa Munduk telah terbentuk LPD Desa Pakraman Munduk. Lembaga keuangan tersebut baru mengembangkan usahanya dibidang simpan pinjam. Peranan Lembaga Keuangan yang ada dirasakan sangat besar manfaatnya guna mendorong laju perekonomian dan pembangunan desa. Lembaga tersebut berlokasi di Banjar Dinas Taman. 2. PUAP
Keberadaan dana bantuan PUAP di Desa Munduk sangat mendukung meningkatnya perekonomian masyarakat baik yang bergerak dibidang Pertanian dan Peternakan. Dana PUAP ini dikelola oleh Gapoktan “ GUNA SARI “Desa Munduk dan kemudian di salurkan melalui 9 Poktan – Poktan yang ada di Desa Munduk.
Adapun Poktan –Poktan dimaksud yaitu: 1. Kelompok Amerta Sari 2. Kelompok Darma Yadnya 3. Kelompok Bulakan Sari 4. Kelompok Arta Kembang 5. Kelompok Uma Sari 6. Kelompok Amerta Jati 7. Kelompok Tanah Barak 8. Kelompok Jaga Pati 9. Kelompok Wija Sari
Didalam Anggaran Rumah Tangga Gabungan Kelompok Tani “ GUNA SARI “ telah di tuangkan aturan sbb :
1. Yang menjadi anggota Gapoktan Guna Sari adalah anggota kelompok tani / ternak di desa Munduk yang tergabung dalam Gapoktan Guna Sari.
2. Setiap kelompok anggota gapoktan wajib menyetor simpanan wajib sebesar Rp. 10.000,- per bulan
3. Bagi kelompok yang tidak hadir dalam rapat rutin tanpa alasan yang jelas maka akan dikenakan sanksi / denda sebesar Rp.5.000,- per kelompok
4.Bagi kelompok yang tidak hadir dalam rapat rutin gapoktan selama 3 bulan berturut - turut tanpa alasan yang tepat, maka yang bersangkutan akan dikeluarkan dari keanggotaan gapoktan serta hak-haknya atas kekayaan gapoktan tidak akan dikembalikan.
5. Bagi kelompok yang meminjam dana simpanan maka akan dikenakan - biaya administrasi 2 % dari nilai pinjaman
- bunga pinjaman sebesar 1,5 % menetap
- lama pinjaman sesuai jenis Rencana Usaha Kelompok
6. Pembayaran pokok dan bunga dilakukan pada jangka waktu yang telah ditentukan pengurus.
7.Besar kecilnya pinjaman kepada anggota / kelompok tergantung pada - jumlah dana yang tersedia dalam Gapoktan
- Kemampuan untuk mengembalikan dana pinjaman
8. Bagi kelompok yang sudah melunasi pinjaman di Gapoktan diberikan pengembalian bunga sebesar 0,5 % dari total pinjaman untuk kepentingan bersama dalam kelompok.
9. Yang menjadi jaminan atas dana yang dipinjam dari Gapoktan adalah semua kekayaan pribadi atau kekayaan kelompok tani dari peminjam yang bisa diambil dan harus diserahkan kepada Gapoktan dan dibantu oleh instansi yang berwenang.
7. BUMDES ( Badan Usaha Milik Desa ) 7.1. Pengelola Air Minum ( PAM ) Desa
PAM Desa Munduk terbentuk pada tahun 1970 dengan dana swadaya masyarakat, sampai saat ini jumlah pelanggan 450 KK yang
tersebar di Banjar Dinas Beji, Banjar Dinas Bulakan dan Banjar Dinas taman.Mengingat umur pipa sudah puluhan tahun maka tidak jarang pipa-pipa tersebut sudah ada yang keropos bahkan ada diantaranya sudah bocor,maka untuk mengantisipasinya petugas Pam Desa Munduk selalu mengadakan servis dan pergantian pipa pada setiap jaringan yang rusak ataupun bocor.
7.2 Pasar Desa
Di Desa Munduk hanya terdapat satu buah pasar desa. Pasar ini sudah ada sejak tahun 1950-an, perehaban pertama pernah dilakukan pada tahun 2000.adapun penggunaan pasar ini terdiri dari 18 kios yang dimanfaatkan oleh 10 pedagang dan 2 los yang dimanfaatkan oleh 14 pedagang.Pasar ini dibangun diatas tanah seluas 8 are dan terletak di Banjar Dinas Taman. Karena lokasi pasar desa ini sangat strategis yaitu terletak dijantung desa dan pelayanan yang memuaskan maka pemanfaat pasar ini sangat ramai.selain hal tersebut barang-barang yang dijual cukup lengkap mulai dari kebutuhan makanan pokok, kain-kain dan juga ada valen-valen. 8. Kelompok Belajar Paket ( Kejar paket )
Kebutuhan akan pendidikan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman teknologi serta memperkaya wawasan sangat mendapatkan perhatian serius dari masyarakat Desa Munduk terdapat wadah pendidikan non formal berupa kelompok Belajar Paket A dan Paket B, kelompok Belajar Paket tersebut telah melaksanakan beberapa kali ujian persamaan.
9. Kelompok Darwis Munduk
Desa Munduk merupakan salah satu kawasan wisata budaya di kecamatan banjar oleh karena adanya obyek wisata air terjun melanting dan wisata danau Tamblingan dengan cirri khas panorama serta historis dan didukung adanya salah satu hotel yang selalu menyajikan kebudayaan bali asli seperti : legong, jogged, kecak, bahkan rindik gerantangan.dengan ramainya wisatawan yang berkunjung ke Desa Munduk dapat memberikan peluang bagi masyarakat Desa Munduk sendiri untuk dapat membangun Home Stay, Rumah Makan, warung minuman dan kios yang menjual cendra mata serta dapat juga
memberi nilai tambah bagi para guide Desa Munduk yang tergabung dalam asosiasi guide Munduk.
Menyadari Desa Munduk sebagai potensi dibidang pariwisata maka sebagai langka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pariwisata serta sebagai langkah mempersiapkan sikap masyarakat khususnya terhadap dampak negatif pariwisata dan untuk mencermati peluang pariwisata maka telah dibentuik Kelompok Sadar Wisata Desa Munduk dengan Jumlah anggota 43 orang yang dikukuhkan pada tanggal 18 Maret 2008.
10.Perkumpulan Olah Raga
Kesadaran masyarakat akan kesehatan cukup tinggi terlihat dengan adanya persatuan olah raga seperti :Persatuan Bulutangkis Desa Munduk, dikukuhkan tanggal 23 Februari 2008, Persatuan pencak Silat Munduk, dikukuhkan tanggal 10 Mei 2008, dan adanya persatuan-persatuan olah raga tradisional yang sangat menjamur di Desa Munduk yaitu olah raga Gasing dan pernah mewakili Bali di tingkat nasional. Di Desa Munduk juga pernah dipusatkan sebagai tempat kompetisi gasing yang dibuka langsung oleh Bapak Bupati Buleleng yaitu pada tahun 2007.
11.Dasa Wisma
Kelompok masyarakat terkecil yang gerakanya dimotori oleh PKK adalah Kelompok Dasa Wisma.Kelompok Dasa Wisma ini merupakan kelompok strategis menjadi ujung tombak dalam memotivasi dan membina masyarakat dalam pembangunan khususnya yang terkait dalam 10 Program Pokok PKK.
Terdapat sejumlah permasalahan lokal di Desa Munduk dalam mengembangkan segenap potensi yang ada di desa tersebut, antara lain:
1. Luasnya wilayah Desa Munduk dengan tempat tinggal penduduk yang berpencar sehingga agak sulit dalam menyampaikan informasi pembangunan.
2. Perlunya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi masyarakat yang bergerak dibidang pariwisata yaitu lemahnya penguasaan bahasa asing/inggris mengingat desa munduk merupakan salah satu desa yang berpotensial dalam bidang pariwisata, hal ini terlihat masih sedikitnya guide – guide yang menguasai bahasa asing dengan sempurna.
3. Terbatasnya sumber Pendapatan Asli Desa (PAD), sehingga pembangunan di desa dari sumber PAD tidak dapat diandalkan kecuali dari bantuan pemerintah dan swadaya masyarakat.
4. Semakin banyaknya jaringan – jaringan pipa PAM yang keropos dan bocor sehingga aliran air tidak lancar ke konsumen.
5. Dibidang pendidikan masih adanya sekolah SD yang halaman sekolahnya belum di sender/ditembok penyengker sehingga dapat mengurangi kenyamanan sekolah itu sendiri.
Sebagai desa yang mulai banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, sejumlah permasalahan lokal yang ada di Desa Munduk tersebut memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap pengembangan pariwisatanya. Seperti permasalahan penguasaan bahasa asing yang beragam seiring beragamnya asal negara wisatawan yang datang ke desa Munduk, mengingat tidak semua wisatawan asing menguasai bahasa inggris dengan fasih seperti halnya penguasaan bahasa asing dari para guide sehingga diperlukan pelatihan bahasa yang semakin beragam. Perangkat desa Munduk sudah menyadari permasalahan ini dengan melakukan sejumlah antisipasi pemecahan masalah, antara lain:
1. Karena luasnya wilayah Desa Munduk maka telah dilakukan terobosan terobosan dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat yaitu dengan :
- Menambah jumlah Ketua Lingkungan dan Sinoman di masing-masing Banjar Dinas.
- Menyediakan uang pengganti minyak / bensin kepada Sinoman ataupun Ketua Lingkungan dalam setiap melaksanakan tugas.
2. Berusaha menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) agar mampu bersaing dalam sektor pariwisata yaitu dengan memberikan sarana / ruang tempat kursus bahasa asing bagi masyarakat yang berminat mendalami bahasa asing tersebut.
3. Terbatasnya Pendapatan Asli Desa (PAD) di Desa Munduk sangat berpengaruh terhadap laju pelaksanaan pembangunan, terutama
pembangunan fisiknya. Walaupun demikian perangkat desa Munduk tetap berupaya mendorong masyarakat untuk melaksanakan pembangunan fisik dan non fisik tetap dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Guna mendorong PAD, perangkat Desa Munduk telah melaksanakan penarikan retribusi untuk objek wisata dengan menempatkan petugas pungut di masing-masing lokasi objek wisata.
4. Mengupayakan / memberikan peringatan bahkan tindakan tegas bagi pelanggan Air Minum yang mandal (tidak taat membayar kewajibanya atas pemakaian air) sehingga pendapatan atas pungutan PAM dimaksud dapat digunakan untuk menservis sedikit demi sedikit jaringan air yang rusak. Perangkat Desa Munduk telah berusaha memohon bantuan khususnya kepada PNPM–PM melalui pengurus PNPM-PM di Desa untuk menyusun proposal dalam pengajuan sehingga dapat berkompetisi untuk mendapatkan bantuan dimaksud agar nantinya mampu menyerpis total jaringan pipa air dan lancar sampai ke konsumen.
5. Dalam hal pendidikan, perangkat Desa Munduk telah mengajak para kepala sekolah untuk membuat membuat usulan dalam musrenbang tingkat desa dan ditindaklanjuti dengan proposal, selai hal tersebut telah diupayakan membuat pagar darurat dari bambu dengan melibatkan para murid itu sendiri.
3.PEMBAHASAN
Perjalanan Desa Munduk Menjadi Desa Wisata
Desa Munduk terletak di ketinggian antara 625-1000 meter di atas permukaan laut. Dengan ketinggian tersebut Desa Munduk memiliki hawa yang sangat sejuk dan sangat cocok untuk daerah pertanian terutama tanaman kopi, cengkeh, vanili, sawah dan juga kegiatan pariwisata.
Berdasarkan catatan sejarah, kronologi perkembangan desa Munduk menjadi desa wisata dimulai saat penjajah Belanda di Bali pada awal tahun 1900-an memb1900-angun pes1900-anggrah1900-an atau tempat peristirahat1900-an di beberapa daerah di
Bali Utara, dimana Munduk merupakan salah satu lokasi pesanggrahan tersebut disamping Bedugul dan Kintamani.
Pada masa awal kemerdekaan, wisatawan yang ingin ke Denpasar dari Singaraja dan menginap di Desa Munduk akan diantar naik kuda ke Bedugul, selanjutnya dijemput dengan mobil oleh Bali Hotel Denpasar. Pada tahun 1967, muncul upaya membuat jalan untuk mobil ke Pancasari sehingga akses kendaraan ke Desa Munduk menjadi lebih mudah.
Sejak ibukota Bali dipindahkan ke Denpasar pada masa pemerintahan Orde Baru, ditambah pembangunan bandara udara di Ngurah Rai di selatan Bali praktis membuat kunjungan wisata di desa Munduk menurun, terutama darikunjungan turis mancanegara.
Sejak diperkenalkannya kawasan pantai Lovina menjadi obyek wisata di wilayah kabupaten Buleleng membuat desa Munduk kembali terangkat pamornya. Umumnya, wisatawan dari selatan yang ingin ke pantai Lovina cenderung melalui jalur gunung yang melintasi Desa Munduk agar lebih cepat sampai. Mengingat, desa Munduk merupakan daerah perlintasan utama, terutama bagi yang ingin berkunjung ke pantai Lovina.
Dalam dua dekade terakhir, muncul keinginan dari warga masyarakat desa Munduk yang ingin menjadikan desa tersebut lebih dari sekedar jalur perlintasan, yaitu menjadi desa wisata. Keinginan tersebut muncul setelah menelusuri kembali asal-usul dan riwayat sejarah desa Munduk dari para tetua adat dan tokoh masyarakat serta melihat tren baru pariwisataminat khusus berbasis alam atau budaya yang mulai berkembang pada awal tahun 2000-an dimana desa Munduk memiliki segenap potensi yang memenuhi tren tersebut.
Langkah awal menjadikan desa Munduk sebagai desa wisata dimulai ketika salah seorang warga desa Munduk yang memiliki pengalaman yang baik dibidang pariwisata berinisiatif membangun hotel percontohan (pilot project) yang diberi nama Puri Lumbung. Hotel percontohan ini merupakan kerjasama produktif antara Yayasan Werdhi Wisata – BPLP Nusa Dua dengan pemilik lahan di Munduk.Upaya membangun hotel percontohan tersebut dilanjutkan dengan
memanfaatkan rumah-rumah tua penduduk sebagai homestay seperti Meme Surung, Guru Ratna dan Mekel Ragi.
Inisiatif membangun tempat penginapan bertema home stay ini dalam perkembangannya berhasil mendatangkan turis mancanegara yang ingin merasakan suasana Bali yang masih asri. Dengan dukungan pemerintah kabupaten Buleleng, maka desa Munduk kemudian dicanangkan sebagai desa wisata.
Obyek Wisata Desa Munduk
Desa Munduk memiliki sejumlah obyek wisata yang memiliki daya tarik khusus karena selain masih alami, sejumlah obyek wisata yang ada mengandung nilai sejarah, budaya dan spiritual tersendiri yang tidak dimiliki oleh kabupaten lain di Bali.
Obyek-obyek wisata yang ada di Desa Munduk yaitu:
1. Air Terjun Melanting, yang memiliki tiga jalur pendakian untuk mencapainya. 2. Danau Tamblingan, yang memiliki fenomena alam yang unik berupa aktifitas
pasang-surut yang melawan gerak gravitasi bumi dan belum mendapatkan jawaban ilmiah yang kuat sehingga dipercaya memiliki aura spiritual yang tinggi.
Salah satu jawaban fenomena alam diatas diperoleh berdasarkan informasi dari Babad Hindu Goblek. Diceritakan bahwa Ida Bhatara Siwa memiliki 3 putra yang turun ke bumi, yakni: Ida Bhatara Dalem Solo, Ida Bhatara Dalem Klungkung dan Ida Bhatara Dalem Tamblingan. Dalam babad tersebut dikemukakan bahwa Ida Bhatara Dalem Tamblingan belum mempunyai istri dan keturunan, kemudian Bhatara Dalem Solo memberikan seorang anaknya untuk diangkat menjadi putri angkat oleh Ida Bhatara Dalem Tamblingan. Namun, setelah dewasa, putri angkat dari Ida Bhatara Dalem Solo tersebut diam-diam dinikahi oleh Ida Bhatara Dalam Tamblingan yang kemudian memberikan dua orang putra dan satu orang putri.
Setelah sekian tahun lamanya, Ida Bhatara Dalem Solo mendengar bahwa putrinya dinikahi oleh adiknya sendiri lantas memanggil Ida Bhatara Dalem Tamblingan untuk datang ke Solo mengklarifikasi hal tersebut. Ida Bhatara
Dalem Tamblingan kemudian membenarkan hal tersebut yang membuat Ida Bhatara Dalem Solo marah kepada adiknya. Kemarahannya tersebut ditunjukkan dengan menurunkan gelar adiknya dari Satria Dalem Tamblingan menjadi Arya Dalem Tamblingan, setelah itu Ida Bhatara Dalem Tamblingan diperintahkan untuk menggali sebuah sumur dimana ia kemudian ditimbun dalam sumur tersebut dengan batu atas perintah Ida Bhatara Dalem Solo, namun semua batu tersebut kembali naik ke atas.
Di dalam sumur yang digalinya, Ida Bhatara Dalem Tamblingan menemukan sebuah goa kecil didalamnya terdapat akar Pohon Timbul (pohon besar dengan akar yang besar) yang sudah dimakan rayap (tetani). Ida Dalem Tamblingan memegang akar pohon tersebut dan menyusuri goa tersebut hingga akhirnya sampailah ia di atas permukaan goa yang disebut Goa Naga Loka yang terletak di bukit Gunung Raung di atas Danau Tamblingan. Oleh karena berhutang budi kepada akar Pohon Timbul dan rayap yang menjadi penunjuknya, maka Ida Bhatara Dalem Tamblingan bersumpah bahwa keturunannya tidak akan makan buah Timbul dan menebangnya serta tidak membunuh serta mengutuk rayap (tetani).
Dari kisah Babad Hindu Goblek diatas, penjelasan ilmiah yang dapat menjelaskan fenomena unik pasang surut Danau Tamblingan adalah terdapat goa di tepi danau Tamblingan yang berada di kaki bukit Gunung Raung yang terhubung hingga ke Solo di Jawa Tengah melalui akar-akar pohon raksasa yang terdapat di sekitar Danau Tamblingan. Bila pendapat ini benar, maka