• Tidak ada hasil yang ditemukan

Organisasi Pengembangan dan kerjasama ekonomi

3. ETIKA

3.4. Organisasi Pengembangan dan kerjasama ekonomi

Organisasi untuk pengembangan dan kerjasama ekonomi telah membuat sebuah guideline yang dapat disimpulkan sebagai berikut:

- prinsip pembatasan koleksi - prinsip kualitas data

o data personal harus relevan untuk tujuan dimana mereka digunakan, dan untuk kepentingan yang luas bagi tujuan tertentu, harus akurat, lengkap dan terjaga tepat waktu.

- prinsip purpose specfication

o tujuan data personal dikumpulkan harus dispesifikasikan tidak lebih lambat dibandingkan pada saat pengumpulan data dan penggunaan berikutnya terbatas pada pemenuhan untuk tujuan tersebut atau yang lainnya yang tidak kompatibel dengan tujuan itu dan sebagaimana di tentukan pada masing-masing peristiwa perubahan tujuan.

- prinsip pembatasan penggunaan

o data personal harus tidak diperlihatkan, dibuat atau sebaliknya digunakan untuk tujuan lain selain yang dispesifikasikan.

- prinsip penjagaan keamanan

o data personal harus dilindungi dengan penjagaan keamanan yang layak menghadapi resiko seperti kerugian atau akses yang tidak terotorisasi, perusakan, penggunaan, modifikasi atau penyingkapan data.

- Prinsip keterbukaan

o harus ada kebijakan umum mengenai ketebukaan pengembangan, pengalaman dan kebijakan yang berkaitan dengan data personal.

- Prinsip partisipasi individual

Untuk menghasilkan pengontrol data, atau sebaliknya, konfirmasi mengenai apakah ya atau tidak pengontrol data memiliki data yang berkaitan dengannya.

- prinsip akuntabilitas

o Pengontrol data harus dapat menghitung dengan ukuran yang memberikan efek terhadap prinsip yang disebutkan diatas.

- isu transborder

o Negara anggota tidak melarang arus transborder data personal antara dirinya sendiri dan negara anggota lainnya kecuali ketika yang terakhir tidak secara substansial menjalankan garis pedoman ini atau dimana ekspor-kembali data mengelakkan perundang-undangan privasi domestik.

Ilustrasi pada Usaha Kecil Menengah (UKM)

Definisi UKM menurut Microsoft adalah perusahaan-perusahaan yang mempunyai PC di bawah 250 buah. (Ari Kunwidodo, Vice President Director PT Microsoft Indonesia)

Dunia usaha dalam hal ini Usaha Kecil Menengah (UKM), merupakan pendorong terbesar bagi perkembangan infrastruktur di Indonesia. Baik untuk menggalang investasi untuk membangun infrastruktur maupun untuk mengembangkan berbagai inovasi yang diperlukan bagi peningkatan kinerja dan layanan. Secara makro juga akan membuka peluang sebagai kontribusi untuk meningkatkan perekonomian Indonesia dalam hal ini memulihkan krisis ekonomi di Indonesia.

UKM adalah bentuk unit usaha yang banyak berkembang di Indonesia yang banyak menghadapi tantangan globalisasi serta perubahan karena perkembangan dan kemajuan teknologi. Dengan diterapkannya hukum dan etika komputer pada wilayah Usaha kecil dan Menengah (UKM), ada beberapa dampak yang akan terjadi berupa dampak positif dan dampak negatif.

Enterpreneur dengan investasi yang tidak terlalu besar seperti UKM dapat mengandalkan telekomunikasi untuk memulai usahanya dengan mengakses internet

memanfaatkan internet sebagai broker. Dalam dunia perdagangan keberadaan broker, perantara, makelar dan semacamnya sudah lazim dalam upaya memperlancar arus pertukaran barang dan jasa. Melalui jasa brokerlah pihak penjual dan pembeli dapat dijembatani sehingga seseorang dapat lebih mudah menjual maupun membeli barang atau jasa dibanding harus mencari sendiri dimana penjual dan pembeli berada.Dengan keberadaan internet,dapat menggantikan fungsi broker yang memiliki kelebihan yaitu tidak dipisahkan oleh dimensi ruang dan waktu.

Tahap selanjutnya membuka account dengan penerbitan kartu kredit yang dapat melakukan otorisasi on-line. Teknologi internet memungkinkan pengusaha UKM membentuk hubungan langsung yang spesifik dengan pelanggannya, sehingga profil pelanggan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk memelihara hubungan dengan pelangan tersebut.Untuk mengoptimalkan pemanfaatan internet, pengusaha UKM dapat melakukan 2 pendekatan yaitu

1. Push approach, Yaitu mengiklankan produk UKM di berbagai web favorit dan

membentuk komunitas pengguna produknya.

2. Pull approach, Yaitu memanfaatkan data historis transaksi, masukan-masukan

dari konsumen untuk mengembangkan produk dan penyediaan stok produk UKM yang efisien.

Dampak positif yang terjadi dikarenakan adanya perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual dan informasi, sedangkan dampak negatif lebih diakibatkan karena sumber daya manusia yang kurang memadai, permasalahan keuangan yang tidak mencukupi dan penerapan hal tersebut di Indonesia.

Permasalahan yang selalu dihadapi oleh usaha kecil adalah kurangnya tenaga ahli dan profesionalisme yang mampu menangani dan berinteraksi dengan perkembangan Teknologi Informasi yang cenderung berubah. Sehingga kelompok Usaha Kecil dan Menengah kurang begitu perhatian terhadap legalitas hukum yang pada dasarnya dapat membantu badan usaha tersebut untuk berkembang pesat.

Selain masalah Sumber Daya manusia yang kurang memadai, usaha kecil dan menengah juga terutama menghadapi permasalahan finansial, dimana dana usaha untuk perjalanan bisnis adalah masalah yang paling sering kita jumpai terjadi pada unit usaha kecil dan menengah.

Peranan Hukum

Penegakan Cyber Law yang tegas oleh aparat hukum merupakan langkah yang baik untuk menciptakan situasi yang kondusif bagi transaksi di internet. Kebijaksanan yang diambil oleh penegak hukum harus memperhatikan norma-norma internasional yang berlaku dan menjamin kerjasama internasional dan interoperabilitas sistem untuk menjamin kesinambungan transaksi di internet.

Hukum dan etika mempunyai hubungan yang saling mendukung, namun di Indonesia penerapan hukum yang berkaitan dengan hak cipta produk komputer atau yang berkaitan dengan komputer menemui kendala, dikarenakan UKM di Indonesia sudah terbiasa menggunakan perangkat lunak maupun perangkat keras yang melanggar undang-undang hak cipta yang diatur dunia internasional. Permasalahan ini terjadi akibat perangkat-perangkat tersebut dapat diperoleh dengan harga yang jauh lebih murah dan mendukung perkembangan UKM yang hanya memiliki kemampuan finansial yang memang pada dasarnya terbatas.

Selain itu penerapan hukum yang dilakukan di Indonesia mengenai komputer dan yang berkaitan dengan komputer tidak disosialisasikan dari jauh hari, ditambah lagi mahalnya produk orisinil. Masalah yang lebih pelik dalam hal ini adalah belum diterapkannnya etika komputer sebelum hukum diberlakukan, sehingga terjadi tumpang tindih dan terkesan merugikan UKM.

Agar penerapan hukum di wilayah UKM efektif dan tidak banyak pelanggaran yang terjadi, maka lebih tepat untuk dilakukan tindakan preventif melalui pembumian etika komputer dan yang berkaitan dengan komputer terlebih dahulu kepada masyarakat umum, tidak hanya kalangan akademisi melainkan pelaku bisnis dan UKM. Dengan pengenalan etika komputer atau yang berkaitan dengan komputer pelanggaran terhadap hukum dapat dicegah.

Hukum juga harus mempunyai penempatan yang adil terhadap jenis pelaku kejahatan berdasarkan jenis dan pelaku kejahatan maupun UKM yang melakukan pelanggaran. Sanksi hukum yang diberikan harus jelas dan tegas, serta garis pembatasan bahwa suatu tindakan dapat dikatakan melanggar ketentuan hukum atau tidak. Adanya kepastian hukum mengenai tindakan pelanggaran harus juga disosialisasikan kepada UKM, sehingga UKM tidak merasa dirugikan dan bahkan diuntungkan dengan adanya

hukum atau sanksi terhadap kejahatan komputer maupun yang berkaitan dengan komputer.

Peranan Etika

Pengenalan etika komputer dan yang berkaitan dengan komputer merupakan sebuah tindakan preventif terhadap kemungkinan terjadinya kejahatan. Sebelum UKM berkembang menjadi lebih besar dan maju , etika komputer yang ditanamkan kepada karyawan maupun staf perusahaan tersebut akan menguntungkan bagi kepentingan bisnis UKM tersebut di masa depan, sehingga kejahatan-kejahatan komputer maupun yang berkaitan dengan komputer yang berasal dari pihak internal menjadi lebih minim.

Etika mengikat penganut atau yang mempercayai dan menjiwainya untuk tidak melakukan pelanggaran atau perbuatan yang bertentangan dengan etika yang dianut tersebut. Agama sebagai sebuah instrumen yang mengembangkan prinsip etika cukup berperan penting memberikan kontribusi terhadap perkembangan etika komputer dimulai dari wilayah UKM di Indonesia, karena memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan bentuk dan jenis Usaha lainnya.

Penerapan Etika komputer maupun yang berkaitan dengan komputer tidak dapat diterapkan dengan pemaksaan, melainkan dengan melakukan pembumian dan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Sanksi hukum terhadap pelanggaran etika merupakan bentuk pemahaman akan pentingnya etika komputer dalam aktivitas atau kegiatan yang berkaitan dengan komputer dan teknologi informasi maupun komunikasi.

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Ronald L. Krutz dan Russel D. Vines,”The CISSP prep Guide:Mastering the ten

domains of Computer Security”, John Wiley and Sons, 2001.

“CISA Review Manual 2004”, Information Systems Audit and Control Association, Rolling Meadows, IL, 2004.

Internet

Rasch, Mark D, Criminal Law and The Internet.,http://cla.org/RuhBook/chp11.htm - diakses pada tanggal 11 November 2005.

G SMITH, RUSSELL, Trends & issues in crime and criminal justice. http://www.crime-research.org /articles /trends-and-issues-in-criminal-justice/ - diakses pada tanggal 11 November 2005.

G SMITH, RUSSELL, Trends & issues in crime and criminal justice (Part II).

http://www.crime-research.org/articles/trends-and-issues-in-criminal-justice-2/-diakses pada tanggal 11 November 2005.

International review of criminal policy - United Nations Manual on the prevention and control of computer-related crime http://www.uncjin.org/Documents/ Eighth

Congress.html -diakses pada tanggal 11 November 2005.

Sproles, Jimmy dan Byars, Will., Cyber terorism Trends & issues in crime and criminal

justice, http://cybercrime.gov/ ccpolicy.html -diakses pada tanggal 11 November 2005.

Kunwidodo, Ari, Vice President Director PT Microsoft Indonesia. Kolaborasi Menggarap Pasar Kosong – e-bizz Asia. http://www.ebizzasia.com/0111-2003/focus,0111,11.htm -diakses tanggal 16 Desember 2005

Dokumen terkait