• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian tentang kurikulum telah banyak dilakukan oleh peneliti sebelumnya, oleh karena itu demi menghindari adanya pengulangan kajian dan juga untuk mencari posisi dari penelitian ini, berikut ini akan dipaparkan persamaan, perbedaan dan orisinalitas penelitian dengan penelitian terdahulu sebagai berikut:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Pirdaus, dengan judul Pengembangan

Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Religious Culture di SMA

Negeri 15 Takengon Binaan Nenggeri Antara Aceh .

Merupakan Tesis pada Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Sekolah Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, tahun 2014. Adapun fokus dari penelitian ini adalah:

a. Bagaimana proses perencanaan Kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis religious culture di SMA Negeri 15 Takengon?

b. Bagaimana pelaksanaan pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis religious culture di SMA Negeri 15 Takengon?

c. Bagaimana sistem evaluasi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis religious culture di SMA Negeri 15 Takengon?

Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan pengembangan pendidikan berbasis religious culture di SMA Negeri 15 Takengon binaan Nenggeri Antara dapat dibagi

menjadi beberapa bagian yaitu dasar pemikiran pengembangan kurikulum, landasan terhadap kurikulum, mekanisme pengembangan kurikulum dan tujuan kurikulum.

b. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan atau percepatan, kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah, kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.

c. Kegiatan evaluasi tentang pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam dapat berupa peningkatan kualitas pendidik untuk menguasai materi pelajaran, dan evaluasi ini juga berdampak pada kualitas pengetahuan pengamalan terhadap tingkah laku yang dimiliki siswa baik yang diterapkan pada SMA Negeri 15 Takengon Binaan Nenggeri Antara maupun pada kehidupan siswa sehari-hari.10 2. Penelitian yang dilakukan oleh Ratnatus Sa idah, dengan judul

Pengembangan Kurikulum Berbasis Karakter Pada Mata Pelajaran

Pendidikan Agama Islam (Studi Multi Kasus di SMP Islam Al-Azhar

Kelapa Gading Surabaya dan SMP Ta miriyah Surabaya) .

10Pirdaus, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Religious Culture di SMA Negeri 15 Takengon Binaan Nenggeri Antara Aceh (Malang: Tesis Sekolah Pascasarjana UIN Maliki, 2014), hlm. 157-158

Merupakan Tesis pada Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Sekolah Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, tahun 2013. Fokus dari penelitian ini adalah:

a. Bagaimana implementasi pengembangan kurikulum berbasis karakter pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya dan SMP Ta miriyah Surabaya? b. Bagaimana model pengembangan kurikulum berbasis karakter pada

mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya dan SMP Ta miriyah Surabaya?

Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Pengembangan kurikulum berbasis karakter pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya dan SMP Ta miriyah Surabaya dilakukan melalui 3 tahapan diantaranya adalah tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi.

b. Dalam perencanaan pengembangan kurikulum di kedua sekolah tersebut dilakukan dengan menentukan latar belakang pengembangan kurikulum, landasan pengembangan kurikulum, prinsip pengembangan kurikulum, sumber ide pengembangan kurikulum, tujuan pengembangan kurikulum, menetapkan nilai-nilai karakter yang dikembangkan serta mengkonsepkan wilayah pengembangan kurikulum.

c. Dalam pelaksanaan pengembangan kurikulum di kedua sekolah tersebut dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler dan kegiatan pengembangan diri dengan memaksimalkan pengembangan kompetensi peserta didik serta memaksimalkan pembentukan karakter peserta didik.

d. Dalam evaluasi pengembangan kurikulum di kedua sekolah tersebut dilakukan pada pelaksanaan pengembangan kurikulum yakni pada kegiatan intrakurikuler, kegiatan pengembangan diri, evaluasi hasil belajar siswa, evaluasi metode, media dan sumber belajar yang digunakan. Evaluasi dilakukan dengan melibatkan seluruh dewan guru dan komite sekolah.

e. Model pengembangan kurikulum berbasis karakter pada mata pelajaran PAI di SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya dan SMP Ta miriyah Surabaya dilakukan melalui 4 tahapan diantaranya adalah Pertama, membentuk tim pengembang kurikulum. Kedua, merumuskan prosedur pengembangan kurikulum. Ketiga,

melaksanakan pengembangan kurikulum. Keempat, mengevaluasi pengembangan kurikulum.

f. Nilai karakter yang ditentukan dalam pengembangan kurikulum berbasis karakter pada mata pelajaran PAI di SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya diantaranya adalah nilai karakter Robaniyyah, Insaniyyah, Imiyah dan Alamiyah. Sedangkan nilai karakter yang ditentukan di SMP Ta miriyah Surabaya diantaranya

adalah karakter santun, disiplin, optimis, jujur, peduli terhadap sesama, dan lingkungan serta bersikap sabar, tawakkal, ikhlas, dan istiqomah.11

3. Penelitian yang dilakukan oleh Zainal Muttaqiin, dengan judul

Implementasi Kurikulum Pendidikan Al Ghazali di Pondok Pesantren

(Studi Kasus di Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan) .

Merupakan Tesis pada Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Sekolah Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, tahun 2012. Adapun fokus dari penelitian ini adalah:

Bagaimana implementasi kurikulum pendidikan al Ghazali di Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan?

Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Konsep kurikulum pendidikan al Ghazali termanisfestasi dalam ranah kurikulum di Pondok Pesantren Ngalah. Dari aspek dasar kurikulum (filosofis, sosiologis, dan psikologis) di Pesantren Ngalah sama halnya al Ghazali yaitu berdasar syariat agama Islam dengan memegang teguh tradisi Ahlusunnah Waljamaah.

b. Komponen kurikulum pendidikan yang meliputi tujuan, isi/materi pelajaran, metode dan evaluasi di Pondok Pesantren Ngalah sejalan dengan pemikiran al Ghazali yang tertuang dalam karya-karyanya.12

11 Ratnatus Sa idah, Pengembangan Kurikulum Berbasis Karakter Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Multi Kasus di SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya dan SMP Ta miriyah Surabaya) (Malang: Tesis Sekolah Pascasarjana UIN Maliki, 2013), hlm. 260-262

Tabel 1.1

Orisinalitas Penelitian

12 Zainal Muttaqiin, Implementasi Kurikulum Pendidikan Al Ghazali di Pondok Pesantren (Studi Kasus di Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan) (Malang: Tesis Sekolah Pascasarjana UIN Maliki, 2012), hlm. 116

No Nama Peneliti, Judul dan

Tahun Penelitian Persamaan Perbedaan

Temuan Penelitian 1. 2. Pirdaus, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Religious Culture di SMA Negeri 15 Takengon Binaan Nenggeri Antara Aceh.

(2014)

Ratnatus Sa idah,

Pengembangan Kurikulum Berbasis Karakter Pada

Mata Pelajaran

Pendidikan Agama Islam

(Studi Multi Kasus di

SMP Islam Al-Azhar

Kelapa gading Surabaya

dan SMP Ta miriyah Surabaya). (2013) Sama-sama mengkaji tentang kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) . Sama-sama mengkaji tentang kurikulum. Dan sama-sama melakukan penelitian di SMP. Kajian difokuskan pada pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis religious culture dan penelitiannya dilakukan di SMA. Kajian difokuskan pada pengembangan kurikulum berbasis karakter pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Dalam penelitian ini penulis menekankan pada kajian bagaimana perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran serta dampak dari pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam membentuk karakter peserta didik di SMPN 1 dan SMPN 3