BAB I PENDAHULUAN
E. Orisinalitas Penelitian
Penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini adalah Penelitian pertama dilakukan oleh Aidhatul Hasanah mahasiswa Jurusan P.IPS FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang skiripsi tahun penelitian 2012 dengan judul “Perilaku Masyarakat Nelayan dalam Memenuhi Kebutuhan Dasar (Studi Kasus Pada Masyarakat Nelayan di Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep)”. Hasil daripenelitian ini dapat disimpulkan bahwa kebutuhan dasar nelayan di Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep kebutuhan dasar masyarakat nelayan di Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep terdiri dari kebutuhan fisiologi (makan, tempat tinggal, dan barang mewah), dan kebutuhan psikologi (pendidikan/ akulturasi diri, kebutuhan untuk dihargai, kesehatan, dan kebutuhan sosial, cinta dan memiliki) yang dipenuhi secara bersamaan. Sedangkan perilaku masyarakat nelayan di Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep bahwasanya selain bekerja nelayan, mereka juga mencari pekerjaan sampingan yaitu bertani dan beternak, dan istri mereka juga membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menjual hasil tangkapan suaminya danmenjadi tukang urut. Dan
jika mempunyai pendapatan lebih maka mereka menabungnnya serta mereka mengikuti simpanan/ arisan yang diadakan oleh para istri nelayan, dan jika dalam keadaan krisis atau kepepet tidak punya uang maka mereka menempuh jalan mencari pinjaman atau utangan ke berbagai pihak seperti: toko, juragan, dan tetangga.
Penelitian kedua dilakukan oleh Mahillah mahasiswa Jurusan P.IPS FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2012 dengan judul skripsi “Peran Ibu Rumah Tangga Pesisir dalam Membantu Ekonomi Keluarga (Studi Kasus Ibu Pedagang Ikan di Pasar Negara Bali)”. Hasil penelitian Hasil dari penelitian yang dilakukan penulis dapat disampaikan bahwasanya kontribusi Ibu rumah Tangga Pesisir berdagang untuk membantu suami memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka. Ibi-ibu rumah tangga mereka ini besra sekali kontribusinya dalam kehidupan ekonomi keluarga. Dan faktor yang memotivasi ibu rumah tangga bekerja pada umumnya untuk membantu suami dalam dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Terlebih lagi dengan adanya dorongan suami dan anak membuat semangat ibu rumah tangga bekerja semakin kuat. Mereka berharap dengan berdagang ikan dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari dan yang lebih penting adalah dari hasil kerja keras mereka dapat memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka sehingga cita-cita mereka dapat tercapai yaitu menjadikan anak-anak mereka sukses.
Penelitian ketiga dilakukan oleh Nur Alfiyah mahasiswa Jurusan P.IPS FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan judul skripsi “Pendidikan
Anak dalam Perspektif nelayan di Pasuruan tahun 2010”. Dengan hasil penelitian Dari hasil pembahasan dan penelitan dapat disimpulkan sebagai berikut: bagaimana perspektif nelayan terhadap pendidikan anak di Desa Mlaten Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan adalah pendidikan anak itu sangat penting/ perlu sekali. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perspektif nelayan terhadap pendidikan anak di Desa Mlaten Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruanadalah pertama, faktor interm, a. perekonomian keluarga, penghasilan yang tidak menentu, mengakibatkan tidak mampu dalam menyekolahkan anak, b. rendahnya pendidikan orang tua, dengan pendidikan orang tua yang cukup/ memadai akan membantu motivasi anak. Kedua faktor ekstern, a. biaya sekolah yang mahal, sekolah memerlukan biaya yang banyak dan mahal, b. lingkungan, banyak diantara anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah terutama anak laki-lakinya entak karena orang tua yang tidak mau membiayai/ anak sendiri yang malas karena sudah terbiasa memegang uang dan berfoya-foya dari hasil bekerja sebagai nelayan, sehingga mereka lupa dengan tujuan utamanya yaitu menuntut ilmu/sekolah.
Dari penelitian terdahulu yang telah dipaparkan diatas dapat disimpulkan terdapat persamaan dan perbedaan yaitu sama-sama. Persamaan yang dapat disimpulkan yaitu sama-sama meneliti dalam masyarakat nelayan di daerah pesisir, serta menggunakan metode yang sama yaitu Kualitatif. Sedangkan perbedaanya dari penelitian pertama yaitu fokus penelitian pada perilakunya terhadap kebutuhan dasar, sementara yang akan saya teliti tentang persepsi masyarakat nelayan terhadap pendidikan tinggi. Sedangakan pada penelitian
kedua yaitu fokus yang dia gunakan pada peran ibu rumah tangga dalam membantu ekonomi keluarga sedangkan penelitian yang akan saya teliti tentang persepsi masyarakat nelayan terhadap pendidikan tinggi. Dan yang penelitian ketiga yaitu Pendidikan dalam penelitian ini secara luas bukan fokus kepada pendidikan tinggi.
TABEL 1.
ORISINALITAS PENETITIAN TERDAHULU No Nama peneliti, judul, bentuk (skripsi/ tesis/ jurnal dll), penerbit dan tahun penelitian
persamaan perbedaan Orisinalitas penelitian
1. Aidhatul Hasanah/ Perilaku Masyarakat Nelayan dalam Memenuhi Kebutuhan Dasar (Studi Kasus Pada Masyarakat Nelayan di Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep)/ (skripsi)/ 2012/ Jurusan P.IPS FITK UIN Malang Objek Kajian pada masyarakat Nelayan Fokus Penelitian Pada perilakunya terhadap kebutuhan dasar
Dari hasil pembahasan yang dilakukan penulis dapat disampaikan bahwasanya kebutuhan dasar nelayan di Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep kebutuhan dasar masyarakat nelayan di Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep terdiri dari kebutuhan fisiologi (makan, tempat tinggal, dan barang mewah), dan kebutuhan psikologi (pendidikan/ akulturasi diri, kebutuhan untuk dihargai, kesehatan, dan kebutuhan sosial, cinta dan memiliki) yang dipenuhi secara
perilaku masyarakat nelayan di Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep bahwasanya selain bekerja nelayan, mereka juga mencari pekerjaan sampingan yaitu bertani dan beternak, dan istri mereka juga membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menjual hasil tangkapan suaminya danmenjadi tukang urut. Dan jika
mempunyai pendapatan lebih maka mereka menabungnnya serta mereka mengikuti simpanan/ arisan yang diadakan oleh para istri nelayan, dan jika dalam keadaan krisis atau kepepet tidak punya uang maka mereka menempuh jalan mencari pinjaman atau utangan ke berbagai pihak seperti: toko, juragan, dan tetangga. 2. Mahillah/ Peran Ibu Rumah Tangga Pesisir dalam Membantu Ekonomi Keluarga (Studi Kasus Ibu Pedagang Ikan di Pasar Negara Bali)/ 2012/ Jurusan P.IPS FITK Lokasi Objek Penelitian di Daerah Pesisir Fokus pada peran ibu rumah tangga dalam membantu ekonomi keluarga
Hasil dari penelitian yang dilakukan penulis dapat disampaikan bahwasanya kontribusi Ibu rumah Tangga Pesisir berdagang untuk membantu suami memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka. Ibi-ibu rumah tangga mereka ini besra sekali kontribusinya dalam kehidupan
UIN Malang ekonomi keluarga. Dan faktor yang memotivasi ibu rumah tangga bekerja pada umumnya untuk membantu suami dalam dalam
meningkatkan ekonomi keluarga. Terlebih lagi dengan adanya
dorongan suami dan anak membuat semangat ibu rumah tangga bekerja semakin kuat. Mereka berharap dengan berdagang ikan dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari dan yang lebih penting adalah dari hasil kerja keras mereka dapat memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka sehingga cita-cita mereka dapat tercapai yaitu menjadikan anak-anak mereka sukses 3. Nur Alfiyah/ Pendidikan Anak dalam Perspektif Nelayan di Pasuruan/ 2010/ Jurusan P.IPS FITK UIN Malang Mengkaji pendidikan dalam masyarakat nelayan Pendidikan dalam penelitian ini secara luas bukan fokus kepada pendidikan tinggi
Dari hasil pembahasan dan penelitandapat disimpulkan sebagai berikut: bagaimana perspektif nelayan terhadap pendidikan anak di Desa Mlaten Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan adalah pendidikan anak itu sangat penting/ perlu sekali. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perspektif nelayan terhadap pendidikan anank di Desa Mlaten Kecamatan Nguling Kabupaten
Pasuruanadalah
pertama, faktor interm, a. perekonomian keluarga, penghasilan yang tidak menentu, mengakibatkan tidak mampu dalam
menyekolahkan anak, b. rendahnya pendidikan orang tua, dengan pendidikan orang tua yang cukup/ memadai akan membantu motivasi anak. Kedua faktor ekstern, a. biaya sekolah yang mahal, sekolah memerlukan biaya yang banyak dan mahal, b. lingkungan, banyak diantara anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah terutama anak laki-lakinya entak karena orang tua yang tidak mau membiayai/ anak sendiri yang malas karena sudah terbiasa memegang uang dan berfya-foya dari hasil bekerja sebagai nelayan, sehingga mereka lupa dengan tujuan utamanya yaitu menuntut ilmu/ sekolah