Osilator adalah rangkaian yang menghasilkan bentuk gelombang periodik yang spesifik, misalnya gelombang kotak, segitiga, gigi gergaji, atau sinusoida.
membangkitkan gelombang segitiga, gigi gergaji dan bentuk gelombang nonsinusoida lain. Sinusoidal Oscillator terdiri dari penguat dan komponen luar yang digunakan untuk
membangkitkan osilasi (bentuk gelombang sinusoida). Berdasarkan pembangkitannya, osilator dibedakan menjadi dua:
Self sustaining/free running oscillator Nonself sustaining/triggered oscillator
Untuk "free running oscillator" terdapat empat kebutuhan agar osilator umpan balik bekerja: Amplification (penguatan)
Umpan balik positif Pembentuk frekuensi Power supply
Seluruh osilator umpan balik memerlukan beberapa devais atau mekanisme yang
menyediakan penguatan (gain) yang dikombinasikan dengan sebuah susunan umpan balik. Gambar 1. menunjukkan diagram rangkaian osilator secara umum.
Gambar 1. Diagram osilator umpan balik secara umum
Sebuah penguat (amplifier) yang mempunyai penguatan tegangan yang output dan inputnya dihubungkan melalui rangkaian umpan balik. Ini mengembalikan sebuah fraksi,
dari tegangan output ke input penguat. Catatlah bahwa gain dari penguat dan faktor umpan balik tergantung frekuensi. Secara umum, baik penguat maupun rangkaian umpan balik akan mengubah besar dan fasa dari sinyal.
Misal sebuah sinyal fluktuasi:
maka output dari penguat
yang kembali ke input penguat. Ini akan menjadi input baru dimana input baru ini akan dikuatkan dan akan menghasilkan echo baru pada input dan seterusnya. Setelah beberapa kali mengelilingi loop, amplitudo dari echo terbaru akan menjadi:
Dengan melihat persamaan diatas, maka jika:
Echo akan berangsur-angsur menghilang. Namun jika kita mengatur :
Ukuran echo cenderung bertambah dengan waktu, atau paling tidak akan tetap konstan jika kita mengatur
sebagai hasilnya kita menemukan bahwa sebuah sinyal inisial menghasilakan sebuah sinyal yang berulang terus-menerus yang amplitudonya tidak hilang:
memberikan bahwa:
dua persamaan terakhir disebut juga "Kriteria Barkhausen" . Beberapa sistem yang memenuhi kriteria ini dapat berosilasi pada frekuensi dimana kedua persamaan diatas dapat terpenuhi. - Oscillator Pergeseran Fasa
Gambar 2. Osilator Pergeseran Fasa
Pada osilator ini, penguat mempunyai pergeseran fasa 180o. Output penguat diberikan kembali ke jaringan feedback (jaringan mendahului kaskade). Jaringan mendahului mempunyai pergeseran 0o-90o, sehingga total pergeseran dari tiga jaringan adalah 180o. - Osilator Jembatan Wien
secara luas dalam rangkaian untuk aplikasi audio. Osilator ini menggunakan jaringan lead-lag sebagai rangkaian umpan baliknya.
2.2 Percobaan Osilator
Percobaan bab II terdiri dari dua percobaan yaitu osilator pergeseran fasa dan osilator jembatan Wien. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menggambarkan tegangan output osilator pada oscilloscope dan mengukur frekuensi osilasi sebagai fungsi dengan harga kapasitor.
2.2.1 Percobaan osilator Pergeseran Fasa
Rangkaian disusun seperti Gambar 3. dengan memasang nilai C = 10 nF.
Gambar 3. Rangkaian osilator Pergeseran Fasa
Sambungkan channel 1 untuk penguatan input dan channel 2 untuk penguatan output pada oscilloscope.
Atur harga variabel resistor 1 M? sehingga sinyal output yang ditampilkan tidak mengalami distorsi seperti ditunjukkan dalam Gambar 4.
Gambar 4. Output rangkaian osilator Pergeseran Fasa Kita dapat mengukur periode osilasi sebagai fungsi harga kapasitansi. 2.2.2 Percobaan osilator Jembatan Wien
Rangkaian disusun seperti ditunjukkan dalam Gambar 5 dengan memasang nilai R = 3.3 k? dan C = 10 nF.
Gambar 5. Rangkaian osilator jembatan Wien
Sambungkan channel 1 untuk input dan channel 2 untuk penguatan output pada oscilloscope.
Atur harga potensiometer sehingga tidak terjadi distorsi dalam tampilan oscilloscope seperti ditunjukkan dalam Gambar 6.
Kita dapat mengukur periode osilasi dengan menggunakan oscilloscope. Dasar teori Sumber:
http://www.st-andrews.ac.uk/~www_pa/Scots_Guide/RadCom/part4/page1.html Modul Praktikum Elektronika Analog T. Elektro Unibraw
Dari berbagai sumber
Filter Aktif
3.1 Dasar Teori
Dikatakan filter aktif karena selain menggunakan beberapa resistor dan kapasitor juga menggunakan beberapa komponen aktif seperti OpAmp, dengan penguatan yang bisa diatur sesuai dengan yang kita inginkan. Besarnya nilai tanggapan biasa dinyatakan dalam volt ataupun dalan dB dengan bentuk respon yang berbeda pada setiap jenis filter. Besar nilai respon dapat diperoleh dari perhitungan fungsi alih:
dengan
Hs = Fungsi alih Vout = tegang keluran Vin = tegangan masukan
Setiap filter mempunyai frekuensi cutoff yaitu frequensi di 0,707 atau -3dB. Ada 4 jenis filter yang biasa digunakan
1. Low Pass
Adalah jenis filter yang melewatkan frekuensi rendah serta meredam frekuensi tinggi, dengan bentuk respon seperti tampak pada gambar
Gb. Respon Low Pass Filter 2. High Pass
Gb. Respon High Pass Filter 3. Band Pass
Filter yang melewatkan suatu range frekuensi. Dalam perancangannya diperhitungkan nilai Q(faktor mutu). dengan
Q = faktor mutu fo = frekuensi cutoff B = lebar pita frekuensi
Gb. Respon Band Pass Filter 4. Band Reject
Filter yang menolah suatu range frekuensi. Sama seperti bandpass filter, band reject juga memperhitungkan faktor mutu.
Gb. Respon Band Reject Filter
3.2 Percobaan bab 3 Filter aktif Dalam praktikum ini bertujuan:
- Mengetahui macam-macam filter aktif beserta masing-masing karakteristiknya - Mengetahui fungsi alih setiap jenis filter
- Mengetahui respon masing-masing filter.
Dalam percobaan bab ini, diambil 2 contoh filter yaitu lowpass dan highpass filter. 1. Lowpass Filter
Gambar rangkaian filter lowpass orde1 Dari rangkaian diatas:
Channel1 osiloskop adalah input filter(Vin) yang berupa tegangan sinus dari function generator
Channel2 osiloskop adalah output filter(Vout)
Tegangan yang terukur adalah tegangan peak to peak(VPP)
Gambar. Tegangan masukan dan keluaran rangkaian pada frekuensi 10 KHz
Dengan range frekuensi yang telah ditentukan maka akan didapatkan grafik respon filter seperti pada gambar
Gb. Grafik dari data yang diperoleh dari rangkaian percobaan
Dengan mengetahui besarnya penguatan filter, maka akan diketahui nilai frequensi cutoff filter. Karena rangkaian diatas mempunyai penguatan 2 maka frekuensi cut off filter ada di 1,414 V.
Grafik di atas dapat juga dinyatakan dalam dB dengan mengubahnya terlebih dahulu.
2. Highpass Filter
Gambar rangkaian filter lowpass orde1
Gambar. Tegangan masukan dan keluaran rangkaian pada frekuensi 10 KHz
Grafik yang dihasilkan adalah seperti berikut:
Gb. Grafik dari data yang diperoleh dari rangkaian percobaan
UMPAN BALIK NEGATIF