• Tidak ada hasil yang ditemukan

OSILATOR 2.1 Dasar teori

Dalam dokumen Praktikum Penguat Dan Sinyal Kecil (Halaman 37-46)

Osilator adalah rangkaian yang menghasilkan bentuk gelombang periodik yang spesifik, misalnya gelombang kotak, segitiga, gigi gergaji, atau sinusoida.

membangkitkan gelombang segitiga, gigi gergaji dan bentuk gelombang nonsinusoida lain. Sinusoidal Oscillator terdiri dari penguat dan komponen luar yang digunakan untuk

membangkitkan osilasi (bentuk gelombang sinusoida). Berdasarkan pembangkitannya, osilator dibedakan menjadi dua:

 Self sustaining/free running oscillator  Nonself sustaining/triggered oscillator

Untuk "free running oscillator" terdapat empat kebutuhan agar osilator umpan balik bekerja:  Amplification (penguatan)

 Umpan balik positif  Pembentuk frekuensi  Power supply

Seluruh osilator umpan balik memerlukan beberapa devais atau mekanisme yang

menyediakan penguatan (gain) yang dikombinasikan dengan sebuah susunan umpan balik. Gambar 1. menunjukkan diagram rangkaian osilator secara umum.

Gambar 1. Diagram osilator umpan balik secara umum

Sebuah penguat (amplifier) yang mempunyai penguatan tegangan yang output dan inputnya dihubungkan melalui rangkaian umpan balik. Ini mengembalikan sebuah fraksi,

dari tegangan output ke input penguat. Catatlah bahwa gain dari penguat dan faktor umpan balik tergantung frekuensi. Secara umum, baik penguat maupun rangkaian umpan balik akan mengubah besar dan fasa dari sinyal.

Misal sebuah sinyal fluktuasi:

maka output dari penguat

yang kembali ke input penguat. Ini akan menjadi input baru dimana input baru ini akan dikuatkan dan akan menghasilkan echo baru pada input dan seterusnya. Setelah beberapa kali mengelilingi loop, amplitudo dari echo terbaru akan menjadi:

Dengan melihat persamaan diatas, maka jika:

Echo akan berangsur-angsur menghilang. Namun jika kita mengatur :

Ukuran echo cenderung bertambah dengan waktu, atau paling tidak akan tetap konstan jika kita mengatur

sebagai hasilnya kita menemukan bahwa sebuah sinyal inisial menghasilakan sebuah sinyal yang berulang terus-menerus yang amplitudonya tidak hilang:

memberikan bahwa:

dua persamaan terakhir disebut juga "Kriteria Barkhausen" . Beberapa sistem yang memenuhi kriteria ini dapat berosilasi pada frekuensi dimana kedua persamaan diatas dapat terpenuhi. - Oscillator Pergeseran Fasa

Gambar 2. Osilator Pergeseran Fasa

Pada osilator ini, penguat mempunyai pergeseran fasa 180o. Output penguat diberikan kembali ke jaringan feedback (jaringan mendahului kaskade). Jaringan mendahului mempunyai pergeseran 0o-90o, sehingga total pergeseran dari tiga jaringan adalah 180o. - Osilator Jembatan Wien

secara luas dalam rangkaian untuk aplikasi audio. Osilator ini menggunakan jaringan lead-lag sebagai rangkaian umpan baliknya.

2.2 Percobaan Osilator

Percobaan bab II terdiri dari dua percobaan yaitu osilator pergeseran fasa dan osilator jembatan Wien. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menggambarkan tegangan output osilator pada oscilloscope dan mengukur frekuensi osilasi sebagai fungsi dengan harga kapasitor.

2.2.1 Percobaan osilator Pergeseran Fasa

 Rangkaian disusun seperti Gambar 3. dengan memasang nilai C = 10 nF.

Gambar 3. Rangkaian osilator Pergeseran Fasa

 Sambungkan channel 1 untuk penguatan input dan channel 2 untuk penguatan output pada oscilloscope.

 Atur harga variabel resistor 1 M? sehingga sinyal output yang ditampilkan tidak mengalami distorsi seperti ditunjukkan dalam Gambar 4.

Gambar 4. Output rangkaian osilator Pergeseran Fasa  Kita dapat mengukur periode osilasi sebagai fungsi harga kapasitansi. 2.2.2 Percobaan osilator Jembatan Wien

 Rangkaian disusun seperti ditunjukkan dalam Gambar 5 dengan memasang nilai R = 3.3 k? dan C = 10 nF.

Gambar 5. Rangkaian osilator jembatan Wien

 Sambungkan channel 1 untuk input dan channel 2 untuk penguatan output pada oscilloscope.

 Atur harga potensiometer sehingga tidak terjadi distorsi dalam tampilan oscilloscope seperti ditunjukkan dalam Gambar 6.

 Kita dapat mengukur periode osilasi dengan menggunakan oscilloscope. Dasar teori Sumber:

http://www.st-andrews.ac.uk/~www_pa/Scots_Guide/RadCom/part4/page1.html Modul Praktikum Elektronika Analog T. Elektro Unibraw

Dari berbagai sumber

Filter Aktif

3.1 Dasar Teori

Dikatakan filter aktif karena selain menggunakan beberapa resistor dan kapasitor juga menggunakan beberapa komponen aktif seperti OpAmp, dengan penguatan yang bisa diatur sesuai dengan yang kita inginkan. Besarnya nilai tanggapan biasa dinyatakan dalam volt ataupun dalan dB dengan bentuk respon yang berbeda pada setiap jenis filter. Besar nilai respon dapat diperoleh dari perhitungan fungsi alih:

dengan

Hs = Fungsi alih Vout = tegang keluran Vin = tegangan masukan

Setiap filter mempunyai frekuensi cutoff yaitu frequensi di 0,707 atau -3dB. Ada 4 jenis filter yang biasa digunakan

1. Low Pass

Adalah jenis filter yang melewatkan frekuensi rendah serta meredam frekuensi tinggi, dengan bentuk respon seperti tampak pada gambar

Gb. Respon Low Pass Filter 2. High Pass

Gb. Respon High Pass Filter 3. Band Pass

Filter yang melewatkan suatu range frekuensi. Dalam perancangannya diperhitungkan nilai Q(faktor mutu). dengan

Q = faktor mutu fo = frekuensi cutoff B = lebar pita frekuensi

Gb. Respon Band Pass Filter 4. Band Reject

Filter yang menolah suatu range frekuensi. Sama seperti bandpass filter, band reject juga memperhitungkan faktor mutu.

Gb. Respon Band Reject Filter

3.2 Percobaan bab 3 Filter aktif Dalam praktikum ini bertujuan:

- Mengetahui macam-macam filter aktif beserta masing-masing karakteristiknya - Mengetahui fungsi alih setiap jenis filter

- Mengetahui respon masing-masing filter.

Dalam percobaan bab ini, diambil 2 contoh filter yaitu lowpass dan highpass filter. 1. Lowpass Filter

Gambar rangkaian filter lowpass orde1 Dari rangkaian diatas:

 Channel1 osiloskop adalah input filter(Vin) yang berupa tegangan sinus dari function generator

 Channel2 osiloskop adalah output filter(Vout)

 Tegangan yang terukur adalah tegangan peak to peak(VPP)

Gambar. Tegangan masukan dan keluaran rangkaian pada frekuensi 10 KHz

 Dengan range frekuensi yang telah ditentukan maka akan didapatkan grafik respon filter seperti pada gambar

Gb. Grafik dari data yang diperoleh dari rangkaian percobaan

 Dengan mengetahui besarnya penguatan filter, maka akan diketahui nilai frequensi cutoff filter. Karena rangkaian diatas mempunyai penguatan 2 maka frekuensi cut off filter ada di 1,414 V.

 Grafik di atas dapat juga dinyatakan dalam dB dengan mengubahnya terlebih dahulu.

2. Highpass Filter

Gambar rangkaian filter lowpass orde1

Gambar. Tegangan masukan dan keluaran rangkaian pada frekuensi 10 KHz

Grafik yang dihasilkan adalah seperti berikut:

Gb. Grafik dari data yang diperoleh dari rangkaian percobaan

UMPAN BALIK NEGATIF

Dalam dokumen Praktikum Penguat Dan Sinyal Kecil (Halaman 37-46)

Dokumen terkait