• Tidak ada hasil yang ditemukan

Outcome Model Pembentukan Karakter Siswa Berbasis Nilai-Nilai Tasawuf di Ma’had Darul Hikmah danma’had Al-Qolam

Model Pembentukan Karakter Siswa Berbasis Tasawuf

PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN

C. Outcome Model Pembentukan Karakter Siswa Berbasis Nilai-Nilai Tasawuf di Ma’had Darul Hikmah danma’had Al-Qolam

Boarding school merupakan tempat tinggal siswa sekaligus menjadi

tempat belajar, sehingga proses belajar dapat berjalan dengan teratur dan aman. Di boarding school siswa tidak hanya mendapatkan konselor dalam bidang akedemiknya semata, akan tetapi siswa juga mendapatkan perhatian lebih dalam aspek lain, inilah yang dinamakan pendidikan yang sesungguhnya, mendidik tidak hanya mentransfer ilmu, akan tetapi nilai juga ditanamkan dalam setiap gerak siswa.

Kurikulum pendidikan dan penanaman karakter peserta didik di

Boarding school dirancang dengan tujuan membentuk pribadi siswa

berkarakter.Karakter yang dimaksud yakni kepribadian islami, kemandirian, dan kepedulian terhadap sesama.Sistem boarding school memadukan antara pendidikan agama dengan pendidikan umum, diharapkan siswa dapat menyeimbangkan antara pengetahuan dengan praktek di lingkungan.

Darul Hikmahyakni mencetak lulusan santri dirancang sebagai ulama‟ yang berwawasan luas, tawadlu‟ dalam kehidupan sehari-hari dan menjalankan misi dakwah.

Dalam usaha mencapai tujuan, Ma‟had Darul Hikmah menerapkan secara istiqomah kegiatan-kegiatan seperti shalat berjama‟ah, ta‟lim, membaca al-Qur‟an dan menjalankan tata tertib dangan benar.Penerapan secara istiqomah tersebut menjadi kebiasaan bagi santri dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Evaluasi dari program dan kegiatan ma‟had dilaksanakan setiap tahun. Evaluasi tersebut membahas tentang ketercapaian target dan tujuan

boarding school yang dilihat dari outcomelembaga. Jika outcome tersebut

belum mencapai tujuan dan target boarding school , maka dilakukan perbaikan dengan cara penggatian program-program boarding school atau merubah cara kerja program tersebut.

Tujuan boarding school yang telah dipaparkan peneliti dalam landasan teori juga selaras dengan tujuan ma‟had Al-Qolam yang tercantum dalam target lembaga. Target tersebut adalah sebagai berikut : 1. Terbentuknya kepribadian santri yang Islami (Syakhshiyah Islamiyah),

memiliki landasan akidah yang kuat, istiqamah dalam beribadah,

ber-akhlaqul karimah, dan mampu berkomunikasi dalam bahasa

internasional (Arab dan Inggris), dengan indikator-indikator sebagai berikut:

mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

b) Santri memiliki pemahaman tentang Al Quran dan Al Hadits serta mampu bersikap dan berperilaku sesuai ajaran Al Quran dan Al Hadits.

c) Santri memiliki pemahaman yang benar tentang ibadah dan mu‟amalahserta mampu mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.

d) Santri memiliki keterampilan berbahasa asing secara aktif.

e) Santri memiliki pengalaman yang integratif dalam sistem pengajaran dan pembinaan kehidupan sosial keagamaan.

2. Terciptanya lingkungan dan budaya yang Islami (albi‟ah wa al tsaqafah

al islamiyah) dengan indikator sebagai berikut:

a) Tercipta lingkungan ma‟had yang sehat, asri dan kondusif. b) Tercipta kehidupan santri yangteraturdan disiplin.

c) Tercipta pola hubungan santri yang damai, saling menghargai, dan toleransi yang didasari oleh ukhuwah islamiyah.

Dalam usaha mencapai target atau tujuan lembaga, ma‟had Al-Qolammenerapkan kegiatan ma‟had, pembimbingan, serta penerapan tatatertib dengan baik dan kontinu. Dengan demikian, kebiasaan-kebiasaan yang telah dilakukan siswa di boarding school mampu mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Evaluasi program kegiatan boarding school dan tata tertib boarding

dengan target dan tujuan lembaga atau tidak. Jika ketercapaiannya kurang sesuai maka diadakan perbaikan-perbaikan, baik itu perbaikan dalam pelaksanaan program dan kegiatan boarding school dan perbaikan dalam pelaksanaan tata taertib.

Dari beberapa pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa outcome model pembentukan karakter siswa berbasis nilai-nilai tasawuf di Ma‟had Darul Hikmah danma‟had Al-Qolam menghasilkan lulusan yang sesuai dengan target dan tujuan yang telah ditetapkan lembaga. Pencapaian tujuan tersebut dilaksanakan dengan cara menjalankan dengan baik program dan kegiatan boarding school , tata tertib boarding school serta melaksanakan evaluasi secara berkala.

134 BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Perencanaan model pembentukan karakter siswa berbasis nilai-nilai tasawuf dilaksanakan dengan penyusunan visi misi lembaga yang telah dirumuskan oleh pengurus dan stakeholder. Visi misi tersebut dijadikan acuan dalam menentukan program kegiatan dan tata tertib

boarding school .

2. Pelaksanaan model pembentukan karakter berbasis nilai-nilai tasawuf telah diterapkan di Ma‟had Darul Hikmah dan ma‟had Al-Qolam dalam bentuk pendidikan pembelajaran, pendidikan keteladanan, pendidikan adat kebiasaan, pendidikan nasehat dan pendidikan perhatian yang terimplementasikan lewat kegiatan boarding school , pembinaan dan pelaksanaan tata tertib boarding school .

3. Outcome model pembentukan karakter siswa berbasis nilai-nilai tasawuf di Ma‟had Darul Hikmah dan ma‟had Al-Qolam menghasilkan lulusan yang sesuai dengan target dan tujuan yang telah ditetapkan lembaga. Pencapaian tujuan tersebut dilaksanakan dengan cara menjalankan dengan baik program dan kegiatan boarding school , tata tertib boarding school serta melaksanakan evaluasi secara berkala.

B. Implikasi

Model pembentukan karakter siswa berbasis nilai-nilai tasawuf dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya dalam lingkungan

boarding school berguna dan bermanfaat untuk lebih memfokuskan

pengembangan karakter pada siswa serta agar tujuan dari pengembangan karakter tersebut lebih mudah tercapai. Pengembangan karakter siswa berbasis nilai-nilai tasawuf menjadikan siswa lebih religius yang nantinya mampu berdampak pada tingkah laku mereka.

C. Saran

Saran dari penelitian ini ditujukan kepada : (1) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang agar lebih memperhatikan terkait pengembangan karakter peserta didik salah satunya dengan mengembangkan model pengembangan karakter berbasis tasawuf seperti yang telah diterapkan pada Ma‟had Darul Hikmah dan ma‟had Al-Qolam. (2) Kepala Ma‟had Darul Hikmah dan ma‟had Al-Qolam agar lebih memperhatikan sumber daya manusia dan melakukan inovasi-inovasi sehingga program boarding school terus berkembang. (3) Pengajar Ma‟had Darul Hikmah dan ma‟had Al-Qolam untuk lebih melakukan inovasi dalam pengembangan boarding school dan melakukan pembinaan secara lebih intens.