• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Daya tarik

12. Panorama Talang Anau

Panorama Talang Anau Berada di Kanagarian Talang Anau, Kecamatan Gunuang Omeh. Daya tarik yang dimiliki objek wisata ini berupa pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk. Panorama Talang Anau berada di kawasan perbukitan dengan pemandangan yang indah. Dari kawasan ini dapat dinikmati

keindahan sawah serta pemukiman penduduk yang berada di sekitar kawasan.

Pada saat cuaca baik, pemandangan puncak Gunung Bungsu yang berada sekitar 23 km dari kawasan ini dapat dinikmati pengunjung yang datang. Pada siang hari, udara akan terasa panas karena di kawasan ini hanya sedikit ditumbuhi pohon-pohon.

Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di objek wisata alam ini adalah menikmati keindahan alam. Kebersihan lokasi objek wisata baik, tidak ada pengaruh dari industri, jalan ramai, pemukiman penduduk dan pencemar lainnya.

Lokasinya juga cukup aman, tidak ada arus berbahaya, tidak ada perambahan dan penebangan, tidak ada pencurian, tidak ada penyakit berbahaya, tidak ada kepercayaan yang mengganggu dan tidak ada tanah longsor. Objek wisata alam ini juga nyaman untuk dikunjungi karena udara yang bersih dan sejuk, bebas dari bau yang mengganggu, bebas dari kebisingan dan tidak ada lalu lintas yang mengganggu.

Gambar 18 Panorama Talang Anau.

B. Aksesibilitas

Aksesibilitas merupakan salah satu faktor penting yang mendorong pengunjung untuk mengunjungi kawasan wisata dan menentukan kawasan tersebut mudah tidaknya untuk dikunjungi. Menurut Soekadijo (2000) aksesibilitas merupakan syarat yang penting sekali untuk objek wisata.

Aksesibilitas juga merupakan kemudahan untuk berpindah tempat atau bepergian dari tempat tinggal wisatawan ke tempat yang menyediakan atraksi wisata atau objek wisata. Aksesibilitas menuju Kabupaten Lima Puluh Kota baik dan untuk

mencapai objek wisata yang dikunjungi perlu dilakukan beberapa peningkatan dan perbaikan jalan.

Aksesibilitas menuju Kabupaten Lima Puluh Kota dapat dicapai melalui jalan darat yang kondisinya baik. Kabupaten Lima Puluh Kota dapat dicapai dengan terlebih dahulu melalui ibu kota-ibu kota propinsi terdekat diantaranya Padang dan Pekan Baru. Jalur-jalur darat yang dapat ditempuh dari ibukota propinsi terdekat menuju Kabupaten Lima Puluh Kota, yaitu :

• Padang – Padang Panjang – Bukit Tinggi – Payakumbuh.

• Pekan Baru – Pangkalan Koto Baru – Tanjung Pati – Payakumbuh.

Wisatawan yang ingin datang ke Kabupaten Lima Puluh Kota dapat melalui jalur-jalur tersebut. Perjalanan dari Jakarta ke Padang dapat ditempuh melalui jalur udara dengan waktu ± 1,5 jam. Dari Bandara Internasional Minangkabau di Ketaping, Padang menuju Kabupaten Lima Puluh Kota dilanjutkan dengan menggunakan jalur darat.

Penilaian aksesibilitas dilakukan terhadap beberapa unsur diantaranya kondisi jalan, jarak, tipe jalan dan waktu tempuh dari pusat kota. Penilaian aksesibilitas dilakukan dari pusat Kota Payakumbuh karena sebagian besar fasilitas wisata masih terdapat di pusat kota ini. Kotamadya Payakumbuh letaknya dikelilingi oleh wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota. Pusat Kabupaten Lima Puluh Kota dulunya berada di wilayah Kotamadya Payakumbuh tapi berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 40 tahun 2004 tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Lima Puluh Kota dari Wilayah Kota Payakumbuh ke Sarilamak di Wilayah Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota maka Ibukota Kabupaten Lima Puluh Kota dipindahkan ke Sarilamak. Sehingga fasilitas wisata yang tersedia di Kotamadya Payakumbuh dapat menunjang kegiatan wisata yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota. Hasil penilaian aksesibilitas menuju ODTWA di Kabupaten Lima Puluh Kota dapat dilihat pada Tabel 4.

Berdasarkan hasil penilaian kriteria aksesibilitas pada masing-masing objek wisata alam dapat dilihat bahwa objek wisata alam Pemandian Batang Tabit memiliki nilai terbesar yaitu 600. Selanjutnya diikuti oleh Lembah Harau dengan nilai 550. Objek wisata alam Rest Area, Kelok Sembilan, Genangan Waduk PLTA dengan nilai 525 sedangkan Objek wisata alam Air Terjun Sialang Indah

dan Air Terjun Sarasah Tanggo memiliki nilai sama yaitu 500. Objek wisata alam yang mempunyai nilai terendah adalah Bukik Topuang, Tungka View, Danau Aia Sonsang dan Kapalo Banda Taram dengan nilai 475 dan objek wisata alam Panorama Talang Anau dengan nilai 450.

Tabel 4 Penilaian kriteria aksesibilitas objek wisata alam di Kabupaten Lima Puluh Kota

Unsur/Sub Unsur No. Objek Wisata Alam

Kondisi jalan

Jarak Tipe jalan Waktu tempuh 10. Air Terjun Sarasah

Tanggo

25 25 20 30 500

11. Kapalo Banda Taram 25 20 20 30 475

12. Panorama Talang Anau 25 15 20 30 450

Objek wisata alam Pemandian Batang Tabit dapat ditempuh dengan melalui Kota Payakumbuh menuju Nagari Sungai Kamuyang dengan kondisi jalan yang baik. Lokasinya dekat dengan jalan raya Payakumbuh menuju Lintau.

Jaraknya dari Kota Payakumbuh ± 5 km dan ± 14 km dari Sarilamak dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

Objek wisata alam Lembah Harau letaknya tidak begitu jauh dari Kota Payakumbuh dengan jarak ± 15 km atau 47 km timur laut Bukittinggi, Sumatera Barat dan dapat ditempuh dalam waktu yang relatif singkat ± 20 menit. Jarak objek wisata ini dari pusat Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu Sarilamak ± 6 km dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

Kondisi jalan juga sudah baik. Untuk mencapai lokasi ini terlebih dahulu melewati jalur jalan Payakumbuh menuju Pekan Baru kemudian dari Sarilamak dilanjutkan dengan melewati jalan aspal dengan lebar ± 3 m dan akhirnya sampai di pintu gerbang objek wisata alam Lembah Harau yang sekaligus merupakan tempat penjualan tiket untuk masuk kawasan. Setelah pintu gerbang ini, terdapat dua jalan, yaitu menuju Aka Barayun ± 1 km dan menuju Sarasah Bunta ± 2 km.

Objek wisata alam Rest Area, Kelok Sembilan dan Genangan Waduk PLTA dapat ditempuh dari kota Payakumbuh dan dari Pekan Baru. Objek wisata alam ini berada di jalur jalan antara Payakumbuh menuju Pekan Baru. Pengunjung yang datang dari luar daerah seperti dari Pekan Baru dapat melewati daerah ini.

Objek wisata alam Rest Area berjarak 27 km dari Payakumbuh sedangkan objek wisata alam Kelok Sembilan berjarak 20 km dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Objek wisata alam Genangan Waduk PLTA lokasinya berada sebelum perbatasan Propinsi Riau. Di sepanjang jalan menuju objek wisata alam ini sering terjadi tanah longsor karena sebagian besar kawasan merupakan pebukitan.

Untuk menuju objek wisata alam Air Terjun Sialang Indah berjarak 16,5 km dari Kota Payakumbuh dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Untuk menuju ke dalam kawasan terlebih dahulu melewati jalan setapak yang menanjak dengan jarak ± 100 m. Jalan ini akan licin pada saat musim hujan. Sedangkan objek wisata alam Air Terjun Sarasah Tanggo dapat ditempuh dari Payakumbuh dengan melewati jalan raya Payakumbuh menuju Pekan Baru dengan jarak ± 10 km dan ± 1 km dari Sarilamak dengan lokasi dan jalannya bersimpang tiga, yang satunya menuju Pekan Baru dan yang satunya dari Payakumbuh menuju Lembah Harau.

Objek wisata alam Bukik Topuang, Tungka View dan Danau Aia Sonsang ditempuh dengan mengunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Jaraknya dari Kota Payakumbuh adalah ± 12 km dan ± 10 km dari Sarilamak. Untuk menuju objek wisata alam Tungka View, setelah menggunakan kendaraan dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki. Jalan menuju lokasi ini berliku-liku dan pada saat musim hujan jalan sangat licin. Sedangkan jalan menuju objek wisata alam Danau Aia Sonsang saat ini sudah dilakukan perbaikan jalan.

Objek wisata alam Kapalo Banda Taram dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat dengan jarak ± 11,5 km dari Kota Payakumbuh. Saat ini jalan menuju lokasi objek wisata sudah dilakukan perbaikan untuk memudahkan akses menuju kawasan. Sedangkan objek wisata alam Panorama Talang Anau merupakan objek wisata yang letaknya paling jauh dari pusat Kota Payakumbuh. Lokasinya terletak di ± 38 km arah utara Kota

Payakumbuh dan ± 47 km dari Sarilamak dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

C. Akomodasi

Akomodasi merupakan salah satu faktor pendukung yang dibutuhkan oleh pengunjung. Akomodasi yang ada di sekitar objek wisata sangat penting untuk menunjang kegiatan wisata bagi pengunjung yang mempunyai keinginan untuk tinggal lama di suatu kawasan. Unsur-unsur yang dinilai untuk akomodasi adalah jumlah akomodasi dan jumlah kamar. Hasil penilaiaian akomodasi dapat dlihat pada Tabel 5.

Tabel 5 Penilaian kriteria akomodasi objek wisata alam di Kabupaten Lima Puluh Kota

Unsur/Sub Unsur No. Objek Wisata Alam

Jumlah Akomodasi Jumlah Kamar

Jumlah (nilai x bobot (3))

1. Lembah Harau 30 20 150

2. Rest Area 10 10 60

3. Bukik Topuang 30 20 150

4. Tungka View 30 20 150

5. Kelok Sembilan 10 10 60

6. Genangan Waduk PLTA 10 10 60

7. Pemandian Batang Tabit 30 20 150

8. Danau Aia Sonsang 30 20 150

9. Air Terjun Sialang Indah 30 20 150

10. Air Terjun Sarasah Tanggo 30 20 150

11. Kapalo Banda Taram 30 20 150

12. Panorama Talang Anau 10 10 60

Berdasarkan data pada Tabel 5 dapat dilihat bahwa objek wisata alam yang mempunyai akomodasi yang dapat mendukung kegiatan wisata adalah Lembah Harau, Bukik Topuang, Tungka View, Pemandian Batang Tabit, Danau Aia Sonsang, Air Terjun Sialang Indah, Air Terjun Sarasah Tanggo, dan Kapalo Banda Taram sedangkan objek wisata alam yang mempunyai akomodasi kurang adalah Rest Area, Kelok Sembilan, Genangan Waduk PLTA dan Panorama Talang Anau. Objek wisata alam yang mempunyai akomodasi yang banyak merupakan objek wisata yang letaknya berdekatan dengan pusat Kota Payakumbuh dan pusat Kabupaten Lima Puluh Kota. Hal ini disebabkan karena sebagian besar akomodasi berada di pusat kota.

Tabel 6 Hotel dan penginapan yang terdapat di Kota Payakumbuh

No. Hotel / Penginapan Alamat No. Telp

1. Bambu Hotel Jl. Prof. Moch. Yamin No. 23 Kota Payakumbuh 075293455 2. Mangkuto Jl. Jenderal Sudirman Kota Payakumbuh 075293358 3. Flamboyan Jl. Ade Irma Suryani Kota Payakumbuh 075292333 4. Bundo Kanduang Jl. Prof. Moch. Yamin Kota Payakumbuh 075292711 5. Wisma Kolivera Jl. Prof. Moch. Yamin Kota Payakumbuh 075292388 6. Wisma Sari Jl. Jend. Sudirman Kota Payakumbuh 075292406

Berdasarkan data Tabel 6 dapat dilihat bahwa sebagian besar hotel dan penginapan terdapat di Kota Payakumbuh. Penginapan ini juga dapat menunjang kegiatan wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota. Lokasi penginapan berada di pusat Kota Payakumbuh. Wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara dapat menggunakan fasilitas penginapan ini. Sedangkan hotel atau penginapan di Kabupaten Lima Puluh Kota sampai saat ini masih sangat kurang. Hanya terdapat satu buah penginapan di Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu Home Stay Echo yang lokasinya berada di Lembah Harau. Wisatawan yang datang dari luar daerah bisa menginap di Home Stay ini. Lokasinya berada di antara jurang setelah pintu masuk menuju Aka Berayun yang dibangun dengan arsitektur rumah tradisional minangkabau. Home stay ini terdiri dari beberapa bangunan dan aula. Terdapat 2 bangunan besar dengan desain berbentuk rumah gadang dan beberapa pondok kecil. Bangunan besar ini terdiri dari 4 buah kamar dengan harga Rp 1.000.000 per malam. Sedangkan untuk pondok-pondok kecil ini terdapat 1 buah kamar dengan harga Rp 60.000 per malam. Aula Home Stay juga sering digunakan sebagai tempat pertemuan. Ada juga pelanggan yang sudah rutin memesan penginapan ini untuk keperluan lain, seperti dari kalangan pemerintahan. Biasanya home stay ini juga disewa untuk pertemuan-pertemuan pada hari libur.

Gambar 19 Home Stay Echo.