• Tidak ada hasil yang ditemukan

Para Penerus: Anggota Komisi Paripurna 2010-2014

Sejak Januari 2009 Komnas Perempuan menyiapkan proses seleksi Komisi Paripurna 2010-2014 dengan pertama-tama membentuk Tim Independen Seleksi Anggota Komisi Paripurna yang baru. Melalui SK Ketua Komnas Perempuan dibentuk Tim Independen yang keanggotaannya mewakili berbagai unsur yang penting dari masyarakat. Anggota Tim Independen terpilih ini adalah tokoh-tokoh masyarakat yang teah diakui keberadaaan dan kerjanya baik di tingkat nasional maupun internasional, sebagai berikut: Eny Suprapto (Ketua) pejuang HAM yang sangat berpengalaman dalam gerakan HAM nasional dan internasional, Taty Krisnawati (Sekretaris), aktivis perempuan pendiri Solidaritas Perempuan dan pejuang HAM pekerja migran, Dra. Sri Sudiarti Luhulima (anggota), telah lama berjuang untuk isu pemberdayaan perempuan, peneliti senior LIPI, Adi Nugroho SH (anggota) pensiunan Hakim Agung, Dr. Rumadi (anggota) intelektual muda Islam dan aktivis dialog lintas iman.

Tim Independen dibentuk untuk mengelola proses seleksi agar terjadi secara independen, transparan dan akuntabel. Mereka bekerja mulai dari proses penjaringan yaitu pengumuman melalui media harian KOMPAS tentang rekrutmen Anggota Komisi Parpurna 2010-2014, Konsultasi Nasional dengan para mitra Komnas Perempuan, Dialog Publik hingga wawancara langsung bakal calon hingga menghasilkan 41 nama bakal calon terpilih dari 160 orang pelamar. Sidang Komisi Paripurna ke-11 pada November 2009, Komisi Paripurna Komnas Perempuan memilih 15 Anggota Komisi Paripurna untuk masa kerja 2010 – 2014, yang telah dumumkan kepada publik melalui konferensi pers keesokan

harinya, juga dicantumkan dalam website resmi Komnas Perempuan. Proses pemilihan disaksikan oleh Dra. Magdalena Sitorus komisioner Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia, Ifdhal Kasim, Ketua Komnas HAM, Dra. Leny, MA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak. Limabelas (15) anggota Komisi Paripurna ini dipilih dari 40 orang (semula 41 orang, namun 1 orang mengundurkan diri) yang telah lolos seleksi awal. Lima (5) orang dari limabelas (15) calon terpilih adalah komisioner periode 2007-2009 yang masih memiliki hak untuk dipilih. Sisanya, sebanyak 10 orang adalah orang-orang baru dengan beragam latar belakang sosial dan profesi. Kelima belas anggota Komisi Paripurna periode 2010-2014 ini akan mulai bekerja pada Januari 2010. Berikut adalah profil para Komisioner terpilih:

Andy Yentriyani.,S.sos.,M.A

Pengajar mata kuliah ”Jender dalam Hubungan Internasional”, Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Sejak tahun 2004 menjadi Peneliti dan pengelola program di Komnas Perempuan.

DR.Agustinus Supriyanto

Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada sejak 1994, juga sebagai Direktur Eksekutif Pusat Studi Multikulturalisme. Peneliti dan pembicara untuk isu perlindungan buruh perempuan di Indonesia dari perspektif hukum dan hak asasi manusia. Pernah melakukan kunjungan ke International Court of Justice dan International Criminal Court di den Haag, juga ke International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia (2006).

Arimbi Heroepoetri.,S.H.LL.M

Aktif bekerja untuk isu lingkungan, masyarakat adat, konsumen, perempuan dan globalisasi, ketika ia bekerja di WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) antara tahun 1988 - 2000. Koordinator dan pengajar pada mata kuliah Feminist

Political Ecology di Kajian Wanita Universitas Indonesia sejak 2001. Direktur debtWATCH Indonesia (2000 – 2008).

Desti Murdjiana

Program Manajer PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Yogyakarta (1994 – 1999) turut membidani kelahiran WCC Rifka Annisa, Menjadi Direktur Eksekutif Perkumpulan PIKUL (2003 – 2007), sekarang aktif di Program Reparasi untuk International Center for Transitional Justice (ICTJ).

Husein Muhammad

Pengasuh Pondok Pesantren Dar al Tauhid Arjawinangun - Cirebon. Menjadi pendiri berbagai macam LSM, seperti RAHIMA (Jakarta), Fahmina (Cirebon), WCC Balqis, dan Yayasan Puan amal Hayati (Jakarta). Sempat menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon (1999 – 2004), selain menulis berbagai macam artikel mengenai Fiqh perempuan, Jender di Pesantren dan Pluralisme.

DR. Kunthi Tridewiyanti

Pengajar Hukum dan Jender di Universitas Islam Attahiriyah, Jakarta, Pengajar Antropologi Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, mendirikan dan menjadi Ketua Asosiasi Pengajar dan Peminat Hukum Berperspektif Gender se Indonesia (APPHGI).

Masruchah., SAg

Alumni IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia (2004 – 2009), Wakil Sekjen jaringan nasional penanggulangan busung lapar (2005 – 2007). Masruchah aktif bekerja di isu hak-hak reproduksi perempuan, keterwakilan perempuan di lembaga publik, jender bujet, dan kebijakan-kebijakan inkonstitusional.

Dra. Neng Dara Affiah, Msi

Dosen ”Pemikiran Sosial dalam Islam dan Sosiologi Agama” Universitas Islam Negeri ”Syarif Hidayatullah, Jakarta, Konsultan Riset untuk Women’s Empowerment in Muslim Context (WEMC) – SEARC, City University of Hongkong, Ketua Pucuk Pimpinan PP Fatayat NU Bidang Penelitian dan Pengembangan.

Ninik Rahayu.,S.H.,MS

Memiliki pengalaman sebagai pengajar di Fakultas Hukum selama 19 tahun tahun 1987-2006;Penggagas Integrasi mata kuliah Gender Hukum dan HAM sebagai Mata Kuliah mandiri dan wajib di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jember tahun 1995;Ketua Pusat Studi Wanita Universitas Muhammadiyah Jember 1992-2001;Peneliti, Pelatih dan Fasilitator untuk isu perempuan tahun 1992-2006; Penggagas dan ketua Lembaga Layanan dan Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan di Kabupaten Jember tahun 2004-2006; Pendiri dan ketua Forum Komunikasi Perempuan Politik di Kabupaten Jember tahun 2004,Konsultan. Konsultan bidang Legal Drafting dan Kebijakan untuk Program Initiative Local Goverment Reform Depdagri (2006).

Saur Tumiur Situmorang.,S.H.,M.sc

Bekerja di masyarakat sejak tahun 1988, ketika ia bergabung dengan KSPPM (Kelompok Studi Pengembangan Prakarsa Masyarakat) Siborong-borong, Sumatera Utara untuk isu petani dan masyarakat adat. Sekarang menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif CREDO (Center for Organization and Democracy Development).

Sri Nurherwati.,S.H

Aktif melakukan pembelaan hak-hak perempuan ketika mulai bergabung di LBH Semarang (1995), Direktur LRC – KJHAM – Jawa Tengah (1999), dan Koordinator Divisi Pelayanan Hukum LBH APIK – Jakarta (2006). Selain itu aktif

dalam isu pemberantasan korupsi dengan mendirikan KP2KKN (Komite Pemberantasan dan Penyelidikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).

Sylvana Maria Apituley., M.Th

Sejak tahun 1997 bergabung dengan gerakan social, khususnya gerakan perempuan serta mulai aktif memperjuangkan keadilan jender khususnya di komunitas Protestan dan kelompok lintas iman. Aktif di MADIA dan ikut mendirikan Indonesian Conference on Religion and Peace/ICRP pada tahun 1999, keduanya LSM lintas iman di Jakarta. Mengajar Sejarah Kekristenan Indonesia dan Teologi Feminis dan memulai Pendidikan HAM di STT Jakarta sejak tahun 2004. Menjadi narasumber dan fasilitator pendidikan adil jender dan HAM di lingkungan gereja-gereja anggota Persekutuan Gereja-gereja Indonesia/PGI.

Tumbu Saraswati.,S.H

Pengacara praktek dan advokat sejak tahun 1985,yang aktif melakukan pembelaan hak-hak perempuan. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI dan MPR-RI masa bakti 1999 – 2004. Sebagai anggota DPR/MPR – RI ia aktif bekerja untuk isu kebebasan informasi, perlindungan tenaga kerja, dan agraria. Ia juga salah satu inisiator dan menjabat sebagai Ketua Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia (2002).

DR. Yuniyanti Chuzaifah

Bekerja di isu perempuan sejak tahun 1997 ketika bergabung dengan Solidaritas Perempuan, kemudian ke masalah perempuan dan konflik, dan pekerja migran perempuan. Salah satu risetnya adalah Pekerja Migran Perempuan di Timur-Tengah. Menjadi salah satu pendiri Konsorsium Pembela Buruh Migran (Kopbumi).

Dra. Yustina Rostiawati., M.Hum

Peneliti senior pada Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat (PKPM), Unika Atma Jaya untuk

isu jender, anak, keluarga dan pendidikan. Menjadi penulis untuk beberapa buku, jurnal dan laporan, serta pembicara dalam berbagai forum nasional dan internasional.

LAMPIRAN-LAMPIRAN: