METODOLOGI PENELITIAN
B. Paradigma dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan paradigma positivistik atau klasik. Paradigma positivistik menempatkan teori sebagai titik tolak utama dalam kegiatan penelitiannya. Teori dalam penelitian berparadigma positivistik menjadi sumber jawaban utama atas berbagai rasa ingin tahu dari para peneliti.36 Dalam penelitian ini, Teori Uses and Effect merupakan pedoman peneliti untuk merancang kerangka penelitian.
Dalam paradigma positivistik, teori memberi pedoman tentang kerangka berfikir yang harus dimiliki oleh peneliti, bagaimana cara mengumpulkan data yang baik, siapa yang harus diteliti, hingga cara penafsiran data yang terkumpul dilapangan. Paradigma positivis melihat realitas sosial sebagai realitas yang “real” dan diatur kaidah-kaidah tertentu
36
Babbie, Earl (1992), The Practice of social research, california, wardsworth Publishing
company. h. 47
yang berlaku universal walaupun kebanyakan pengetahuan itu mungkin hanya bisa diperoleh secara probabilistik.37
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang termasuk paradigma positivistik.38 Gaya penelitian kuantitatif mengukur fakta secara obyektif, memfokuskan pada variabel, bebas nilai, ketergantungan terhadap isi penelitian, analisisnya dilakukan dengan cara peneliti tidak terlibat, dan kunci dari kuantitatif adalah reliabilitas.39 Pendekatan kuantitatif bertujuan menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan. Dengan demikian tidak terlalu mementingkan kedalaman data atau analisis. Peneliti lebih mementingkan aspek keluasan data sehingga hasil penelitian dianggap merupakan representasi dari seluruh populasi.40 C. Tipe Penelitian
Dalam melakukan penelitian ada bermacam-macam tipe penelitian, antara lain deskriptif, eksplanatif, eksploratif, eksperimental, dan lainnya. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang bertujuan menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi.41
37 L.W. Neuman (1997), Social Research Methods: Qualitative and Quantitative
Approaches
in Social Works. New York: Columbia University, h. 90
38
Ibid, h. 64
39 Ibid, h. 73
40 Rahmat Kriyantono, Teknik Praktis Riset Komunikasi. (Jakarta; Kencana. 2009) h.55
41 M. Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi dan
Penulis juga menggunakan metode penelitian survei. Metode survei adalah metode riset yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan datanya, tujuannya untuk memperoleh informasi tentang sejumlah responden yang dianggap mewakili populasi tertentu. Penelitian ini juga menggunakan desain deskriptif analisis, yakni mencari gambaran menyeluruh tentang data, fakta, peristiwa sebenarnya mengenai objek penelitian.42
D. Teknik Pengumpulan Data 1. Data Primer
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa teknik untuk mengumpulkan data primer yang sesuai, yaitu sebagai berikut:
a) Kuesioner, yaitu alat penelitian yang dilakukan dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan tertutup memperoleh keterangan dari sejumlah siswa-siswi SMP Islam Cikal Harapan I BSD yang menjadi subjek penelitian.
b) Observasi, yaitu dengan mengadakan pengamatan langsung kelapangan dengan datang langsung menemui siswa-siswi SMP Islam Cikal Harapan I BSD.
2. Data Sekunder
Data sekunder yang digunakan oleh penulis adalah:
a) Website resmi atau majalah yang memuat artikel mengenai
onlineshop instagram serta perilaku konsumtif.
42 J. Vrendenbergt, Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat, (Jakarta: PT. Gramedia, 1980), hal. 34
b) Studi pustaka, pada tahap ini penulis melakukan penelitian dengan cara menelaah buku-buku yang berkaitan dengan masalah penelitian ini.
E. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.43 Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Islam Cikal Harapan I BSD yang terdiri dari kelas 7 (tujuh) sampai dengan 9 (sembilan) yang berjumlah 177 siswa-siswi. Tujuan ditetapkannya populasi adalah untuk menghindari kesalahan generalisasi kesimpulan.
Tabel 3.1
Jumlah Populasi Siswa-siswi SMP Islam Cikal Harapan I BSD kelas 7-9
No Kelas Perempuan Laki-laki Jumlah
1 7 25 24 49
2 8 28 35 64
3 9 36 29 65
Jumlah 89 88 177
Siswa SMP Islam Cikal Harapan I BSD berjumlah 177 siswa. Untuk kelas 7 (tujuh) terdapat 49 siswa-siswi dengan jumlah siswi perempuan 25 dan siswa laki-laki 24. Kelas 8 (delapan) terdapat 64 siswa-siswi dengan jumlah siswi perempuan 28 dan siswa laki-laki 35. Dan untuk kelas 9
43 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D, (Bandung: CV. Alfabeta, 2009), cet. 8, hal. 80
(sembilan) terdapat 65 siswi dengan jumlah perempuan 36 dan siswa laki-laki 29. Total jumlah siswa-siswi SMP Islam Cikal harapan I BSD adalah sebesar 177 orang.
Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki, dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi (jumlahnya lebih sedikit daripada jumlah populasinya).44 Dalam penelitian ini penulis mengambil sampel dengan berpaduan pada pendapat Suharsini Arikunto (1993), apabila subjek kurang dari 100, maka lebih baik diambil seluruhnya sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10%-15% atau 20%-25% atau lebih tergantung pada kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu, tenaga dan dana.45
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan probability sampling yaitu seluruh individu dalam populasinya diberi kesempatan yang sama untuk dijadikan anggota sampel.46 Dan metode yang digunakan adalah non random sampling dengan teknik purposive sampling dimana teknik ini mengambil sampling dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan yang dimaksud adalah siswa-siswi yang hanya menggunakan media sosial instagram.47
44 Pangestu Subagyo dan Djarwanto Ps, Statistika Induktif, (Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2005) Ed. 5, hal. 93
45
HM. Sony Sumarsono, Metode Riset Sumber Daya Manusia (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2004), hal. 220
46 Ibid,. hal. 97
47 Drg. Ircham Machfoedz MS, Metodologi Penelitian Bidang Kesehatan, Keperawatan,
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 109 dari populasi 177 orang. Pengambilan jumlahnya itu tidak menggunakan rumus slovin dikarenakan jumlah responden yang sedikit bilamana diambil dengan rumus slovin maka hasilnya tidak representatif.
Tabel 3.2
Jumlah Sampel Siswa-siswi SMP Islam Cikal Harapan I BSD No Jumlah Sampel Perempuan Laki-laki
1 7 22 11
2 8 25 11
3 9 29 11
Jumlah 76 33
Dari tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa jumlah sampel yang menggunakan dan mengakses instagram berjumlah 109 dari 177 siswa-siswi SMP Islam Cikal Harapan I BSD. Untuk kelas 7 (tujuh) terdapat jumlah siswi perempuan sebanyak 22 dan siswa laki-laki 11. Kelas 8 (delapan) terdapat jumlah siswi perempuan sebanyak 25 dan siswa laki-laki 11. Dan untuk kelas 9 (sembilan) terdapat jumlah siswi sebanyak 29 dan siswa 11. Total jumlah siswa-siswi yang menggunakan dan mengakses instagram adalah sebanyak 109 orang.