METODOLOGI PENELITIAN
3.7 Paradigma Penelitian
Penelitian ini terdiri atas empat tahap kegiatan, yaitu: (1) tahap studi awal, (2) tahap perancangan model, (3) tahap implementasi model, dan (4) tahap evaluasi model.
Tahap studi awad dilakukan dengan cara mengkaji berbagai aspek yang hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar konseptual untuk menyusun
dan mengembangkan model pembelajaran induktif yang akan
dieksperimenkan dalam perkuliahan sintaksis.
Terdapat dua kegiatan pokok dalam tahap studi awal ini, yaitu: studi kepustakaan dan survai lapangan. Studi kepustakaan dilakukan untuk mengumpulkan bahan pendukung berupa landasan-landasan teoretis model induktif yang akan dikembangkan serta hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan pengembangan model pembelajaran induktif tersebut. Selain itu, studi kepustakaan juga dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai silabus mata kuliah sintaksis yang digunakan di perguruan tinggi dan kemampuan mahasiswa dalam menguasai sintaksis. Sedangkan survai lapangan dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang proses pelaksanaan perkuliahan sintaksis yang biasa berlangsung di perguruan tinggi yang akan dijadikan
lokasi penelitian dan kesulitan-kesulitan yang biasa dihadapi mahasiswa dalam mempelajari sintaksis.
Tahap perancangan moded berisi kegiatan merancang model pembelajaran sintaksis dengan mempertimbangkan hasil dari tahap studi awal. Ke dalam tahap ini juga termasuk kegiatan menyusun satuan acara perkuliahan serta menyiapkan beberapa instrumen yang diperlukan untuk kepentingan mengumpulkan data pada tahap implementasi model. Instrumen yang dimaksud adalah perangkat soal, pedoman observasi, angket, dan pedoman wawancara.
Sebelum diimplementasikan, rancangan model beserta semua instrumen yang diperlukan untuk mengumpulkan data penelitian ini terlebih dahulu dikonsultasikan kepada semua dosen pembimbing serta dikomunikasikan kepada dosen pelaksana sehingga akhirnya diperoleh rancangan model yang definitif dan siap untuk dieksperimenkan kepada sampel penelitian yang telah ditetapkan.
Tahap impdementasi moded berisi kegiatan mengeksperimenkan model pembelajaran sintaksis yang telah dirancang. Model pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran induktif. Pada tahap ini peneliti bertindak sebagai pengamat, sedangkan yang bertindak sebagai pelaksana model adalah rekan peneliti sesama dosen di STKIP Garut yang bernama Encep Suherman, S.Pd., M.Pd. Dosen tersebut dipilih menjadi dosen pelaksana oleh peneliti karena ia telah memiliki kualifikasi akademik S2 dan sering mengampu mata kuliah-mata kuliah kebahasaan di sekolah
tinggi itu. Pada akhir tahap implementasi model ini dosen pelaksana tersebut diminta pendapatnya mengenai kesan-kesan terhadap model pembelajaran yang telah diimplementasikannya itu. Jumlah mahasiswa
yang terlibat pada tahap implementasi model induktif ini sebanyak 32
orang. Mereka pun diminta pendapatnya mengenai model pembelajaran yang telah dialaminya.
Tahap evaduasi moded berisi kegiatan untuk menilai model pembelajaran yang telah dieksperimenkan pada tahap implementasi model. Kegiatan tersebut didasarkan pada hasil pengolahan data yang diperoleh melalui tes, observasi, angket, dan wawancara. Data hasil tes dan angket diolah secara kuantitatif, sedangkan data hasil observasi dan wawancara diolah secara kualitatif. Hasil dari tahap ini sekaligus menjadi kesimpulan hasil penelitian yang telah dilaksanakan.
Berdasarkan keempat tahap penelitian yang telah diuraikan di atas maka kerangka berpikir atau paradigma penelitian ini dapat dibagankan seperti terlihat pada Gambar 1.3 berikut ini.
STUDI AWAL Studi Pustaka
Survey Lapangan Kajian Teori Sintaksis
Kajian Silabus Sintaksis
Kajian Penguasaan Sintaksis Mahasiswa Kajian Proses Perkuliahan Sintaksis Kajian Kesulitan Mahasiswa Menguasai Sintaksis Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Gambar 2.3 Paradigma Penelitian IMPLEMENTASI MODEL
EVALUASI MODEL Kajian Teori Model
Induktif Merancang Model Induktif dalam Pembelajaran Sintaksis Menyusun SAP Menyusun dan Mengujicobakan Instrumen PERANCANGAN MODEL Prates-Pascates Observasi KBM Angket Mahasiswa Wawancara Dosen Pengolahan Data MIPS
Achmadi, Muksin. (1983). Strategi B-M Keterampilan Berbahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Proyek Pengembangan LPTK Dikti.
Ali, Mohamad. (1987). Penelitian Kependidikan: Prosedur dan Strategi.
Bandung: Angkasa.
Alisyahbana, Sutan Takdir. (1949). Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia
Djilid 1. Jakarta: Pustaka Rakjat.
Alisyahbana, Sutan Takdir. (1976). Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia 2.
Jakarta: Dian Rakyat.
Alwi, Hasan et al. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta:
Balai Pustaka.
Ambary, Abdullah. (1983). Intisari Tata Bahasa Indonesia. Bandung:
Djatnika.
Arikunto, Suharsimi. (1993). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. (1998). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan
Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. (2005). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Ary, Donald et al. (1982). Introduction to Research in Education.
Terjemahan Arief Furchan. Pengantar Penelitian dalam
Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.
Astuti. (2007). Perbedaan Motivasi Berprestasi dan Hasil Belajar Fisika
dengan Menggunakan Model Pembelajaran Induktif dan Model
Pembelajaran Konvensional Siswa SMP Negeri 24 Bandar
Lampung. Tesis Magister pada SPs Universitas Lampung. Bandar Lampung: tidak diterbitkan.
Azies, Furqanul dan Alwasilah, Chaedar. (1996). Pengajaran Bahasa
Komunikatif: Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. London: Prentice Hall
International, Inc.
Bloomfield, Leonard. (1995). Language. Terjemahan I. Sutikno. Bahasa.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Brown, H. Douglas. (2001). Teaching by Principles: An Interactive
Approach to Language Pedagogy. New York: Addison Wesley Longman, Inc.
Chauhan, S.S. (1979). Innovation in Teaching Learning Process. New
York: Brasil Blackwell.
Dahar, Ratna Wilis. (1996). Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga. Dahlan, M.D. (1990). Model-Model Mengajar. Bandung: Diponegoro.
Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Rudy, Rita Inderawati. (2005). Model Respons Nonverbal dan Verbal
dalam Pembelajaran Sastra untuk Mengembangkan Keterampilan Menulis Siswa SD Negeri ASMI I, III, V Kota Bandung Tahun
Ajaran 2003/2004. Disertasi Doktor pada SPs UPI. Bandung: tidak
diterbitkan.
Djiwandono, Soenardi. (1996). Tes Bahasa dalam Pengajaran. Bandung:
ITB.
Eggen, Paul et al. (1979). Strategies for Teacher: Information Processing
Models in Classroom. New Jersey: Prentice Hall Inc.
Fraenkel, Jack R. dan Wallen, Norman E. (1990). How to Design and
Evaluate Research in Education. New York: McGraw-Hill Inc.
Fulcher, Glenn dan Davidson, Fred. (2007). Language Testing and
Assessment. New York: Routledge.
Furqon. (1999). Statistika Terapan untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Gani, R.A. (2007). Pengaruh Pembelajaran Metode Inquiri Model Alberta
terhadap Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas. Disertasi Doktor pada SPs UPI. Bandung: tidak diterbitkan.
Halliday, M.A.K. dan Matthiessen, Christian. (2004) An Introduction to
Fungtional Grammar. New York: Oxford University Press Inc. Johnson, Elaine B. (2008). Contextual Teaching and Learning: What It Is
and Why It’s Here to Stay. Penerjemah Ibnu Setiawan. Contextual Teaching and Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna. Bandung: MLC.
Joyce, Bruce et al. (2000). Models of Teaching. New Jersey: Prentice Hall Inc. Englewood Cliffs.
Keraf, A. Sony dan Mikhael Dua. (2001): Ilmu Pengetahuan: Sebuah
Tinjauan Filosofis. Yogyakarta: Kanisius.
Keraf, Gorys. (1984). Tata Bahasa Indonesia. Ende-Flores: Nusa Indah.
Kerlinger, Fred. (1973). Foundation of Behavioral Research (Second
Edition). New York: Holt, Reinhart and Winston.
Taba untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika. Skripsi Sarjana pada FPMIPA UPI. Bandung: tidak diterbitkan.
Mees, C. A. (1953). Tatabahasa Indonesia. Bandung: G. Kolff & Co.
Bandung.
Millan, Mc. dan Schumacker. (1900). Research in Education: A Conceptual Introduction. New York: Longman.
Mulyasa, E. (2004). Implementasi Kurikulum 2004: Panduan Pembelajaran
KBK. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muslich, Masnur. (2007). KTSP: Dasar Pemahaman dan Pengembangan.
Jakarta: PT Bumi Aksara.
Nanang. (2009). Studi Perbandingan Kombinasi Pembelajaran
Kontekstual dan Metakognitif terhadap Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP. Disertasi Doktor pada SPs UPI. Bandung: tidak diterbitkan.
Nurgiyantoro, Burhan. (2001). Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan
Sastra. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
O’Grady, William dan Dobrovolsky, Michael. (1989). Contemporary
Linguistics: An Introduction. New York: St. Martin’s Press.
Oller, John W. (1979). Language Test at School, A Pragmatic Approach.
London: Longman.
Pateda, Mansoer. (1988). Linguistik: Sebuah Pengantar. Bandung:
Angkasa.
Parera, Jos Daniel. (1980) Pengantar Linguistik Umum Bidang Sintaksis.
Ende-Flores: Nusa Indah.
Parera, Jos Daniel. (1988). Sintaksis. Jakarta: Gramedia.
Radford, Adrew. (1988). Transformational Grammar: A First Course. New York: Cambridge University Press.
Ramlan, M. (2001). Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis. Yogyakarta: C.V.
Karyono.
Razak, Abdul. (1985). Kalimat Efektif: Struktur, Gaya, dan Variasi.
Jakarta: PT Gramedia.
Renninger, K. Ann. (2009). Interest and Identity Development in
Instruction: An Inductive Model. Dalam Journal of Research in
Science Teaching. 39, 965-980. Tersedia: http//www.tandfondline.com/
doi/abs. (24 Februari 2012)
Samsuri. (1985). Tata Kalimat Bahasa Indonesia. Jakarta: Sastra Hudaya.
Depdikbud.
Sarwono, Jonathan. (2009). Statistik Itu Mudah: Panduan Lengkap untuk
Belajar Komputasi Statistik Menggunakan SPSS 16. Yogyakarta:
C.V. Andi Offset.
Schwarzschild. Roger. (2005). The Role of Dimensions in Syntax of Noun
Phrases. Tersedia: http//citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download? doi=10.1.1.156.655&rep. (25 Februari 2012)
Semi, M. Atar. (1993). Rancangan Pengajaran Bahasa & Sastra Indonesia. Bandung: Angkasa
Slametmuljana. (1959). Kaidah Bahasa Indonesia I. Jakarta: Djambatan Slametmuljana. (1960). Kaidah Bahasa Indonesia II. Jakarta: Djambatan
Slavin, Robert E. (1995). Cooperative Learning: Theory, Research, and
Practice. Boston: Allyn and Bacon.
Sudjana. (1988). Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Sudjana, Nana. (1991). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung:
Sinar Baru.
Surya, M. (1997). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: IKIP Bandung.
Suwarno. (1987). Metode Penelitian. Jakarta: Bina Aksara.
Swartzendruber, Kara. (2008). The Picture Word Inductive Model and
Vocabulary Acquisition. International Journal of Educational
Psychology, 93(3), 498-520. Tersedia: http//soar.wichita.edu/dspace /bitstream/handle/1005/grasp%20178.pdf. (23 Februari 2012)
Syamsudin A.R. (2007). Modul Struktur Bahasa Indonesia. Bandung:
Sekolah Pascasarjana UPI.
Taba, Hilda et al. (1979). A Teacher’s Handbook to Elementary Social
Studies: An Inductive Approach. Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company.
Tarigan, Henry Guntur. (1984). Prinsip-prinsip Dasar Sintaksis. Bandung: Angkasa.
Trianto. (2007). Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi
Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Verhaar, J.W.M. (1989). Pengantar Lingguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.
Wahab, Abdul Azis. (2008). Metode dan Model-model Mengajar Ilmu
Pengetahuan Sosial. Bandung: Alfabeta.
Warsiman. (2009). Peningkatan Kemampuan Mengapresiasi Puisi melalui Model Induktif di SMP Negeri Kabupaten Sidoarjo (Studi
Yohanes, Yan Sehandi. (1991). Tinjauan Kritis Teori Morfologi dan Sintaksis Bahasa Indonesia. Ende Flores: Nusa Indah.